Serap Tenaga Kerja Industri Kereta, INKA MoU dengan SMK di Banyuwangi

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seiring dengan di bangunnya pabrik kereta terbesar se Asia Tenggara di Banyuwangi, PT INKA bekerja sama dengan sejumlah SMK Vokasi untuk mencetak tenaga ahli perkereta apian.

Dengan didampingi Menteri BUMN, Rini Soemarno, Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan 2 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banyuwangi, yakni SMKN 1 Glagah dan SMK Cordova, Rabu (17/7/2019).

Selain itu, PT INKA juga bekerja sama dengan SMK Ihya’ Ulumuddin, SMK Muhammadiyah Rogojampi, dan Politeknik Negeri Banyuwangi. 

Kerjasama tersebut berupa Pendampingan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan sesuai Kebutuhan Industri (Link and Match).

Dalam sambutannya, Budi mengatakan, ruang lingkup perjanjian kerjasama tersebut meliputi penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur, penyediaan guru atau instruktur, pengembangan sarana prasarana praktikum, praktek kerja lapangan bagi siswa SMK dan pemagangan industri bagi guru.

Juga uji Kompetensi Keahlian/sertifikasi dan penyiapan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur,” ungkap Budi.

Untuk di SMKN 1 Glagah akan di buka 2 kelas khusus industry kereta yang nantinya bisa berkembang jika peminatnya cukup banyak.

“Juga di buka kelas yang sama di sejumlah SMK itu,” imbuh Budi.

Sementara, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, dengan adanya pembangunan pabrik kereta PT INKA di Banyuwangi ini tentu harus juga disiapkan para tenaga ahlinya sejak awal.

“Sebab itu, saya meminta pihak INKA untuk melakukan kerja sama dengan sejumlah SMK di Banyuwangi dan sekitarnya, sehingga nantinya bisa terserap tenaga tenaga didik dari SMK yang berkwalitas,” papar Menteri Rini.

“Pemerintah membantu SMK untuk menjamin kelulusan anak didiknya bisa bekerja di pabrik INKA agar bisa beroperasi dengan cepat,” tuturnya.

Pabrik INKA di Banyuwangi setelah Madiun tersebut di bangun di lahan seluas 83,49 hektare di kawasan Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro dengan nilai investasi sebesar Rp 1,6 triliun. Dengan kapasitas produksi sebanyak 1,5 kereta per hari atau 500 kereta dalam satu tahun. Yang nantinya digunakan untuk pengembangan kapasitas produksi PT INKA sebagai satu-satunya manufaktur sarana perkeretaapian di Asia Tenggara.

“Sehingga ke depan dibutuhkan tenaga kerja cukup banyak mencapai 2.000 an orang. Bahkan kalau para pelajar di Banyuwangi memiliki potensi, maka tidak menutup kemungkinan di sini akan di bangun Politehnik khusus perkereta apian,” papar Menteri Rini.

Dia menjelaskan, meski telah bekerja sama dengan sejumlah SMK, namun siswa siswi yang akan melamar ke pabrik PT INKA tentu akan menjalani testing terlebih dahulu.

“Kami akan tambah peralatan untuk praktek para siswa agar disaat sudah lulus otomatis mereka telah menjadi tenaga didik yang di inginkan pihak INKA,” pungkas Menteri Rini.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS