Banyuwangi Terus Gaungkan Kampanye Pengurangan Sampah Plastik

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi membagikan tas belanja kepada masyarakat sebagai kampanye pengurangan sampah plastic di wilayah setempat.

Dan kampanye tersebut di lakukan oleh Ketua TP PKK Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani setelah digelar festival daur ulang kreatif.

Istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang biasa disapa Dani tersebut menyusuri pasar tradisional dengan di dampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Husnul Chotimah.

Setibanya di sana, Dani langsung mendatangi pengunjung pasar satu persatu sembari memberi tas keranjang belanja.

“Ibu-ibu, tasnya dipakai terus ya pas belanja di pasar dan jangan lagi pakai kresek,” ujar Dani kepada para pengunjung pasar.

Aksi Dani tersebut langsung disambut dengan gembira para pengunjung pasar yang mayoritas perempuan. Mereka langsung berebut meminta tas keranjang yang dibawa Dani bersama anggota PKK lainnya.

“Gunakan terus ya tas keranjangnya. Jangan cuma dipakai sekali supaya produksi sampah plastik bisa di kurangi bersama-sama,” pesan Dani.

Di pasar tersebut, Dani membagikan 500 tas keranjang belanja.

Dani menjelaskan bahwa sampah plastik telah menjadi perhatian besar bangsa Indonesia. Dampak dan bahaya yang dihasilkan sangat mengganggu lingkungan dan kehidupan bangsa ini ke depan.

“Untuk menghindarinya, Pemkab Banyuwangi akan terus menggaungkan kampanye untuk mengurangi penggunaan plastic,” ungkap Dani.

Karena menurutnya, bahaya yang paling ringan adalah sampah plastik juga bisa menyebabkan sumbatan digot atau selokan, sehingga mengakibatkan banjir.

“Sementara yang terbawa ke laut, bisa mencemari dan mengganggu kehidupan di laut. Bahkan jika ada ikan yang terpapar plastik, bila dikonsumsi ibu hamil terus menerus akan menyebabkan kekerdilan bayi yang dilahirkan,” papar Dani.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Husnul Chotimah menjelaskan bahwa pihaknya telah membagikan 1.500 tas belanja secara rutin. Ribuan tas tersebut disebar di berbagai pasar di kawasan kota.

“Ada yang disebar di pusat perbelanjaan, pasar-pasar tradisional di Banyuwangi, hingga Pasar Rogojampi,” kata Husnul.

“Ini sebagai bentuk kampanye edukasi pengurangan sampah plastic,” imbuhnya.

Husnul menambahkan, Pemkab Banyuwangi telah memulai langkah tersebut dengan tidak lagi menggunakan plastik di setiap rapat dan event yang digelar.

“Atas inisiatif itu dan sejumlah upaya lain yang sudah dilakukan, Banyuwangi pun diundang di forum Bank Dunia untuk berbicara tentang sampah,” pungkas Husnul.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS