BUMN Kucurkan 24 M Kembangkan Pulau Merah, Pemkab Tegaskan Seluruh Pedagang

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dengan adanya pengembangan wisata Pulau Merah oleh Kementrian BUMN, ke depan Pemkab Banyuwangi meminta para pedagang maupun pengelolanya untuk lebih menjaga kebersihan serta ramah kepada setiap pengunjung.

Tidak tanggung tanggung, pemerintah pusat mengucurkan dana Rp 24 Miliar untuk pengembangan wisata pantai yang ada di kawasan Kecamatan Pesanggaran tersebut. Namun pada pengembangan ditahun pertama ini sebesar Rp 3 Miliar, yang digunakan untuk pembangunan stand para pedagang serta berbagai sarana prasarana lainnya yang sasarannya untuk memanjakan para pengunjung.

Dan untuk memastikan keberlanjutan rencana pembangunan tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengumpulkan ratusan pedagang Pulau Merah di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Senin (9/9/2019).

Tercatat ada 102 pedagang yang terverifikasi untuk menempati bangunan baru mendatang.

“Saya sengaja mengumpulkan seluruh pedagang karena tersiar kabar adanya kesalah pahaman diantara mereka, dengan adanya belasan pedagang yang memaksa ikut masuk dalam daftar yang telah terverifikasi,” ungkap Bupati Anas.

Menurut mereka, setelah dinyatakan final 102 pedagang yang siap menempati bangunan baru ke depan, ada 17 pedagang yang diduga menolak pembangunan tersebut karena nama mereka tidak tercatat.

“Pertemuan ini untuk memastikan persetujuan mereka mengenai pengembangan wisata Pulau Merah ataukah tidak sama sekali,” ujar Bupati Anas.

“Dana dari pemerintah pusat sudah dianggarkan. Jika ini mendapat penolakan pedagang, maka ke depan akan sulit untuk mengajukan anggaran kembali,” imbuhnya.

Bupati Anas menjelaskan, pengelolaan pulau merah di harapkan ke depan menjadi destinasi wisata unggulan nasional bahkan international. Untuk itulah, semua pedangan diminta kompak dan murah senyum kepada setiap pengunjung yang datang. Selain itu, mereka juga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Saya harap, kelompok masyarakat setempat bisa menjadi kekuatan bagi kemajuan dan pengelolaan pariwisata di Pulau Merah,” kata Bupati Anas.

Dan untuk pembangunan ini pemerintah daerah menggandeng arsitek ternama Yori Antar.

Diakui Bupati Anas, sebenarnya masyarakat setempat harus bersyukur dengan menikmati berbagai sarana prasarana yang ada karena mereka hanya mengelolanya saja.

“Sementara di wisata Bangsring Underwater Kecamatan Wongsorejo, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) nya harus menyewa lahan yang di gunakan untuk pengembangan wisata, dengan dana hasil dari pengelolaan,” tegas Bupati Anas.

Sementara itu, Ketua Program Kerja Masyarakat (Pokmas) Wisata Pulau Merah, Poniran mengatakan, dirinya berharap pembangunan pengembangan pulau merah ini bisa berjalan sukses.

“Para pedagang maupun masyarakat sangat setuju serta mendukung sepenuhnya program dari Pemkab Banyuwangi ini,” tutur Poniran.

“Karena ini merupakan harapan dari masyarakat selama 11 tahun mengelola wisata pulau merah,” imbuhnya.

Laki laki yang biasa disapa pak Rakeh tersebut menjelaskan, dari revisi pihaknya, terdata ada 102 pedagang yang akan menempati bangunan ruko yang baru.

Sementara beberapa waktu lalu, ada 17 pedagang yang menginginkan masuk kedalam daftar para pedagang yang sudah terdata tersebut, namun pihaknya menolak.

“Ke 17 pedagang itu sebelumnya berjualan di area yang tidak masuk dalam kawasan pedagang Pulau Merah. Dan kami tidak pernah mendata dan mengetahui keberadaan mereka,” papar Rakeh.

Meski demikian kata Rakeh, pihaknya akan mengajukan mereka untuk menempati stand baru pada pengembangan pembangunan selanjutnya. Karena Kementrian BUMN melakukan pengembangan wisata Pulau Merah ini akan secara bertahap.

Direktur Operasional BUMN Perum Perhutani, Sumardi menambahkan, pengembangan wisata Pulau Merah berada di lahan milik perhutani seluas 43 Hektar.

“Kami menginginkan mempunyai kawasan yang di jadikan unggulan bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah. Salah satunya adalah wisata Pantai Pulau Merah ini,” kata Sumardi.

Menurut Sumardi, karena lokasinya berdekatan dengan bali, maka pulau merah ini akan dijadikan sebagai wisata unggulan kedua setelah bali yang dimiliki Banyuwangi.

“Ini sangat memungkinkan, jika ke depan di buat paket wisata Bali-Banyuwangi via Pulau Merah,” tuturnya.

Sumardi menambahkan, jika semua persoalan dianggap selesai, maka pembangunan fisik rencananya akan mulai di lakukan pada minggu ke 3 bulan September.

“Seperti kios para PKL juga Beach Bar,” pungkasnya.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS