Perawat Nasional Indonesia Kolaborasi Peningkatan Pengelolaan Kesehatan di Area Pariwisata Banyuwangi

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemerintah Daerah dan DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kesehatan di sejumlah lingkungan pariwisata di kabupaten Banyuwangi.

Kolaborasi ini diharapkan bisa membuat kepercayaan wisatawan kepada Banyuwangi semakin membaik.

Saat melakukan penandatanganan kolaborasi, Selasa (10/9/2019), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku ini merupakan katalog baru dunia pariwisata Indonesia.

“Saya sangat apresiasi para perawat dan para tenaga kesehatan, yang menggagas kolaborasi ini demi peningkatan daya saing pariwisata daerah,” ungkap Bupati Anas.

Dalam kolaborasi itu, para perawat bersiaga membantu peningkatan kualitas kesehatan lingkungan pariwisata sekaligus mengantisipasi bila ada kejadian tidak diinginkan menimpa wisatawan. 

Sementara, untuk peningkatan kualitas kesehatan di lingkungan pariwisata, sasarannya adalah usaha-usaha wisata milik warga desa, seperti homestay dan kedai makanan lokal. Para perawat dan tenaga kesehatan dilibatkan membantu warga desa mengelola usaha wisatanya secara sehat dan bersih.

“Misalnya bagaimana warga desa dibantu mewujudkan homestay sehat,” kata Bupati Anas.

Bagaimana sirkulasi udaranya, bagaimana agar tak ada nyamuk penyebab DB serta bagaimana menyajikan makanan higienis dan mengatur sanitasi.

“Jika hotel berbintang tidak perlu didampingi, karena mereka punya uang untuk membayar ahli,” tuturnya.

Oleh karena itulah kata Bupati Anas, kolaborasi ini fokusnya membantu usaha wisata milik warga desa, seperti homestay yang kini tumbuh subur di Banyuwangi.

Adapun untuk program di destinasi wisata, para tenaga kesehatan bersiaga membantu memantau kesehatan wisatawan. Pilot project-nya di lima destinasi, yaitu Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Grand Watudodol, Pantai Boom, dan hutan De Jawatan.

“Isu kesehatan penting karena merupakan salah satu indikator penentu daya saing pariwisata,” kata Bupati Anas.

Berdasarkan data World Economic Forum (WEF), daya saing pariwisata Indonesia untuk indikator kesehatan dan kebersihan 2019 sebesar 4,5 pada skala 1-7. Peningkatan kinerja Indonesia untuk indikator tersebut disebut WEF sangat baik.

“Melalui kolaborasi bareng perawat, Banyuwangi ingin sedikit berkontribusi menaikkan daya saing indikator kesehatan dan kebersihan dalam daya saing pariwisata. Ini sekaligus untuk membantu warga desa membangun ekosistem pariwisata yang lebih baik,” pungkas Bupati Anas.

Ketua PPNI Sismulyanto menuturkan, perawat melakukan pemantauan kepada wisatawan maupun melakukan tindakan Penanganan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) di destinasi.

“Contohnya saat wisatawan ke Banyuwangi, apakah para perawat mengetahui mereka sehat ataukah tidak,” tutur Sismulyanto.

“Padahal sebenarnya, dia memiliki riwayat sakit, sehingga tugas para perawat adalah memberikan pertolongan, guna menekan angka kematian dan kecacatan di destinasi wisata,” ujarnya.

Sismulyanto berkeinginan menciptakan kondisi bahwa wisatawan yang ke Banyuwangi kesehatannya lebih terjamin karena kerja-kerja para perawat tersebut.

“Program ini sudah diujicobakan beberapa bulan. Perawat bertugas bergantian sesuai rasio wisatawan, ada shift pagi dan siang, terkecuali Kawah Ijen sore sampai pagi,” paparnya.

Sismulyanto menjelaskan, PPNI menyiapkan dua ambulans khusus untuk membantu para wisatawan, yang akan bergiliran standby di lima destinasi wisata.

“Disini harus dipastikan, misalnya ada turis jatuh sakit, maka itu harus ditangani dengan baik,” pungkasnya.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS