189 Desa di Banyuwangi Sudah Teraliri Fiber Optic

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sejak diresmikan Menkominfo, Rudiantara pada Mei 2016 lalu, saat ini 189 desa di Kabupaten Banyuwangi sudah teraliri internet berbasis serat optic atau fiber optic.

Hal ini merupakan upaya pemerintah daerah di dalam terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan public hingga ke desa desa lewat program “Smart Kampung”.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, salah satu indikator Smart Kampung adalah pelayanan publik dengan pendekatan teknologi informasi, selain juga soal pengembangan ekonomi desa dan pengentasan kemiskinan.

“Dengan program itu pula, saat ini inovasi tumbuh subur dan desa-desa berlomba menampilkan inovasinya,” ungkap Bupati Anas.

“Ini membuat warga desa semakin mudah dan murah dalam mengakses layanan public yang ditargetkan untuk terus meningkat,” tuturnya.

Dan Bupati Anas mengaku mengeceknya lewat survei kepuasan publik yang dilakukan per enam bulan.

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Kampung Digital yang menampilkan sejumlah inovasi desa serta memamerkan berbagai kemajuan desa hasil inovasi berbasis digital. Mulai sektor pelayanan publik, pelayanan kesehatan, hingga ekonomi kreatif.

Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah layanan KIOSK milik Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari, yang memuat layanan data dan informasi tentang kependudukan, kesehatan, dan pendidikan. Dengan sistem ini, warga bisa melakukan layanan mandiri untuk berbagai keperluan hanya dengan memindai KTP pada perangkat yang disediakan.

Selain itu, ada aplikasi Siap Cantik (Sistem Alikasi Posyandu dengan Pencatatan Elektronik) milik Desa Genteng Wetan, yang memberi kemudahan bagi pengguna layanan khususnya ibu-ibu di kampung-kampung untuk melihat perkembangan kesehatan dan mendapatkan tips dan informasi seputar kesehatan.

“Festival Kampung Digital ini juga menjadi sarana referensi bagi seluruh desa untuk saling mereplikasi inovasi,” kata Bupati Anas.

Itu pula yang dilakukan pada Festival Smart Kampung pada Juli 2019 lalu yang menjadi pestanya inovasi desa berbasis digital. 

Sementara itu, salah satu inovasi yang di tampilkan pada Festival Smart Kampung tersebut adalah Sistem Manajemen Desa (SIMADE), inovasi dari Desa Ketapang.

SIMADE adalah sistem administirasi kependudukan tersusun rapi, yang membuat waktu pelayanan masyarakat hanya dua menit. Cukup dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pelayanan bisa dilakukan dengan cepat.

Warga yang mengurus dokumen cukup menyerahkan nama dan nomor induk kependudukan (NIK), maka segala keperluan akan segera tercetak. Misalnya pengurusan surat kematian, petugas cukup mengisi NIK nama warga di form elektronik, maka otomatis lembar dokumen langsung terisi dengan berbagai data primer penduduk lainnya seperti usia, agama, pekerjaan, alamat dan sebagainya.

Selain itu, ada inovasi SIMAS Mandiri (Sistem Pelayanan Masyarakat Melayani Sendiri) yang dikembangkan Desa Genteng Kulon. Layanan berbasis self-service itu melayani 27 macam pelayanan administrasi masyarakat dengan mesin otomatis tanpa bertemu petugas.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS