Dalam KUA PPAS 2020, Banyuwangi Fokus Pembangunan SDM

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi menyampaikan nota pengantar Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 dalam rapat paripurna DPRD Banyuwangi. 

Dalam forum yang digelar Senin (7/10/2019), secara resmi Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan bahwa salah satu fokus pembangunan ke depan adalah SDM. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan pemerintah pusat. 

“Pembangunan SDM yang dimaksud bukan hanya menyangkut pendidikan, mulai jenjang SD, SMP, dan SMA/sederajat, tapi juga peningkataan derajat kesehatan warga,” kata Bupati Anas.

“Karena kesehatan yang terjamin, akan berdampak pada produktivitas daerah,” tuturnya.

Untuk mewujudkan itu, ungkap Bupati Anas, pemkab bakal bersinergi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) dan puskesmas. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) bisa disiapkan untuk memberikan perhatian kepada ibu hamil dan bayi hingga usia lima tahun. 

“Kami memulai pengembangan SDM sejak anak dalam janin ibunya. Dan dipastikan ibu hamil mendapatkan gizi baik yang akan berpengaruh pada perkembangan janin dan bayinya kelak. Karena itu akan sangat menentukan SDM yang berkualitas di masa yang akan datang,” papar Bupati Anas.

Selain investasi SDM, imbuh Bupati Anas, lewat APBD tahun depan pemkab akan melanjutkan program pembangunan infrastruktur dasar. Salah satu fokus pembangunan infrastruktur itu adalah pelebaran jalan.

Selain ditujukan agar kondisi jalan tidak mudah rusak dengan “mengunci” sisi kiri dan kanan jalan, pelebaran dilakukan untuk menyiapkan akses pariwisata yang semakin baik.

“Pelebaran ini juga dilakukan untuk menyiapkan jaringan jalan ketika jalan tol sudah sampai di Banyuwangi,” ujar Bupati Anas.

“Jika ini disiapkan, maka inflasi bisa dikendalikan karena tidak ada biaya tinggi untuk mengangkut komoditas dari kecamatan-kecamatan ke Kota Banyuwangi,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas juga menyampaikan bahwa target pendapatan daerah tahun depan diproyeksikan sebesar Rp 3,099 triliun, dari yang tahun 2019 ini sebesar Rp 3,17 triliun.

Penurunan target pendapatan daerah ini salah satunya disebabkan menurunnya dana transfer dari pemerintah pusat. Dana perimbangan pada KUA-PPAS 2020 diproyeksi sebesar 2,045 triliun atau turun Rp 47,53 miliar dibandingkan proyeksi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk 2019 yang mencapai Rp 2,092 triliun.

Selain dana perimbangan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun mengalami penyesuaian. Pada APBD induk 2019 PAD diproyeksi sebesar Rp 571,69 miliar sedangkan tahun ini ditarget sebesar Rp 527 miliar. Artinya, proyeksi PAD tahun depan turun sebesar Rp 44,69 miliar dibanding tahun ini.

Bupati Anas menambahkah, di antara tiga pos utama pendapatan daerah tersebut, hanya satu pos yang diproyeksi mengalami peningkatan, yakni lain-lain pendapatan daerah yang sah. Pos yang satu ini ditarget naik Rp 21,64 miliar.

“Tepatnya dari proyeksi dalam APBD induk 2019 sebesar Rp 505,95 miliar menjadi Rp 527,6 miliar. Di sisi lain, belanja daerah pada KUA-PPAS 2020 diproyeksi sebesar Rp 3,124 triliun,” pungkasnya.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS