Pasutri Calon Kepala Desa di Banyuwangi, Sang Suami Jadi Pemenang

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dari 130 desa di Banyuwangi yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, Rabu (9/10/2019), Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi tergolong unik, yaitu calon kepala desanya hanya 2 orang dan itupun pasangan suami istri.

Mereka adalah Budiharto (49) dan Maria Ulfa (40). Disini, terdapat 7 TPS yang tersebar di 5 dusun dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 5.423 orang.

Bahkan untuk menarik minat warga untuk memberikan hak suaranya, panitia Pilkades setempat menyiapkan puluhan hadiah. Dalam artian, setiap warga yang sudah mendapatkan kartu hak pilih maka akan diberikan selembar kupon yang terbagi dalam dua bagian lengkap dengan nomor urutnya.

Saat hendak masuk ke bilik suara, kupon tersebut di potong. Satu lembar dimasukkan ke dalam tempat khusus, sedangkan satu lembar lainnya di pegang oleh warga yang besangkutan. Selanjutnya, kupon tersebut diundi setelah proses pemungutan suara selesai.

Sementara, Budiharto sendiri merupakan calon petahana, yang sebelumnya telah memimpin Desa Karangbendo selama 5 tahun terakhir.

“Satu tahun sebelum berakhir masa kepemimpinan, saya sudah mempromosikan, mengkampanyekan dan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa akan ada proses Pemilihan Calon Kepala Desa untuk periode mendatang,” papar Budiharto.

“Usaha pemerintahan desa sudah maksimal,” imbuhnya.

Namun rupanya, hingga 1 bulan sebelum masa pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa, tidak ada satupun warga yang mau mencalonkan diri dan hanya Budiharto saja yang kembali maju.

“Karena sebagai persyaratan mutlak Pilkades harus ada lebih dari 1 calon, maka saya pun meminta istri saya untuk mencalonkan diri juga sebagai rival,” tutur Budiharto.

Sementara itu, Maria Ulva mengaku sejatinya mendukung penuh semua kegiatan suaminya selama 5 tahun menjadi Kepala Desa Karangbendo.

“Pencalonan saya ini bukan hanya untuk pelengkap saja, tapi memang berniat untuk bertarung bersama suami saya,” ujar Maria Ulva.

Dia menjelaskan, selama pencalonan ini tidak pernah ada permasalahan apapun dengan suaminya karena saling mendukung.

“Siapapun yang nantinya terpilih dan diberi amanah warga, saya tetap legowo karena semua itu untuk kesejahteraan masyarakat setempat,” kata Maria Ulva.

Selama kegiatan Pilkades di Desa Karangbendo ini berlangsung, di pantau oleh Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto dan Ketua Komisi 3 Emy Wahyuni Sri Lestari.

Menurut Michael yang juga merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, sudah menjadi kewajiban dirinya sebagai anggota dewan untuk mengecek langsung pelaksanaan Pilkades serentak ini.

“Saya sengaja memilih Desa Karangbendo ini karena sebagai desa binaan saya, sekaligus sebagai desa percontohan dari berbagai visi dan misi saat kampanye pencalonan saya sebagai anggota dewan beberapa waktu lalu,” papar Michael.

Disini, seluruh warga berbaur dan berbondong bondong untuk datang ke TPS memberikan hak suaranya. Pasalnya, dia juga berkontribusi menyiapkan berbagai hadiah yang untuk di undi.

“Alasan Desa Karangbendo menjadi desa binaan saya karena 2 calon yang ada merupakan pasangan suami istri, sehingga dipastikan tidak akan terjadi perselisihan,” pungkas Michael.

Dari hasil rekapitulasi akhir, perolehan suara Budiharto mengungguli istrinya, Maria Ulfa dengan meraup 3.122 suara.

Sedangkan Maria Ulfa mendapatkan 628 suara.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS