Jelang Perhelatan Gandrung Sewu, Kesiapan Penari Capai 85 Persen

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dua hari menjelang perhelatan tarian kolosal Gandrung Sewu, kesiapan sarana prasarana maupun para penari sudah mencapai 85 persen.

Sebanyak 1.300 penampil terus mematangkan diri untuk bersiap menyajikan sendratari etnik yang telah dinanti ribuan wisatawan tersebut. Perhelatan Gandrung Sewu di gelar Sabtu, 12 Oktober 2019 di pantai Boom Marina Banyuwangi.

Ribuan penarinya sampai saat ini terus berlatih mulai siang hingga malam hari untuk menyempurnakan gerakan dan formasi. Dengan busana yang menyala, mereka akan menampilkan keindahan gerak tari di bibir Pantai Marina Boom Banyuwangi dan bakal menjadi pemandangan yang eksotis.

Festival kesenian rakyat ini menyajikan tarian yang dibalut dalam sendratari dan berkisah perjuangan heroik rakyat Blambangan melawan kolonial.

Dan tahun 2019 ini, Gandrung Sewu bertemakan Panji-Panji Sunangkara, yang bercerita tentang semangat membara Pangeran Rempeg Jagapati memimpin rakyat Banyuwangi melawan kolonial Belanda.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Gandrung Sewu merupakan diplomasi budaya generasi muda di Banyuwangi. Penari-penari dari penjuru desa di Kabupaten Paling ujung Timur Pulau Jawa ini berkumpul dan menari bersama tari kebanggaan mereka, Tari Gandrung, di Pantai Marina Boom. 

“Gandrung adalah salah satu identitas budaya Banyuwangi yang telah mendunia. Tidak hanya menghadirkan sebuah event, Gandrung Sewu ini digelar sebagai upaya regenerasi seniman tari di Banyuwangi,” papar Bupati Anas.

“Kami mengapresiasi keterlibatan budayawan dalam perhelatan Gandurng Sewu ini,” imbuhnya.

Yang menurut Bupati Anas, event ini adalah kegiatan dari para budayawan Banyuwangi yang telah mempersiapkannya disetiap tahun.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Choliqul Ridho mengatakan, dari ribuan penari yang akan tampil di Gandrung Sewu lebih dari 60 persen adalah penari baru. Mereka lolos seleksi yang dilakukan panitia di beberapa rayon yang dibentuk. 

“Ini sebagai upaya regenerasi penari Gandrung di Banyuwangi agar diplomasi seni dan budaya berlanjut ke generasi selanjutnya,” ujar Ridho.

Pasalnya, setiap tahun seniman cilik, muda, hingga paruh baya antusias menampilkan atraksi kolosal Gandrung Sewu untuk menunjukkan kebanggaan mereka terhadap budaya daerah pada publik global.

“Karena 60 persen adalah penari baru, kami memberikan latihan cukup ekstra. Dalam Gandrung Sewu tidak ada yang ikut lebih dari tiga kali, karena kami memikirkan regenerasi penari,” papar Ridho.

Ridho mengaku latihan akan terus digeber untuk menghasilkan pagelaran kolosal yang menarik. Mulai dari kekompakan antara penari, kesempurnaan formasi, hingga kesamaan gerak tari.

“Yang tersulit adalah pembentukan formasi. Karena untuk perhelatan di tahun 2019 ini lebih banyak membentuk formasi di banding tahun kemarin,” tutur Ridho.

Dan di prediksikan kata Ridho, persiapan mencapai 100 persen saat Gladi Bersih pada Jum’at, 11 Oktober 2019.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS