Ijen Dibuka Kembali, Bupati Anas : Ini Bisa Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pembukaan jalur pendakian ke Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen disambut antusias masyarakat dan ini dianggap mampu menggerakkan roda perekonomian daerah Banyuwangi. Khususnya para penambang belerang dan pelaku wisata.

Jalur pendakian ke TWA Kawah Ijen dibuka kembali pada Kamis (7/11/2019) setelah sebelumnya ditutup sejak 20 Oktober 2019 akibat terjadinya kebakaran lahan di area setempat.

Selama TWA Kawah Ijen ditutup praktis penambang belerang tidak bisa beraktivitas. Begitu juga dengan pelaku usaha wisata. Pendapatan mereka turun drastis karena banyak wisatawan yang batal berkunjung ke Banyuwangi.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, diakui atau tidak jika TWA Kawah Ijen ini merupakan magnet wisata di Banyuwangi. Baik mancanegara maupun domestik.

Pembukaan kembali TWA Kawah Ijen merupakan berkah bagi Banyuwangi,” tutur Bupati Anas.

Selama ini terdapat 150 orang yang menggantungkan hidupnya dari penambangan belerang di TWA Ijen. Belum lagi dengan ribuan pelaku wisata yang berimbas dengan penutupan TWA Kawah Ijen akibat kebakaran,” paparnya.

Menurut Bupati Anas, pendakian ke Kawah Ijen ditutup selama 18 hari dinilai sangat berimbas terhadap perekonomian warga. Namun beberapa waktu lalu pihaknya telah memberikan tali asih kepada para penambang belerang.

Diharapkan masyarakat dan wisatawan menjaga Ijen agar tidak terbakar lagi,” kata Bupati Anas.

Sementara itu, akibat terjadinya kebakaran di area TWA Kawah Ijen menyebabkan puluhan troli milik penambang belerang rusak berat. Khususnya yang di simpan di pos penimbangan belerang di rest area Paltuding setelah terbakar.

Seperti biasa, ratusan troli para penambang di letakkan di sekitaran pos penimbangan belerang tersebut setelah mereka bekerja seharian. Dan akan di gunakannya kembali saat mereka hendak mengangkut belerang maupun tamu yang akan naik ke Ijen.

Tercatat ada 300 an orang lebih penambang yang mengais rejeki di Kawah Ijen. Namun saat ini keberadaan mereka terbagi menjadi 2 aktifitas. Dimana, 150 orang menjadi penambang belerang dan 150 orang lainnya bertugas menjadi guide dan penarik taxi ijen untuk para wisatawan.

Khusus taxi ijen di lengkapi dengan tempat duduk yang nyaman lengkap dengan sandarannya.

“Saat mengangkut tamu, 1 orang penambang bertugas menarik sedangkan 1 orang mendorong troli dari belakang,” ujar salah satu penambang belerang, Sena kepada Vis Fm.

Untuk menikmati taxi ijen ini, setiap wisatawan dikenakan biaya antara Rp600 ribu hingga Rp800 ribu per orang.

“Bagi penambang belerang seperti saya, setiap hari bisa mengangkut 2 kwintal belerang dengan upah Rp250 ribu,” papar Laki laki berusia 42 tahun asal Dusun Plampang Desa Pesucen Kecamatan Kalipuro Banyuwangi tersebut.

Dia mengaku, selama pendakian ke Ijen ditutup nyaris dirinya tidak mendapatkan pemasukan apapun. Bahkan untuk memperbaiki trolinya pun tidak mempunyai biaya.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS