Tingkatkan Pelayanan, PUDAM Banyuwangi Sesuaikan Tarif Sebesar 40 Persen

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi akan melakukan penyesuaian tariff sebesar 14 persen pada 2020 mendatang.

Hal ini merupakan dampak dari inflasi yang secara otomatis menyebabkan berbagai bahan dasar juga mengalami kenaikan. Sehingga dari sisi biaya operasional dan perusahaan dinilai tidak tercukupi.

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi, Widodo Waluyo mengatakan, penyesuaian tarif 14 persen tersebut dari tariff dasar, khususnya untuk rumah tangga.

“Yang lainnya mengikuti sesuai perhitungan. Jika pemakaiannya banyak ya pembayarannya juga banyak sehingga tidak dipukul rata,” ungkap Widodo.

“Dika dihitung secara normal, penggunakan air di tingkat rumah tangga per hari hanya 10 kibik, dengan perhitungan per orang menggunakan 60 liter air perhari,” paparnya.

Dijelaskan Widodo, penyesuaian tariff PUDAM ini sesuai ketentuan yang tertuang di Permendagri nomor 71 tahun 2016 untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat seiring dengan juga meningkatnya biaya operasional. Sebelumnya, terakhir kali PUDAM melakukan penyesuaian tariff ditahun 2017 lalu.

“Penyesuaian tariff ini adalah untuk meningkatkan cakupan pelayanan. Ditargetkan, disamping untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan juga untuk meningkatkan cakupan pelayanan,” ujar Widodo.

Dia juga menargetkan, disetiap tahun pihaknya akan terus menambah jumlah warga Banyuwangi untuk bisa menikmati air bersih dari PUDAM.

“Saat ini sudah ada sekitar 60 ribuan lebih rumah tangga di 15 dari 25 kecamatan se Banyuwangi yang terlayani air bersih. Sementara di cabang pelayanan PUDAM untuk seluruh Kabupaten Banyuwangi baru sebesar 20,2 persen. Ini masih tergolong rendah,” papar  Widodo.

Sementara, cabang PUDAM Banyuwangi berada di kantor pusat, cabang Rogojampi, Muncar, Tegaldlimo, Genteng, Wongsorejo dan Gambiran.

Lebih lanjut Widodo mengatakan, pihaknya juga akan menjadikan air bersih PUDAM untuk siap minum. Saat ini di Banyuwangi baru diterapkan di 2 kawasan perumahan, yakni di Jati Khayangan dan Griya Harmoni.

“Ke depan akan dilakukan ke berbagai kawasan secara bertahap, mengingat wilayah Banyuwangi cukup luas. Juga tergantung dari kemampuan pendanaan yang ada,” kata Widodo.

Diakui Widodo, ini tidak mungkin hanya bersumber dari hasil rekening air saja namun juga bantuan dari APBN dan APBD. Dan di tahun 2020 mulai dikembangkan di wilayah utara. Salah satunya di kawasan Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro karena kondisi secara tehnis dinilai sudah memenuhi syarat, tinggal pengaturan tehnisnya saja.

“Menjadikan air bersih PUDAM siap minum ini mengabdi pada Permenkes nomor 92 tahun 2010, yang didalamnya juga disebutkan tentang air minum,” imbuh Widodo.

Sementara itu, PUDAM Banyuwangi didirikan dan melakukan kegiatan operasional berdasarkan sejumlah landasan hukum. Diantaranya adalah, Peraturan Pemerintah nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah. Juga Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 2 tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum.

Serta Perda nomor 8 tahun 1974 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), diubah Perda nomor 1 tahun 1988 tentang Pendirian PDAM Kabupaten Dati II Banyuwangi, diubah Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi nomor 2 tahun 2018 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kabupaten Banyuwangi.

Juga Peraturan Bupati Banyuwangi nomor 9 tahun 2008 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja PDAM Kabupaten Banyuwangi, diubah Perbup Banyuwangi nomor 16 tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Banyuwangi nomor 9 tahun 2008, diubah Peraturan Bupati Banyuwangi nomor 58 tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi nomor 2 tahun 2018 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kabupaten Banyuwangi.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS