Kuliah di China, Ahmad Sofyan Malah Terpilih Jadi Kepala Desa Kenjo

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pria jebolan perguruan tinggi di China sukses terpilih sebagai Kepala Desa Kenjo Kecamatan Glagah Banyuwangi, bahkan menjadi kepala desa termuda.

Dia adalah Ahmad Sofyanto (27) dan sudah dikaruniai seorang anak. Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Banyuwangi, Sofyan melanjutkan kuliah di Universitas Brawijaya Malang dan mengambil jurusan Tekhnik Pertanian. Karena dinilai pandai, dosennya menyarankan Sofyan untuk mengambil jurusan lain di luar negeri yakni di China.

Di tahun 2015, Sofyan sampai di China. Dan terhitung mulai tahun 2016-2017, dia kuliah di Tongji University di Shanghai China mengambil jurusan Arsitektur. Lanjut di tahun 2017, Sofyan berpindah kuliah di Southeast University di Nanjing China dan masih di jurusan yang sama.

Semua pembiayaannya dari beasiswa pemerintah china yang didapatkan Sofyan yakni Chinese Government Scholarship (CGS).

Memasuki 3 tahun jalan tepatnya di pertengahan 2019, Sofyan mengambil cuti untuk umroh. Setelah itu, dia pulang ke kampung halamannya di Desa Kenjo.

“Saat itulah, warga setempat utamanya para pemuda mendorong saya untuk mendaftar pencalonan Kepala Desa karena saat itu bersamaan dengan akan digelarnya Pemilihan Kepala Desa serentak,” ujar Sofyan.

Dia pun merasa tergerak untuk membangun desanya lebih baik.

“Saya mengajukan surat pengunduran diri di kampus untuk berhenti kuliah sementara waktu sampai mendapatkan rekom. Nantinya saya bisa melanjutkan kuliah sampai dimana semester terakhir yang pernah saya lalui,” kata Sofyan.

Dikatakan Sofyan, setelah semua itu terselesaikan, dirinya pun mulai melengkapi berbagai dokumen sebagai persyaratan administrasi pencalonan kepala desa.

“Saya tidak terlalu ambisi menang karena sosok saya kurang dikenal oleh masyarakat Kenjo,” ungkap Sofyan.

Pasalnya, selama sekolah di SMA Negeri 1 Banyuwangi dirinya kost sehingga jarang pulang. Ditambah dia langsung melanjutkan kuliah di Malang dan China. Bahkan disaat para calon kepala desa gencar turun ke lapangan menemui masyarakat, Sofyan mengaku hanya melakukannya beberapa kali saja.

Oleh karena itulah, disaat namanya terpilih sebagai Kepala Desa Kenjo, Sofyan menganggapnya ini sebagai satu amanah serta tanggung jawab baru yang dibebankan kepada dirinya.

“Menjadi pemimpin di Desa Kenjo tantangannya cukup berat. Karena selama ini Kenjo dikenal sebagai desa yang memiliki kekuatan magic luar biasa dikalangan masyarakatnya,” papar Sofyan.

Untuk itulah menurut Sofyan, ini menjadi Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan dengan merubah pemikiran orang mengenai Kenjo sebagai Desa Santet menjadi desa yang memiliki segudang kekayaan alam.

“Misalnya, ke depan saya akan merubah Kenjo menjadi Desa Wisata Pertanian sesuai dengan ilmu yang selama ini saya dapatkan, arsitektur dan pertanian,” kata Sofyan.

Sehingga nantinya, Desa Kenjo akan menjadi wisata pertanian yang berbeda dengan desa lainnya di Banyuwangi. Seperti diketahui, selama ini Desa Kenjo dikenal dengan penghasil beras berkwalitas bagus.

Lebih lanjut Sofyan mengatakan, tantangan yang akan dijalaninya ini dinilai sama persis seperti apa yang dihadapi oleh Bupati Abdullah Azwar Anas saat baru memimpin Banyuwangi.

“Saat itu, Bupati Anas harus berjuang untuk mengubah pemikiran masyarakat tentang Banyuwangi yang dikenal sebagai kota santet menjadi kota wisata,” imbuh Sofyan.

Upaya Bupati Anas ini pun membuahkan hasil dengan pesatnya kemajuan pariwisata Banyuwangi sehingga banyak masyarakat luar daerah maupun wisatawan mancanegara datang ke Banyuwangi.

Sementara itu, Sofyan dilantik Bupati Anas di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan pada Rabu (20/11/2019) bersama 128 kepala desa terpilih lainnya.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS