Desember 2019, Seluruh Rumah Karaoke dan Hiburan Malam di Banyuwangi Ditertibkan

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seiring dengan semakin berkembang pesatnya sector pariwisata di Banyuwangi, pemerintah daerah akan menertibkan rumah karaoke dan tempat hiburan malam yang masih buka diatas jam 11 malam karena dinilai telah menyalahi aturan.

Dari pantauan dilapangan, banyak pengusaha tempat karaoke dan hiburan malam yang mengabaikan Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan usaha tempat hiburan.

Atas fenomena tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menginstruksikan agar menindak tegas pengelola hiburan malam yang tidak mentaati aturan yang berlaku. Salah satunya ialah terkait pemberlakuan jam malam.

Hal itu disampaikan Bupati Anas usai melantik 128 Kepala Desa terpilih di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Rabu (20/11/2019).

“Per Desember 2019 mendatang, semua tempat hiburan malam yang melanggar perda akan ditindak dan dikenai sanksi. Terutama yang masih buka di atas jam 11 malam,” ungkap Bupati Anas.

Sesuai dengan pasal 10 ayat 3 huruf c Perda nomor 10 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Tempat Hiburan bahwa tempat hiburan malam atau karaoke keluarga hanya boleh buka mulai pukul 09.00-23.00 WIB. Sayangnya masih saja ada tempat hiburan malam yang buka hingga dini hari, bahkan menjelang subuh.

“Saya sudah diprotes kiyai dan tokoh-tokoh agama dengan banyaknya tempat hiburan malam yang buka hingga dini hari,” kata Bupati Anas.

Sebenarnya pemkab sudah toleransi secara resmi dalam Perda bahwa tempat karaoke dan hiburan malam boleh buka sampai jam 11 malam. Untuk itu, pemkab akan segera menertibkan dan memberikan sanksi bagi yang melanggar.

“Saya sudah menerbitkan surat peringatan hingga 3 kali, agar pengelola tempat hiburan malam dan karaoke keluarga mentaati peraturan yang ada,” tutur Bupati Anas.

Yang terakhir kami sudah sampaikan ke pak Kapolres. Sayangnya, masih banyak yang tidak mengindahkan surat peringatan itu,” imbuhnay.

Bupati Anas menjelaskan, selain akan menindak tegas pengelola hiburan malam yang melanggar perda, pihaknya mengaku tidak akan menerbitkan izin bagi usaha karaoke baru.

“Ini dilakukan agar wisatawan yang datang ke Banyuwangi makannya di rumah rakyat atau kafe kafe yang di kelola rakyat. Karena jika tempat karaoke tumbuh subur, maka wisatawan tidak mau ke rumah rumah rakyat dan memilih ke tempat karaoke,” papar Bupati Anas.

Ditambahkan Bupati Anas, dengan kebijakan pembatasan rumah karaoke tersebut dinilai berbanding lurus dengan pertumbuhan warung dan kafe rakyat. Hal itu terbukti, saat ini orang datang ke Banyuwangi yang dituju ke warung kuliner, kafe-kafe kopi di Kemiren dan lain sebagainya.

Inilah tujuan kami untuk pembatasan pembangunan tempat hiburan malam dan karaoke baru, tidak ada kepentingan lainnya,” pungkas Bupati Anas.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS