Banyuwangi Sulap Pasar Rogojampi Jadi Pasar Pelayanan Publik

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi menambah jumlah unit “Pasar Pelayanan Publik”, tepatnya di Pasar Tradisional Kecamatan Rogojampi.

Pasar Pelayanan Publik adalah unit pelayanan publik yang terintegrasi dengan pasar tradisional. Sebelumnya, Banyuwangi telah mempunyai Pasar Pelayanan Publik yang terintegrasi dengan Pasar Tradisional Genteng.

Saat meninjau penyiapan Pasar Pelayanan Publik di Pasar Rogojampi, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, keberadaan Pasar Pelayanan Publik ini adalah untuk mendekatkan layanan ke warga.

“Sambil belanja mereka bisa mengurus banyak hal di Pasar Pelayanan Publik, mulai dokumen kependudukan sampai beberapa jenis perizinan,” ungkap Bupati Anas.

Pasar Pelayanan Publik terbaru itu menempati lahan eks pasar hewan Rogojampi yang telah direnovasi dan kini rampung sekitar 75 persen. Sebelumnya, Banyuwangi juga telah mempunyai Mal Pelayanan Publik (MPP) sejak 2017 yang mengintegrasikan lebih dari 200 dokumen/izin di satu tempat. Sehingga kini total ada 3 tempat pelayanan publik terpadu di Banyuwangi, yaitu MPP, Pasar Pelayanan Publik Genteng, dan Pasar Pelayanan Publik Rogojampi.

“Pembangunan pasar pelayanan publik ini sebagai ikhtiar untuk memeratakan kualitas pelayanan sekaligus memudahkan warga dalam mengurus dokumen. Ke depan akan dibangun di beberapa titik pasar di kecamatan-kecamatan lainnya,” papar Bupati Anas.

Dijelaskan Bupati Anas, pasar pelayanan publik yang ada di Rogojampi ini memiliki konsep terintegrasi dengan pasar tradisional sekaligus public space yang ditujukan bagi area berkegiatan milenial. Sehingga, gedung pasar pelayanan publik ini ada dua lantai.

“Lantai satu diisi dengan kios-kios pedagang pasar termasuk kantor layanan publik. Di lantai duanya dijadikan space untuk publik beraktivitas,” kata Bupati Anas.

Di lantai satu terdiri dari 100 kios yang bakal diisi oleh para pedagang tradisional dari Pasar Besar Rogojampi. Sebagian pedagang memang bakal dipindah di lokasi ini agar pasar besar lebih rapi dan tertata. Pedagang yang mengisi mulai pedagang pakaian, kelontong hingga sayur-mayur.

“Tentunya nanti akan ditata sedemikian rupa sehingga pasar tetap bersih dan rapi karena ada kantor pelayanan publik yang berada di bagian depan pasar,” tuturnya.

Bupati Anas melanjutkan, untuk space publik tersebut bisa dipakai untuk berbagai kegiatan salah satunya untuk menyalurkan bakat dan kreativitas para milenial. Space publik ini juga nantinya bakal dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. 

“Masyarakat bisa berkreasi secara tematik, mungkin dibuat jadwal rutin bisa mingguan atau bulanan. Tempat ini juga bisa menjadi co-working space tempat kolaborasi dan sebagainya,” imbuh Bupati Anas.

Selain itu space publik tersebut juga bisa dimanfaatkan pameran inovatif maupun potensi produk lokal yang ada disekitar.

Bupati Anas menargetkan Pasar Pelayanan Publik tersebut akan beroperasi pada awal tahun depan.

“Saat ini tengah di persiapkan semuanya yang diharapkan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS