Lagi..Kopi Robusta Banyuwangi Diekspor ke Italia

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kopi Robusta asal Banyuwangi kembali di ekspor ke Italia. Sebelumnya kopi hasil produksi perkebunan di kaki Gunung Ijen, kali ini kopi dari perkebunan Malangsari di wilayah pegunungan selatan Banyuwangi yang terkenal dengan produk “Kopi Lanang” di ekspor ke Italia.

Hal ini membuktikan bahwa kopi Robusta dari Banyuwangi semkian diminati pasar International.

Ekspor tersebut diberangkatkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Dirut PT Perkebunan Nusantara XII, M. Cholidi di areal Perkebunan Malangsari Kecamatan Kalibaru, Jumat (13/12/2019).

Dihadapan ratusan petani kopi yang hadir dalam acara tersebut, Bupati Anas mengaku bersyukur Banyuwangi kembali melakukan ekspor kopi di tengah tren turunnya pertumbuhan ekonomi dunia.

“Kopi Banyuwangi meneguhkan eksistensinya sebagai produk unggulan berkualitas ekspor,” ungkap Bupati Anas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BUMN PTPN XII dan para petani kopi yang mampu menghasilkan produk yang berkualitas,” imbuhnya.

Terlebih kepada PTPN XII yang terus meningkatkan kualitas kopi di wilayah Banyuwangi, yang tentunya akan berdampak pada kesejahteraan warga sekitar.

Pada ekspor tersebut, Perkebunan Malangsari mengirim 45 ton kopi robusta ke Italia yang merupakan tahap pertama dari rencana ekspor 1.300 ton pada akhir tahun ini. Selain Italia, kopi itu juga bakal diekspor ke Inggris, Swiss, Jerman, Australia dan Jepang.

Pada awal Desember lalu, kopi dari Perkebunan Selogiri Banyuwangi yang terletak di kaki Gunung Ijen juga telah mengekspor 378 ton kopi ke Italia dan Inggris.

“Saya optimis, ekspor kopi dari Banyuwangi terus akan semakin meningkat seiring dengan tren gaya hidup ngopi global,” tutur Bupati Anas.

“Kolaborasi bersama BUMN telah membuahkan hasil,” ujarnya.

PTPN XII membina petani rakyat hingga mampu mengelola kebunnya menghasilkan kopi berkualitas baik. Kemudian BNI memberikan KUR yang jumlahnya mencapai Rp 10 miliar kepada petani kopi.

Sementara itu, Dirut PTPN XII M. Cholidi menerangkan, kopi produksi Perkebunan Malangsari memang sangat diminati pasar Italia.

“Di Italia ada distributor besar yang hanya mau menerima kopi Banyuwangi. 80 persen kopinya kiriman dari Malangsari Banyuwangi. Ditawari kopi dari daerah lainnya tidak mau. Malangsari Banyuwangi memang produsen kopi terbaik,” papar Cholidi.

“Untuk itulah kami ekspor, karena peminatnya sangat tinggi,” tuturnya.

Cholidi mengaku, tahun ini, ekspor tidak hanya dihasilkan dari kebun yang dikelola PTPN XII namun juga kebun milik rakyat yang didampingi oleh PTPN XII.

“Kami menyertakan kopi rakyat untuk ekspor karena kualitasnya yang baik, sama dengan yang dihasilkan PTPN XII,” ungkap Cholidi.

Selama ini Cholidi mengaku melakukan pembinaan teknis mulai dari memilih bibit yang baik hingga proses penanaman dan panen.

“Kualitas kopi yang dihasilkan di Malangsari memang premium dan harga yang didapatkanpun cukup baik, jauh lebih tinggi dibanding harga penjualan domestic,” ujar Cholidi.

Manajer Perkebunan Malangsari, Sanuri menjelaskan, kebun Malangsari memproduksi kopi yang premium karena secara topografi sangat mendukung. 

“Ditopang bibit unggul dan topografi, kopi di wilayah setempat mampu menghasilkan cita rasa unik. Ada kombinasi rasa acid dengan karamel coklatnya yang terasa di lidah,” pungkas Sanuri.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS