Antisipasi Banjir, Banyuwangi Normalisasi Sungai dan Saluran Air

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Memasuki musim penghujan, Pemkab Banyuwangi melakukan normalisasi puluhan sungai hingga membuat sodetan air baru, guna mengantisipasi terjadinya banjir. Dan hal ini secara bertahap telah dikerjakan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan bahwa sejak bulan November 2019 lalu pihaknya telah menginstruksikan dinas-dinas terkait untuk melakukan upaya antisipasi banjir.

“Seperti normalisasi sungai sedang dan besar yang telah dilakukan sejak dua bulan lalu oleh Dinas PU Pengairan agar bisa menampung melimpahnya air saat hujan ekstrem datang sewaktu-waktu,” ungkap Bupati Anas.

Hingga saat ini, sudah ada 20 lebih sungai yang telah dinormalisasi. Diantaranya Sungai Setail di Kecamatan Sempu dan Sungai Garit di Desa Alas Malang Kecamatan Singojuruh.

“Disini diangkat sebagian besar endapannya sekaligus dibersihkan sampah-sampahnya,” tutur Bupati Anas.

Asisten Administrasi Umum Guntur Priambodo menambahkan, khusus Sungai Garit yang pernah meluber sehingga menyebabkan banjir bandang di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh pada tahun lalu, telah disiapsiagakan satu buah alat berat, excavator.

“Jika sewaktu-waktu ada air datang dari hulu membawa material endapan, maka sungai bisa segera dikeruk dan material dari atas yang turut hanyut bersama air bisa langsung diangkat,” ungkap Guntur yang juga Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi tersebut.

“Pemkab juga melakukan penyiagaan sejumlah pintu air (bendungan). Mesin yang menggerakkan pintu-pintu bendungan, selalu dipastikan dalam kondisi yang baik dan berfungsi optimal,” ujar Guntur.

Utamanya di bendungan-bendungan besar. Seperti, pintu Dam Karangdoro, Dam Kali Setail, Dam Blambangan, dan Dam ‘K’.

Guntur mengaku, para penjaga pintu bendungan diminta terus siaga, memantau debit sungai saat hujan ekstrem agar bisa meminimalkan bencana.

“Pohon-pohon yang sudah tua dan keropos, juga sudah di potong,” imbuh Guntur.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Banyuwangi, Danang Hartanto menambahkan pemkab intensif melakukan normalisasi saluran-saluran air di seluruh wilayah Banyuwangi, utamanya di daerah yang berpotensi besar tergenang air.

“Normalisasi dilakukan mulai dari mengeruk sedimentasi (endapan), rehabilitasi dan revitalisasi saluran yang rusak, pemasangan screen untuk memperlancar aliran air, hingga merapikan pipa yang mengganggu saluran,” papar Danang.

“Ada 15 titik se-Banyuwangi,” imbuhnya.

Di antaranya di Jl. Banterang, Jl. Yos Sudarso, Jl. PB. Sudirman, dan Jl.Basuki Rahmad. Juga di luar perkotaan, seperti Kecamatan Rogojampi dan Sempu.

Pemkab juga membuat sodetan di 2 titik, yakni di Jalan Yos Sudarso dan Brawijaya, tepatnya di depan Terminal Brawijaya.

Sodetan adalah terusan untuk mengalirkan air ke saluran lain yang fungsinya untuk memperkecil hambatan. Sehingga, jika saluran air tidak mampu menampung air yang datang dalam jumlah besar, maka sodetan ini akan mengalirkan air ke saluran lain. Dengan demikian, air tidak sampai meluber ke jalanan.

“Pemkab juga melebarkan sejumlah saluran yang sudah eksisting serta membangun saluran-saluran baru yang mengarahkan air ke saluran yang lebih besar. Seperti di Kelurahan Kebalenan, Taman Baru, Kampung Mandar, dan Rogojampi,” papar Danang.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS