Musim Penghujan, BPBD Awasi 10 Kecamatan Rawan Banjir

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mengidentifikasi, memasuki musim penghujan ada 26 desa di 10 kecamatan yang masuk daerah rawan banjir.

Seperti di Kecamatan Wongsorejo yang berada di wilayah Banyuwangi paling utara, khususnya di Desa Bajulmati. Juga di Kecamatan Kalipuro ada di Desa Ketapang, Kecamatan Banyuwangi kota mulai Kelurahan Lateng hingga Pakis, utamanya yang ada di area tepi pantai berdekatan dengan muara sungai.

Kecamatan Kabat di 3 desa, serta 4 desa di Kecamatan Rogojampi, 2 desa di Kecamatan Blimbingsari, 6 desa di Kecamatan Muncar, 1 desa di Kecamatan Purwoharjo, 4 desa di Kecamatan Pesanggaran serta 2 desa di Kecamatan Singojuruh yakni Benelan Kidul dan Alas Malang yang pernah terjadi banjir bandang di tahun 2018 lalu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, selain rawan banjir, pihaknya juga mengidentifikasi 13 kecamatan yang masuk daerah rawan longsor.

“Diantaranya Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Glagah, Licin, Songgon, Sempu, Singojuruh. Glenmore, Kalibaru. Pesanggaran dan Bangorejo,” ungkap Eka.

“Sejumlah kawasan yang masuk rawan banjir itu hampir seluruhnya berada di pinggir pantai dan berdekatan dengan muara sungai. Sedangkan yang rawan longsor berada di area pegunungan,” paparnya.

Untuk itulah, diharapkan masyarakat yang berada di sejumlah lokasi tersebut segera melapor ke pihak pihak terkait jika terjadi bencana alam supaya bisa segera ditindak lanjuti dengan cepat.

Eka menjelaskan, potensi ancaman banjir di Banyuwangi progresnya terus meningkat di setiap tahun. Apalagi ancaman tersebut semakin meningkat dengan adanya lahan dan hutan di kawasan Gunung Ijen Banyuwangi yang setelah terbakar beberapa waktu lalu.

“Disini, ada 1000 hekar lahan terbuka yang pepohonannya terbakar akibat musim kemarau panjang,” kata Eka.

“Sehingga disaat terjadi hujan dengan intensitas lebat dan durasi cukup lama, maka dikhawatirkan akan terjadi banjir bandang dan longsor karena banyaknya material bekas kebakaran seperti batang pohon yang terbawa air ke aliran sungai,” ujarnya.

Kondisi ini akan menyebabkan penyempitan dan penyumbatan aliran sungai sehingga akan meluber ke luar palung hingga menyebabkan banjir.

Hingga saat ini, pemkab Banyuwangi telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir terjadinya luapan banjir. Seperti pembersihan saluran air di perkotaan dan desa serta normalisasi puluhan sungai yang tersebar di 25 kecamatan se Banyuwangi.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS