DTKJ Apresiasi Inovasi Pengembangan Terminal Bandara Banyuwangi

Wakil Ketua DTKJ Andy Donny Saragih Bersama Rombongan Saat di Pendopo Banyuwangi

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengapresiasi inovasi Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan terminal bandara yang berarsitektur hijau serta mengadopsi kebudayaan lokal.

Wakil Ketua DTKJ Andy Donny Saragih mengatakan, Bandara Banyuwangi mengedepankan konsep green airport (bandara hijau). Terminal bandara nyaris tanpa AC, namun suhunya tetap sejuk dengan mengandalkan aliran air di kolam ikan yang “mengepung” berbagai ruang. Pencahayaannya juga dinilai alami dari sinar matahari dengan permainan sekat pada interior ruang yang menggunakan kayu-kayu bekas.

“Kami tertarik dengan eco-terminal yang ada di Banyuwangi dan inovasi pengembangan bandara ini luar biasa,” puji Andy.

Andy bersama rombongan DTKJ berkunjung ke Banyuwangi selama tiga hari sejak Selasa (12/9). DTKJ sendiri merupakan lembaga independen di Jakarta yang berfungsi sebagai forum konsultasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. DTKJ bisa memberi saran kepada kepala daerah untuk persoalan terkait transportasi.

Anggota DTKJ terdiri atas pakar transportasi, pengusaha angkutan, pengguna jasa transportasi, kepolisian, Dinas Perhubungan, dan LSM yang bergerak di bidang transportasi.

“Banyuwangi telah memiliki moda transportasi yang cukup lengkap. Ada bandara, kereta api, bahkan pelabuhan,” ujar Andy.

Dalam kunjungan tersebut, DTKJ juga dipaparkan tentang pemberian bantuan biaya transportasi setiap hari dari Pemkab Banyuwangi kepada para pelajar miskin, khususnya di empat kecamatan yang telah ditentukan sasarannya berdasarkan kajian. Tiap pelajar dari keluarga kurang mampu diberi bantuan biaya transportasi Rp5.000 per hari.

Di samping itu, ada bantuan uang saku yang besarannya tiap hari berbeda tergantung tingkat pendidikan, yaitu untuk pelajar SD Rp5.000, SMP Rp10.000, dan SMA Rp15.000.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Kusiyadi menambahkan, ada pula angkutan pelajar gratis di mana Pemkab Banyuwangi langsung membayar bulanan kepada pengemudi angkutan umum.

“Pemerintah memfasilitasi pelajar untuk menggunakan transportasi publik, sekaligus ini memberi kesejahteraan kepada para pengemudi angkutan umum karena mereka mempunyai pendapatan pasti,” papar Kusyadi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku sangat senang dengan kedatangan rombongan DTKJ.

“Ini akan jadi kesempatan bagi Banyuwangi untuk belajar manajemen pengelolaan transportasi,” ungkapnya.

Bupati Anas mengatakan, Banyuwangi kini semakin berkembang, sehingga dinilai perlu bagi pihaknya dari sekarang untuk mulai melakukan penataan transportasi.

“Kunjungan para praktisi dan pakar dari DTKJ tersebut juga akan menjadi momen untuk berbagi pengalaman,” pungkasnya.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.