Edukasi Masyarakat Tentang Proses Kopi, Banyuwangi Gelar Coffee Procesing Festival

Bupati Anas bersama Istri dan Anaknya di area Coffee Procesing Festival, Selasa (16/10)

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi menggelar Coffee Procesing Festival untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara pengolahan dan memproses kopi dengan baik. Bahkan, melalui event ini, komunitas kopi diajak mengenal proses pengolahan kopi yang bisa menghasilkan produk kopi dengan kualitas terbaik.

Hal ini di sampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas usai membuka kegiatan yang di gelar di area Rumah Kreatif Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Selasa (16/10).

Event ini di gelar selama 2 hari, Selasa dan Rabu (16-17/10).

“Event ini diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin belajar mengenai proses kopi dengan benar,” kata Bupati Anas.

“Bagi Banyuwangi, ke depan kopi kopi rakyat di sini bisa disajikan dengan baik layaknya kopi bintang 5, seiring dengan terus meningkatnya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi,” paparnya.

Diakui Bupati Anas, kopi rakyat yang di seduh di kafe kafe kecil rupanya dinilai tidak kalah rasanya dengan kopi yang di sajikan di hotel hotel berbintang. Sehingga, jika komunitas kopi diberikan pengajaran proses mulai hulu ke hilir dengan benar maka di yakini ke depan UMKM kopi yang sebagian besar anak anak muda akan semakin banyak.

“Bukan hanya sekedar menyajikan, tapi juga menjadi Star Up bagi penjualan produk produk kopi yang semakin menjamur di Banyuwangi,” imbuh Bupati Anas.

Dia mengaku, event ini merupakan cara daerah agar pelaku usaha kopi bisa naik kelas atau meningkatkan kualitas, kemampuan, hingga daya saing produknya.

“Dengan even ini diharapkan agar pekebun dan penggiat kopi bisa lebih mengetahui cara-cara mengolah kopi yang baik sehingga mereka bisa memproduksi kopi yang benar-benar berkualitas,” kata Bupati Anas.

Di area lokasi acara, disediakan 4 alat Roaster untuk memroasting Kopi yang bisa di manfaatkan oleh komunitas kopi untuk belajar pengolahan kopi yang baik kepada para mentor.

Bupati Anas menjelaskan, selama kegiatan ini berlangsung, mereka bisa memanfaatkan alat tersebut sekaligus berlatih memproses kopi. Seperti mulai dari memetik, menjemur hingga pengolahan kopi.

Ke depan, ke 4 alat sengaja di pusatkan berdampingan dengan rumah kreatif agar bisa di manfaatkan komunitas kopi maupun pengusaha kopi yang baru merintis. Disini, mereka hanya membawa biji kopi lalu di giling hingga menjadi bubuk.

“Karena kalau membeli alat itu cukup mahal bisa mencapai Rp 150 juta hingga Rp 600 juta,” pungkas Bupati Anas.

Selain Komunitas Kopi, di hari pertama pelaksanaan Coffe Procesing Festival juga di serbu puluhan siswa siswi sekolah dasar yang belajar tentang memproses kopi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Sih Wahyudi menambahkan, pelatihan ini diikuti 130 peserta dari komunitas kopi.

Banyuwangi mengundang sejumlah pihak sebagai mitra sekaligus menjadi narasumber sesuai keahlian masing-masing. Antara lain pakar kopi dari Pusat Penelitian (Puslit) Kakao dan Kopi Indonesia Jember, kelompok tani kopi, pelaku bisnis kopi Indonesia maupun para barista asal Banyuwangi.

“Di hari pertama, pakar dari Puslit berbicara tentang pengenalan kopi, penanganan hama dan penyakit kopi, hingga proses pasca panen,” ujar Sih Wahyudi.

“Pasca panen ini meliputi identifikasi kopi, perambangan, sortasi, pulper, pengeringan hingga honey process,” pungkasnya.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.