Pelayanan Publik Banyuwangi Dihadirkan di The International Publik Service Forum 2018

Bupati Anas The International Public Service Forum 2018

Pemerintahan
Typography

Radiovisfm.com, Banyuwangi - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menghadirkan kinerja pelayanan publik Banyuwangi sebagai bahasan dalam The International Public Service Forum 2018, yang digelar di Jakarta Convention Center.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 7-8 November 2018. 

Banyuwangi dinilai sukses meningkatkan kinerja pelayanan publiknya. Salah satu di antaranya adalah Mal Pelayanan Publik yang telah diterapkan Banyuwangi dengan melayani 199 izin/dokumen di satu tempat.

Menurut Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB Rini Widyatini, mal tersebut menjadi solusi untuk memberikan pelayanan.

“Karena masyarakat tidak mau tahu karena menurut mereka yang namanya pemerintah itu satu. Mereka maunya untuk mengurus apapun cukup di satu tempat,” papar Rini.

“Di sinilah keberadaan Mal Pelayanan Publik Banyuwangi dianggap berhasil mewujudkan itu,” imbuhnya.

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho mengungkapkan pentingnya penerapan Banyuwangi itu untuk direplikasi di berbagai daerah dan tentu dengan improvisasi sesuai kondisi daerah.

“Banyuwangi ini adalah pengecualian dari kurva umum kondisi daerah di Indonesia. Sehingga sangat perlu apa yang telah di lakukan Banyuwangi ini untuk direplikasi ke daerah-daerah lain,” papar Yanuar.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pelayanan publik adalah awal dari peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat.

“Karena itu kami coba terus meningkatkan seluruh segmen pelayanan publik, mulai pendidikan, kesehatan, ekonomi, sampai administrasi kependudukan,” ujar Bupati Anas.

“Walaupun kini masih ada berbagai kekurangan yang ke depan segera di sempurnakan,” imbuhnya.

Bupati Anas mengungkapkan, seluruh inovasi pelayanan public harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Karena tanpa peningkatan tersebut, kinerja pelayanan publik menjadi tidak terukur.

“Saya bersyukur dengan segala kebijakan yang kami terapkan, angka kemiskinan di Banyuwangi terus menurun dan pendapatan per kapita pun terus naik,” pungkas Bupati Anas.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.