Pariwisata Sebagai Sasaran Revolusi Industri 4.0, Bupati Anas : Pelaku Wisata Harus Inovatif

Bupati Anas bersama ratusan pelaku wisata

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, Bupati Abdullah Azwar Anas mengumpulkan seluruh pelaku wisata.

Hal ini untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan salah satunya yang menjanjikan adalah pariwisata, yang merupakan sector berbasis kreativitas.

Di hadapan ratusan pelaku wisata di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Bupati Anas mengatakan, saat ini tengah masuk dalam Revolusi Industri 4.0 yang intinya adalah kreativitas dan inovasi.

“Oleh karena itu, para pelaku wisata diharapkan harus lebih kreatif dan inovatif,” ujar Bupati Anas.

Mereka adalah para pelaku wisata mulai dari pengelola hotel, homestay, agen travel, UMKM, dan lainnya.

Dalam pertemuan itu, Bupati Anas juga mengajak mereka untuk membaca Sholawat bersama dan santunan anak yatim sebagai bentuk syukur atas pariwisata di Banyuwangi yang semakin berkembang.

“Kini Banyuwangi diperhitungkan dalam dunia pariwisata nasional maupun internasional. Saya minta para pelaku wisata lebih kreatif dalam mengelola maupun mengemas atraksi wisata dan harus ada sesuatu yang disukai oleh wisatawan,” papar Bupati Anas.

Salah satu hal yang ditekankan Bupati Anas adalah memperkaya wawasan tentang histori dan kekhasan Banyuwangi. Misalnya mengajak wisatawan berkeliling ke pasar tradisional, pendopo, dan makanan tradisional.

“Itu salah satu cara untuk memberikan kesan yang baik pada wisatawan, sehingga mereka mau kembali lagi ke Banyuwangi,” ungkapnya.

Bupati Anas mengatakan, review di situs agen perjalanan online, seperti traveloka, pegipegi, dan lainnya sangat penting. Karena biasanya wisatawan sebelum bepergian melihat review destinasi dari internet. 

Dalam kesempatan ini, Bupati Anas juga meminta semua pelaku wisata untuk berusaha menjaga kesan yang baik tentang Banyuwangi. Untuk itu dibutuhkan pemahaman tentang karakter dan segmentasi setiap wisatawan. Selain itu, kepada UMKM juga diminta lebih kreatif dan membuat sesuatu yang baru di dalam mengolah potensi Banyuwangi.

“Contohnya seperti yang dilakukan di kawasan Kelurahan Gombengsari, terdapat UMKM yang memberikan pengalaman berbeda,” tutur Bupati Anas.

Seperti meminum langsung susu kambing etawa setelah memeras, membuat kopi madu, dan lainnya. Diakui Bupati Anas, saat ini masyarakat secara bertahap sudah merasakan dampak pariwisata. Secara ekonomi ada peningkatan cukup signifikan.

“Kini mereka berlomba-lomba memanfaatkan booming wisata ini dengan banyak mengambil peluang ekonomi dengan membuka berbagai usaha,” pungkas Bupati Anas.

Berdasarkan data BPS, pengembangan ekonomi Banyuwangi dengan pengungkit dari pariwisata berhasil menekan drastis angka kemiskinan menjadi 8,6 persen dari sebelumnya selalu di atas dua digit serta mengerek pendapatan per kapita warganya menjadi Rp45 juta per orang per tahun pada 2017.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.