Gandeng Startup “Warung Pintar”, Banyuwangi Tumbuhkan Iklim Wirausaha Daerah

Bupati Anas menghadiri pesta rakyat pintar

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan startup teknologi ritel “Warung Pintar” untuk mengangkat daya saing warung-warung kecil dan menumbuhkan iklim wirausaha di daerah.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku sudah bertemu dengan founder dan CEO Warung Pintar, Agung Bezharie dan Harya Putra. Mereka juga sudah ke Banyuwangi.

“Sebentar lagi sudah matang skema kolaborasinya,” ungkap Bupati Anas.

Bupati Anas baru saja menghadiri “Pesta Rakyat Pintar” yang digelar Warung Pintar.

Warung Pintar adalah perusahaan rintisan (startup) yang menggarap teknologi sektor ritel. Warung-warung kecil didigitalisasi dan dipermak sedemikian rupa untuk membuatnya berdaya saing saat harus berhadapan dengan ritel-ritel modern.

“Setidaknya terdapat dua skema yang bakal dijalankan,” tutur Bupati Anas.

Pertama, menempatkan Warung Pintar di ruang-ruang publik dan destinasi wisata. Ke depan, di harapkan yang memiliki warung pintar ini bukan orang per orang, namun komunitas.

“Misal di ruang publik daerah A, maka yang mengelola adalah komunitas warga di sana, bisa koperasi atau kelompok pengajian ibu-ibu dan anak-anak muda,” kata Bupati Anas.

“Sekaligus menggiatkan kewirausahaan, karena warga bisa berproduksi dan menjualnya di Warung Pintar,” imbuhnya.

Skema kedua, sambung Bupati Anas, mendorong warung-warung yang sudah ada untuk didigitalisasi melalui Warung Pintar, sehingga bisa lebih kompetitif saat harus berhadapan dengan ritel modern.

“Saat ini di Banyuwangi dilakukan pembatasan ketat pergerakan ritel modern,” ujar Bupati Anas.

Kalau di daerah lain jumlah ritel modern bisa ratusan unit, di Banyuwangi baru puluhan karena memang dibatasi supaya warung-warung tradisional tetap harus maju, sehingga perlu ditingkatkan sistemnya. Maka Warung Pintar dinilai bisa menjadi salah satu solusi.

“Ini adalah wujud inklusi ekonomi lewat teknologi. Teknologi tidak memakan yang kecil,” tutur Bupati Anas.

Di Warung Pintar, selain skema digitalisasi untuk manajemennya, yang ditawarkan antara lain desain yang lebih modern. Di antaranya dilengkapi infrastruktur perangkat lunak seperti charger station.

Berdasarkan riset, digitalisasi ala Warung Pintar mampu meningkatkan pendapatan bulanan warung-warung kecil sebesar 89 persen.

“Yang dibentuk oleh perusahaan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 itu adalah ekosistemnya,” imbuh Bupati Anas.

Ke depan di harapkan Banyuwangi bisa membangun ekosistem ritel kecil yang terdigitalisasi, yang mempunyai management kuat ke komunitas di sekitarnya sekaligus bisa menyejahterakan masyarakat, yang dimulai dari kolaborasi ini.

Selain menjadi upaya meningkatkan kinerja warung-warung kecil dan mengajak warga berbisnis, Warung Pintar juga menjadi jendela promosi wisata daerah.

“Di Banyuwangi nantinya di setiap Warung Pintar ada perangkat promosi wisata,” pungkas Bupati Anas.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.