Banyuwangi Gelar Fashion On The Pedestrian Untuk Kampanyekan Hak Merdeka Bagi Rakyat

Bupati Anas berikan sambutan di Fashion On The Pedestrian

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Fashion On The Pedestrian di gelar Pemkab Banyuwangi, sebagai upaya untuk mengkampanyekan bahwa pedestrian adalah tempat yang nyaman dan hak merdeka bagi rakyat.

Sekitar 70 peserta dari kategori anak anak, remaja dan dewasa tampil dalam perhelatan yang di gelar di trotoar sisi selatan alun alun Taman Blambangan Banyuwangi, Jum’at (16/11) tersebut.

Saat membuka kegiatan ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Fashion On The Pedestrian ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memberi panggung kepada para model dan desainer local maupun pembatik untuk mengapresiasikan karya mereka.

“Sekaligus untuk merangsang dan mendorong mereka lebih percaya diri khususnya di era revolusi 4.0 saat ini,” ujar Bupati Anas.

“Berdasarkan keterangan Jack Ma untuk menghadapi tantangan revolusi 4.0 ini ada 3 E yakni E-Govermen, Education dan Entrepreneurship,” paparnya.

Sementara kegiatan Banyuwangi Batik Festival ini dimaksudkan menjadi bagian Entrepreneurship bagi masyarakat local.

“Dalam jangka panjang, Entrepreneurship ini bisa dibangun dari anak anak sejak usia dini,” kata Bupati Anas.

Dia mengaku, bagi para desainer professional akan di beri panggung pada perhelatan Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang di gelar di Gesibu Blambangan, Sabtu malam (17/11) dengan lighting dan tata panggung berstandart International.

“Disini, UMKM batik Banyuwangi berkolaborasi dengan desainer kondang nasional dan internasional,” tutur Bupati Anas.

Ada Ali Charisma, Priscilla Saputro, Dewa Gita, dan Nely Gunawan serta desainer busana batik asal Italia, Milo Miliavicca.  Untuk BBF tahun ini, akan menampilkan bintang tamu penyanyi Melly Goeslaw.

Dari ke 70 peserta yang mengikuti event Fashion On The Pedestrian ini terbagi dalam kategori anak anak 20 peserta, Remaja 35 peserta dan Dewasa 15 peserta.

Mereka melenggang cukup percaya diri di pedestrian yang di sulap menjadi catwalk beralaskan karpet merah, dengan mengenakan kostum batik tema Gedhegan hasil rancangan para desainer local Banyuwangi.

Motif Gedhegan yang diangkat tahun ini bermakna kesederhanaan. Yakni sederhana dalam keanekaragaman untuk mencapai kebaikan. Dan motif ini digambarkan seperti gedeg atau anyaman bamboo.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.