radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat menjelang maupun disaat juga setelah pelaksanaan Pemilu, jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi melakukan pengawasan diseluruh tempat hiburan malam, sekaligus dilakukan pemasangan kamera CCTV.

Keberadaan kamera CCTV ini adalah untuk memantau setiap pergerakan para pengunjung maupun ketepatan waktu operasional dari tempat hiburan malam itu sendiri. Pasalnya, akan terkoneksi dengan seluruh Forpimda melalui aplikasi khusus.

Hal itu disampaikan Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi usai menggelar rapat bersama jajaran Forpimda di pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Rabu (10/04/2019).

“Dari kebijakan pemerintah daerah sendiri, batas waktu operasional tempat hiburan malam maupun kafe adalah pukul 23.00 WIB,” ungkapnya.

Sementara saat ini, dinilai masih banyak pemilik kafe yang tidak mematuhi peraturan tersebut dengan menutup usahanya diatas waktu yang telah ditentukan. Bahkan, pemandu lagunya pun di anggap berpakaian tidak sopan menyalahi ketentuan yang tercatat dalam Peraturan Daerah.

“Pengawasan ini tidak hanya dilakukan disaat menjelang Pemilu saja, tapi akan terus berkelanjutan demi kenyamanan masyarakat Banyuwangi dengan melibatkan seluruh stake holder baik kepolisian, TNI maupun pemerintah daerah,” papar Kapolres.

Menurutnya, apa yang dilakukan polri dalam hal pemeliharaan Kamtibmas harus selaras dan mendukung penuh apa yang menjadi kebijakan Pemkab Banyuwangi untuk kemajuan daerah.

“Memang ada beberapa kekurangan yang dimiliki pemerintah daerah terkait dengan personel sehingga semua elemen harus bersinergi guna menciptakan kekuatan yang lebih besar,” tutur Kapolres.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dari pertemuan ini telah disepakati bahwa pemasangan kamera CCTV di seluruh tempat hiburan malam segera di laksanakan, dengan di fokuskan di depan pintu masuk.

“Ada beberapa pemilik yang menolak adanya pemasangan, tapi ini tidak di penuhi oleh jajaran Forpimda seperti yang di sampaikan dalam pertemuan itu,” ujar Bupati Anas.

“Saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan masukan yang disampaikan oleh jajaran Forpimda. Ini untuk mendorong pariwisata terus tumbuh dan bangkit yang menjadi identitas bagi pengembangan Banyuwangi,” pungkasnya.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pengadilan Negeri Banyuwangi mendesak jajaran Forum Pimpinan daerah (Forpimda) untuk segera memasang kamera CCTV di seluruh tempat hiburan malam, untuk mempermudah pemantauan terhadap para pengunjung.

Pasalnya, dari tempat karaoke yang ada di Banyuwangi saat ini memang di peruntukkan bagi keluarga sehingga pengawasannya harus di perketat.

Kepala Pengadilan Negeri Banyuwangi, Purnomo Amin Tjahjo mengatakan, masing masing kamera CCTV tersebut dipasang di setiap ruangan karaoke supaya lebih gampang memantaunya.

“Jajaran Forpimda sepakat mempunyai aplikasi bersama dari jarak jauh untuk memantau operasional tempat karaoke itu, karena masih banyak yang melanggar aturan yang sudah di tetapkan Pemkab Banyuwangi melalui peraturan daerah,” papar Amin.

“Selain itu, juga untuk memantau keluar masuknya setiap pengunjung,” imbuhnya.

Dalam hal ini, agar para penegak hukum yang berkompeten bisa terus melakukan pengawasan ketat.

Amin menjelaskan, berdasarkan Peraturan Daerah yang ada, setiap bangunan tempat karaoke di Banyuwangi adalah karaoke keluarga yang segmennya harus keluarga.

“Artinya, didalam ruangan tidak di perbolehkan adanya minuman beralkohol,” ungkap Amin.

Oleh sebab itu, Forpimda mendesak di setiap tempat hiburan malam maupun karaoke harus segera di pasangi kamera CCTV.

Namun diakui Amin, terlebih dahulu akan di lakukan sosialisasi kepada para pemiliknya.

“Jika ke depan masih ada yang melanggar, maka akan di berikan sangsi terberat berupa penutupan tempat usahanya,” kata Amin.

Hal ini menurut Amin, untuk menciptakan rasa aman di masyarakat khususnya kondisi Banyuwangi agar lebih kondusif.

Pengadilan Negeri Banyuwangi juga menyoalkan banyaknya tempat kost dan guest house yang peruntukkannya dinilai menyimpang, seperti di gunakan sebagai hotel yang di sewakan secara harian.

“Ini tidak sesuai dengan dasar hukum yang tertuang dalam Perda. Sehingga jika ditemukan adanya pelanggaran maka di berikan sangsi administrasi mulai dari pencabutan ijin usaha hingga pidana,” pungkas Amin.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi kembali menggelar kompetisi bisnis rintisan pertanian, Agribusiness StartUp Competition, untuk melahirkan anak anak muda yang terjun ke bisnis pertanian.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku sering mengatakan kepada anak muda agar tidak berkeinginan untuk menjadi Youtuber, pegawai bank, ataupun PNS.

“Tapi liriklah sektor pertanian yang mempunyai prospek cerah,” kata Bupati Anas.

“Produk beras merah organik yang dikembangkan anak-anak muda dan petani Banyuwangi hingga bisa diekspor ke luar negeri bisa jadi contoh betapa prospektifnya bisnis sektor pertanian,” paparnya.

Bupati Anas mengatakan, regenerasi petani adalah salah satu isu terpenting sektor pertanian.

Berdasarkan Sensus Pertanian BPS, 61 persen petani berusia lebih dari 45 tahun, serta 72 persen berpendidikan SD. Jumlah rumah tangga petani terus menurun dari 79,5 juta (2008) menjadi 63,6 juta (2013).

“Untuk itu, pemerintah perlu kreatif melahirkan generasi muda petani inovatif, visioner serta melek teknologi dan melalui kompetisi inilah salah satunya,” ujar Bupati Anas.

Usia peserta dibatasi antara17-30 tahun agar target anak mudanya tercapai. Kompetisi ini sendiri melombakan dua kategori. Pertama, rintisan usaha pertanian yang telah berjalan maksimal 3 tahun. Kedua, proposal rencana bisnis (business plan).

Bidang pertanian yang bisa diikuti pun luas, mulai pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan hingga beragam produk olahannya.

“Kompetisi ini memperebutkan hadiah modal kerja Rp150 juta,” tutur Bupati Anas.

Peserta terseleksi juga akan mengikuti berbagai workshop dan mentoring, mulai soal manajemen bisnis pertanian, leadership, hingga pemasaran digital dari para pakar dan pengusaha pertanian sukses.

“Sehingga rintisan usahanya makin terarah dan berdaya saing,” pungkas Bupati Anas.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan menambahkan, rangkaian kompetisi agribisnis ini dimulai sejak Maret 2019. Sosialisasi digelar ke berbagai kampus, sekolah, dan komunitas anak muda. Dilanjutkan pembukaan pendaftara online hingga 20 April 2019 melalui website Dinas Pertanian Banyuwangi.

“Dalam proposal, para peserta diwajibkan memberi gambaran dampak positif bisnis yang dikembangkanny,” ujar Arief.

Misalnya, berapa jumlah tenaga kerja yang terserap dan persebaran manfaatnya bagi warga. Khusus kategori business plan harus membuat proposal perencanaan bisnisnya. Selanjutnya akan dinilai sejauh mana proposal tersebut dapat diterapkan.

“Kami harap, anak anak muda berkreasi untuk membuat bisnis olahan beras, pengembangan perikanan organik, peternakan, sayur, buah, dan sebagainya,” kata Arief.

Ada 7 bentuk kegiatan dalam rangkaian Agribusiness Start-Up Competition ini, yakni sosialisasi, yang berlangsung sejak tanggal 1 Maret hingga 25 Maret 2019. Lalu di gelar workshop atau seminar, seleksi proposal, tinjau lapangan dan wawancara, presentasi peserta di depan dewan juri, penentuan pemenang dan pendampingan usaha agribisnis.

“Peserta di harapkan membuat proposal atau rencana atau ide ide agribisnis yang mudah dan bisa di terapkan,” ungkap Arief.

Agribusiness Start-Up Competition ini terbagi dalam 2 kategori yakni Rintisan Usaha Argribisnis dimaksudkan sebagai kompetisi bagi pelaku rintisan agribisnis yang sudah berjalan minimal 1 tahun. Juga kategori Agribusiness Plan atau rencana usaha.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan dua BUMN mengembangkan wisata cokelat di Doesoen Kakao, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Dua BUMN itu adalah PT Bank Mandiri Tbk dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII.

Fasilitas di destinasi itu bakal ditambah dengan pembangunan amphitheatre. Selain itu juga dilakukan pengembangan SDM bidang cokelat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, seminggu lalu pihaknya bertemu dengan Dirut Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo dan Dirut PTPN XII, Cholidi membahas pengembangan wisata cokelat di Banyuwangi.

“Pak Kartiko menyatakan akan membangun amphitheatre di Doesoen Kakao sekaligus siap men-support PTPN XII yang akan membuka SMK jurusan cokelat,” ujar Bupati Anas.

“Amphitheatre ini akan melengkapi fasilitas yang ada di Doesoen Kakao yang berada di perkebunan Kendenglembu, Glenmore. Rencananya akan dibangun tahun ini,” imbuhnya.

Doesoen Kakao adalah kawasan wisata yang menjual eksotika perkebunan kakao lengkap dengan pengolahan cokelat. Dengan hawa sejuk khas dataran tinggi, kualitas cokelat terbaik, dan aspek historis, Kecamatan Glenmore menjadi favorit wisatawan terutama dari Eropa.

Wisata ini juga dilengkapi pabrik pengolahan cokelat untuk wisata edukasi. Cokelat dari kakao di daerah itu telah diekspor ke Eropa dan berbagai kawasan lain di seluruh dunia.

“PTPN XII juga akan membuka jurusan cokelat di SMK Andalusia Glenmore pada tahun ajaran baru ini. Siswa jurusan cokelat ini akan fokus pada materi agronomi, khususnya komoditas coklat,” papar Bupati Anas.

Sementara, untuk keperluan pengajaran tersebut, PTPN XII juga akan melengkapinya dengan laboratorium yang peralatannya dibantu Bank Mandiri.

“Mereka akan berkolaborasi, PTPN XII yang menyiapkan software-nya, hardwarenya akan di-support Bank Mandiri,” kata Bupati Anas.

Dia mengaku sangat bersyukur atas dua kolaborasi BUMN yang bergerak membantu pengembangan pariwisata Banyuwangi sekaligus turut menyiapkan pengembangan SDM-nya.

“Dengan penambahan fasilitas wisata di Doesoen Kakao, akan memperkaya ragam wisata Banyuwangi dan menambah alternatif destinasi wisata di Banyuwangi kawasan Selatan,” tutur Bupati Anas.

Apalagi kata Bupati Anas, jika Jalur Lintas Selatan sebentar lagi dituntaskan pemerintah pusat, maka wisata cokelat ini tentunya akan menambah geliat perekonomian di Banyuwangi selatan.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, Pemkab Banyuwangi kini memfokuskan pendataan TPS di sejumlah daerah yang sulit terjangkau. Prioritas ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk mewujudkan pesta demokrasi yang adil dan merata. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap, pemilu tahun 2019 yang sudah ada di depan mata dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif. 

“Saya memproyeksikan, semua persiapan dan kesiapan berjalan aman hingga pelaksanaan Pemilu mendatang,” kata Bupati Anas.

“Pemerintah daerah terus meningkatkan kewaspadaan agar ke depan pelaksanaan Pemilu kali ini bisa berjalan lebih lancar dibanding sebelumnya. Termasuk pemantauan di berbagai TPS rawan maupun yang ada di daerah terpencil,” paparnya.

Bupati Anas menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak agar pengamanan pemilu terwujud dengan baik.

Sementara itu, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi mulai turun dan mengecek lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di desa terpencil, supaya pesta demokrasi serentak ini bisa berjalan lancar tanpa kendala.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi dan Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (inf) Ruli Nuryanto melakukan kunjungan ke Dusun Sukamade, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, yang merupakan salah satu daerah terpencil di Banyuwangi.

Karena sulitnya medan, rombongan terpaksa menggunakan rakit dan motor trail. Tidak hanya itu, jalan yang dilalui bebatuan dan perbukitan sehingga sesekali mereka terpaksa berhenti karena medan yang sulit. 

“Lokasi yang kami kunjungi medannya cukup berat. Yakni melewati hutan dan batu batu besar. Di lokasi setempat terdapat 3 TPS,” ujar Kapolres.

Dia mengaku, di sepanjang jalan yang di lalui hanya bisa di lewati dengan menggunakan kendaraan roda dua, dengan jarak tempuh sekitar 2 jam dari Kantor Kecamatan Pesanggaran.

Dusun Sukomade ini berada di sekitar 80 kilometer dari pusat kota Banyuwangi. Untuk sampai di Dusun ini harus menyeberangi 3 sungai dan jalan yang terjal.

Selain TPS yang berada di Desa Sarongan, rombongan juga melihat lokasi TPS di Desa/ Kecamatan Siliragung dan Desa Segobang, Kecamatan Licin.

Pengecekan lokasi TPS ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjelang Pemilu pada 17 April mendatang,” kata Kapolres.

Selama mengecek TPS tersebut, dirinya juga mengajak petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat. Kapolres mengaku telah mengapelkan 764 personel Polri yang bertugas Pam TPS untuk mengecek lokasi TPS masing-masing.

Saya ingin memastikan kesiapan personel kepolisian termasuk semua persiapan lainnya dan kendala yang terjadi di lapangan selama pelaksanaan Pemilu, mulai dari signal komunikasi, sarana dan fasilitas lainnya demi suksesnya Pemilu,” papar Kapolres.

Saat ini, lanjut Kapolres Taufik, kondisi keamanan menjelang pemilu dinilai cukup kondusif. Hal itu terlihat, dari kesiapan penyelenggara pemilu mulai dari KPU, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), PPS dan Panwas serta Forum pimpinan Kecamatan (Forpimka) juga perangkat desa yang terpantau masih kompak dalam mengecek kesiapan Pemilu.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Puskesmas Licin Banyuwangi dengan Unggulan Pelayanan Jiwa menyiapkan puluhan ruangan untuk perawatan Caleg maupun tim sukses yang kemungkinan mengalami depresi, karena tidak terpilih dalam Pemilu.

Dalam hal ini, disiapkan 21 ruangan dengan 21 tempat tidur yang terbagi dalam 6 ruangan isolasi dan 15 ruangan stabil.

Kepala Puskesmas Licin Banyuwangi, Nira Sita Dewi mengatakan, di masing masing ruangan isolasi tersebut di lengkapi 1 tempat tidur dan 1 kamar mandi, yang di khususkan bagi pasien yang mengalami gaduh gelisah atau gangguan jiwa berat yang agresif sehingga bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Ruangan stabil adalah untuk pasien dengan ganguan jiwa ringan, seperti tidak bisa tidur ataupun diam tidak mau berbicara,” ujar Nira.

“Khusus di ruang isolasi tidak boleh sembarangan orang masuk agar para pasien bisa lebih mengekspresikan diri supaya tidak menganggu orang lain,” imbuhnya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengendalikan mereka dengan memberikan obat serta terapi. Sehingga, untuk di ruangan ini masing masing di huni satu orang.

“Kami tidak bisa pastikan batas waktu untuk pemulihan para pasien yang mengalami gangguan jiwa ringan maupun berat tersebut. Karena setiap orang memiliki Stresor yang berbeda beda. Ada yang sudah menumpuk ataupun yang sudah banyak,” papar Nira.

Stresor adalah pengalaman atau situasi yang penuh dengan tekanan. Stresor meningkatkan risiko penyakit saat hal-hal tersebut benar-benar mengganggu kehidupan seseorang, tidak dapat dikendalikan, atau jika hal-hal tersebut kronis.

“Justru bagi pasien yang datang dalam keadaan gaduh gelisah atau gangguan jiwa berat, akan lebih cepat stabil dan pulih dengan di tempatkan ruang isolasi untuk berekspresi,” kata Nira.

“Tapi apabila yang datang dalam kondisi diam, itu justru akan lebih lama sembuhnya,” tuturnya.

Karena menurut Nira, setiap orang akan berbeda di dalam menerima, mengatasi, ataupun menghadapi setiap permasalahan.

“Ada yang terlalu mendalam ada juga yang tidak,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nira mengatakan, dari evaluasi tahun 2014 lalu, pasca pelaksanaan Pemilu ada beberapa orang tim sukses dari Caleg yang gagal mengalami gangguan jiwa berat dan mendapat perawatan di Puskesmas Licin dengan Unggulan Pelayanan Jiwa. Hal ini disebabkan karena mereka terlalu ambisi untuk Calegnya bisa terpilih.

“Kemungkinan ada Caleg yang gagal mengalami kondisi yang sama, tapi tidak dilakukan perawatan di tempatnya dan memilih di kota lain atau di rawat di rumahnya karena ini menyangkut privasi Caleg itu sendiri,” pungkas Nira.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemerintah Daerah meminta para ulama dan tokoh agama di Banyuwangi untuk terus menjaga kesejukan dan kedamaian wilayah setempat, menjelang Pemilu 17 April mendatang.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, perbedaan pilihan janganlah sampai membuat masyarakat terpecah belah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada tokoh agama dan masyarakat yang telah ikut menjaga kerukunan dan persaudaraan di antara warga,” ujar Bupati Anas.

Dalam melaksanakan pembangunan daerah, lanjut Bupati Anas, Banyuwangi melibatkan semua stake holder pembangunan untuk menjaring aspirasi. Selain dengan ulama, pemkab juga ajeg menggelar pertemuan rutin dengan tokoh lintas agama, pertemuan tiga pilar bersama Kepala Desa, Babinsa, dan Babinkamtibmas, hingga dengan organisasi masyarakat (ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Saya bersyukur, dengan pertemuan rutin seperti ini semua masalah yang ada di daerah bisa diatasi. Pertemuan ini juga menjadi ajang mengkomunikasikan kebijakan yang dibuat pemerintah daerah,” papar Bupati Anas.

Dia mengaku, Banyuwangi menjadi seperti saat ini karena andil dari para tokoh agama dan masyarakat.

“Atas nama pemerintah daerah, saya ucapkan terima kasih atas kepedulian para tokoh agama pada berjalannya pembangunan di daerah,” tuturnya.

Bupati Anas mengaku, peran ulama dalam proses pengambilan kebijakan pembangunan daerah dinilai penting untuk menjaga koridor pembangunan itu sendiri.

Pemkab telah menjalankan sejumlah rekomendasi dari para tokoh agama dan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di daerah, seperti pembatasan hiburan malam dan penutupan lokalisasi.

“Memang itu jadi keresahan di masyarakat yang disuarakan oleh tokoh agama dan masyarakat. Kami pun menjalankan rekomendasi itu lewat kebijakan daerah yang didukung oleh semua pihak,” papar Bupati Anas.

Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi, jumlah pemilih di wilayah setempat tercatat ada 1,3 juta jiwa yang tersebar di 25 Kecamatan se Banyuwangi.

Sementara TPS yang disiapkan mencapai 5.120 TPS. Dari jumlah TPS yang ada tersebut, kepolisian mengkategorikan 205 TPS rawan dan 7 TPS yang sangat rawan. Sedangkan 4.908 TPS lainnya kurang rawan.

Selama pelaksanaan Pemilu di Banyuwangi diamankan 11.536 personel gabungan. Yang terbagi dalam 1.296 aparat kepolisian dan TNI, serta 10.240 anggota linmas dan Satpol PP.

 

More Articles ...