radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi berharap, keberadaan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) bisa lebih maksimal di dalam mengurangi angka penderita HIV Aids.

Selain itu dengan adanya gedung KPA yang baru, juga di harapkan kinerja tim di dalamnya lebih meningkat untuk melakukan pendampingan di masyarakat meskipun dengan kondisi anggaran yang nilainya tidak terlalu besar.

Hal ini di sampaikan Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiatmoko usai meresmikan gedung KPA Baru yang ada di kawasan Jalan Adi Sucipto, tepatnya utara pos PJR lalu lintas, Kamis (7/2).

“Di tengah keterbatasan anggaran bukan jadi penghalang untuk bekerja lebih maksimal. Biaya operasional KPA tersebut masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Banyuwangi,” ujar Wabup Yusuf yang juga merupakan Ketua KPA Banyuwangi tersebut.

Dia menjelaskan, keberadaan KPA ini di nilai sangat penting khususnya di dalam meminimalisir penyebaran virus HIV Aids yang tentunya berdampak pada penurunan penderitanya.

“Mereka melakukan sosialisasi ke berbagai instansi bekerja sama dengan sejumlah stake holder terkait,” imbuhnya.

Oleh sebab itu kata Yusuf, semenjak KPA terbentuk ini dinilai bisa mendeteksi para warga yang terjangkit virus HIV sebelum menjadi Aids.

Yusuf mengaku, para penderita HIV di Banyuwangi sudah bisa terdektesi sebelum menginjak ke tingkat yang lebih membahayakan yakni Aids.

“Ini lah yang menyebabkan banyak daerah belajar di Banyuwangi karena dianggap berhasil mendeteksi para penderita HIV Aids sejak dini,” pungka Wabup Yusuf.

Setelah gedung KPA secara resmi di buka oleh Wabup Yusuf di dampingi sejumlah pejabat, di lanjutkan dengan selamatan makan nasi tumpeng bersama sama.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) 2018 Pemkab Banyuwangi kembali meraih nilai A dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Dua tahun berturut-turut sebelumnya, 2016 dan 2017, Banyuwangi adalah kabupaten pertama dan satu-satunya di Indonesia yang meraih SAKIP A.

Penilaian tersebut diberikan langsung oleh Menteri PAN-RB, Syafruddin kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banjarmasin, Rabu (6/2).

“Ini bukan nilainya yang penting, tapi lebih kepada spirit perbaikan layanannya karena SAKIP itu evaluasinya ketat dengan berbagai indicator,” ujar Bupati Anas.

“Keberhasilan Banyuwangi dalam mempertahankan nilai A untuk SAKIP selama tiga tahun berturut-turut merupakan hasil kolaborasi banyak elemen,” imbuhnya.

Dalam beberapa tahun ini, Banyuwangi menjalin kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah dengan menghapus Ego dinas serta meninggalkan ego sectoral.

“Yang ada adalah ego daerah, yaitu bagaimana membuat Banyuwangi bertambah maju,” tutur Bupati Anas.

Dia menambahkan, dalam SAKIP, yang menjadi fokus adalah target kinerja, bukan siapa dinas pelaksananya. Pasalnya, satu target itu dikeroyok banyak pelaksana, banyak dinas serta banyak badan.

“Contohnya upaya memuliakan warga lanjut usia (lansia) lewat program “Rantang Kasih” yang mendistribusikan makanan bergizi gratis setiap hari ke ribuan lansia di Banyuwangi. Pelaksananya tidak hanya Dinas Sosial, melainkan lintas dinas,” papar Bupati Anas.

Misalnya Dinas Kesehatan, menyupervisi gizi makanan yang disediakan oleh warung-warung rakyat yang menjadi rekanan program. Sehingga, satu program seperti untuk warga lansia dikeroyok banyak pihak.

“Dengan skema ini, yang menjadi fokus adalah target, yaitu lansia,” ungkapnya.

Diakui Bupati Anas, tidak peduli siapa yang mendukung program ini, yang terpenting target sasaran dibantu maksimal.

“Itulah proses bisnis yang dikembangkan Pemkab Banyuwangi,” pungkas Bupati Anas.

Sementara, Keberhasilan Banyuwangi mempertahankan SAKIP A mendapat apresiasi Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN-RB, M. Yusuf Ateh.

“Banyuwangi tidak hanya mampu mempertahankan nilai, tapi juga jadi rujukan untuk mendorong kabupaten lain mendapat nilai yang sama,” ungkap Ateh.

Dia pun berterima kasih kepada Banyuwangi yang dinilai tidak hanya bisa mempertahankan kualitasnya, namun juga mampu menginspirasi daerah lain untuk berbenah.

“Hampir semua kabupaten yang nilai SAKIP-nya naik pernah belajar dengan berkunjung langsung ke Banyuwangi,” kata Ateh.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Suyanto Waspotondo menambahkan, konsep integrasi pembangunan itulah yang terus coba diterapkan, sehingga tim fokus ke tujuan, bukan ke sarana/kendaraan untuk mencapai tujuan. 

“Contohnya, jika kemiskinan turun, berarti tujuan pembangunan berhasil,” kata Suyanto yang biasa di sapa Yayan tersebut.

“Jadi ukuran keberhasilan bukan terlaksananya program, tapi terwujudnya tujuan,” tuturnya.

Suyanto mengaku bersyukur, kemiskinan Banyuwangi berhasil diturunkan ke 7,8 persen dari sebelumnya selalu di atas dua digit.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi menyiapkan 30 atraksi wisata khusus untuk milenial dalam rangkaian Banyuwangi Festival 2019.

Atraksi wisata Banyuwangi Festival yang rutin digelar sejak 2012 telah kembali resmi diluncurkan untuk 2019. Sebanyak 99 atraksi bakal digelar sepanjang 2019. Dari 99 atraksi itu, sebanyak 30 atraksi didedikasikan untuk mengincar segmen milenial.

Karena menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, milenial ini mendominasi pasar pariwisata.

“Sehingga ada atraksi atau agenda wisata yang di-setting khusus untuk segmen milenial,” ungkapnya

Pemilihan beragam atraksi wisata bagi para milenial tersebut dilakukan berdasar hasil survei terhadap perilaku dan hobi yang banyak disukai oleh para generasi milenial yang juga sering disebut sebagai “Generasi Y”.

“Pilihannya jatuh ke event musik, sport, teknologi, seni-budaya, dan religi,” kata Bupati Anas.

“Atas dasar riset tersebut Banyuwangi merancang event-event yang menjadi kegemaran generasi millennial,” imbuhnya.

Pasalnya, selain bisa menikmati keindahan destinasi wisata Banyuwangi, diinginkan milenial bisa menikmati event-event atraktif yang sesuai hobi mereka.

Bupati Anas mencontohkan sejumlah event yang khusus didesain untuk segmen milenial. Di antaranya adalah E-Sport Competition (18-19 September) yang membidik atlet dan komunitas pencinta e-sport. Saat ini tengah di rumuskan kompetisinya nanti seperti apa saja.

“Bisa Mobile Legends, Player Unknown’s Battelgrounds (PUBG) atau LoL. Ataukah semuanya bisa dikompetisikan,” tutur Bupati Anas.

“Yang jelas, kami ingin mengajak seluruh atlet, pencinta, dan komunitas e-sport untuk hadir berkompetisi dan menikmati wisata Banyuwangi,” ujarnya.

Untuk ajang musik, ada Jazz Pantai Banyuwangi (9-10 Agustus), Jazz Gunung Ijen (21 September), Festival Band Pelajar dan Remaja Se-Jawa dan Bali (26-27 Februari dan 18-19 Oktober), dan Student Jazz Festival (24 September). Bahkan, untuk semua musisi yang hadir juga berdasarkan aspirasi milenial.

Kemudian, untuk milenial penggemar olahraga terutama sepeda dan lari, ada 14 event sport tourism yang treknya melintasi destinasi-destinasi di Banyuwangi. Di antaranya Banyuwangi Ijen Green Run (21 Juli), Tour de Banyuwangi Ijen (23-26 September), Alas Purwo Geopark Run (17 November), dan Chocolate Glenmore Run (16 Februari).

“Kami jamin ini pasti akan mengasyikan dengan berolahraga sambil menikmati kesejukan Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai kawasan geopark nasional,” papar Bupati Anas.

Tidak hanya itu, Banyuwangi juga menggelar Festival Film Pendek (9 Juli) dan Festival Juragan Pintar (30 Maret). Serta ada beragam festival lainnya untuk milenial.

Bupati Anas menambahkan, Banyuwangi juga sudah menyiapkan video iklan khusus untuk segmen milenial. Konsepnya dibikin anti mainstream, tidak seperti iklan wisata umumnya yang hanya menjual keindahan alam.

“Narasinya dibuat sesuai kehidupan milenial yang dikemas dalam cerita yang fun dan lucu,” pungkasnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Memasuki awal tahun 2019 ini, seluruh anggota DPRD Banyuwangi melakukan kegiatan reses,  untuk turun ke bawah melakukan serap aspirasi masyarakat. Kegiatan anggota dewan diluar masa sidang atau reses ini dilakukan sejak (2-10/2/19) yang juga bersamaan dengan masa kampanye pemilu.

Wakil ketua DPRD Banyuwangi Joni Subagyo menuturkan, kegiatan reses ini sudah menjadi bagian kegiatan yang sudah dijadwalkan oleh badan musyawarah atau Banmus DPRD. Jadwal reses dewan ini sengaja dilakukan  di awal tahun bertepatan dengan digelarnya kegiatan musyawarah rencana pembangunan atau musrenbang di tingkat desa. Sehingga menjadi momen yang tepat bagi anggota dewan untuk melakukan serap aspirasi masyarakat untuk menghadiri acara muarenbang desa, agar serap aspirasi yang dilakukan bisa langsung dituangkan dalam acara musrenbang desa tersebut.

Sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat terkait pembangunan didesanya bisa dituangkan dalam acara musrenbang yang prosesnya bisa dikawal oleh anggota dewan agar bisa terwujud dan masuk dalam APBD tahun mendatang.

Joni Subagyo menambahkan, kegiatan reses ini bisa diambil atau tidak oleh masing masing anggota dewan, namun diharapkan seluruh wakil rakyat ini bisa memanfaatkan masa reses ini untuk terjun langsung ke masyarakat untuk mengawal rencana pembangunan yang menjadi harapan masyarakat di tingkat bawah. Sehingga apa yang menjadi prioritas pembangunan yang diharapkan oleh warga desa setempat, bisa dikawal oleh anggota dewan agar bisa terealisasi dan masuk dalam APBD Banyuwangi. Karena setelah Musrenbang desa, akan ditindaklanjuti dengan pembahasan rencana pembangunan atau musrenbang kecamatan dan musrenbang kabupaten. 

" Sesuai keputusan Banmus pada setengah bulan lalu, Banmus sudah menjadwal untuk kegiatan DPRD secara umum alokasi waktu dari 2-10 Februari itu reses anggota, diambil atau gak itu hak, tapi ini momen yang tepat untuk menyerap aspirasi masyarakat yang diwakili, jadi ini momentum ", kata Joni

radiovisfm.com, Banyuwangi - Jika diinginkan oleh masyarakat, Yusuf Widiatmoko berniat akan maju sebagai Calon Bupati dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi di tahun 2020 mendatang.

Pria berusia 57 tahun yang masih menjabat sebagai Wakil Bupati Banyuwangi tersebut mengatakan, rencana ini bakal di lakukannya apabila dikehendaki dan mendapat dukungan dari masyarakat Banyuwangi.

“Pertimbangannya bukan karena apa apa,” kata Yusuf.

 “Saya sudah dua periode jadi Wakil Bupati sehingga banyak teman yang mengharapkan saya maju mencalonkan Bupati pada Pilkada 2020 mendatang,” paparnya.

Dan jika dukungan ini terus mengalir maka dirinya siap untuk mencalonkan diri.

“Terkait dengan partai pengusung, sekarang saya hanya sebagai kader. Tentu nantinya yang mempunyai kewenangan adalah partai itu,” ungkapnya.

Yusuf mengatakan, dirinya akan siap melaksanakan apabila di tugasi kembali oleh partai yang saat ini mendukungnya dalam menjalankan roda pemerintahan Banyuwangi.

Sementara itu, Yusuf juga enggan menjelaskan secara rinci rencana apa ke depan yang akan di lakukannya jika menjadi Bupati Banyuwangi.

“Waktu masih panjang dan masih banyak waktu yang harus saya kerjakan ke depan untuk masyarakat Banyuwangi di sisa kepemimpinan ini,” tutur Yusuf.

Sementara itu, kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widiatmoko di Banyuwangi akan berakhir 2021 mendatang tepatnya bulan Februari, setelah memimpin selama 2 periode.

Sudah banyak prestasi yang di torehkan dan sudah banyak pula penghargaan yang di terima oleh Banyuwangi baik di tingkat nasional maupun international.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna mendorong minat dan bakat generasi muda Indonesia terhadap industry perfilman, sebuah layanan Video OTT oleh PCCW dan Vuclip menggelar workshop Viu Shorts di Banyuwangi.

Layanan tersebut adalah Viu yang telah tersedia di 16 negara di Asia dan Middle East, Hong Kong, Singapura, Malaysia, India, Indonesia, Filipina, Thailand dan negara negara Timur Tengah, UAE, Saudi Arabia, Mesir, Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman dan Qatar.

Senior Vice President-Marketing Viu, Mira Suraryo mengatakan, di tahun 2018-2019 ini, kegiatan workshop Viu Shorts di selenggarakan di 17 kota di seluruh Indonesia yaitu DI Aceh, Siak Indrapura, Kupang, Tanjung Pinang, Padang, Batam, Banyuwangi, Samarinda, Makassar, Manado, Maumere, Bojonegoro, Purbalingga, Banten/Cilegon, Singkawang, Labuan Bajo dan Banjarmasin yang akan berakhir pada Maret 2019 mendatang.

“Untuk Banyuwangi sendiri merupakan kota ke 11 dari rangkaian kegiatan itu,” ujar Mira.

Dia mengatakan, Viu Shorts berlangsung selama 3 minggu di setiap kota, di kelola oleh tim professional dari Viu termasuk producer film, penulis naskah, sutradara film dan editor film.

“Mereka bertindak sebagai mentor yang membimbing siswa disetiap kota untuk mengadaptasi cerita cerita local dan mengubahnya jadi produksi sinematik, film pendek,” tutur Mira.

Workshop ini sendiri mencakup penggalian dan pengembangan ide cerita selama satu minggu, proses produsi film pendek selama satu minggu dan offline editing selama satu minggu terakhir.

Bahkan, proses produksi sejak penulisan ide cerita, proses shooting sampai dengan offline editing sepenuhnya dilakukan oleh peserta workshop di setiap kota namun di bawah pengawsan penuh dari tim mentor Viu.

Mira menjelaskan, untuk memastikan hasil akhir yang sesuai dengan standarisasi international, peralatan shooting sepenuhnya di pinjamkan oleh Viu dan Online editing akan di lakukan oleh tim professional di Jakarta.

“Pada April 2019, seluruh hasil karya film pendek dengan durasi masing masing 10 menit dari seluruh kota akan ditayangkan pada saat bersamaan di platform Viu di Indonesia dan seluruh dunia dimana layanan Viu tersedia,” papar Mira di hadapan para peserta workshop.

Dan layanan ini dapat diakses melalui aplikasi Viu yang tersedia secara gratis di App Store dan Google Play pada perangkat yang terhubung seperti smartphone dan tablet serta di web di www.viu.com.

Mira juga mengaku, satu orang siswa dari tim yang hasil karyanya berhasil mendapatkan jumlah penonton terbanyak dalam waktu satu bulan sejak di tayangkan di Viu, akan menerima beasiswa pendidikan sinematografi di Institut Kesenian Jakarta selama 4 tahun dan selama masa pendidikan tersebut, dia akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja paruh waktu secara professional di tim eksekutif producer Viu original.

“Setelah mendapatkan ilmu ini, kalian diharuskan kembali ke Banyuwangi untuk membagikan kepada sineas muda lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Mira mengatakan, melalui Viu Shorts ini pesert a bisa menceritakan pada dunia tentang Banyuwangi melalui video hasil karya mereka.

“Di harapkan pemerintah daerah bisa melanjutkan kegiatan ini agar terus berkelanjutan untuk lebih mempromosikan Banyuwangi ke dunia,” ujar Mira.

Sementara visi dan misi Viu untuk Indonesia adalah terus menghadirkan tayangan tayangan Asia yang segar kepada pemirsa Indonesia serta sebagai wadah bekreasi anak anak bangsa di bidang perfilman.

Selain itu, bersama sama dengan sineas Indonesia memproduksi konten local dengan kualitas dan daya tarik global.

Membawa hasil karya anak bangsa ke dunia International, membangun ekosistem yang mendorong kemajuan industry perfilman Indonesia serta menjadikan industry perfilman Indonesia sebagai salah satu sector yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Ribuan pasien kurang mampu telah menikmati Program Inovatif Pengantar Obat Secara Gratis yang merupakan hasil kolaborasi Pemkab Banyuwangi dan Go-jek. Dan kedua belah pihak pun sepakat melanjutkan kolaborasi tersebut untuk 2019.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam keterangannya menyatakan, beberapa hari lalu pihaknya sudah menanda tangani untuk memperpanjang kolaborasi dengan perusahaan platform digital Go-Jek karena melihat manfaatnya yang sangat besar bagi masyarakat.

Program pengantaran obat yang masuk jajaran Top 99 inovasi publik terbaik di Indonesia itu diberi nama “Gancang Aron”, singkatan dari Gugus Antisipasi Cegah Antrian Panjang dengan Antar Obat ke Rumah Pasien. Dalam bahasa local Banyuwangi, “Gancang Aron” berarti “Lekas Sembuh”.

“Kolaborasi dengan Go-Jek ini mampu memperluas jangkauan layanan,” ujar Bupati Anas.

Dalam kolaborasi ini, Go-Jek mengantarkan obat ke rumah pasien yang dirawat jalan di rumah sakit milik pemerintah daerah. Pemkab Banyuwangi telah membangun pos khusus di rumah sakit.

Seusai berobat ke dokter, warga hanya perlu ke pos tersebut, lalu diproses petugas dan pasien bisa langsung menunggu obat di rumahnya.

“Sehingga mereka lebih dimudahkan dari pada harus menunggu di rumah sakit dan obat diantar Go-Jek setelah diracik bagian farmasi,” papar Bupati Anas.

“Mitra pengemudi Go-Jek telah dilatih cara membawa obat sesuai kaidah kesehatan,” imbuhnya.

Sehingga ini bukan asal mengantar, karena obat itu barang spesifik.

“Layanan ini telah diadopsi oleh sejumlah rumah sakit di beberapa daerah di luar Banyuwangi,” pungkas Bupati Anas.

Plt Direktur RSUD Blambangan dr Siti Asiyah menambahkan, sejak resmi diluncurkan di RSUD Blambangan Banyuwangi pada November 2017, pengantaran obat lewat program ini sudah dilakukan 4.444 kali.

“Dengan rincian, 2.897 kali untuk pasien penerima BPJS yang ditanggung negara dan 1.547 untuk pasien umum,” tutur Asiyah.

Sementara itu, Vice President of Regional Public Policy PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek), Damar Juniarto, sangat mengapresiasi inovasi Pemkab Banyuwangi tersebut. Apalagi, ternyata program itu dirasakan manfaatnya oleh publik.

“Program ini adalah salah satu visi Go-Jek dalam kewirausahaan social,” ungkapnya.

“Saya senang karena Banyuwangi telah mengajak Go-Jek untuk mengembangkan visi kewirausahaan social itu,” imbuhnya.

Bahkan, Damar berharap program ini bisa diduplikasi secara nasional.

 

 

More Articles ...