radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah melalui perjuangan oleh Pemerintah Daerah selama 3 tahun, akhirnya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan penambangan PT Bumi Suksesindo (BSI) dipindahkan ke Banyuwangi. Hal ini butuh perjuangan dan diplomasi yang cerdas, guna meningkatkan Pendapatan Daerah.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, selama 3 tahun pihaknya bersikeras untuk memindahkan NPWP PT BSI tersebut ke Banyuwangi, menyusul usaha penambangan emasnya di lakukan di wilayah setempat.

“Saya sudah 2 kali tidak hadir pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) karena waktu itu NPWP nya masih terdaftar di Kantor Pajak Setia Budi Jakarta,” ungkap Bupati Anas.

“Saat ini dipastikan sudah pindah ke KPP Pratama Banyuwangi per Februari 2019 mendatang, saya siap untuk menghadiri RUPS selanjutnya,” imbuhnya.

Pada prinsipnya pihak perusahaan dalam hal ini PT BSI tidak keberatan jika NPWP nya di pindahkan ke Banyuwangi, namun di tahun lalu yang keberatan adalah Kantor Pajak Setia Budi Jakarta karena pendapatan pajak mereka akan berkurang.

Pasalnya, selama ini pembayaran pajak PT BSI selaku anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk dilakukan di Jakarta, sesuai dengan posisi keberadaan kantornya. Sementara penambangan emas yang dilakukannya ada di Gunung Tumpang Pitu Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi.

“Saya belum mendapatkan data yang pasti besaran pajak dari perusahaan penambangan emas itu, tapi di perkirakan ada dikisaran Rp 440 hingga Rp 500 Miliar,” tutur Bupati Anas.

Dari jumlah tersebut, bisa di hitung sharing yang di dapatkan Pemkab Banyuwangi.

“Ini belum ada di tempat lain bahwa penyetoran pajak perusahaan besar di lakukan di daerah,” ujarnya.

Bupati Anas menjelaskan, saham milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dari penambangan emas ini nilainya terus meningkat hingga puluhan kali lipat. Saat ini, Banyuwangi memiliki saham yang didapatkan dari Golden Share sebanyak 229 juta lembar saham yang nilainya mencapai Rp756,44 Miliar. Sebelumnya, nilai saham Banyuwangi hanya Rp20 miliar.

“Saya belum tertarik untuk mengambil hasil Golden Share 10 persen non delusi itu karena perlu pertimbangan komprehensif karena nilainya akan terus naik. Dan saya berpikir, kedepan nilainya harus bisa mencapai Rp 1 trilyun,” pungkas Bupati Anas.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banyuwangi, Yunus Darmono mengakui jika pemindahan NPWP PT BSI ke Banyuwangi masih dalam proses.

“Pemindahan ini harus inisiatif dari wajib pajak itu sendiri dan tidak bisa dipaksakan,” ungkap Yunus.

“Mereka khawatir jika pemindahan NPWP ini akan menganggu proses ekspor karena di Banyuwangi belum siap untuk dijadikan tempat ekspor komoditas itu,” kata Yunus.

Dia menjelaskan, setelah koordinasi dengan Pemkab, Bea Cukai dan pajak serta meyakinkan progress di lapangan, akhirnya pihak perusahaan bersedia memindahkan NPWP nya ke Banyuwangi dan di pastikan sudah terdaftar pada Februari 2019.

“Jika kondisi ini terjadi maka pengaruhnya akan cukup banyak terhadap perkembangan Banyuwangi, khususnya terhadap peningkatan pendapatan daerah,” ungkapnya.

Yunus juga mengaku belum bisa memastikan nilai pajaknya karena belum mengetahui data ekspornya, tergantung kebijakan pemerintah daerah terhadap komoditas ekspor. Misalnya, PPN didapat karena ada fasilitas 0 persen biaya kelaurnya.

“Tetapi kepada Pemerintah Daerah ada insentifnya berupa nilai rupiah untuk tambahan dana bagi hasil dari pajak penambangan emas itu,” kata Yunus.

“Tapi kalau dari segi penerimaan perpajakan kata Yunus, nambahnya sekitar Rp440 miliar,” pungkasnya.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam kunjungan kenegaraan di Banyuwangi, Senin (28/1), ibu negara Iriana Joko Widodo bagi bagi hadiah Laptop hingga jam tangan.

Hal ini dilakukan Iriana saat meninjau Sosialisasi Bahaya Narkoba, Pornografi, Hoax dan Bullying serta peduli kebersihan dan Lingkungan Hidup kepada ratusan pelajar SD dan SMP di GOR Tawangalun.

Ibu negara memanggil beberapa orang pelajar untuk bisa menjawab pertanyaannya. Salah satunya terkait dengan makna dan pengertian tentang macam macam sampah.

Pertanyaan itu pun di jawab oleh Mohammad Rafli Prasetyo, pelajar kelas 2 pada SMP Negeri 5 Banyuwangi yang menyatakan bahwa sampah terbagi menjadi dua yakni Organik dan Anorganik.

Karuan saja, pelajar asal Kelurahan Sobo Kecamatan Banyuwangi kota itupun langsung mendapat hadiah 1 unit laptop dari ibu negara. Ada pula 1 orang pelajar lainnya mendapatkan hadiah yang sama.

Selain itu, ibu Mufidah Yusuf Kalla bersama Eni Gunanti Tjahjo Kumolo, Siti Faridah Pratikno, Ratna Wati Setiadi Jonan, Ratna Mega Wangi dan Depi Luhut Panjaitan juga memberikan 10 jam tangan kepada 5 siswa dan 5 siswi perwakilan dari masing masing sekolah dasar yang hadir. Dan tentu terlebih dahulu mereka di haruskan menjawab pertanyaan yang di ajukan.

Sebelum pemberian hadiah, 2 perwakilan siswa siswi membacakan ikrar tentang bahaya narkoba, pornografi, hoax dan bullying di hadapan tamu kenegaraan dan ratusan pelajar yang memenuhi ruangan outdoor GOR Tawangalun Banyuwangi.

Sementara itu, Mohammad Rafli Prasetyo yang merupakan anak pertama dari pasangan Adi Bagus Yudo Prasetyo dan Suci Sriwahyuni tersebut mengaku tidak menyangka jika dirinya bisa mendapatkan hadiah laptop.

“Saya tidak pernah mimpi apapun sampai dapat hadiah dari ibu negara,” ungkapnya.

Rafli mengatakan, laptop itu nantinya akan di manfaatkan untuk kepentingan organisasinya.

“Saya ketua Osis di SMP Negeri 5 Banyuwangi, tempat saya belajar,” tutur Rafli.

Dalam kunjungan kerja kenegaraannya ke Banyuwangi, Ibu negara Iriana Joko Widodo bersama Ny. Mufidah Jusuf Kalla dan sejumlah istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (Oase), dengan menggunakan Pesawat Boieng 737-400 milik TNI AU. Saat tiba di Bandara Banyuwangi, Senin (28/1), Ibu Iriana langsung diajak keliling melihat bandara yang berkonsep green architect pertama di Indonesia.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang turut menyambut kehadiran Iriana langsung menjelaskan tentang bandara internasional ini. Tampak dalam acara tersebut Gubernur Jatim Soekarwo beserta istri Nina Soekarwo. 

Dalam kunjungannya itu, Ny. Iriana Jokowi mengunjungi sejumlah lokasi, salah satunya Puskesmas Gitik di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Di sana, dia mengkampanyekan hidup sehat kepada ibu-ibu yang sedang mengikuti sosialisasi tes IVA (inspeksi visual asam asetat). Sebagai bentuk kampanye, Ibu Iriana membagikan doorprize bagi ibu-ibu berupa botol minum tumbler guna mengurangi sampah plastic.

Setelahnya, dia menghadiri acara Parenting Berkarakter yang diikuti ribuan guru PAUD se-Banyuwangi. Dalam kesempatan itu, Ibu Iriana meminta salah satu guru pria untuk mencontohkan bagaimana menangani anak yang tidak bisa diam saat di sekolah, namun dalam bahasa Using, bahasa suku lokal Banyuwangi. 

Lalu ke GOR Tawangalun di lanjutkan menikmati keindahan Pantai Solong saat makan siang. Usai dari Pantai Solong, Ibu Iriana langsung menuju Blimbingsari Creative Craft, yakni perajin manik-manik di kawasan Kecamatan Blimbingsari.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam kunjungan kenegaraan ke Banyuwangi, Senin (28/1), ibu Iriana Joko Widodo lebih melibatkan pelajar SD dan SMP karena dikhawatirkan di duga ada mobilisasi politik.

Utamanya, dalam sosialisasi anti narkoba yang di gelar di GOR Tawang Alun Banyuwangi akan di ikuti ratusan pelajar SD dan SMP.

Rombongan ibu negara dijadwalkan menuju ke Banyuwangi dari Jakarta pada pukul 07.00 WIB di hari Senin 28 Januari 2019. Sekira pukul 08.45 WIB tiba di Bandara International Banyuwangi. Lalu pukul 09.15 WIB mengunjungi PAUD Muslimat Khadijah 157 Kecamatan Rogojampi, yang berhasil menjadi juara tingkat nasional.

Dilanjutkan peninjauan kegiatan IVA test dan SADANIS di puskesmas gitik Rogojampi pukul 10.00 WIB. Selang 1  jam, meninjau sosialisasi parenting di STIKES Banyuwangi. Selanjutnya pukul 11.45 WIB meninjau kegiatan sosialisasi anti narkoba di GOR Tawang Alun. Istirahat makan siang di Villa Solong pukul 12.35 WIB.

Terakhir meninjau produk UMKM Blimbingsari Creative Craft (BBC) di Kecamatan Blimbingsari. Dan sekira pukul 15.30 WIB, ibu negara bersama rombongan menuju Jakarta melalui bandara Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, UMKM yang didatangi ibu negara tersebut sudah mengekspor hasil produknya ke berbagai negara, seperti ke Perancis, Spanyol dan Dubai melalui Bali.

Produk produk mereka adalah manik manik,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi anti narkoba itu sengaja melibatkan para pelajar tingkat SD dan SMP karena untuk menghindari adanya mobilisasi politik,” ujar Bupati Anas.

Dia pun mengapresiasi upaya yang dilakukan ibu negara tersebut, seiring dengan masuknya tahun politik saat ini.

Sementara itu, selama kunjungan kenegaraan ibu Iriana Joko Widodo tersebut di jaga ketat oleh aparat kepolisian dan TNI di seluruh titik yang dikunjungi.

Bahkan, selain dari Polres Banyuwangi dan Kodim 0825 Banyuwangi, pengamanan ini juga melibatkan kepolisian dari Polda Jawa Timur dan Korem Baladhika Jaya Malang.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional, Pemerintah Pusat menggelontorkan dana bergulir Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) kepada koperasi dan UMKM agar dapat lebih berkembang.

Selain itu, manfaat dari pengalokasiaan dana bergulir tersebut juga di harapkan bisa mengurangi angka pengangguran serta mensejahterakan masyarakat.

Hal ini di sampaikan Direktur Utama LPDB-KUMKM Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Braman Setyo usai membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir LPDB-KUMKM di Banyuwangi, Minggu (27/1).

Dalam kegiatan yang di gelar di El Royal Hotel dan Resort tersebut di ikuti puluhan pelaku usaha Koperasi dan UMKM dari Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo dan Jember.

“Akumulasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM terhitung mulai September 2008 hingga Desember 2018 telah mencapai Rp 8,5 Triliun kepada 1.019.273 UMKM. Juga kepada 76 Mitra Koperasi Sekunder, 2.547 Mitra Koperasi Primer, 372 Mitra LKBB dan LKB, serta 1.307 UMKM Strategis dan tercatat menyerap 1.857.252 tenaga kerja,” papar Braman.

Dia menjelaskan, LPDB-KUMKM hadir sebagai solusi pembiayaan bagi koperasi dan UMKM yang ingin mengakses fasilitas pinjaman atau pembiayaan dengan bunga murah.

Sementara suku bunga yang berlaku di LPDB saat ini adalah, untuk program Nawacita sebesar 5,4% yang meliputi Pertanian, perikanan dan perkebunan. Untuk sector Riil sebesar 5%, meliputi KUMKM sector manufaktur, kerajinan dan industry kreatif. Untuk Simpan pinjam sebesar 7% sliding yang meliputi koperasi simpan pinjam, LKB, LKBB dan BLUD.

“Serta bagi hasil 30:70 untuk pembiayaan syariah yang meliputi KSPPS/USPPS, LKB Syariah dan LKBB Syariah,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Braman, sejak 2008 hingga saat ini, total penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM ke 38 Kabupetan dan kota di propinsi Jawa Timur adalah sebesar Rp 1,419 Triliun.

Dari nilai itu, yang telah di salurkan oleh LPDB-KUMKM di wilayah Banyuwangi sebesar Rp 26,88 Miliar.

“Kami harap, dengan kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis ini dapat membantu para pelaku usaha koperasi dan UMKM mengakses fasilitas dana bergulir LPDB-KUMKM, juga sekaligus menjadi perhatian bagi dinas terkait untuk mendukung para pelaku usaha potensial yang ada di wilayah binaannya,” pungkas Braman.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menegah (LPDB-KUMKM) merupakan satuan kerja Kementrian Koperasi dan UKM yang berbadan hukum Badan Layanan Umum (BLU) dengan tugas pokok melaksanakan pengelolaan dana bergulir untuk pinjaman atau pembiayaan KUMKM sesuai peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, program ini dinilai sebagai solusi ditengah keterbatasan anggaran di beberapa daerah, sehingga di harapkan para UMKM bisa memanfaatkan program LPDB-KUMKM tersebut agar mereka banyak memiliki alternative pembiayaan.

“Ini berdampak sangat besar terhadap kemajuan daerah termasuk Banyuwangi di dalam mensejahterakan masyarakat,” ujar Bupati Anas.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dihari Senin 28 Januari 2019, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas cuti kerja untuk mengikuti kampanye deklarasi bersama Tim Kemenangan Daerah (TKD) dan Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.

Kegiatan ini digelar di Gedung Korpri Banyuwangi dengan di hadiri para petinggi PDI perjuangan. Salah satunya Hasto Kristiyanto, Sekjen PDI Perjuangan. Juga Bendahara Tim Jokowi-Ma’ruf, Wahyu Sakti Trenggono.

Selain menggelar kampanye, mereka juga akan bersilaturahmi ke beberapa tempat di Banyuwangi, diantaranya ziarah ke makam datuk Ibrahim serta bertemu dengan para tokoh ulama dan kiyai Nahdlatul Ulama (NU) se Banyuwangi,” papar Bupati Anas.

Dia menjelaskan, meski di hari Minggu malam (27/1) digelar Deklarasi arus bawah Jokowi di Hotel Mahkota Genteng oleh Hasto Kristiyanto, namun dirinya tidak perlu mengajukan cuti karena tidak mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara itu, kegiatan deklarasi pemenangan Capres dan Cawapres nomor urut 1 tersebut bersamaan dengan kunjungan kenegaraan ibu Iriana Joko Widodo ke Banyuwangi.

Menanggapi hal ini, Bupati Anas tidak menyoalkan tentang kunjungan kenegaraan tersebut karena dia tidak terjun langsung mengikuti rangkaian kegiatan ibu Iriana selama di Banyuwangi.

Surat cuti kerja saya sudah di tanda tangani oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo,” pungkas Bupati Anas.

Sementara itu, dalam kunjungan kenegaraan di Banyuwangi, Senin 28 Januari 2019, ibu Iriana Joko Widodo akan mengunjungi PAUD Muslimat Khadijah 157 di Kecamatan Rogojampi, yang telah berhasil menjadi juara nasional. Lalu meninjau sosialisasi anti narkoba di GOR Tawang Alun, meninjau sosialisasi Parenting Stikes Banyuwangi, meninjau kegiatan IVA Test dan SADANIS di puskesmas Gitik Rogojampi.

Dilanjutkan makan siang di Villa Solong dan berakhir dengan peninjauan produk UMKM Blimbingsari Creative Craft (BBC).

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Meningkatnya pariwisata di suatu daerah secara otomatis juga berdampak pada majunya UMKM masyarakat setempat. Yang terpenting adalah masyarakat itu sendiri, apakah bisa menerima perkembangan pariwisata daerahnya ataukah tidak.

Hal ini disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam kunjungannya ke Banyuwangi, Minggu (27/1).

Contohnya pulau Dewata Bali yang kunjungan wisatawannya terus meningkat dalam setiap tahunnya,” ujar Puspayoga.

Saat ini, banyak kerajinan Banyuwangi yang di kirim ke Bali dan di ekspor, karena Bali sebagai daerah pariwisata sekaligus sebagai pintu gerbangnya ekspor,” imbuhnya.

Sementara kini, perkembangan pariwisata Banyuwangi juga menunjukkan peningkatan yang cukup segnifikan. Dan jika pariwisata ini akan terus meningkat maka ekspor hasil kerajinan Banyuwangi tidak lagi melalui Bali namun bisa dari kawasan Banyuwangi sendiri.

Semua itu tergantung dari masyarakatnya didalam menerima perkembangan potensi pariwisata daerahnya, serta keaneka ragaman Handycraft yang dihasilkan para UMKM setempat,” papar Puspayoga.

Dia juga mengapresiasi tempat rekreasi di berbagai tempat wisata di Banyuwangi. Bahkan, dinilainya tidak ada yang bisa menghambat perkembangan pariwisata Banyuwangi seiring dengan telah di bukanya penerbangan International Kuala Lumpur-Banyuwangi.

Saya kaget saat lihat Bandara International Banyuwangi yang merupakan Green Airport pertama di Indonesia dengan hampir seluruh bangunannya terbuat dari kayu bekas tanpa AC,” tutur Puspayoga.

Ini bisa di contoh oleh daerah lain, sebagai hasil kreatifitas anak bangsa,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, pariwisata suatu daerah bisa terangkat yang tentunya berdampak pada pemerataan kesejahteraan masyarakatnya. Seperti Banyuwangi yang daerahnya berdekatan dengan bali, sebagai daerah pariwisata.

Selama ini, hasil produksi UMKM Banyuwangi banyak diminati wisatawan dari berbagai negara. Bahkan, juga banyak di pesan ke sejumlah negara. Yang paling diminati adalah Handycraft dan Fashion,” pungkas Puspayoga.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Diawal 2019 ini, sebanyak 53 orang pejabat di jajaran Pemkab Banyuwangi mengalami pergeseran jabatan.

Dan mutasi serta sumpah jabatan ini di pimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jum’at sore (25/1).

Tiga pejabat eselon 2 terkena mutasi kali ini. Yakni, Iskandar Azis yang sebelumnya menempati posisi Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Banyuwangi kini dipindahtugaskan sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). 

Pengganti Iskandar adalah Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. Pria yang karib disapa Yayan tersebut sebelumnya menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Selain Iskandar dan Yayan, pergeseran jabatan juga menimpa Mujiono. Pria yang sebelumnya menduduki jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang (PU-CKPR), tersebut kini ditempatkan sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Banyuwangi.

Sementara itu, mutasi juga menimpa Taufik Hidayat. Dia berpindah tugas dari Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan menjadi Direktur RSUD Genteng. Sedangkan mantan Direktur RSUD Genteng Indah Sri Lestari dipindahtugaskan sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan (Disnkes).

Mutasi besar-besaran terjadi di dua instansi yang menangani pendapatan dan pengelolaan aset daerah. Sembilan posisi di jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ditempati pejabat baru, termasuk Sekretaris Bapenda yang kini diisi Luluk Khomsiyah. Selain itu, pergeseran tugas juga terjadi pada tujuh jabatan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, selain dalam rangka penyegaran, mutasi kali ini dilakukan dalam rangka penguatan di sektor pelayanan publik, pendidikan, dan pendapatan.

“Di beberapa sektor mulai diisi anak-anak muda. Yang diharapkan, sektor pelayanan publik koordinasinya ke depan semakin bagus. Juga peningkatan kualitas di sektor pendidikan dan pendapatan daerah,” papar Bupati Anas.

Selain itu, mutasi juga dilakukan menyusul adanya struktur baru di lingkungan Pemkab Banyuwangi.

Salah satu bagian di Setda Banyuwangi, yakni Bagian Pembangunan, kini berganti nama menjadi Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Pos jabatan baru itu dipercayakan kepada Partana.

“Pada mutasi kali ini kami memberikan tugas dobel pada Yayan. Selain menjabat Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Yayan juga ditugaskan sebagai Plt Kepala Bappeda,” ungkap Bupati Anas.

Pasalnya, pekerjaan di asisten pembangunan dan kesra banyak yang berkaitan dengan Bappeda, sehingga bisa lebih cepat.

“Di tengah keterbatasan SDM, jabatan beberapa pejabat dilipat yang memang fungsi dan tugasnya berimpitan,” imbuhnya.

Misalnya koordinasi tentang kemiskinan, langsung Bappeda dan Asossek karena merupakan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinsn (TKPK).

Begitu juga dengan Mujiono. Selain menjabat Asisten Administrasi Umum, dia juga ditugaskan sebagai Plt. Kepala Dinas PU-CKPR.

“Ini dalam rangka kaderisasi, supaya ke depan sistem pelaporan dan pertanggungjawabannya semakin bagus,” kata Bupati Anas.

Masih menurut Bupati Anas, kaderisasi juga dilakukan di jajaran RSUD Blambangan. Posisi Direktur RSUD Blambangan yang ditinggalkan Taufik kini ditempati Plt. 

“Taufik sudah lama menjabat Direktur RSUD Blambangan serta karena ada prestasi yang diraih, maka dipertimbangkan untuk ditempatkan di RSUD Genteng,” pungkas Bupati Anas.

 

More Articles ...