radiovisfm.com, Banyuwangi - Tiket termurah penerbangan langsung rute Banyuwangi-Kuala Lumpur Malaysia hingga Rp 250 ribu per pax. Tiket murah bagi wisatawan ke negeri jiran ini disediakan oleh Citilink.

Harga yang sama juga berlaku untuk penerbangan rute sebaliknya. Jadi total, Rp 500 ribu bisa PP Malaysia - Banyuwangi. Promo tersebut berlaku mulai penerbangan hari Rabu (23/1) hingga Maret mendatang.

Perwakilan Citilink Banyuwangi Dadang Teguh Setiawan membenarkan Citilink menggelar promo tiket penerbangan Banyuwangi-Kuala Lumpur mulai Rp 250 ribu. 

Dan penerbangan Kuala Lumpur – Banyuwangi ini dilayani oleh Airbus A-320 dengan kapasitas 180 orang.

“Promo digelar untuk meningkatkan okupansi pada saat low season seperti saat ini,” kata Dadang.

“Lewat promo ini diharapkan okupansi penumpang mencapai 80 persen lebih,” imbuhnya.

Dadang menambahkan, selain lewat promo tiket, peningkatan okupansi penumpang juga didukung program Wonderful Banyuwangi Hot Deals yang diluncurkan Pemkab Banyuwangi. 

Lewat paket tersebut, tiket pesawat Kuala Lumpur-Banyuwangi PP, menginap dua malam di hotel berbintang, biaya masuk destinasi wisata unggulan, transportasi lokal, hingga menikmati ragam kuliner khas Banyuwangi dikemas menjadi satu. Harga paket wisata yang dibuka mulai Januari sampai Maret mendatang tersebut dinilai sangat terjangkau, yakni RM 999 atau sekitar Rp 4,2 juta. 

“Kami selalu mendukung program pemerintah. Kami berharap dengan program ini semakin meningkatkan wisatawan ke Banyuwangi,” pungkas Dadang.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terus berupaya melakukan promosi untuk meningkatkan kunjungan wisata. 

“Ini bagian dari upaya promosi Banyuwangi dan Citilink untuk menggenjot wisatawan Malaysia mengunjungi ke Banyuwangi,” ungkap Bupati Anas.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk menstabilkan harga, para petani buah naga Banyuwangi mendapat kontrak pembelian dari tiga perusahaan asal Jakarta. Kontrak ini menjadi kepastian pasar dan harga bagi para petani di tengah melimpahnya produksi saat ini.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan, kontrak pembelian tersebut berjumlah 150 ton buah naga. Kontrak ditandatangani petani dan pembelinya di Kantor Dinas Pertanian Banyuwangi, Senin (21/1).

“Begitu kontrak ditandatangani, pengiriman bertahap langsung dilakukan,” ujar Arief.

“Kami juga berterima kasih kepada Kementerian Pertanian yang ikut memfasilitasi kerja sama ini, yang di harapkan bisa membantu menstabilkan harga Buah Naga yang kini menurun,” paparnya.

Dari kontrak tersebut, pedagang membeli dengan harga Rp 5.000-6.000 per kg, di atas harga pasar yang sekitar Rp 2.000. Buah yang diambil adalah grade A dan B menyesuaikan kondisi.

“Kami mendorong kontrak ini terus diperluas, karena bisa menjadi instrumen pengendalian harga ketika panen raya,” tutur Arief.

Saat ini, produksi buah naga memang terus meningkat. Ada lima kecamatan di Banyuwangi yang sedang panen raya secara bersamaan.

Produksi buah naga di Banyuwangi terus meningkat tiap tahun. Pada 2012, produksinya masih sebesar 12.936 ton, lalu meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi 42.349 ton pada 2017. 

Penambahan produksi itu seiring penambahan lahan kebun buah naga. Pada 2012 baru seluas 539 hektar, pada 2017 sudah mencapai 1290 hektar.

“Banyak petani yang mengalihkan lahannya dari sawah padi menjadi buah naga karena tergiur keuntungannya. Tapi ketika panen bersamaan memang harganya berpotensi turun,” kata Arief.

Dia menambahkan, untuk harga buah naga organic saat ini masih stabil di kisaran Rp15.000 per kilogram. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong dan memfasilitasi petani menggarap buah naga organik yang harganya lebih stabil.

“Kami juga terus mendorong hilirisasi buah naga yang sekarang sudah dilakukan sejumlah pelaku usaha dengan mengolah buah naga menjadi beragam jenis makanan, minuman, hingga komestik,” ungkap Arief.

Hilirisasi dianggap penting untuk memberi nilai tambah agar petani tetap menikmati keuntungan yang memadai.

Sementara itu, salah seorang petani, Agus Widyaputra, mengaku sangat terbantu dengan adanya kontrak pembelian tersebut. Karena di saat panen raya seperti ini dia dan petani di wilayahnya kesulitan untuk memasarkan hasil panen.

“Dengan panen buah naga yang melimpah dari lahan milik saya ini banyak yang tidak terbeli karena pasar sudah banjir buah naga,” kata Agus.

“Dengan difasilitasi pemasaran ini, saya merasa sangat lega,” imbuh petani asal Kecamatan Tegaldlimo tersebut.

Dia juga mengaku langsung mengirim lima ton ke Jakarta. Dan di hari Rabu (23/1) kembali mengirim 10 ton.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Para Aparatur  Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi mendapatkan siraman rohani dan motivasi dari Ustadz Yusuf Mansur.

Pengasuh Pesantren Darul Quran tersebut, memotivasi para ASN untuk menjadikan pekerjaan sebagai pengabdian kepada Allah SWT.

Dalam artian, pekerjaan yang mereka lakukan di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di harapkan untuk tidak dijadikan beban, namun di jadikan sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.

“Dengan menjadikan segala pekerjaan sebagai bentuk pengabdian atau khidmat itu akan memiliki nilai lebih di hadapan Allah SWT,” kata Dai kelahiran 19 Desember 1976 tersebut.

“Tinggal berdoa agar masalah pribadinya bisa diselesaikan, setelah membantu menyelesaikan masalah orang lain,” ungkapnya.

Yusuf Mansur banyak mencontohkan bagaimana kekuatan khidmat mengubah sesuatu yang tidak mungkin bisa menjadi hal yang terwujud. Seperti halnya yang dialami oleh Ari, salah satu santri di pesantrennya.

“Ari merupakan santri yang memiliki kecerdasan terbatas dibandingkan dengan teman-temannya yang lain,” ujar Yusuf Mansur.

“Tapi ia memiliki sifat ringan tangan dalam membantu berbagai urusan pesantren maupun kawan-kawannya,” imbuhnya.

Yusuf Mansur menceritakan, setelah lulus dan banyak kawan-kawannya melanjutkan ke berbagai universitas bergengsi di dalam dan di luar negeri, namun Ari tidak memiliki rencana apapun. Ia hanya mengantarkan teman-temannya yang akan tes kuliah di Tunisia.

“Di saat itulah, nilai khidmat yang ia lakukan selama di pesantren dikonversi oleh Allah menjadi keuntungan bagi dirinya,” tutur Yusuf Mansur.

Dimana, Ari yang hanya menunggu di depan pintu tersebut, bertemu dengan Syekh Akbar yang bertanggung jawab atas penerimaan beasiswa. Tanpa ada apa-apa, si syekh langsung memberikan tiket khusus untuk menerima Ari dalam program beasiswa ke Tunisia tersebut.

“Ini patut dicontoh oleh para ASN di dalam memberikan pelayanan yang terbaik, maka Allah akan membalas melayaninya dengan lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menegaskan, berbagai prestasi yang diraih oleh Banyuwangi tidak terlepas dari doa dan upaya untuk berkhidmat kepada masyarakat Banyuwangi.

“Banyak hal yang dirasa begitu sulit untuk bisa dicapai oleh Banyuwangi, tapi berkat doa, santunan anak yatim, dan niat semuanya berkhidmat kepada masyarakat Banyuwangi, hasilnya selalu saja diberi kemudahan dan jalan,” papar Bupati Anas.

Untuk itulah, Bupati Anas mengharapkan semua ASN bisa menggali spirit kerja sebagaimana yang dimotivasi oleh Ustadz Yusuf Mansur.

“Saya minta para ASN memberikan pelayanan yang terbaik dan berdoalah, pasti Allah akan memudahkan urusannya,” tutur Bupati Anas.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Festival Lembah Ijen menampilkan Sendratari Meras Gandrung, sekaligus sebagai pembuka dari rangkaian Banyuwangi Festival 2019.

Kegiatan ini di gelar di Taman Gandrung Terakota (TGT), Banyuwangi yang berada di kaki Gunung Ijen, Sabtu (19/1). Sendratari ini akan menjadi pertunjukan tetap yang digelar setiap bulan sepanjang tahun. 

Festival Lembah Ijen adalah sebuah prakarsa kebudayaan yang dipersembahkan oleh masyarakat yang menghuni kawasan Lembah Ijen untuk melestarikan seni budaya tradisional Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan festival ini akan menampilkan Sendratari Meras Gandrung dan sendratari lainnya di TGT secara ajeg disetiap bulan.

Festival ini juga dimeriahkan dengan pasar kuliner makanan tradisional dan kesenian rakyat di Rest Area Jambu, Kecamatan Licin. 

“Festival Lembah Ijen ini murni prakarsa kebudayaan yang dipersembahkan oleh masyarakat setempat. Selain untuk promosi kearifan local, festival ini juga untuk melestarikan kebudayaan Banyuwangi, terutama gandrung yang kini telah digandrungi masyarakat,” papar Bupati Anas usai membuka Festival Lembah Ijen.

Ditambahkan Bupati Anas, pertunjukan seni yang terjadwal ini akan menambah selling point Banyuwangi sebagai tujuan wisata. Mengingat seni budaya Banyuwangi yang sangat kental telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

“Saat ini telah ada penerbangan internasional, Banyuwangi-Kuala Lumpur Malaysia,” ungkap Bupati Anas.

 Sehingga Festival Lembah ijen ini dipastikan akan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama mancanegara.

Festival Lembah Ijen digelar di Taman Gandrung Terakota, kawasan Jiwa Jawa Resort, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Taman terakota ini berdiri di atas hamparan sawah produktif seluas tiga hektare di lereng Gunung Ijen. Terdapat ratusan patung gandrung dari gerabah (terakota) yang diletakkan di sawah tanpa mengubah fungsi sawah. Di kawasan tersebut terdapat amphiteater dan sebuah panggung dari bambu yang menjadi pentas bagi penari. 

Sendratari Meras Gandrung sendiri menceritakan prosesi penari untuk menjadi seorang Gandrung profesional, yang tidak hanya menari namun juga piawai menjadi sinden.

Mengambil latar belakang jaman kolonial Belanda, atraksi ini berlangsung menarik. Dimainkan seniman asli Banyuwangi dari berbagai usia, mulai 7 hingga 60 tahun lebih, atraksi ini berhasil memikat penonton yang hadir. 

Salah satunya adalah Amich Alhumami, Direktur Pendidikan Tinggi lptek dan Kebudayaan Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

“Ini perpaduan yang sangat menarik, kesenian yang dikemas apik dan dipentaskan di sebuah kawasan yang alami,” ungkap Amich

“Ini sangat luar biasa untuk modal pengembangan daerah,”imbuhnya.

Sementara itu, Sigit Pramono penggagas festival dan pemilik Jiwa Jawa Resort menjelaskan event ini akan menjadi sebuah daya tarik baru pariwisata dan juga mencanangkan kawasan lembah Ijen sebagai kawasan pelestarian seni budaya Banyuwangi. 

Sekaligus mendukung kawasan ini menjadi sebuah situs geopark yang serasi antara alam dan manusia yang tinggal dan hidup di dalamnya,” kata Sigit.

“Di masa yang akan datang, pementasan sendratari diagendakan lebih sering mulai dari sebulan sekali bisa menjadi seminggu sekali,” paparnya.

Pasalnya, Animo masyarakat yang datang ke TGT dan menyaksikan sendratari dinilai mulai tumbuh, meski sendratari ini berbayar. Sejak Oktober 2018, tercatat sudah ada 10 ribu orang yang bertandang ke TGT.

“Ini sangat bagus bagi perkembangan kesenian daerah, yang menunjukkan masyarakat mulai menghargai seni daerah, yang dampaknya juga akan kembali kepada pelaku seni,” ungkap Sigit.

Ditambahkan Sigit, seni tidak hanya sekedar untuk ditampilkan, namun juga harus menghidupi pelakunya.

Di Banyuwangi ini sudah mulai berkembang,” pungkasnya.

Salah satu budayawan Banyuwangi, Samsudin Adlawi mengapresiasi perhelatan Sendratari Meras Gandrung tersebut yang dinilainya sebagai pelestarian seni budaya Banyuwangi yang semakin bagus ke depannya.

“Konsep model teraterikal Meras Gandrung yang ditampilkan tidak ada batas antara penari dengan penonton itu juga dianggap sangat bagus,” tutur Samsudin.

Rangkaian event lain dalam festival ini adalah klinik jazz yang menghadirkan musisi jazz nasional Bintang Indrianto. Bertajuk Road To Jazz Gunung Ijen, setiap bulan Bintang akan melatih pelajar SMA sekaligus mencari musisi jazz muda berbakat dari Banyuwangi

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi menggandeng PT Veritra Sentosa Internasional (PayTren) untuk pengelolaan jasa keuangan di lingkungan pemerintah daerah setempat. 

Usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Founder dan Komisaris Utama Paytren Ustadz Yusuf Mansur, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pengelolaan jasa keuangan daerah tersebut diantaranya untuk pembayaran pajak daerah, zakat ASN ke Badan Amil Zakat, PDAM, BUMDes-BUMDes, dan sebagainya bisa melalui PayTren sehingga ini dinilainya cukup alternatif.

“Sebelumnya pembayaran berbagai transaksi sudah memakai ATM atau internet banking. Dan sebentar lagi bisa memakai PayTren,” ujar Bupati Anas bangga.

PayTren sendiri adalah aplikasi transaksi keuangan berbasis online untuk beragam jenis pembayaran dan pembelian yang telah mendapat izin resmi layanan uang elektronik (e-money) dari Bank Indonesia.

Berbeda dengan sistem pembayaran berbasis teknologi lainnya, PayTren mendasarkan geraknya pada kerja sama berbasis komunitas.

“Kerja sama ini juga merupakan wujud dukungan kepada sistem pembayaran berbasis teknologi yang digerakkan oleh anak bangsa,” tutur Bupati Anas.

Sekedar diketahui, saat ini marak sekali sistem pembayaran keuangan berbasis teknologi yang hadir di masyarakat. Transaksi berbagai macam cukup memakai ponsel. Semua itu dinilai bagus dan memudahkan.

“Salah satunya PayTren sebagai perusahaan fintech yang benar-benar digerakkan anak bangsa,” kata Bupati Anas.

“Ini hanya dukungan kecil dari Banyuwangi yang di harapkan bisa memudahkan masyarakat sekaligus mendukung kemandirian sistem pembayaran nasional,” imbuhnya.

Ke depan dikembangkan fitur OsingPay di dalam layanan PayTren untuk memudahkan masyarakat Banyuwangi dalam mengakses PayTren ketika bertransaksi.

Nama OsingPay diambil dari kata Osing yang dikenal sebagai kelompok masyarakat asli Banyuwangi. 

“Kami harap ini bisa mendorong inklusi keuangan di Banyuwangi, mendorong gerakan pembayaran non-tunai, mendidik warga untuk melek keuangan karena ada fitur perencanaan keuangan seperti opsi investasi produk keuangan syariah lewat perusahaan manajemen aset milik PayTren,” papar Bupati Anas.

Komisaris Utama PayTren Ustadz Yusuf Mansur menambahkan, integrasi layanan pembayaran hasil kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi yang diberi nama OsingPay bakal dikebut dan diharapkan tuntas dalam dua pekan ke depan.

“Dengan penggunaan layanan Paytren, masyarakat Banyuwangi akan mendapat berbagai keuntungan,” kata Yusuf Mansur.

“Karena Value yang dimiliki OsingPay akan menjadi investasi dari warga Banyuwangi sendiri. Semakin sering bertransaksi lewat OsingPay, maka akan semakin besar value yang dimiliki,” paparnya.

Yusuf Mansur menjelaskan, penggunaan Paytren sendiri juga mengandung semangat nasionalisme yang kuat.

PayTren merupakan satu-satunya perusahaan fintech di Indonesia yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh WNI. Artinya, dengan bersama-sama di Paytren, berarti ikut mewujudkan kedaulatan Indonesia di bidang sistem pembayaran. Sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pemain fintech tingkat dunia.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Event dua tahunan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) di Kabupaten Banyuwangi kembali digelar. Dan kegiatan perlombaan tentang hal ikhwal Al-Quran terbesar ini dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Minggu malam (20/1) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

Bupati Anas mengapresiasi pelaksanaan MTQ sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan para santri di Banyuwangi. Dia meminta para peserta bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengasah kemampuan hingga taraf tertinggi.

“Sehingga bisa menjadi bekal, tidak hanya dalam perlombaan tapi juga dalam kehidupan,” ujar Bupati Anas.

“Kami harap MTQ ini juga jadi ajang mengkampanyekan dan mendakwahkan Al-Qur'an kepada generasi milenial, untuk mengajak teman-teman mereka belajar Quran,” paparnya.

Pada pembukaan tersebut, juga dihadiri oleh ulama muda nasional Ustadz Yusuf Mansur.

Pengasuh Pesantren Darul Quran tersebut, mengaku serasa bernostalgia ketika hadir di pembukaan tersebut. Ulama kelahiran 19 Desember 1976 itu, mengaku telah ikut MTQ sejak usia 5 tahun.

“Setiap tahun saya tidak pernah absen hingga terakhir pada 1992,” ujarnya.

Menurut Yusuf Mansur, dari pengalamannya ikut serta MTQ itulah, menjadi bekal kepemimpinannya karena melatih mental untuk berani tampil dan tidak grogi menghadapi massa, serta berani menerima tantangan.

“Ini bisa menjadi modal penting leadership,” tuturnya.

MTQ Banyuwangi sendiri diikuti oleh 387 peserta yang menjadi delegasi dari 25 kecamatan se-Banyuwangi.

Mereka akan berkompetisi pada lima cabang lomba. Mulai dari tartil, tilawah, hifdzil Qur'an, fahmil Qur'an dan syarhil Qur'an. Acara yang digelar pada Senin dan Selasa (21-22/1) tersebut bakal menempati enam venue. Mulai dari masjid Babussalam dan aula Minakjinggo di Sekretariat Pemda Banyuwangi, Pendopo Dinas Pariwisata Banyuwangi, aula PCNU Banyuwangi, aula SMPN 1 Banyuwangi dan Masjid Baitul Mustaqim Tukangkayu.

“Para pemenang akan mewakili Banyuwangi pada MTQ tingkat provinsi yang digelar pertengahan tahun ini,” ujar Ketua panitia yang juga Kabag Kesra Pemda Banyuwangi, Mohammad Lukman.

radiovisfm.com, Banyuwangi - 3 Festival Banyuwangi kembali berhasil masuk dalam 100 Calender Of Events (COF) Wonderful 2019 Kementrian Pariwisata.

Calender Of Events Wonderful 2019 terdiri dari 10 Top National Events dan 100 Wonderful Events. Sementara, ratusan event dari 34 provinsi telah terpilih melalui kurasi yang ketat berdasarkan kriteria yang ditetapkan.

Dan Banyuwangi, telah berhasil masuk dalam 10 Top National Events serta 100 Wonderful Events.

Untuk festival Banyuwangi yang masuk 10 Top National Events adalah Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Dan yang masuk 100 Wonderful Events adalah Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) dan Festival Gandrung Sewu.

Ditahun 2019 ini, TdBI akan di gelar pada 23 hingga 26 September. Tour de Banyuwangi Ijen adalah kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda International (Union Cycliste International/UCI) yang di selenggarakan setiap tahun di Banyuwangi.

Kejuaraan yang pertama kali di selenggarakan tahun 2012 ini, merupakan balapan jalan raya jarak jauh yang berkonsep sport tourism. Jalur yang di lalui pembalap merupakan jalan raya lintas desa dan kota yang menawarkan potensi wisata di Banyuwangi, mulai dari area persawahan, perkebunan kopi dan karet, pantai serta lereng gunung. Pesertanya selain dari beberapa club sepeda nasional, juga berasal dari berbagai club balap sepeda dari berbagai negara.

Sementara Festival Gandrung Sewu adalah pertunjukan tari kolosal Banyuwangi yang ditampilkan oleh seribu lebih penari. Sewu berarti seribu. Dan tahun ini, akan di gelar pada 12 Oktober 2019. Event tradisional ini sudah di mulai sejak tahun 2012. Dan pertunjukan Gandrung Sewu ini berlangsung berlatarkan pemandangan indah pantai Boom dan selat bali dari siang hingga matahari terbenam. Tema dari pertunjukan ini pun selalu berbeda dari tahun ke tahun.

Sedangkan Banyuwangi Etno Carnival (BEC) merupakan karnaval etnik kontemporer dengan tema local yang mengangkat tradisi masyarakat Using Banyuwangi. Di 2019 ini, BEC akan di helat pada 27 Juli 2019. Tujuan utama BEC adalah untuk menjembatani antara modernitas dengan seni budaya local khas Banyuwangi yang di kemas dalam karnaval bertaraf International.

Para peserta mengenakan kostum yang menampilkan dan memberikan nuansa warna warni yang menarik dengan desain yang indah. Karnaval yang di gelar di sepanjang jalan protocol Banyuwangi ini mampu menyedot antusiasi ribuan penonton yang tidak hanya dari Banyuwangi saja. Namun juga dari luar daerah dan wisatawan mancanegara.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya membenarkan bahwa 3 event Banyuwangi Festival tersebut masuk dalam 10 Top National Events dan 100 Wonderful Events.

“Kementrian Pariwisata, menetapkan Banyuwangi sebagai Kota Festival Terbaik Nasional,” ujar Menpar Arief.

“Sertifikatnya sudah di serahkan ke Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas,” imbuhnya.

Sementara itu, di tahun 2019 ini, rangkaian Banyuwangi Festival mencapai 120 event setelah sebelumnya ditahun 2018 lalu sebanyak 77 event.

 

More Articles ...