radiovisfm.com, Banyuwangi - Dari Rp 11,5 Triliun anggaran yang disiapkan pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di tahun 2019 ini, hingga bulan Juni sudah terealisasi Rp 5,34 Triliun untuk 60.440 unit rumah.

Usai menggelar Rapat Koordinasi Pemenuhan Kebutuhan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Transformasi BPD Se-Jawa, Bali dan Nusa Tenggara di Banyuwangi, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI) Kementrian PUPR, Eko D. Heripoerwanto mengatakan, data ini belum termasuk anggaran BP Tapera sebesar Rp 4,3 Triliun untuk 36 unit rumah yang di harapkan dapat mulai terealisasi di tahun 2019 ini.

“Hingga kini DJPI telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pembiayaan perumahan di daerah,” ungkap Eko.

“Tapi realisasi penyaluran bantuan pembiayaan perumahan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) masih kurang optimal,” imbuhnya.

Hal ini disebabkan karena lemahnya koordinasi pelaku pembiayaan perumahan. Tidak adanya data perumahan yang valid dan terintegritasi yang didukung dengan system tekhnologi informasi. Dukungan APBD bidang perumahan yang masih terbatas, serta kurangnya keterlibatan dan dukungan dari pemerintah daerah sebagai pemegang sahan BPD maupun sebagai pemangku kepentingan utama di bidang perumahan.

“Juga kurangnya partisipasi BPD dalam penyaluran bantuan pembiayaan perumahan,” kata Eko.

Lebih lanjut Eko mengatakan, pihaknya menyalurkan program penyaluran bantuan pembiayaan perumahan tersebut melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB) serta Subsidi Selisih Marjin (SSM) juga Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sejak tahun 2015.

“Dengan rincian, realisasi penyaluran bantuan pembiayaan perumahaan FLPP dan SSB tahun 2015 hingga 2018 mencapai 775.508 unit rumah dengan anggaran sebesar Rp 21,06 Triliun,” papar Eko.

Menurutnya, dari data ini terlihat bahwa FLPP masih menjadi program unggulan karena realisasi penyaluran bantuan FLPP yang masih lebih besar dari SSB.

Eko menambahkan, memperhatikan kondisi dan permasalahan tersebut, pihaknya meyakini bahwa BPD perlu terus melakukan transformasi agar dapat bersaing dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

“Transformasi ini, telah di canangkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo sejak Mei 2016 dan pada tahun 2019 ini OJK secara konsisten akan mengawasi pelaksanaan program transformasi BPD, sehingga akan jadi salah satu program prioritas yang di ikuti oleh BPD,” pungkas Eko.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk kedua kalinya, Pemkab Pandeglang Provinsi Banten berkunjung ke Banyuwangi untuk belajar di berbagai sector.

Bupati Pandeglang, Ina Narulita membawa 7 Kepala Dinasnya beserta Sekda dan beberapa kepala desa. Bahkan, jajaran forpimka juga turut hadir seperti Dandim 0601, Letkol Inf Denny Juwon Pranata dan Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lustrianto Amstono.

“Bagi kami, Banyuwangi mempunyai magnet tersendiri dibawah kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas yang proses kemajuan di seluruh sector berkembang cukup cepat,” puji Bupati Ina.

“Seperti di bidang pertanian, pariwisata, perikanan dan perekonomian,” imbuhnya.

Bahkan menurut Bupati Ina, dirinya merasa tertegun saat berkunjung ke beberapa desa. Dimana, para kepala desa setempat bisa memberikan penjelasan dan pemaparan mengenai berbagai inovasi dan lompatan lompatan yang telah di lakukannya.

“Untuk itu, kami wajib belajar agar bisa menerapkan pula kesuksesan Banyuwangi untuk di bawa ke Pandeglang sebagai oleh-oleh,” kata Bupati Ina.

Dia berharap, pariwisata di Pandeglang bisa berkembang dan sekelas dunia dengan belajar di Banyuwangi. Seperti halnya dari hasil kunjungan yang pertamanya ke Banyuwangi beberapa waktu lalu.

“Kami telah mulai menerapkan di daerah kami di sector pariwisata. Tapi rupanya alam berkehendak lain,” ungkap Ina.

Saat itu Kabupaten Pandeglang di terjang tsunami hingga merusak sarana prasarana di berbagai tempat wisata, yang menyebabkan aktifitas di wilayah setempat lumpuh.

“Meski demikian, ada banyak dukungan dari para kepala daerah termasuk Bupati Banyuwangi untuk terus melanjutkan mengembangkan Pandeglang,” ujar Ina.

Selain pertanian dan pariwisata, Bupati Ina juga mengapresiasi keberhasilan Banyuwangi di sector perikanan, industry, perdagangan serta pengelolaan lingkungan hidup. Bahkan menurutnya, selokan atau saluran air di Banyuwangi pun bisa dijadikan destinasi wisata dengan di budidayakan ikan.

“Sehingga tidak hanya laut saja yang di eksplor, tapi ternyata budidaya ikan di darat pun bisa di sulap menjadi objek wisata,” tuturnya.

Bupati Ina menambahkan, pihaknya berada di Banyuwangi hingga hari Minggu (28/7/2019) ingin melihat bagaimana Geopark bisa sukses di Banyuwangi sehingga diterima ditingkat Nasional bahkan ditingkat dunia melalui Unesco.

“Kami juga ingin menyaksikan perhelatan Banyuwangi Etno Carnival (BEC) di hari Sabtu (27/7), yang merupakan karnaval etnik sarat akan budaya dan telah menjadi salah satu kunjungan wisata terbaik di Indonesia,” pungkas Ina.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut hangat kehadiran Bupati Pandeglang tersebut. Bahkan, rombongan di beri kesempatan untuk menghadiri sekaligus mengikuti perhelatan Coffee Procesing Festival yang di gelar di Rumah Kreatif Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi.

Disini, rombongan melihat langsung bagaimana memproses kopi yang benar hingga menghasilkan kwalitas dan mutu yang baik.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi berhasil menyabet dua gelar kategori terbaik tertinggi (Platinum) ajang Indonesia’s Attractiveness Award dari Majalah Tempo dan lembaga riset Frontier Consulting Group.

Dua gelar itu adalah Kabupaten Besar Terbaik Sektor Pariwisata dan Infrastruktur. Penghargaan diserahkan kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Selasa (23/7) malam, dan dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo serta Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Tentu ini bukan soal award-nya, tapi Pemerintah Daerah memaknai sebagai apresiasi untuk seluruh aparat birokrasi dan masyarakat Banyuwangi yang telah bareng-bareng memajukan daerah,” papar Bupati Anas.

Dia menambahkan, apapun program pengembangan daerah harus berujung pada pertumbuhan ekonomi, terciptanya lapangan pekerjaan, penurunan kemiskinan, dan peningkatan pendapatan warga.

“Berkat pembangunan pariwisata, Banyuwangi berhasil menekan angka kemiskinan yang sebelumnya di atas dua digit persen, kini tinggal 7 persen,” ungkap Bupati Anas.

Selain itu, peningkatan pendapatan daerah juga melonjak 134 persen. Bahkan menurutnya, produk domestik bruto juga mengalami kenaikan dari Rp 32 triliun, menjadi Rp 78 triliun.

“Kemudian pendapatan perkapita rakyat Banyuwangi naik dari Rp 20,8 juta menjadi Rp 48,7 juta,” tutur Bupati Anas.

CEO Frontier Consulting Group Handi Irawan, sebagai salah seorang perumus penghargaan sekaligus juri, mengatakan, ajang penghargaan tersebut digelar berbasis data sekunder dari berbagai lembaga kredibel, serta data primer dengan riset yang melibatkan publik secara langsung untuk memperoleh gambaran riil untuk semua tingkat kabupaten dan kota serta provinsi di seluruh Indonesia.

“Penilaian tahap terakhir dilakukan dengan presentasi di hadapan tim juri yang melibatkan akademisi dari universitas dan LIPI, praktisi, pemerintahan, dan media yang telah dilaksanakan pada 24-28 Juni 2019 terhadap 56 daerah,” papar Handi.

Untuk sektor pariwisata, kata Handi, Banyuwangi dinilai memiliki strategi yang jelas.

“Banyuwangi mengembangkan pariwisata dengan kreatif, dengan bujet yang minim namun efektif. Positioning-nya jelas dan otentik dengan memanfaatkan kekayaan budayanya,” ujar Handi.

Hadi juga mengapresiasi pengembangan pariwisata yang melibatkan masyarakat. Dalam artian, masyarakat diberdayakan. Banyuwangi Festival yang didalamnya sangat banyak event tersebut dianggapnya mampu melibatkan dan memberi dampak positif ke warga.

“Inilah yang menonjol,” imbuhnya.

Handi yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia pemasaran tersebut juga mengatakan, adapun untuk infrastruktur, Banyuwangi mampu menyinergikannya dengan baik, termasuk untuk kepentingan pengembangan pariwisata.

“Keberadaan Bandara Banyuwangi dengan terminal berarsitektur hijau yang ikonik adalah salah satu contohnya,” kata Handi.

Menurutnya, dalam infrastruktur, Banyuwangi tidak sekedar membangun, namun mempunyai strategi yang jelas dan dampak yang jelas, bahkan prioritasnya juga jelas.

“Secara kuantitif dilihat fisiknya, tapi juga kualitasnya bagus,” pungkas Handi.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional serta untuk memberikan panggung kepada anak anak ditengah maraknya penggunaan gadget, Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Memengan dengan ditampilkan berbagai permainan tradisional dimasa lalu, yang juga dihadiri langsung oleh Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang.

Kegiatan ini digelar di Taman Blambangan, Selasa (23/7/2019). Berbagai permainan tradisional anak anak Banyuwangi di masa lampau ditampilkan disini. Seperti tembak tembakan, lompat tali, jeg jegan, tarik tambang, gobal sodor, jaelangkung, seretan lidih, tiban dan sebagainya.

Di depan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mereka menampilkan satu persatu permainan tradisional yang terbagi dalam 25 kontingen perwakilan dari masing masing kecamatan. Dan yang memainkan permainan dalam Festival Memengan ini adalah para pelajar tingkat SD se Kabupaten Banyuwangi.

Sontak saja berbagai permainan yang mereka tampilkan mendapat antusias dari ribuan penonton yang memadati area Gesibu Blambangan dan Taman Blambangan karena teringat kembali permainan mereka di masa lalu.

Bupati Anas mengatakan, pemerintah daerah sengaja memberikan panggung kepada anak anak melalui Festival Memengan ini ditengah moderenisasi gencarnya permainan melalui gadget.

Kegiatan ini juga untuk meneruskan khasanah leluhur yang di wariskan nenek moyang,” ungkap Bupati Anas.

Melalui kegiatan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional ini, pemkab memaksa orang tua untuk mengingat permainan di masa lalunya untuk di turunkan kepada anak anak mereka. Yang diharapkan ini akan terus dilestarikan,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengaku bangga dengan upaya Pemkab Banyuwangi yang melestarikan khasanah budaya permainan tradisional melalui Festival Memengan ini.

Ini bukan soal kecil namun urusan besar. Jika mulai sekarang mereka dilatih bekerja sama, dilatih prihatin, dilatih untuk adil, dilatih untuk sederhana maka inilah yang di ajarkan di KPK terkait 9 nilai pencegahan korupsi,” ujar Saut.

Dia mengaku, dengan demikian mereka menjadi bersolidaritas sehingga mereka akan menjadi masyarakat berintegritas di masa depan dan itu harapan dari semua.

Ini bukan soal kecil dan sederhana, tapi di dalamnya banyak nilai nilai penting. Ini yang diajarkan kami dan ini tanggung jawab KPK harus masuk ke semua jenjang pendidikan,” pungkas Saut.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Banyuwangi merangkul tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengajak masyarakat mengikuti program jaminan kesehatan nasional (JKN).

Hadir pula Brand Ambassador BPJS Kesehatan Tahun 2019, atlet binaraga nasional Ade Rai. Kegiatan yang bertajuk Sosialisasi Program JKN – KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan Pola Hidup Sehat ini digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi, Kamis (25/07/2019) dengan dihadiri ratusan toga dan tomas serta dibuka langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Bupati Anas mengapresiasi BPJS yang menggelar sosialisasi dengan melibatkan toga dan tomas.

“Peran mereka yang bersinggungan langsung dengan masyarakat akan memudahkan penyebaran informasinya. Karena toga dan tomas ini mempunyai peran penting di masyarakat,” ungkap Bupati Anas.

“Sementara pemkab sendiri telah melibatkan tokoh masyarakat untuk menyukseskan program daerah,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas berpesan kepada toga dan tomas untuk berperan aktif mendorong gaya hidup sehat di masyarakat. Bahkan, pemkab telah gencar mendorong puskesmas menjadi mal orang sehat.

Bupati Anas menjelaskan, puskesmas harus menjadi mal orang sehat. Sehingga orang ke Puskesmas bukan hanya disaat sakit, namun juga ketika sehat harus kontrol ke puskemas agar terus sehat.

“Selama ini, paradigma pengelolaan kesehatan masih berkutat pada paradigma sakit. Itu didorong kebiasaan warga yang baru ke fasilitas layanan kesehatan hanya ketika sakit saja. Sehingga anggaran banyak tertuju ke pelayanan rujukan yang berorientasi ke pengobatan bukan pencegahan,” papar Bupati Anas.

Sementara, berapa pun anggaran yang disiapkan BPJS maupun pemerintah, namun bila upaya preventif tidak dilakukan, maka dananya akan jebol juga.

Untuk itu, Bupati Anas meminta toga dan tomas bisa membantu pemkab menyosialisasikan gaya hidup sehat di kalangan warga.

Apa yang disampaikan Bupati Anas ini direspon positif oleh Ade Rai.

“Gaya hidup sehat perlu digalakkan dari sekarang. Daripada uang daerah habis untuk membiayai penyembuhan penyakit, lebih baik warga diajak hidup sehat sehingga dananya bisa dimanfaatkan untuk hal lain,” ujar Ade Rai.

“Jika di Banyuwangi, mungkin bisa dimanfaatkan untuk membuat festival atau program pendidikan dan kesehatan. Itu jauh lebih bermanfaat,” imbuh pemilik nama lengkap I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai tersebut.

Dia juga membagikan tips gaya hidup sehat dengan pola makan sehat dan olahraga teratur kepada seluruh peserta yang hadir. 

Menurutnya, sehat itu mudah dan murah, tidak perlu keluar biaya mahal. Misalnya melakukan menggenggam tangan selama satu menit setiap harinya, itu bisa membakar energi terutama gula.

“Bagi yang tidak mempunyai waktu karena sibuk bekerja, manfaatkan dengan naik-turun tangga, maupun dengan mengulangi gerakan duduk dan berdiri di bangku kerja masing-masing,” kata Ade Rai.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Banyuwangi, Wahyu Santoso menjelaskan acara ini sebagai upaya BPJS untuk mengajak masyarakat menjadi peserta JKN – KIS secara aktif, sehingga tidak harus menunggu sakit dahulu baru mengurus.

“Diharapkan, disaat sehat masyarakat tetap mengikuti program ini,” ungkap Wahyu.

Dia mengaku, dengan menjadi peserta, maka masyarakat bisa menghidupkan budaya gotong royong.

“Dimana bagi yang sehat dapat membantu yang sakit, yang muda membantu yang tua dan yang mampu membantu yang kurang mampu,” tutur Wahyu.

Sekedar diketahui, per Juli 2019 cakupan kepesertaan JKN-KIS sendiri di Banyuwangi masih cukup rendah. Dari total jumlah penduduk yang 1,7 juta jiwa, masih 51,2 persen atau 887.448 jiwa yang menjadi peserta JKN-KIS.

“Itu masih harus terus disosialisasikan penambahan kepersertaan ini. Untuk itu, kami mengajak toga dan tomas untuk menyukseskan program ini,” pungkas Wahyu.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Memasuki musim kemarau, sebanyak 3 desa di Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih, sehingga sejumlah element masyarakat termasuk pemerintah daerah terus berupaya melakukan pasokan air ke masyarakat setempat.

Ketiga desa tersebut adalah Desa Sidowangi tepatnya di Dusun Pancoran, juga Dusun Jatian Desa Bangsring dan Dusun Karangrejo Selatan Desa Wongsorejo.

Disaat musim kemarau panjang seperti saat ini, sumur warga mengalami kekeringan. Bahkan untuk di Dusun Pancoran, air bersih baru bisa keluar setelah di lakukan pengeboran sumur sedalam 100 meter. Untuk itu, warga setempat selama ini mendapatkan pasokan air dari sumber di sungai pasewaran melalui pipa. Sementara memasuki musim kemarau ini, sumber mata air mulai berkurang sehingga disaat sampai ke pemukiman warga kondisi air sudah kotor.

Sedangkan untuk masyarakat di Dusun Jatian menggantungkan air dari mata air di perkebunan selogiri melalui pipa berjarak kurang lebih 15 KM dari pemukiman penduduk. Sehingga apabila di tengah hutan pipanya putus atau di sumbernya tidak keluar air, maka masyarakat setempat sudah tidak bisa mendapatkan air bersih.

Sementara untuk di Dusun Karangrejo Selatan, masyarakat setempat menggantungkan pasokan air dari sumur bor yang di bangun oleh pemerintah daerah.

Camat Wongsorejo Banyuwangi, Sulistyowati mengatakan, meski sudah ada pompa dan sumur bornya namun di wilayah setempat belum ada tandonnya.

“Di rencanakan pembangunan tandon segera di lakukan tahun ini setelah sebelumnya diajukan dalam Musrenbang kabupaten dengan anggaran sebesar Rp 200 juta,” ungkap Sulistyowati.

Dia menjelaskan, untuk masyarakat yang tinggal di dusun Jatian tersebut adalah dilahan milik perhutani. Mereka pun tidak menetap terkadang bepergian keluar daerah.

“Meski demikian, tetap menjadi perhatian kami untuk bisa mendapatkan kebutuhan air bersih dengan mengambil dari sumber mata air di perkebunan Selogiri sejauh 15 KM,” papar Sulistyowati.

“Karena jaraknya terlalu jauh, terkadang banyak mengalami kendala di tengah hutan,” imbuhnya.

Sulistyowati mengaku, beberapa hari ini sudah ada bantuan pasokan air bersih dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jember yang dilanjutkan dari BPBD Banyuwangi. Dan direncanakan, ada beberapa element lain juga akan memberikan bantuan yang sama ke wilayah setempat.

Berdasarkan laporan BMKG Banyuwangi, kawasan Kecamatan Wongsorejo mendapat predikat kekeringan ekstrim yakni 8 bulan mengalami kekeringan dan 4 bulan terjadi hujan, karena kondisi daerahnya yang di kelilingi pegunungan.

Dan wilayah Kecamatan Wongsorejo ini berada di Banyuwangi bagian utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Situbondo.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk mengedukasi dan penyuluhan anti korupsi, roadshow bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba di Banyuwangi yang di pusatkan di area Mal Pelayanan Publik, yang terdapat 199 layanan di satu tempat secara terintegrasi, Selasa (23/7/2019).

Dalam roadshow Bus KPK bertajuk "Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” tersebut turut hadir dalam rombongan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono, dan Koordinator Wilayah 6 KPK, Asep Rahmat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan jajaran Forpimda lain turut serta dalam acara tersebut.

“Roadshow bus ini adalah sosialisasi antikorupsi kepada masyarakat. KPK Ingin membangun dan mengajak warga untuk menegakkan integritas,” ungkap Saut.

“Bus yang menjadi maskot KPK itu, dilengkapi perangkat peraga visual terkait tugas-tugas KPK. Sehingga masyarakat bisa memahami tugas-tugas KPK dengan cara yang fun dan edukatif,” paparnya.

Bus KPK di Banyuwangi ini menyelenggarakan beragam kegiatan dalam upaya memberikan edukasi antikorupsi selama dua hari pada 23 - 24 Juli 2019.

Saut mengaku, semua yang dilakukan pihaknya ini tidak lain hanya untuk kesejahteraan bangsa. Jika sudah sejahtera, semuanya bisa meningkatkan daya saing bangsa.

“Seperti Banyuwangi, yang berhasil meningkatkan perkembangan daerahnya, jumlah wisatawan domestiknya mencapai 5 juta, sehingga dipastikan daya saing warganya meningkat,” ujar Saut.

Saut juga mengapresiasi Mal Pelayanan Publik Banyuwangi yang dinilainya banyak inovasi, karena ratusan layanan perijinan yang dilakukan disatu tempat bisa meningkatkan efisiensi masyarakat sehingga disaat mengurus perijinan tidak ditempat yang berbeda.

“Inilah yang paling di rekomendasikan oleh KPK,” kata Saut.

“Karena dari 8 area pencegahan korupsi yang di rekomendasikan KPK, salah satunya adalah perijinan yang memiliki nilai paling tinggi karena menyangkut pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Saut juga disuguhkan berbagai kesenian yang dimainkan oleh siswa SD-SMP. Sebelumnya, Saut juga menyaksikan penampilan seni tari dan hadrah dari siswa SMA Banyuwangi saat memberikan motivasi kepada ribuan ASN Banyuwangi. 

Menurutnya, apa yang dilakukan Banyuwangi ini sejalan dengan apa yang telah menjadi perhatian KPK selama ini, yakni bagaimana kearifan lokal bisa menumbuhkan integritas yang tinggi bagi penduduk bangsa ini.

Saut ingin agar kearifan lokal dengan berbagai wujud seni tradisi di Banyuwangi bisa langgeng.

“Ini harus dijaga. KPK mengaku siap akan membantu keberlangsungan ini dengan terus meningkatkan integritas seluruh elemen di Banyuwangi,” tutur Saut.

Acara Roadshow Bus KPK tersebut terbuka untuk umum, sehingga siapapun bisa datang dan mendapatkan informasi yang diinginkan terkait bagaimana KPK membangun dan menanamkan antikorupsi di Indonesia.

Warga diajak nonton film bertema anti korupsi. Ratusan siswa juga diajak bermain tradisional yang diharapkan memicu nilai-nilai kebaikan.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut hangat kedatangan roadshow bus KPK tersebut.

“Masyarakat Banyuwangi, termasuk para pelajar, bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan berbagai hal positif dalam upaya membangun nilai-nilai kebaikan,” kata Bupati Anas.

Dia ingin ke depan terbangun kolaborasi dengan KPK dan lembaga hukum lainnya untuk bersama-sama menanamkan nilai-nilai integritas di masyarakat, termasuk sejak usia dini.

“Misalnya di Banyuwangi ada program Siswa Asuh Sebaya, dengan dana yang dikumpulkan siswa hingga Rp17 miliar. Polanya dari siswa, oleh siswa, untuk siswa,” papar Bupati Anas.

“Itu merupakan praktik langsung nilai-nilai kepercayaan karena pengelolaan uangnya dilakukan sendiri oleh siswa,” pungkasnya.

 

More Articles ...