radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi bersama BUMN PT Pegadaian memberikan perhatian khusus pada pengelolaan sampah di sejumlah destinasi wisata, untuk diedukasi mengenai bagaimana mengelola sampah menjadi emas.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan pengelolaan sampah yang baik, destinasi wisata dinilai akan semakin nyaman dikunjungi. Untuk tahap awal, sinergi dengan BUMN ini bakal dilakukan di kawasan Pantai Pulau Merah Kecamatan Pesanggaran.

“Disini, Pegadaian bersama Pemkab Banyuwangi akan memberikan pembinaan berupa edukasi dan pelatihan kepada warga dalam mengelola sampah lewat program Clean and Gold,” kata Bupati Anas.

“Program ini mengonversi sampah yang telah diolah warga menjadi tabungan emas,” imbuhnya.

Seusai bertemu jajaran Pegadaian, Jum’at (17/1), Bupati Anas mengaku, ini adalah program terobosan, di mana sesuatu yang tidak bernilai seperti sampah bisa diubah menjadi emas.

“Di program ini warga juga akan diajari memilih dan memilah sampah, lalu sampah yang sudah diolah itu bisa ditukarkan dengan emas dalam bentuk tabungan. Mereka akan mendapatkan buku tabungan dan nomor rekening,” papar Bupati Anas.

Dia menambahkan, program ini juga sekaligus menjadi pendidikan literasi keuangan bagi warga. Karena biasanya warga yang menjual sampah yang telah dipilah mendapatkan uang tunai.

“Tapi di program ini berupa penambahan saldo emas di dalam buku rekening,” pungkas Bupati Anas.

Sementara itu, Kepala Cabang Pegadaian Banyuwangi Karyadi menjelaskan, setiap sampah yang disetorkan warga di program Clean and Gold akan dikonversi dengan emas. Jumlah saldo yang tertera di dalam buku tabungan pun akan tertulis dalam jumlah gram emas.

“Misalnya seorang ibu menyetor sampah yang sudah dipilah dengan nilai Rp6500, berarti di saldo akan tertulis 0,01 gram dengan asumsi harga emas per gramnya Rp. 650 ribu,” ujar Karyadi.

“Demikian seterusnya setiap sang ibu menyetor sampah lagi, jumlah saldo emas bertambah sesuai nilai sampahnya,” imbuhnya.

Nantinya pemilik tabungan bisa menjual emas yang ada di tabungannya apabila sudah mencapai satu gram. Atau bisa dicetak dalam bentuk emas batangan apabila sudah mencapai lima gram.

Karyadi mengaku, jika sudah mencapai satu gram bisa dijual atau digadaikan pada pihaknya, namun harus disisakan di saldo sebesar 0,1 gram.

“Sedangkan untuk bisa dirupakan dalam bentuk emas kalau mencapai lima gram,” tuturnya.

Program ini rencananya akan diluncurkan secara langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno pada 24 Januari mendatang.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dinas Perikanan dan Pangan (Disperipangan) Banyuwangi melakukan bina lapangan dan penertiban Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) budidaya udang di sejumlah tambak.

Kali ini, sidak tersebut menyasar di beberapa tambak udang di kawasan Desa Sukojati Kecamatan Kabat.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan (Disperipangan) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo mengatakan, pihaknya melakukan penertiban di semua tambak udang agar sesuai dengan standart prosedur yang benar berdasarkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

“Di harapkan tidak ada petambak yang menggunakan bahan bahan berbahaya dan dilarang didalam budidaya udang maupun ikan, sehingga tetap menggunakan bahan ramah lingkungan,” ujar Hary.

Dia mengaku, kegiatan ini akan dilakukan pihaknya secara bertahap serta mensyaratkan para petambak untuk berkolaborasi dengan lingkungan setempat melalui keanggotaan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), sehingga setiap petambak wajib menjadi anggota Pokmaswas.

“Karena pemerintah menginginkan mereka peduli terhadap lingkungan berbagai prospektif kegiatan masyarakat pengawas, utamanya pada pola ekowisata sehingga petambak ikut serta didalam cara berbudidaya yang baik sekaligus mempunyai wawasan daya tarik di lingkungannya,” papar Hary.

Sementara itu, terkait dengan penertiban SIUP budidaya yang di lakukan pihaknya, Hary menjelaskan bahwa hal itu memang wajib di miliki oleh semua petambak baik udang maupun ikan serta berbagai kelompok yang bergerak dalam usaha budidaya ikan.

“Sidak ini bersifat spontanitas untuk control di lapangan dan dilakukan secara bertahap di seluruh tambak,” kata Hary.

Hasilnya, beberapa waktu lalu tim Disperipangan menemukan adanya salah satu perusahaan pembekuan udang yang membuang limbahnya ke laut setelah mendapat laporan dari Pokmaswas di lingkungan setempat. Pemilik perusahaan sudah ditegur dan kini sudah memperbaiki sarana prasarananya yang ada.

Lebih lanjut Hary mengatakan, memang belum seluruhnya tambak di Banyuwangi dilakukan sidak tersebut.

“Tapi yang pasti, upaya ini adalah untuk meningkatkan nilai ekspor terhadap hasil produk mereka yang dipastikan harus berkwalitas baik serta berstandart ekspor,” pungkas Hary.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab berharap, melalui ajang pemilihan Jebeng Thulik bisa memunculkan jiwa Entrepreneurship terhadap para duta daerah untuk ikut serta mengembangkan potensi Banyuwangi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Pangan (Disperipangan) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo usai menerima para finalis Jebeng Thulik di kantornya, Rabu (16/1).

Total ada 18 pasang atau sekitar 36 finalis yang di pastikan akan menjadi duta daerah. Selama 1 jam lebih, mereka mendapat pemaparan dari Kepala Disperipangan tentang luasan panjang pantai di Banyuwangi yang mencapai 175,8 KM dengan berbagai macam potensi di dalamnya.

“Semuanya harus mempunyai daya tarik sehingga baik Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelatan maupun Pokmaswas harus bergerak secara optimal untuk memanfaatkan pengelolaan potensi local melalui konsep Gema Family Menuju Ekowisata,” papar Hary.

Disini kata Hary, peran para duta daerah tersebut adalah untuk lebih mempercepat dalam hal penginformasian dan keikut sertaan untuk lebih memiliki daya tarik terhadap potensi pantai tersebut.

“Ada 3 hal yang saya sampaikan untuk bisa mewujudkan percepatan itu yakni Fokus, Semangat dan Happy,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, diharapkan muncul jiwa Entrepreneurship dari para duta daerah tersebut melalui berbagai kelompok yang sudah di bentuk Disperipangan, yakni jiwa kewirausahaan yang dibangun bertujuan untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar.

“Dengan branding itulah, mereka bisa melakukan suatu sikap untuk lebih menggarap potensi Banyuwangi hingga Go International melalui kaidah kaidah Entrepreneurship,” tutur Hary.

Untuk itulah, para duta daerah itupun di ajak turun ke Pantai Cemara agar melihat langsung potensi alam yang ada.

Hary menjelaskan, inilah bedanya Banyuwangi dengan kabupaten lain. Dimana, Banyuwangi lebih mengedepankan pada kepentingan rakyat melalui pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi potensi alam agar lebih sejahtera.

“Dengan keterlibatan para duta daerah itu sebagai pemacu sinergitas untuk lebih mengenalkan potensi Banyuwangi,” pungkas Hary.

Pembina Jebeng Thulik, Cornelis Mangisi menjelaskan, dari ke 18 pasang finalis tersebut nantinya akan dipilih 9 pasang duta daerah dan 9 pasang wakil duta. Selanjutnya, dari keseluruhan duta tersebut dipilih 3 pemenang yakni Jebeng Thulik 2019, Wakil satu dan Wakil dua.

“Pada Grand Final 25 Januari 2019, nantinya mereka akan di pilih sebagai Duta Pendidikan, Duta Pertanian, Duta Bahari, Duta Sumber Daya Air, Duta Pelayanan Publik, Duta Kesehatan, Duta Lingkungan Hidup, Duta Generasi Reproduksi dan Duta Pariwisata,” papar Cornelis.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Rencana pembangunan Trase Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) saat ini sudah dalam tahap pembebasan lahan.

Jika kelak sudah sempurna terbangun, Tol Probowangi yang merupakan titik akhir dari jaringan Tol Trans-Jawa ini akan menjadi tol terpanjang di Indonesia dengan panjang 171,90 kilometer, lebih panjang 56,15 kilometer dari Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) milik PT Lintas Marga Sedaya yang membentang 116,75 kilometer.

Selain terpanjang, dari sisi investasi pun, tol yang dikelola PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) ini juga mencatat rekor baru yakni senilai Rp 23,391 triliun.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, saat ini tahap pembangunan Tol Probowangi tersebut dalam proses pembebasan lahan.

“Itu adalah kewenangan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” ujar Budi.

Terkait dengan perubahan trase Tol Probowangi yang semula direncanakan melintasi wilayah Banyuwangi utara dan di geser melewati Banyuwangi Selatan, Budi mengaku tidak mengetahuinya.

Sementara itu, Trase Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi ini merupakan bagian terakhir dari jaringan Tol Trans-Jawa.

Dan jika mengalami perubahan rute, maka berdampak pada pergeseran penentuan lokasi (penlok) pada Seksi I. Meski demikian tetap melalui Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi sehingga tidak sampai melalui Jember.

Alasan berubahnya trase jalan bebas hambatan ini adalah terkait kawasan strategis milik TNI Angkatan Laut. Dilokasi tersebut atau tepatnya di sisi utara Banyuwangi terdapat tempat latihan menembak TNI AL. Dan dari hasil koordinasi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dengan Mabes TNI bahwa tempat latihan militer tidak bisa serta merta di pindah, sehingga harus merubah rute jalan tol Probowangi tersebut.

Dengan perubahan trase, Tol Probowangi ini akan menghubungkan empat kabupaten yakni Probolinggo, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi. Posisinya yang berada di ujung timur Pulau Jawa menjadi sangat strategis sebagai gerbang distribusi logistik, barang, jasa, dan manusia dari timur ke barat.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemerintah Daerah menerima penghargaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, atas kepeduliannya terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk pegawai pemerintah Non Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi Budi Jatmiko kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas usai upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Pemkab, Kamis (17/1). 

“BPJS Ketenagakerjaan sangat mengapresiasi peran aktif Bupati dan seluruh jajaran Pemkab Banyuwangi yang telah memberikan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja Non ASN di wilayah kerjanya,” papar Budi.

Menurutnya, penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada Pemkab karena telah mendaftarkan sebagian pegawai Non ASN nya untuk mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua.

“Saya harap, sinergi yang telah terjalin sejak tahun 2014 ini bisa terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Budi mengaku, pegawai Non ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi yang saat ini telah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 2.421 orang, yang terdiri dari Tenaga Harian Lepas (THL) di kantor SKPD dan perangkat di sejumlah desa.

Budi berharap, kepesertaan dari perangkat desa ini bisa semakin bertambah menyusul edaran dan sosialisasi yang gencar dilakukan pemkab di tingkat kecamatan.

“Caranya pun sangat mudah, hanya menyerahkan foto copy KTP,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Anas menerima dengan gembira penghargaan ini. Dia mengatakan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dinilai sangat penting bagi setiap pekerja, tidak terkecuali Pegawai Non ASN.

“Keselamatan kerja pegawai menjadi salah satu hal yang paling kami perhatikan,” kata Bupati Anas.

“Jangan sampai warga jatuh miskin akibat kecelakaan kerja atau kehilangan tulang punggung keluarganya,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, dalam setiap kesempatan, Bupati Anas selalu menyampaikan agar masyarakat pekerja bisa mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan. Khusus untuk pegawai Non ASN di lingkungan Pemkab, Bupati dua periode ini pun telah memiliki kebijakan khusus.

“Sejak awal, saya telah mengimbau agar masing-masing SKPD melakukan pendataan dan mendaftarkan THL nya ke BPJS. Sehingga mereka merasa aman dan lebih bersemangat dalam bekerja,” papar Bupati Anas.

Dia pun meminta agar pegawai Non ASN yang telah terdaftar di BPJS ketenagakerjaan ini bisa lebih meningkatkan kinerjanya.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk menggaet wisatawan dari negara jiran Malaysia, Pemkab Banyuwangi menggelar Product Briefing and Busines Matching Banyuwangi Destination dengan di fasilitasi Kementrian Pariwisata RI.

Acara yang dimulai pada Senin (14/1) ini diikuti 36 pelaku usaha wisata, terdiri atas 16 seller dari Banyuwangi dan 20 agen travel besar dan media travel dari Malaysia. Seller dari Banyuwangi antara lain dari hotel, tour operator, pusat oleh-oleh dan restoran.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku, ajang ini dinilai sebagai cara mengenalkan Banyuwangi kepada pelaku usaha wisata Malaysia.

“Kami mempertemukan mereka dengan pelaku usaha Banyuwangi dan juga di ajak merasakan langsung berwisata ke Banyuwangi, sehingga nantinya mereka bisa mengajak wisatawan untuk ke Banyuwangi,” ujar Bupati Anas.

“Program ini adalah tindak lanjut dari promosi paket wisata program Wonderful Banyuwangi Hot Deals yang didukung penuh oleh Kemenpar,” imbuhnya.

Paket ini diluncurkan sebagai bagian untuk mendongkrak kunjungan wisman ke Banyuwangi, khususnya saat low season seperti bulan Januari ini.

“Di awal awal tahun memang biasanya low season, makanya diluncurkan paket ini yang didukung para pelaku usaha wisata di Banyuwangi,” tutur Bupati Anas.

“Table Mart yang digelar ini adalah salah satu strategi untuk mempromosikan paket itu,” imbuhnya.

Dalam Wonderful Banyuwangi Hot Deals tersebut, wisatawan cukup membayar 995 MYR (Ringgit Malaysia) atau berkisar Rp 3,8 juta untuk paket wisata ke Banyuwangi, termasuk tiket pp Kuala Lumpur-Banyuwangi oleh Citilink, menginap dua malam di hotel berbintang di Banyuwangi, transportasi lokal, menikmati sejumlah destinasi wisata, hingga berkuliner.

“Untuk menggaet wisatawan Malaysia, kami juga mengagendakan kegiatan promosi lainnya, seperti famtrip untuk pelaku wisata,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda.

Oleh sebab itulah, seiring adanya promo Wonderful Banyuwangi Hot Deals yang berlangsung hingga 31 Maret 2019 ini, pihaknya akan gencar membuat acara yang intinya menarik wisatawan Malaysia.

“Sebelumnya, pada Desember 2018 puluhan blogger dan media travel Malaysia telah diundang ke Banyuwangi yang difasilitasi Kemenpar,” ungkap MY Bramuda.

Para agen travel ini pun tampak antusias dengan promosi yang ditawarkan Banyuwangi bagi wisatawan asing. Salah satunya Ramsey Lewis, manajer operasional OTDIX Travel & Tours SDN BHD, Malaysia yang mengaku sangat tertarik dengan paket promo ini.

“Destinasi wisata Banyuwangi sangat laku dijual. Apalagi Kawah Ijen sangat bagus dengan blue firenya yang cantik,” ungkap Ramsey.

“Disana juga ada penambang belerang yang menjadi atraksi Ijen. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi turis,” imbuhnya.

Para agen travel tersebut juga diajak mengeksplore destinasi wisata selama enam hari mulai 13 – 18 Januari.

Antara lain mengunjungi perkebunan kopi Gombengsari, Kalipuro untuk melihat pengolahan kopi tradisional, Kawah Ijen, perkebunan Kalibaru, Pantai Pulau Merah, Taman Nasional Alas Purwo dan Bangsring Under Water.

“Banyuwangi kaya akan kearifan local dan bisa melihat orang bercocok tanam, menangkap ikan, juga cara menyimpan kopi tradisional,” kata Ramsey.

“Apalagi di Banyuwangi masih banyak industri kerajinan tangan yang tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” pungkasnya.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemerintah pusat berencana akan menempatkan dermaga eksekutif di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, menyusul meningkatnya kecenderungan masyarakat yang mengendarai mobil pribadi saat berlibur, pasca di bukanya jalan tol Jakarta-Surabaya.

Untuk memastikan hal itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan, Budi Setiyadi meninjau langsung dermaga di Pelabuhan Gilimanuk Bali dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi didalam mengantisipasi peningkatan volume penumpang kapal di saat liburan Lebaran 2019 mendatang.

“Karena saat angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 lalu rupanya masyarakat yang menyeberang ke Pulau Bali meningkat segnifikan,” ujar Budo.

“Ini pengaruh dengan telah dibukanya jalan tol Jakarta-Surabaya, terhadap kecenderungan perilaku masyarakat yang lebih senang mengendarai kendaraan pribadi dari pada angkutan umum, seperti Bus, kereta api maupun pesawat yang capaian angkanya mengalami penurunan,” paparnya.

Budi mengaku, justru yang meningkat adalah transportasi kapal laut utamanya di lintas Ketapang-Gilimanuk karena banyak wisatawan domestic maupun manca negara yang memilih Pulau Bali untuk menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru 2019 lalu.

“Saya juga telah mendapat pemaparan dari General Manager PT ASDP Ketapang-Gilimanuk, Pak Solikin mengenai kecenderungan peningkatan volume penumpang kapal di masa liburan panjang serta potensi membeludaknya pengguna jasa penyeberangan di saat angkutan Lebaran 2019,” tutur Budi.

Oleh sebab itulah kata Budi, pihaknya telah berdiskusi dengan GM ASDP tentang rencana adanya dermaga eksekutif di lintas Ketapang-Gilimanuk seperti yang sudah ada di lintas Merak-Bakauhuni.

Budi beralasan, saat ini Banyuwangi sudah menjadi daerah jujugan wisata dan banyak wisatawan asing juga datang ke Banyuwangi.

“Sehingga, semua sarana prasarana di pelabuhan harus segera di perbaiki terutama dari aspek transportasinya,” ungkap Budi.

Dia menambahkan, pada masa liburan Natal dan Tahun Baru 2019 lalu, pengguna jalan mobil pribadi yang melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek atau dari Cawang ke Cikampek meningkat hingga 50 persen, yang dihari biasa berkisar 5000 unit meningkat menjadi 10000 an unit perhari.

“Sebelum angkutan Lebaran 2019 mendatang, jalur tol LPT dari Cikampek hingga ke KM 46 di perkirakan sudah selesai pembangunannya, sehingga akan menjadi magnet bagi masyarakat untuk mengendarai mobil pribadi saat mudik dengan melintas di jalan tol itu,” pungkas Budi.

More Articles ...