radiovisfm.com, Banyuwangi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan seluruh daerah untuk memperbaiki sekaligus melampirkan data data terkait 8 area pencegahan korupsi di website KPK, yakni korsupgah.kpk.id.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat memberikan pembinaan kepada ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi.

“Kami sengaja memilih Banyuwangi karena eye catching,” ungkap Saut.

Saut juga mencermati sejumlah progress yang telah diraih Banyuwangi. Mulai daerahnya yang banyak menampilkan bangunan berarsitektur hijau, masyarakat yang lebih kompetitif, pengembangan sektor pariwisata, hingga kinerja makroekonomi.

“Angka-angka (indikator kinerja Banyuwangi) yang muncul sebagai bukti apa yang telah dilakukan Banyuwangi,” kata Saut.

Dalam kesempatan itu, Saut juga mengingatkan Banyuwangi dan daerah lainnya untuk memperbaiki data sekaligus melampirkan data-data terkait delapan area pencegahan korupsi di website KPK.

“Ini perlu dilakukan Banyuwangi jika ingin naik kelas. Sebenarnya angkanya di lapangan baik, tapi ternyata belum semua diisi oleh Banyuwangi,” tutur Saut.

“Misalnya kalau ASN, apa sudah ada proses jenjang karirnya juga bagaimana model pertanggungjawabannya dana desa dan sebagainya. Berbagai indikator tersebut harus diisi,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Saut bahkan menawarkan bantuan apa yang bisa dilakukan KPK untuk Banyuwangi. KPK bisa turun membantu dari lima tugas KPK, mulai dari supervisi, monitoring, hingga koordinasi.

“Nantinya ada kordinator wilayah yang bertanggung jawab akan melihat secara detail apalagi yang bisa dibantu oleh kpk,” kata Saut.

Bahkan, Saut juga meminta kepada Bupati Anas agar di dalam Mal Pelayanan Publik untuk disiapkan 1 ruangan khusus melayani Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKHPN) dan gratifikasi.

“Sehingga para pegawai atau ASN Banyuwangi bisa dijaga integritas mereka untuk focus pada pemberian dan bukan penerimaan,” ungkap Saut.

Karena menurut Saut, soal penerimaan itu urusan negara namun penerimaan pribadi tidak di perbolehkan.

“Sehingga semuanya masuk ke negara kalaupun ada Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) didalamnya,” imbuh Saut.

Mal Pelayanan Publik Banyuwangi melayani 199 layanan secara terintegritas di dalam satu tempat.

Selama di Banyuwangi, Saut menggelar kegiatan berupa penyuluhan dan kampanye anti korupsi. Mulai mendongeng bersama anak TK dan SD, penyuluhan pelajar dan mahasiswa, hingga sosialisasi program KPK kepada pemangku kebijakan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir dalam acara tersebut, menghimbau semua ASN maupun masyarakat Banyuwangi untuk memanfaatkan kegiatan dari KPK tersebut.

“Seperti memperkaya konten-konten edukatif anti korupsi hingga model-model pengisian LHKPN bagi para pejabat Banyuwangi,” kata Bupati Anas.

Bupati Anas meminta para ASN untuk menggunakan kesempatan langka ini dengan memanfaatkan untuk belajar dan meningkatkan integritas serta lingkungannya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Maskapai nasional Citilink Indonesia akan membuka rute penerbangan Denpasar-Banyuwangi yang di rencanakan pada awal Agustus mendatang. Ini merupakan strategi yang dilakukan Citilink untuk menarik lebih banyak wisatawan asing berkunjung ke Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan Citilink dalam waktu dekat akan membuka rute Denpasar – Banyuwangi.

“Saya sudah bertemu Citilink beberapa waktu lalu. Sehingga, setelah rute Manado – Banyuwangi yang sudah jalan, Citilink akan ekspansi rute Bali – Banyuwangi,” papar Bupati Anas.

“Apa yang dilakukan citilink ini akan berdampak positif pada geliat pariwisata Banyuwangi,” imbuhnya.

Pasalnya, dengan makin banyaknya pintu menuju Banyuwangi dinilai akan mempermudah wisatawan yang hendak berkunjung. Ditambah dengan rute baru Banjarmasin – Banyuwangi pp oleh Xpress Air yang akan dioperasikan pada awal Agustus juga, Bupati Anas mengaku optimis akan perkembangan wisata di Banyuwangi.

“Karena orang semakin mudah menuju Banyuwangi,” tutur Bupati Anas.

Harismawan Wahyu Adi, VP Cargo dan Ancillary Citilink Indonesia mengatakan bahwa Citilink bersama Kementrian Pariwisata telah menggelar Forum Group Discussion (FGD) penguatan rute internasional Citilink Kuala Lumpur – Banyuwangi. FGD tersebut antara lain membahas strategi baru Citilink untuk menarik wisatawan ke Banyuwangi dengan membuka rute menuju Banyuwangi dari Bali.

“Rute Denpasar – Banyuwangi pp ini dibuka untuk menarik wisatawan dari Malaysia,” ungkap Haris.

Sementara saat ini sudah jalan Kuala Lumpur – Banyuwangi, sehingga bagi wisatawan Malaysia yang ke Banyuwangi nantinya bisa langsung ke Bali, lalu pulang kembali ke negaranya dari Bali. Sebaliknya, wisatawan yang ke Bali, bisa lanjut berlibur ke Banyuwangi, lalu balik ke Malaysia.

“Citilink juga telah membuka rute Manado – Banyuwangi sejak satu bulan lalu. Manado saat ini banyak dikunjungi wisatawan dari Tiongkok,” tuturnya.

Dengan dibukanya rute ini Haris berharap dapat menarik wisatawan Tiongkok ke Banyuwangi. Setelah berlibur di Banyuwangi, wisatawan tersebut bisa melanjutkan perjalanannya dari Banyuwangi ke Bali lalu terbang ke Tiongkok.

“Strategi ini dilakukan kami untuk memperkuat konektivitas penerbangan domestik dan menguatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Banyuwangi,” ujar Haris.

Diakuinya, Banyuwangi bakal menjadi minihub bagi pihaknya. Selain dua rute tersebut, Citilink berencana membuka rute Balikpapan – Banyuwangi dan Yogyakarta – Banyuwangi pp.

“Ini adalah penguatan rute yang ada dan kami ingin menjadikan Banyuwangi sebagai mini hub,” ungkap Haris.

“Beberapa titik dihubungkan dengan Banyuwangi. Tujuannya untuk meng-connect-kan dari luar ke Banyuwangi dan Citilink mengcreate beyond-nya guna mendatangkan wisatawan manca negara,” pungkasnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dibalik meriahnya perhelatan lomba lari Banyuwangi Ijen Green Run 2019, terselip satu kisah menyentuh tentang persahabatan dua pelari.

Dia adalah Twanto Nyoto Atmojo berhasil menyelesaikan kategori 9 KM Banyuwangi Ijen Green Run 2019, di Taman Gandrung Terakota Banyuwangi, Minggu (21/7/2019).

Sepintas, Nyoto sama dengan para pelari lainnya. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, ada yang berbeda dari pelari asal Surabaya tersebut. Ia membawa dua buah nomor dada sekaligus.

“Ini adalah nomor dada teman saya, mendiang Subianto Limbono,” ungkap Nyoto.

Mereka sama-sama sudah mendaftar Ijen Green Run, namun takdir berkata lain. Subianto dipanggil satu bulan yang lalu oleh Yang Maha Kuasa.

Nyoto sengaja membawa nomor dada teman karibnya tersebut sebagai penghormatan terakhir dirinya kepada sahabat sejak kecilnya tersebut. Ia dengan Subianto telah berteman sejak duduk di bangku SMP. 

“Saya terus berkawan dengan Subianto. Bahkan di beberapa tahun terakhir, kami memiliki hobi yang sama, yakni lari,” ujar Nyoto.

Akhirnya, mereka tergabung dalam komunitas lari VIVA RUN, dan menjajal banyak event. Sejak pertama kali dibuka pendaftaran Banyuwangi Ijen Green Run pada dua bulan silam, kedua sahabat karib tersebut langsung mendaftar. Ia sendiri mendapat nomor 8102. Sedangkan Subianto mendapatkan nomor 8104. Keduanya bersama anggota komunitas lari Viva Run Surabaya telah mempersiapkan diri untuk ikut event yang memasuki tahun keempat ini.

Satu bulan sebelum penyelenggaraan, keduanya melakukan perjalanan bisnis ke Melbourne, Australia. 

“Saat akan pulang dari Melbourne itulah, ia mengalami serangan jantung, dan wafat di sana,” tutur Nyoto.

Meski sahabatnya sudah tiada, Nyoto bersama komunitas larinya tetap datang dan mengikuti kompetisi lari yang dihelat pemkab Banyuwangi ini.

“Ini adalah satu cara untuk mengenang persahabatan kami yang telah terjalin puluhan tahun,” kata Nyoto.

Banyuwangi Ijen Green Run ini, menjadi penanda persahabatan abadi Nyoto dan Subianto.

“Meski hanya dengan nomor dadanya, tapi bagi saya, Subianto tetap berlari di samping saya. Mohon doanya ya,” pungkas Nyoto.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sosialisasi Deseminasi Informasi Sumberdaya Strategis Nasional Spektrum Frekuensi Radio yang di gelar Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Jawa Timur di Banyuwangi berlangsung semarak.

Kegiatan yang di kemas dalam acara Car Fee Day ini di gelar di Taman Blambangan Banyuwangi, Minggu (21/7/2019) dibuka dengan senam bersama yang diikuti oleh ratusan lapisan masyarakat mulai dari pelajar, mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat umum.

Di tengah-tengah pelaksanaan senam, Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas 1 Surabaya Jawa Timur, Sensilaus Dore ikut memberikan sosialisasi tentang sumberdaya spektrum frekuensi.

Tidak hanya sekedar memberikan sosialisasi kepada ratusan masyarakat yang memadati jalan Diponegoro depan Gesibu Blambangan, dalam kesempatan itu Balai Monitor (Balmon) kelas 1 Surabaya juga membagikan door prize seperti kaus, dispenser, rice cooker, dua buah ponsel dan satu sepeda gunung, bagi para peserta car free day.

Kegiatan sosialisasi ini digelar Balmon dengan cara yang berbeda,” ungkap Sensilaus.

Pihaknya sengaja memilih sosialisasi dalam Carr Fre day ini karena bisa bertemu dengan seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang yang berbeda sehingga informasi yang di sampaikan bisa lebih mengena kepada masyarakat.

Sensilaus menjelaskan, sosialisasi ini juga bagian untuk membangun kesadaran dan kepatuhan hukum masyarakat Jawa Timur, khususnya di Banyuwangi dalam penggunaan spektrum frekuensi radio serta perangkat atau alat telekomunikasi. Apalagi, penggunaan frekuensi radio di Banyuwangi juga sangat besar.

“Penggunaan spektrum frekuensi radio harus sesuai dengan peruntukannya serta tidak saling menganggu mengingat sifat spektrum frekuensi radio dapat merambat ke segala arah tanpa mengenal batas wilayah negara,” papar Sensilaus.

Spektrum frekuensi radio dinilainya memiliki manfaat sangat strategis antara lain untuk keperluan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi, telekomunikasi khusus, penyiaran, navigasi dan keselamatan, Amatir Radio dan KRAP, serta sistem peringatan dini bencana alam yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sensilaus mengaku senang bisa hadir di Banyuwangi di harapkan masyarakat setempat akan bisa memahami pentingnya pemanfaatan sumber daya spektrum frekuensi radio dan mendukung penggunaannya yang tertib sesuai dengan peruntukannya serta tidak saling mengganggu. Karena kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan.

“Sosialisasi yang diberikan Balmon ini tidak lain sebagai upaya dan komitmen dalam menjaga potensi, urgensi, dan regulasi Spektrum Frekuensi Radio (SFR) di Jawa Timur khususnya di Banyuwangi,” tutur Sensilaus.

Dalam kesempatan tersebut, Balmon Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Surabaya juga mendirikan stand untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan memberikan informasi seluas-luasnya tentang penggunaan spektrum frekuensi radio dan perangkat telekomunikasi yang benar.

Juga menyebarkan brosur kreatif, merchandise berisi imbauan penggunaan spektrum frekuensi radio, audensi, dan games dengan door prize kaos menarik kepada warga yang berpartisipasi.

Kemudian pembagian dan pengisian questioner, serta interaksi tanya jawab langsung dalam forum question and answer (QnA) dengan masyarakat terkait penggunaan spektrum frekuensi radio juga penggunaan perangkat telekomunikasi yang berstandar sesuai ketentuan dan perundang-undangan.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk memperluas jangkauan peserta dari event Sporttourism yang di gelar, Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan perusahaan penyedia jasa tekhnologi.

Ditahun 2019 ini, berbagai event yang dihadirkan Banyuwangi Festival semakin kaya dan beragam, salah satu yang menonjol adalah event sporttourism.

Terdapat 13 event seru yang bisa diikuti para penghobi olahraga. Salah satu adalah lomba lari Banyuwangi Ijen Green Run, yang digelar Minggu (21/7/2019) lalu.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan, Banyuwangi Ijen Green Run yang pada tahun ini memasuki tahun ke-empat pelaksanaan dinilai semakin dikenal oleh pelari trail run.

“Lomba lari di lereng Gunung Ijen ini jadi salah satu event lari yang mulai diincar pelari trail run dari berbagai kota di Indonesia,” ungkap Bupati Anas.

Untuk ditahun 2019 ini, tercatat ada 560 pelari yang berkompetisi di tiga kelas, mulai 9K, half marathon (22K), dan marathon (42K).

Selain diikuti pelari dari sejumlah daerah, ada pula pelari asing yang turut dalam lomba ini. Sebut saja Kenya, Prancis, hingga Belanda yang turut menjajal trek lereng Ijen. Bahkan peserta dari luar kota juga semakin meningkat.

“Untuk itu, kami terus berupaya mempermudah bagi para penghobi olahraga yang ingin bergabung dalam ajang Ijen Green Run itu,” kata Bupati Anas.

“Salah satu cara yang ditempuh pemkab adalah berkolaborasi dengan perusahaan penyedia sistem teknologi manajemen event dan hiburan untuk memperluas jangkauan pesertanya,” paparnya.

Menurut Bupati Anas, melalui kolaborasi dengan perusahaan penyedia jasa teknologi ini diharapkan semakin mempermudah peserta dalam pembelian maupun penukaran tiket.

“Harapannya, dengan kemudahan ini akan menarik minat para wisawatan minat khusus, olahraga untuk berkunjung ke Banyuwangi,” tutur Bupati Anas.

Ditambahkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi Wawan Yadmadi, bahwa pemkab telah berkolaborasi dengan perusahaan penyedia sistem teknologi manajemen event dan hiburan, LOKET untuk memperluas jangkauan peserta.

Dalam kolaborasi ini, LOKET memberikan dukungan sebagai official partner management ticketing dalam 11 event sport tourism di Banyuwangi yang diawali dengan Banyuwangi Ijen Green Run 2019.

“Kolaborasi dengan Loket ini berlangsung hingga tahun 2020,” tutur Wawan.

Daftar kegiatan sport tourism yang ada di Banyuwangi, nantinya dapat diakses calon wisatawan melalui laman loket.com/banyuwangisporttourism.

Sementara itu, Ario Adimas VP Marketing LOKET menyatakan kebanggaaannya bisa terlibat pengembangan sport tourism di Banyuwangi yang dinilainya telah menjadi perbincangan para wisatawan pecinta olahraga.

“Kami bangga berkesempatan untuk turut serta dalam pengembangan destinasi sport tourism di Banyuwangi yang telah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia,” ungkap Dimas.

Dukungan ini merupakan yang pertama untuk sport tourism setelah kolaborasi sebelumnya dengan pemerintah dalam penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games tahun 2018.

“Kami ingin kolaborasi ini dapat membantu kemajuan pariwisata serta menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi sport tourism terfavorit di Indonesia,” pungkas Dimas.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 560 pelari dari dalam dan luar negeri meramaikan lomba lari Banyuwangi Ijen Green Run 2019 yang melintasi lereng Gunung Ijen, Banyuwangi, Minggu (21/7/2019).

Kompetisi lari ini dibuka langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. 

Tercatat ada puluhan pelari dari 12 negera meramaikan perhelatan yang masuk dalam salah satu agenda Banyuwangi Festival ini. Diantaranya dari Kenya yang merupakan salah satu negara penghasil pelari di dunia. Juga dari Prancis, dan Belanda. Ada pula yang datang dari Makasar, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya. 

“Pesertanya 50 persen lebih dari luar Banyuwangi,” ungkap Bupati Anas.

“Berlari menyusuri Ijen dinilai sebagai pengalaman yang menyenangkan,” imbuhnya.

Peserta pertama yang di lepas adalah kategori Marathon 42K, lalu half marathon 22K, dan terakhir 9K. 

Bupati Anas menyampaikan kepada para peserta bahwa mereka tidak hanya berlari namun juga menyusuri kawasan Ijen Banyuwangi yang sejuk. Melewati kebun kopi, hutan pinus, hingga hamparan lahan bawang putih yang sangat menarik. 

“Di sepanjang rute yang dilalui, para peserta juga menikmati kesenian local dari masyarakat setempat dan pemandangan hijau,” kata Bupati Anas.

Para pelari ini disuguhi trek yang menantang. Perpaduan antara tanjakan dan turunan yang curam, jalanan yang licin hingga sungai yang menghadang. Tenaga dan adrenalin peserta benar-benar dikuras. 

Mereka mengambil garis start dari Taman Gandrung Terakota (TGT) di kawasan Jiwa Jawa Resort, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Taman terakota ini berdiri di atas hamparan sawah produktif seluas tiga hektare di lereng Gunung Ijen. Terdapat ratusan patung gandrung dari gerabah (terakota) yang diletakkan di sawah tanpa mengubah fungsi sawah.

Di kawasan tersebut terdapat amphiteater dan sebuah panggung dari bambu yang menjadi pentas bagi penari. Setiap bulan, di taman ini digelar Festival Lembah Ijen yang menampilkan sendratari Meras Gandrung, yang menceritakan prosesi penari untuk menjadi seorang Gandrung profesional, yang tidak hanya menari namun juga piawai menjadi sinden. 

“Kompetisi lari ini dikemas dalam sebuah event sporttourism. Para pelari tidak hanya berlari, tapi mereka berolahraga sembari menikmati keindahan alam Taman Wisata Alam Gunung Ijen,” ujar Bupati Anas.

Para peserta menyusuri jalur yang melalui cukup menantang, mulai dari tanjakan, turunan yang curam sampai menyeberangi sungai. Rute yang dilalui juga melewati pemukiman warga desa. Bahkan, beberapa warga menyambut para pelari dengan menghidangkan aneka camilan tradisional seperti pisang rebus, ubi, dan kacang rebus.

“Ajang sport tourism seperti Ijen Green Run ini memiliki pangsa pasar tersendiri. Tapi harus tetap ada inovasi agar penyelenggaraannya selalu dinantikan dan diminati,” pungkas Bupati Anas.

Sementara itu, pemenang utama kelas 42K kategori men open masih dipegang oleh Samson Karega Kamau. Dengan catatan waktu 03:40:43, pelari asal Kenya itu berhasil mengulang kesuksesannya menjadi jawara Ijen Green Run 2019, setelah sebelumnya meraih juara yang sama di 2018.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi akan kembali menggelar karnaval kostum etnik megah, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang masuk dalam Top 10 event nasional dan bakal di buka langsung oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Untuk ditahun 2019 ini, BEC bertemakan The Kingdom of Blambangan dan akan digelar pada Sabtu (27/7/2019).

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, Banyuwangi kembali menggelar BEC untuk ke-sembilan kalinya sebagai rangkaian Banyuwangi Festival 2019.

“Pemda merancang BEC bukan sekedar festival. Namun ini adalah bentuk transformasi budaya tradisional ke dalam bentuk baru yang menarik untuk dinikmati,” ujar Bupati Anas.

“Saya bersyukur BEC mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat dengan menjadikannya TOP 10 even nasional yang rencananya akan dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata,” ungkapnya.

BEC adalah satu event besar dalam rangkaian Banyuwangi Festival yang selalu ditunggu-tunggu oleh wisatawan. Parade kolosal ini bakal menampilkan 120 kostum megah yang memvisualisasikan kisah kejayaan Kerajaan Blambangan dan kisah kemakmuran warganya. 

Tema ini diangkat karena sarat akan momen historikal yang mewarnai terbentuknya Kabupaten Banyuwangi.

Bupati Anas menjelaskan, Blambangan adalah sebuah kerajaan besar yang menjadi cikal bakal Banyuwangi. Lewat BEC penonton diajak menyelami akar tradisi, sejarah dan budaya dengan cara yang menyenangkan.

“Meski ditampilkan dalam kemasan modern namun nuansa etnik tradisionalnya dinilai akan sangat kental. BEC “The Kingdom of Blambangan” bakal berhias berbagai kostum extraganza,” kata Bupati Anas.

Karena, ratusan talent yang terlibat tersebut akan membawakan beragam kostum yang terbagi dalam 10 sub tema yang mempresentasikan kehidupan kerajaan. Ada yang Raja Blambangan, putri, sapta menggala (dewan penasihat raja), kedhaton (keraton), Loh Pampang, kapal Jung, setinggil, hingga Pura Blambangan.

Semua sub tema itu menyiratkan sejarah, seperti Loh Pampang yang kini dikenal sebagai Muncar adalah pelabuhan internasional pada jamannya yang disinggahi kapal dari banyak negara. Pura Blambangan, adalah pura Agung yang hingga kini menjadi situs keagamaan bagi warga Hindu.

“Semua ini akan dikemas dalam kreasi kostum megah dan narasi yang menambah wawasan,” tutur Bupati Anas.

Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi MY. Bramuda menambahkan, BEC akan dilaksanakan pada 27 Juli tepat pukul 12.00 WIB. BEC akan mengambil start di Jl. Veteran Taman Blambangan dan finish di depan Stadion Diponegoro di Jl. Jaksa Agung Suprapto.

“Pagelaran BEC ini akan dibuka dengan tari Gandrung Sewu dan fragmentasi sendratari yang menceritakan kejayaan Kerajaan Blambangan. Baru dilanjutkan dengan penampilan parade BEC,” ujar Bramuda.

“Para talen akan memamerkan kostum mereka dengan berjalan menyusuri rute sejauh 2,5 Km,” imbuhnya.

Menurut Bramuda, sebagaimana tahun lalu, konsep BEC tahun ini kembali menghadirkan 11 panggung, yakni satu panggung utama dan 10 panggung sub tema yang masing-masing berjarak 150 meter.

Setiap panggung sub tema akan menjadi panggung atraksi bagi masing-masing talent sub tema BEC. Sehingga, penonton tidak perlu berjubel di panggung utama di Taman Blambangan karena sudah disediakan spot-spot panggung di sepanjang rute.

“Selain bisa melihat atraksi talen BEC, juga bakal dihibur oleh artis dan musisi local,” pungkas Bramuda.

More Articles ...