radiovisfm.com, Banyuwangi - Kementrian Perhubungan mendukung pembangunan Terminal Wisata Terpadu Banyuwangi.

Hal itu di sampaikan Direktur Jendral Perhubungan Darat (Ditjen Hubdar) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dalam kunjungan kerjanya ke Banyuwangi, salah satunya meninjau terminal terpadu pariwisata, Selasa (15/1).

“Kami siap mendukung terminal wisata terpadu Banyuwangi ini,” ungkap Budi. 

Inovasi Pemda Banyuwangi untuk menyiapkan sarana transportasi wisata yang terintegrasi dengan hotel, pusat jajanan dan oleh-oleh tersebut, mendapat apresiasi langsung dari Budi.

“Langkah inovatif ini sangat penting,” kata Budi.

“Di Kemenhub, kami mengenal konsep terminal itu hanya terminal kelas A, B atau C dan terminal Barang. Sehingga belum terpikir sampai ada terminal wisata terpadu seperti di Banyuwangi ini, yang sangat penting dan inovatif,” paparnya.

Terminal wisata yang berada di lahan seluas satu hektar tersebut terletak di lokasi yang strategis, pintu masuk kota Banyuwangi. Terminal wisata dulunya adalah pasar rakyat yang kini direvitalisasi menjadi pasar pariwisata dan terminal terpadu.

Terminal wisata terpadu ini, nantinya menjadi pusat aktivitas pariwisata Banyuwangi. Di sini akan dilengkapi Tourist Information Centre (TIC), kios oleh-oleh, terminal pusat transportasi untuk menuju ke tempat-tempat pariwisata. Juga ada dormitory, kios dan los pasar, serta nantinya juga dibangun kafe, musala, counter agen perjalanan wisata.

“Inovasi ini layak untuk direplikasi ke berbagai daerah yang sedang mengembangkan sektor wisata, karena dianggap sebagai lingkungan yang saling sinergis,” ujar Budi.

“Saya akan mencoba untuk membicarakannya di pusat,” imbuhnya.

Dan Inovasi ini dinilainya penting untuk diterapkan di daerah wisata, seperti halnya di danau Toba.

Budi pun menyatakan siap mendukung pengoperasian terminal wisata terpadu ini.  Misalnya bila Banyuwangi membutuhkan kendaraan bus untuk angkutan wisata di terminal tersebut. 

“Minimal ada Damri untuk support mengangkut wisatawan,” pungkas Budi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap adanya sinergitas yang bisa dikembangkan lebih lanjut bersama Kementrian Perhubungan.

“Saya berharap Ditjen Hubdar yang memiliki kewenangan dalam penanganan transportasi darat, bisa turut mengembangkan terminal terpadu ini,” ungkap Bupati Anas.

Pasalnya, Pemkab Banyuwangi memiliki keterbatasan di dalam mengelola terminal ini. Untuk itu, ke depannya, semua pihak, terlebih dari Ditjen Hubdar bisa ikut serta berkolaborasi mengembangkan daerah.

“Seperti halnya mempersiapkan operasional kendaraannya,” kata Bupati Anas.

Terminal yang didesain oleh arsitektur kenamaan tanah air Andra Matin tersebut, dibangun menjadi pasar moderen dengan konsep go green. Terminal ini digarap sejak 2017, dan ditargetkan akhir 2019 pembangunannya telah tuntas.

Selain mengunjungi terminal terpadu, Ditjen Hubdar juga berkunjung ke Mall Pelayanan Publik yang dikembangkan Banyuwangi. Di mall tersebut, semua pelayanan dapat diakses dalam satu atap.

Bupati Anas juga mengajak Ditjen Hubdar untuk bisa membuka pelayanan yang berkaitan dengan kendaraan dalam Mall Pelayanan Publik. Seperti layanan uji remisi kendaraan bermotor.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebagai bagian dari pemerataan kualitas pelayanan public, Pemkab Banyuwangi bakal membangun “Pasar Pelayanan Publik” di kompleks pasar tradisional.

Salah satunya di Pasar Genteng Wetan Kecamatan Genteng, yang berada di wilayah Banyuwangi Selatan dan kondisi bangunannya masih asli di beberapa area.

Saat mengecek Pasar Genteng Wetan, Senin (15/1), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Pasar Pelayanan Publik tersebut sama dengan Mal Pelayanan Publik yang sebelumnya telah berdiri di pusat kota Banyuwangi.

“Banyuwangi adalah kabupaten terluas di Pulau Jawa. Sementara, jarak daerah di wilayah selatan ke pusat kota bisa ditempuh selama dua jam perjalanan,” ujar Bupati Anas.

“Setelah Mal Pelayanan Publik berdiri di pusat kota, kini kami membuat layanan terintegrasi serupa di kawasan selatan Banyuwangi,” imbuhnya.

Hal ini dinilai sebagai bagian dari pemerataan kualitas pelayanan publik, sehingga warga yang jauh dari pusat kota bisa merasakan layanan dalam standar yang sama dengan warga di kota.

Mal Pelayanan Publik Banyuwangi yang beroperasi sejak 2017, kini telah melayani 200 izin/dokumen dalam satu tempat. Banyuwangi termasuk kabupaten pertama di Tanah Air yang mengembangkan mal pelayanan publik.

Bupati Anas menjelaskan, Pasar Pelayanan Publik yang langsung menyatu dengan pasar tradisional ini juga dimaksudkan untuk memudahkan warga dalam mengurus dokumen atau perizinan.

“Pasar tradisional adalah tempat berkumpulnya orang. Nanti warga yang berbelanja kebutuhan rumah tangga ke pasar, bisa langsung mengurus surat-surat yang dibutuhkan. Mereka tidak harus lagi datang ke kantor kecamatan,” papar Bupati Anas.

Diakui Bupati Anas, nantinya kondisi Pasar Pelayanan Publik ini akan dibuat nyaman dengan ruangan sejuk dan penataan rapi serta terkomputerisasi.

Dalam tahap awal, dokumen/izin yang bisa dilayani di Pasar Pelayanan Publik tersebut adalah yang dalam otoritas pemerintah kabupaten, seperti administrasi kependudukan dan perizinan usaha. 

“Ini semacam Mal Pelayanan Publik namun dalam unit kecil,” ungkap Bupati Anas.

Karena jika di Mal Pelayanan Publik ada layanan dari BPOM, kepolisian, BPN, Kementerian Agama, PLN, BPJS, Ditjen Keimigrasian, dan sebagainya. Ke depan secara bertahap, layanan dari instansi non-pemerintah kabupaten juga akan dibawa ke Pasar Pelayanan Publik tersebut.

“Kami targetkan Pasar Pelayanan Publik itu beroperasi pada tahun 2019 ini dan berbagai kesiapan kini tengah di lakukan pemerintah daerah,” kata Bupati Anas.

Dipilihnya Pasar Genteng Wetan bukan tanpa alasan. Pasar tersebut merupakan salah satu pasar terbesar di wilayah selatan Banyuwangi yang luasnya 10.510 meter persegi. Disetiap hari, di Pasar Genteng Wetan ini paling ramai dikunjungi warga Banyuwangi kawasan selatan.

“Sehingga dengan dibukanya Pasar Pelayanan Publik tersebut di harapkan bisa dimanfaatkan banyak orang,” pungkas Bupati Anas.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Memasuki pelaksanaan pembangunan daerah 2019, “baterai” jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Banyuwangi diisi oleh Dr (HC) Ary Ginandjar Agustian, yang merupakan pengembang metode pelatihan emosional dan spiritual sekaligus pendiri ESQ Leadership Center. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pelatihan tersebut sengaja digelar awal tahun ini untuk membangkitkan kembali semangat para ASN didalam menjalankan tugasnya. Mereka diingatkan ulang mengenai tanggung jawab dan kewajiban yang harus dipenuhi dalam melayani masyarakat.

“Setahun lamanya para ASN bekerja dan meski ditengah banyak keterbatasan, tapi Banyuwangi bisa terus maju,” ujar Bupati Anas.

“Tentu masih banyak kekurangan dan itu yang harus terus dibenahi,” imbuhnya.

Bupati Anas mengaku masih banyak pekerjaan rumah, sehingga perlu lebih semangat lagi ke depannya.

“Diibaratkan baterai, energy dan pikiran para ASN bisa habis sehingga perlu di charge agar siap menghadapi tantangan 2019,” kata Bupati Anas.

Ditambahkan Bupati Anas, dalam pelatihan ini para ASN juga diajak mengevaluasi kembali apa-apa yang telah dilakukan. Sehingga ke depan bisa fokus memperbaiki kinerja, serta membenahi apa yang masih kurang.

“Metode pelatihan dipercaya sebagai salah satu alat yang efektif untuk meningkatkan produktivitas,” tutur Bupati Anas.

Dicontohkan, pelatihan di lembaga-lembaga pelayanan kesehatan Amerika Serikat telah menyebabkan rumah sakit di sana mencapai Return on Investment sebesar 1,74 dolar AS untuk setiap dolar yang diinvestasikan dalam pelatihan. Pelatihan tersebut juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas sebesar 40%. 

“Oleh sebab itu, setelah pelatihan ini di harapkan para ASN bisa meningkatkan kinerjanya,” imbuh Bupati Anas.

Sementara itu, proses “isi baterai” yang berlangsung selama dua hari tersebut juga menjadi ajang konsolidasi internal serta menguatkan ikatan kerja antar Organisasi Perangkat Daerah. 

“Kerja kolaboratif yang telah menjadi modal Banyuwangi dalam menjalankan pembangunan daerah, diharapkan akan semakin mendorong berbagai perubahan ke arah yang lebih baik,” pungkas Bupati Anas.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dengan dukungan Kementerian Pariwisata, Pemkab Banyuwangi meluncurkan promosi paket wisata terutama untuk menggaet wisatawan mancanegara (wisman) dari Malaysia. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, di awal tahun biasanya memang low season, karena wisatawan sudah liburan semua saat akhir tahun.

“Maka dengan dukungan Kementerian Pariwisata, kini ada program Wonderful Banyuwangi Hot Deals yang berlaku mulai Januari sampai Maret 2019,” tutur Bupati Anas.

Dalam program ini, wisatawan hanya perlu membayar 995 MYR (Ringgit Malaysia) atau berkisar Rp 3,8 juta untuk mendapatkan paket wisata berlibur ke Banyuwangi, termasuk tiket Kuala Lumpur-Banyuwangi pergi-pulang yang dilayani Citilink, menginap dua malam di sejumlah hotel berbintang di Banyuwangi, transportasi lokal, menikmati sejumlah destinasi wisata, hingga berkuliner.

“Strategi paket wisata dalam kemasan Wonderful Banyuwangi Hot Deals ini adalah bagian untuk mendongkrak kunjungan wisman ke Banyuwangi,” kata Bupati Anas.

“Semua pemangku kepentingan dilibatkan, mulai hotel, pengelola destinasi, hingga agen perjalanan wisata,” imbuhnya.

Diakui Bupati Anas, jika di pemasaran smartphone ada strategi bundling, jual ponsel sekaligus layanan operator selulernya. Untuk di wisata ini, ada tiket pesawat, hotel, kuliner, destinasi wisata, dikemas dalam satu paket penjualan dengan harga lebih murah.

“Kalau bahasanya Menteri Pariwisata Arief Yahya, more for less. You get more, you pay less. Dan wisman mendapat banyak keuntungan dengan harga bersaing,” papar Bupati Anas.

Dia meyakini strategi itu bisa menggerakkan pariwisata lokal di saat low season. Karena perilaku konsumen dipastikan senang dengan diskon. Apalagi kalau diskonnya besar seperti paket Wonderful Banyuwangi Hot Deals ini.

“Tinggal strategi waktunya untuk diskon. Utama nya disaat sepi seperti di awal tahun,” ungkap Bupati Anas.

“Penawaran apalagi dengan diskon pasti menciptakan permintaan,” tuturnya.

Program-program serupa juga akan dilakukan oleh Banyuwangi ke depan. Misalnya, saat bulan puasa, bisa dipastikan tingkat kunjungan wisatawan nusantara menurun, apalagi bagi Banyuwangi yang mengandalkan wisata alam seperti pegunungan, pantai, dan taman nasional.

“Sebab itu, di saat bulan puasa mendatang, paket wisatanya dikonsentrasikan ke pasar non-Muslim,” kata Bupati Anas.

Misalnya wisatawan Australia, digalang lewat Bali melalui paket wisata di Banyuwangi.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tarif transportasi penerbangan di Bandara International Banyuwangi mengalami penurunan, menyusul adanya keputusan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) yang menurunkan tarif tiket penerbangan domestic.

Seperti rute Jakarta-Banyuwangi dan Surabaya-Banyuwangi maupun sebaliknya. Juga rute Kuala Lumpur-Banyuwangi yang kini dilayani di Bandara International Banyuwangi.

District Sales Manager Citilink Banyuwangi, Dadang Teguh Setiawan, mengatakan, harga tiket Citilink rute Banyuwangi-Jakarta turun di kisaran Rp800 ribu per Senin (14/1) dari sebelumnya di atas Rp1 juta.

“Untuk rute lainnya bisa jadi lebih tinggi dari rute Banyuwangi, melihat lama durasi perjalanannya,” ungkapnya.

Dadang memperkirakan, penurunan harga tiket ini akan berdampak pada peningkatan okupansi penumpang menuju Banyuwangi di masa low season yang selalu terjadi saat awal tahun, yang  menyebabkan pariwisata tidak bergeliat.

“Dengan pemotongan tarif ini, saya yakin bisa menarik minat orang untuk ke Banyuwangi. Dengan pertimbangan biaya yang hampir sama, wisatawan akan memilih pesawat daripada jalur darat yang memakan waktu lebih lama,” papar Dadang.

Demikian halnya dengan maskapai Nam Air yang juga melakukan penyesuaian tarif tiket dengan penurunan harga hingga 30 persen sejak awal Januari. Tariff rute Jakarta-Banyuwangi yang semula Rp1,4 juta saat ini turun menjadi Rp775 ribu per tiket.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut positif keputusan sejumlah maskapai yang mulai menurunkan harga tiketnya.

“Bagi saya, harga tiket juga menjadi salah satu pertimbangan bagi penumpang, khususnya bagi wisatawan yang akan mengunjungi suatu daerah,” tutur Bupati Anas.

“Ini akan memberikan kesempatan bagi para wisatawan yang ingin menikmati penerbangan seru ke Banyuwangi dengan ongkos yang hemat,” imbuhnya.

Dengan demikian, kunjungan wisatawan ke Banyuwangi diharapkan tetap terjaga. Khususnya bisa membantu di masa low season.

“Dengan berbagai atraksi yang telah disiapkan Pemkab Banyuwangi serta dengan tawaran tarif tiket murah ini, diharapkan orang tetap terdorong untuk ke Banyuwangi,” papar Bupati Anas.

Selain tarif tiket domestik, tiket Kuala Lumpur Malaysia-Banyuwangi juga mengalami penurunan. Dari semula tarif di kisaran Rp1,2 juta, kini ada tarif promo sebesar Rp 800 ribu berlaku sejak 8 Januari 2019 hingga 3 bulan ke depan.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Industri kereta api terintegrasi dan terbesar di Indonesia milik PT INKA (Industri Kereta Api) di Banyuwangi bakal menjalankan proses groundbreaking (peletakan batu pertama) pada 24 Januari 2019. Semua persiapan teknis telah rampung dilakukan oleh BUMN perkeretaapian tersebut.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku bersyukur, pihak INKA dan mitranya dari Swiss, Stadler Rail Group, sudah beberapa hari ini di Banyuwangi. Sebelumnya, rencana groundbreaking akhir Desember 2018, namun ternyata masih perlu penyesuaian jadwal karena akan dihadiri beberapa menteri.

“Diharapkan ini segera jalan agar menjadi stimulan baru bagi ekonomi Banyuwangi,” ungkapnya.

Bupati Anas mengatakan, pembangunan pabrik INKA ini di laksanakan di lahan seluas 84 Hektar milik BUMN PTPN XII dikawasan Kecamatan Kalipuro dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 1,6 triliun. Pabrik ini akan menjadi lokasi industri INKA yang terbesar. Karena pabrik INKA di Madiun hanya seluas 22 hektare.

“Prinsipnya, pemkab mensuport pembangunan pabrik Kereta Api ini dan saya menitipkan adanya muatan local Banyuwangi pada desain bangunannnya,” kata Bupati Anas.

“Saya harap kehadiran industri perkeretaapian tidak hanya berimbas positif ke ekonomi lokal, tapi juga meningkatkan kualitas sumberdaya manusia daerah,” tuturnya.

Oleh sebab itu, dia mengaku senang karena INKA berjanji melibatkan politeknik dan SMK di Banyuwangi agar bisa menghasilkan SDM perkeretaapian yang unggul, yang bisa membanggakan sektor manufaktur Indonesia.

“INKA juga menyatakan sudah bertemu dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk mendidik SDM di Politeknik Negeri Banyuwangi yang nantinya bisa memenuhi kebutuhan sektor perkeretaapian nasional,” papar Bupati Anas.

Direktur Teknologi dan Komersial PT INKA Agung Sedaju mengatakan, groundbreaking direncanakan pada 24 Januari 2019. Semua persiapan teknis sudah selesai, pihaknya tinggal menyusun jadwal saja terkait kehadiran Menteri BUMN Rini Sumarno untuk memimpin peletakan batu pertama.

“Pembangunan tahap pertama ditargetkan rampung akhir 2019. Di awal 2020 isi mesin dan teknologi, pertengahan 2020 mulai produksi,” ujar Agung.

Dia menargetkan bisa memproduksi 4 kereta made in Banyuwangi per hari untuk memenuhi pesanan ekspor.

“Dalam pengembangan industri kereta api di Banyuwangi ini, kami menggandeng Stadler Rail Group dari Swiss,” tutur Agung.

Menurutnya, INKA telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan dunia. Namun, hanya sebatas hubungan sebagai supplier dan vendor. Tidak ada yang mau transfer of knowledge.

“Ini berbeda dengan Stadler Rail yang mau membawa teknologi dan pasarnya ke Banyuwangi,” imbuhnya.

Sehingga kata Agung, nantinya semua pesanan kereta, baik pesanan INKA maupun Stadler, diproduksi di Banyuwangi. INKA fokus di pasar Asia seperti Bangladesh, India dan Filipina. Sementara pasar Stadler di kawasan Amerika dan Eropa. Termasuk nanti mengincar Afrika dan semuanya diproduksi di Banyuwangi.

“Kami proyeksikan, industri kereta di Banyuwangi akan memproduksi berbagai jenis kereta. Seperti kereta Metro, LRV (Light Rail Vehicles), dan beberapa jenis lainnya,” paparnya.

Agung mengklaim, pabrik kereta api di Banyuwangi ini mampu menyerap tenaga kerja 500 hingga 2000 orang.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sejumlah penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas yang di luncurkan Pemkab Banyuwangi, berhasil lolos seleksi CPNS 2018 di berbagai instansi. Seperti di Mahkamah Agung (MA) hingga Pemkab Banyuwangi.

Di antara penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas yang di luncurkan pemerintah daerah sejak 2011 tersebut adalah Eva Alfina Maghfiroh, Nadiya Hilaliyatul, Iqlima, dan Muhammad Kukuh.

Mereka diberikan beasiswa untuk menyelesaikan jenjang pendidikan sarjana (S1). Setelah lulus, berbekal ijazah sarjana, mereka mencoba mengikuti seleksi CPNS dan ternyata lolos. Eva yang berkuliah di IAIN Jember mengaku senang bisa lolos CPNS.

“Seandainya tidak ada beasiswa Banyuwangi Cerdas, mungkin saya tidak bisa kuliah dan mendaftar CPNS karena kondisi perekonomian keluarga saya pas pasan,” ujar Gadis asal Desa Tegalrejo Kecamatan Tegalsari tersebut.

Eva menceritakan, ayahnya adalah pekerja bangunan. Itu yang membuat dirinya tidak yakin bisa kuliah setelah lulus SMA. Dia lalu mendaftar dan mengikuti serangkaian tes beasiswa Banyuwangi Cerdas. Setelah disurvei, Eva dinyatakan lolos dan berhak menerima beasiswa untuk kuliah.

Eva, Nadiya, dan Iqlima menjalani kuliah sejak 2013.

Selama kuliah, selain biaya pendidikan ditanggung Pemkab Banyuwangi hingga lulus, setiap bulan mereka dapat uang saku sebesar Rp 800.000. Setelah lulus kuliah, sekitar Juni 2018, Eva dan kedua temannya mengabdi sebagai guru di desa-desa terpencil di Banyuwangi melalui program Banyuwangi Mengajar. Ini merupakan syarat dari penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas, yaitu harus mengabdi di sekolah-sekolah yang jauh secara geografis. Mereka dihonor bulanan sebagai guru.

Setelah itu, Eva, Nadiya, dan Iqlima mencoba mengikuti seleksi CPNS. Setelah menjalani berbagai serangkaian seleksi, mereka akhirnya lolos dan kini diterima sebagai guru PNS di sejumlah sekolah di Banyuwangi. Demikian pula kisah Muhammad Kukuh yang lolos seleksi CPNS Mahkamah Agung.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, program Beasiswa Banyuwangi Cerdas bakal terus digeber.

“Sudah ada 750 anak muda Banyuwangi yang dikuliahkan dengan dukungan beasiswa tersebut. Total dana yang dikucurkan sekitar Rp17 miliar,” ungkap Bupati Anas.

“Pemerintah senang bisa membantu anak-anak muda Banyuwangi melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-citanya. Yang di harapkan mereka semua sukses,” papar Bupati Anas.

Tahun ini, beasiswa Banyuwangi Cerdas juga kembali digeber. Ada dua skema. Pertama, beasiswa di empat kampus negeri yang bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi. Kedua, beasiswa di seluruh kampus se-Indonesia. 

“Pendaftaran dilakukan secara online di website Dinas Pendidikan Banyuwangi,” pungkas Bupati Anas.

 

More Articles ...