radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesame, jajaran kepolisian Polres Banyuwangi memberikan bantuan kepada seorang bocah yatim piatu penderita tumor di mukanya.

Kondisi Muhammad Riqi warga Dusun Srampon RT 02 RW 01 Desa Segobang Kecamatan Licin Banyuwangi tersebut cukup mengenaskan. Hampir separuh mukanya tertutup tumor yang ada di mata kanan dan nyaris sulit dikenali wajah aslinya.

Mendapati kondisi bocah berusia 9 tahun tersebut rupanya mengetuk hati aparat Polsek Giri bersama Bhayangkari Rating Giri untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ibadah.

Dengan didampingi langsung oleh Kapolsek Giri Banyuwangi, Iptu Suryono Bhakti, para anggota Bhayangkari Polsek Giri memberikan bantuan kepada Muhammad Riqi yang kini tengah di rawat intensif di RSUD Blambangan Banyuwangi.

Bahkan penyerahan bantuan ini, disaksikan langsung oleh Suniah yang selama ini merawat Riqi, serta perawat rumah sakit dan Kepala Dusun Serampon Desa Segobang.

Ketua Bhayangkari Polsek Giri, Malkah Aini Mufidah Suryono mengatakan, setelah dirawat beberapa hari, rencananya perawatan Riqi akan di rujuk ke rumah sakit Dr Soetomo Surabaya guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

“Bantuan yang kami berikan ini merupakan penggalangan dari para donator,” ungkap Malkah.

“Dedepan, setiap bulan akan diberikan bantuan sesuai kebutuhan yang diinginkan keluarga Muhammad Riqi,” imbuhnya.

Malkah mengaku, pihaknya juga telah memberikan bantuan serupa kepada 2 anak berkebutuhan khusus yang ada di wilayah Kecamatan Giri.

Yakni Hasan (9) penderita Hidrosefalus dan Khusnun (5) penderita Stunting, yang memiliki berat badan hanya 5,7 Kg.

Perlu diketahui, Muhammad Riqi tersebut merupakan seorang anak yatim piatu dari keluarga tidak mampu yang saat ini di asuh oleh Suniah warga Dusun Srampon Desa Segobang Kecamatan Licin Banyuwangi. Sejak masih dalam kandungan, bapak Muhammad Riqi meninggal dunia.

Dan selang beberapa lama setelah melahirkan, ibu nya juga meninggal dunia. Akhirnya, bayi Muhammad Riqi di rawat oleh Yohani.

Namun tidak lama kemudian, Yohani meninggal dunia hingga akhirnya Riqi di rawat oleh Suniah, yang merupakan anak angkat dari Yohani hingga saat ini.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam rangka merayakan HUT perusahaan ke 38 tahun sekaligus sebagai upaya memberikan manfaat kesehatan kepada masyarakat Banyuwangi, PT INKA menggelar pengobatan gratis serta gowes bersama.

Dalam rangkaian kegiatan INKA peduli ini di awali dengan acara bersepeda bersama dengan start dan finish di area Hotel Manyar Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro, Sabtu (24/8/2019), bertemakan Gowes Osing Bike.

Hadir dalam kegiatan gowes ini Bayu Waskito Sudadi, Direktur Produksi PT INKA (persero) sekaligus bersama club gowes INKA, INCC. Selain dari internal INKA, gowes ini juga mengundang club club gowes BUMN di Banyuwangi, sekolah mitra binaan INKA, Forpimda Kabupaten Banyuwangi dan beberapa tokoh masyarakat.

Para peserta mengambil rute perkebunan, jalan berbatu, sawah, workshop INKA dengan tanjakan medium serta durasi menengah.

Bayu Waskito mengaku, Gowes Osing Bike ini diikuti 500 an perserta.

“Sebagai penyemangat, panitia menyiapkan berbagai hadiah yang luar biasa antara lain 60 paket asesoris sepeda, 30 unit hadiah elektronik, 10 unit sepeda dan 3 unit motor,” ujar Bayu.

“Rangkaian peringatan HUT INKA ini diadakan di 2 titik yaitu di Madiun dan Banyuwangi,” tuturnya.

Menurut Bayu, untuk di Madiun yang merupakan wilayah kantor pusat INKA, di gelar banyak kegiatan mulai lomba kompetensi, festival band, kelas kreatif, santunan yatim piatu juga pertandingan olah raga seperti badminton, basket dan futsal.

“Puncak rangkaian HUT ke 38 PT INKA ini, di laksanakan pada 31 Agustus 2019 mendatang di Madiun,” imbuh Bayu.

Di waktu yang bersamaan, panitia HUT INKA ke 38 juga melaksanakan agenda CSR INKA peduli berupa pengobatan gratis di Kantor Kelurahan Bulusan, yang diikuti 350 an warga setempat.

Kegiatan ini meliputi pengobatan umum gratis, peningkatan gizi balita, bantuan alat kesehatan disabilitas serta pemberian kacamata gratis juga berbagai pengobatan lainnya.

Usai membuka kegiatan ini, Senior Manager Humas Protokoler PKBL, Hartono mengatakan, INKA sengaja memilih kegiatan bidang olahraga dan kesehatan agar bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Utamanya bagi mereka yang kurang mampu agar bisa mendapatkan bantuan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis,” jelas Hartono.

“Ke depan, INKA juga akan menggelar pengobatan katarak gratis di Banyuwangi.,” tuturnya.

Hartono juga mengucapkan terima kasihnya atas dukungan dari banyak pihak sehingga INKA bisa melaksanakan kegiatan ini.

“Kami harap, kehadiran INKA di Banyuwangi bisa diterima serta mampu memberikan manfaat bagi warga di sekitar worshop PT INKA (persero),” pungkas Hartono.

radiovisfm.com, Banyuwangi - BPJS Kesehatan memastikan layanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tetap prima selama libur lebaran 2019. Untuk itu, peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir menjelang masa libur lebaran tahun 2019.

Mulai dari H-7 sampai H+7 Lebaran 2019, atau tepatnya mulai tanggal 29 Mei - 13 Juni 2019, peserta JKN-KIS tetap bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk BPJS Kesehatan, bahkan termasuk saat peserta mudik ke luar kota. Hal ini merupakan komitmen BPJS Kesehatan memberikan kemudahan portabilitas bagi peserta JKN-KIS.

Dalam Konferensi Pers Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan, Senin (27/05), Kepala BPJS Kesehatan Banyuwangi, Wahyu Santoso mengatakan, bagi peserta JKN-KIS yang sedang mudik dan membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota, maka dapat mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut. Layanan kesehatan ini bisa diperoleh peserta di FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Untuk daftar FKTP itu dapat dilihat di aplikasi Mudik BPJS Kesehatan atau dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400,” ungkap Wahyu.

Namun jika tidak terdapat FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat libur lebaran di wilayah tersebut, atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP, maka peserta dapat dilayani di IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.

“Pada kondisi gawat darurat, seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS,” tutur Wahyu.

“Selama para peserta mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis, maka akan dijamin dan dilayani. Fasilitas kesehatan juga tak diperkenankan menarik iuran biaya dari peserta,” paparnya.

Wahyu juga mengingatkan, pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS yang status kepesertaannya aktif. Oleh karenanya, para peserta JKN-KIS diharapkan disiplin membayar iuran khususnya peserta yang sedang mudik dan selalu membawa kartu JKN-KIS.

“Untuk mengecek status kepesertaan dan melihat riwayat tagihan atau pembayaran iuran JKN-KIS, dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN,” tutur Wahyu.

Selain itu, pihaknya juga mengembangkan aplikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat di-download secara gratis di Playstore dan Appstore. Aplikasi tersebut menyediakan telepon penting, alamat kantor BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, tanya jawab BPJS Kesehatan, info BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi-lokasi penting, serta media sosial BPJS Kesehatan.

“Tidak hanya itu, BPJS Kesehatan juga menyediakan pelayanan khusus kepada peserta JKN-KIS,” imbuhnya.

Di Kantor Cabang, Kantor Kabupaten/Kota Pulau Jawa, dan beberapa Kantor Kabupaten/Kota di luar Pulau Jawa, layanan khusus bagi peserta JKN-KIS disediakan mulai tanggal 3, 4, dan 7 Juni 2019 pukul 08.00 - 12.00 waktu setempat.

Peserta bisa melakukan pendaftaran bayi baru lahir (khusus bagi peserta Pekerja Penerima Upah/PPU dan Penerima Bantuan Iuran/PBI), pencetakan kartu bayi baru lahir, perbaikan data dan pencetakan kartu peserta PBI yang sedang dirawat inap, re-aktivasi anak PPU berusia di atas 21 tahun yang masih kuliah dan sedang dirawat inap, dan penanganan pengaduan yang membutuhkan solusi segera.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, saat ini telah dikembangkan fitur aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) di rumah sakit untuk pendaftaran bayi baru lahir peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan perhitungan denda layanan, sehingga peserta tidak perlu datang ke Kantor BPJS Kesehatan.

“Masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 yang beroperasi 24 jam termasuk hari minggu dan libur, untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan,” kata Wahyu.

Dia menambahkan, selain di Kantor Cabang, selama masa libur lebaran pihaknya juga membuka layanan khusus di rumah sakit melalui Petugas Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) rumah sakit, yang meliputi pendaftaran bayi baru lahir bagi peserta segmen mandiri, perhitungan denda layanan, dan penanganan pengaduan di rumah sakit, baik yang terkait dengan pelayanan rumah sakit maupun pengaduan yang perlu dieskalasi ke BPJS Kesehatan karena membutuhkan solusi segera.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Banyak makanan khas Banyuwangi yang di sajikan saat Bulan Ramadan, salah satunya adalah Kopyor Roti.

Kopyor roti ini terbuat dari roti tawar dipadu bihun yang disiram santan kelapa dan dibungkus daun pisang. Rasanya yang manis, kue ini biasanya menjadi santapan takjil untuk berbuka puasa warga Banyuwangi.

Sepanjang bulan puasa, kue ini sangat mudah ditemukan di antara pedagang makanan. Maklum saja, kue ini menjadi salah satu jajanan takjil yang banyak diburu masyarakat. Dan biasanya dijual saat siang hingga sore hari menjelang buka puasa.

Salah satu pembuat kuliner ini adalah Inayatun Robaniah (47). Ditemui di rumah produksinya yang berada di kawasan Singomayan, Kecamatan Banyuwangi, Inayatun terlihat sibuk membuat kopyor roti.

“Saya selalu menjual makanan ini selama bulan puasa,” kata Inayatun.

“Saya berjualan Kopyor Roti ini sudah hampir sepuluh tahun,” imbuhnya.

Awalnya, dia diajari tetangganya yang membuat kue itu sudah puluhan tahun.

“Saya disarankan untuk menjual kue itu hingga akhirnya saya mencoba,” tuturnya.

Selanjutnya di setiap Ramadan Inayatun membuat Kopyor Roti itu.

Dalam setiap harinya, perempuan yang biasa disapan Ina tersebut selalu menghabiskan santan dari 15 kelapa yang bisa menjadi 250 bungkus kopyor.

Cara membuatnya, daun pisang sebagai pembungkus diisi dengan roti tawar, bihun, nangka dan santan yang dipanaskan. Bungkusan tersebut lalu dikukus selama 15 menit. Selanjutnya, kue kue yang sudah matang itu di ambil para pedagang untuk di jajakan berkeliling.

“Ada sekitar 10 orang yang menjajakan,” kata Ina.

Dia mengaku, kue dagangannya lebih cepat habis jika dijajakan keliling daripada nitip dijual kepada orang lain.

Biasanya para pedagang keliling tersebut mengambil pada pukul 14.00, dan sebelum jam lima sore sudah habis.

Kopyor roti buatan Ina memang menjadi salah satu favorit jajanan tradisional yang diburu warga. Selain harganya murah Rp 2 ribu per bungkus, rasa kopyornya juga nikmat. Manis dan gurih santannya terasa sangat pas.

Ina mencampur kopyornya dengan nangka, sehingga rasa manisnya terasa legit. Selain menjual kue ini, Ina juga membuat kue mentuk khas Banyuwangi.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, kue Kopyor Roti ini bisa didapatkan di pedagang takjil yang banyak ditemukan di kota. Terutama di Festival Ramadan di kawasan Gesibu Blambangan, yang merupakan pusat jajanan takjil selama bulan Ramadan ini.

Selain Kopyor Roti, di Festival Ramadan ini juga banyak ditemukan jajanan dan makanan khas Banyuwangi yang lain.

Ina mengaku mendapat berkah dengan berjualan Kopyor Roti disetiap bulan puasa ini.

“Hasil penjualan kopyor selama satu bulan ini bisa melebihi pendapatan bulanan saya dari hasil menjual gorengan,” tutur Ina.

Pasalnya, dalam keseharian, Ina berjualan gorengan. Hasil dari berjualan Kopyor Roti ini di gunakannya untuk menambah modal usaha dagangan kue dirinya setiap tahun.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebagai bentuk kepedulian social, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga di 3 desa di Kecamatan Wongsorejo yang terdampak kekeringan, Rabu (31/7/2019).

Kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan terakhir ini, menyebabkan perkampungan di Dusun Pos Sumur Desa Bengkak, Dusun Pancoran Desa Sidowangi dan Dusun Karangbaru Pal 4 Desa Alas Buluh yang seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi mengalami kekeringan. Akibatnya, warga setempat kesulitan air bersih.

Pasalnya, untuk melakukan pengeboran sumur harus mencapai 100 meter baru bisa keluar air bersihnya.

Ketua PCNU Banyuwangi, H.Muhamad Ali Makki Zaini mengatakan, dampak musim kemarau sangat dirasakan warga yang tinggal di tiga desa tersebut.

“Berdasarkan laporan dari pengurus ranting NU dan MWCNU Wongsorejo, hampir setiap tahun jika musim kemarau tiba warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Ketua PCNU yang biasa disapa Gus Makki tersebut.

“Jangankan untuk mandi dan mencuci, untuk kebutuhan memasak dan minum pun warga harus pergi ke tengah hutan untuk mendapatkan air bersih,” imbuhnya.

Gus Makki mengaku, pihaknya menggerakkan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU) untuk menginventarisasi dampak kekeringan ini bersama dengan MWCNU Wongsorejo sekaligus untuk mencari solusinya.

Setelah dilakukan kroscek dan inventarisasi persoalan dampak kekeringan tersebut, barulah PCNU melangkah dengan memberikan bantuan berupa tandon air sekaligus air bersih ke tiga desa terdampak bencana kekeringan tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah Parijatah Kulon Kecamatan Srono itu menjelaskan, bantuan tandon dan air bersih ini dibagikan ke lokasi yang memang sangat membutuhkan yang tersebar di tiga desa terdampak.

Selain untuk pemenuhan kebutuhan sehari hari, air bersih yang disuplai itu juga untuk kepentingan ibadah,” tutur Gus Makki.

Pasalnya, dengan minimnya air bersih maka secara otomatis tandon yang ada di Musholla juga kosong dan kering. Untuk itu, sembari membagikan ke warga, tandon yang ada di Musholla juga langsung diisi.

Sementara itu, untuk saat ini PCNU Banyuwangi telah mendistribusikan bantuan berupa 13 tandon air berkapasitas 550 liter dan 14 ribu liter air bersih. Selanjutnya, akan didistribusikan kembali 7500 liter air bersih ke Desa Alasbuluh.

Penyaluran bantuan tandon dan air bersih ke lokasi terdampak kekeringan disambut gembira warga. Mereka sangat bersyukur mendapatkan bantuan tandon dan air bersih tersebut.

Salah satu warga Desa Sidowangi, Haji Asadur Rofiq mengaku, di setiap tahun warga setempat kesulitan air bersih.

Jika tidak ada air, masyarakat terpaksa menggunakan air sungai untuk memasak dan mencuci pakaian,” ungkap Rofiq.

Ketua MWCNU Wongsorejo, Holili mengatakan, pendistribusian tandon dan air bersih di lokasi terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan setempat ini dinilai cukup melelahkan.

Pengurus PCNU bersama dengan pengurus MWCNU harus melintasi jalan sempit dan terjal dengan medan naik turun bukit,” kata Holili.

 Untuk itu, Holili berharap, bantuan ini benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

 

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul fitri 1440 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V bersinergi dengan Hiswana Migas Banyuwangi menggelar kegiatan Silaturahmi dan berbagi bersama Anak Yatim, yang di kemas dalam acara BErbuka Dengan Usaha mikro dan Komunitas atau BEDUK.

Acara yang digelar di Panti Asuhan YKM Khadijah Banyuwangi, Kamis (16/5/2019) tersebut juga dihadiri oleh Agung Kaharesa Wijaya selaku Sales Executive LPG Rayon VII Pertamina, Komunitas Bakul (Banyuwangi Kuliner), Usaha Kecil Menengah (UKM), Hiswana Migas Besuki, dan Anak Yatim Piatu Panti Asuhan YKM Khadijah.

“Acara ini diselenggarakan dalam rangka berbagi berkah Ramadhan Bright Gas kepada anak yatim di Banyuwangi,” ungkap Agung.

Selain pemberian santunan berupa uang tunai, alat tulis, dan LPG Bright Gas kepada panti asuhan anak yatim, juga diberikan apresiasi terhadap UMKM pengguna Bright Gas dan apresiasi terhadap komunitas Bakul (Banyuwangi Kuliner) yang telah mendukung penggunaan LPG Non Subsidi Pertamina. 

Dalam kesempatan ini ujar Agung, Pertamina juga mengedukasi kepada pengusaha UKM dan komunitas tersebut agar dapat menularkan kepada UKM dan komunitas lainnya untuk dapat menggunakan produk Bright Gas dalam menjalankan usaha kulinernya, serta mengedukasi masyarakat dengan menyampaikan cara aman menggunakan tabung LPG dalam kehidupan sehari-hari.

Bright Gas merupakan produk LPG Non Subsidi unggulan Pertamina yang memiliki kelebihan dengan adanya teknologi DSVS (Double Spindle Valve System) yang dapat menjaga keseimbangan tekanan gas dan mengurangi tekanan gas yang berlebih dan 2x lebih aman dibandingkan dengan tabung LPG lainnya.

Disamping itu agar kualitas LPG lebih terjamin, Bright Gas juga dilengkapi dengan seal cap hologram dan fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan,” papar Agung.

Dia menambahkan, adapun Elpiji 3 kg bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu, usaha mikro, dan nelayan penerima paket konversi.

Masyarakat yang sudah dalam kategori mampu dihimbau untuk dapat menggunakan LPG non subsidi Pertamina seperti Bright Gas yang juga tersedia di Agen, Outlet, dan Modern Minimarket atau dapat dipesan melalui Pertamina Call Center 135,” pungkas Agung.

Sementara itu, puluhan anak yatim yang menerima santunan dari pertamina tersebut tampak sumringah.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiatmoko menyerahkan kunci rumah warga yang telah dibedah rumahnya, dalam program pengentasan kemiskinan yang di kerjakan oleh Pemerintah Daerah dan Swasta.

Penyerahan itu dilakukan Kamis (2/5/2019) di rumah Suwarno (60), warga Lingkungan Sukowidi RT 01 RW 01 Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.

Dalam kegiatan ini, Wabup Yusuf langsung membuka rumah Suwarno yang telah dibedah. Rumah berukuran 4 x 6 meter ini terlihat bagus. Dengan tembok bercat kuning dan lantainya abu-abu, sedangkan gentengnya terbuat dari asbes.

Sebelumnya rumah ini terbuat dari gedek yang sudah tidak layak huni. Banyak lubang dan atapnya juga sudah rusak. Setelah dibedah rumah milik Suwarno ini terlihat asri dan nyaman.

Bedah rumah ini merupakan program pengentasan kemiskinan di Banyuwangi yang dikerjakan pemerintah bareng swasta,” kata Wabup Yusuf.

“Saya sangat mengapresiasi atas kepedulian pihak swsata yang peduli dengan warga tidak mampu di dekatnya, apalagi sampai membedah rumah,” imbuhnya.

Hal ini dinilainya sebagai sesuatu yang luar biasa dan patut di contoh oleh pihak swasta lainnya. Kalau banyak pihak yang ikut peduli seperti ini maka kemiskinan di Banyuwangi bisa segera dituntaskan.

Kalau tangan pemerintah sangat terbatas untuk menjangkau semua warga miskin yang ada di daerah. Maka kepedulian dari warga mampu kepada warga yang membutuhkan sangatlah berarti,” papar Wabup Yusuf.

Camat Kalipuro Banyuwangi, Hendry Suhartono mengatakan, ini merupakan program CSR dari Mascot sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu yang bertempat tinggal di kawasan Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro.

Mascot merupakan salah satu tempat hiburan malam yang ada wilayah setempat.

“Tidak hanya bedah rumah, tapi di setiap bulan Mascot juga menyisihkan sebagian keuntungannya untuk membantu masyarakat melalui Klatak Peduli Sosial (KPS), seperti pemberian sembako, bantuan pendidikan hingga bantuan kesehatan,” papar Hendry.

Dia mengakui bahwa, Suwarno belum masuk data warga penerima bantuan bedah rumah karena semuanya masih dalam usulan.

“Karena program bedah rumah dari pemerintah daerah ini dilakukan di seluruh wilayah Banyuwangi, sehingga pengerjaannya secara bergantian,” ungkap Hendry.

Sementara itu, Manager Mascot, Effendi mengaku pihaknya telah bekerja sama dengan Klatak Peduli Sosial (KPS) maupun pihak Kecamatan Kalipuro dan Kelurahan Klatak untuk menyalurkan bantuan.

“Ini merupakan program dari pihaknya untuk hubungan masyarakat di sekitar wilayah Kecamatan Kalipuro,” tutur Effendi.

 

More Articles ...