radiovisfm.com, Banyuwangi - Kecamatan Songgon berhasil menyabet juara pertama dalam Lomba Kesadaran Hukum (Kadarkum) 2018, yang di selenggarakan oleh Pemkab Banyuwangi.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan, yang di gelar dalam upaya untuk menuju masyarakat sadar hukum. Lomba Kadarkum ini di ikuti 25 Kecamatan se Kabupaten Banyuwangi yang terbagi dalam 5 zona, yang masing masing zona terdiri dari 5 kecamatan.

Dari setiap zona ini, di ambil 1 juara untuk menuju babak final. Selanjutnya, 5 juara dari masing masing zona tersebut kembali bertarung di babak final untuk menjadi yang terbaik.

Sementara, sebagai dewan juri melibatkan dari berbagai stake holder mulai dari Kepolisian, Pemerintah Daerah juga unsur akademisi.

Ketua dewan juri, Iptu Suryono Bhakti mengatakan, materi lomba ini diantaranya menyangkut UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika juga UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, UU nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, Pengelolaan Keuangan desa, Pemendagri nomor 29 tahun 2018, Peraturan Bupati nomor 15 tahun 2018, Peraturan Bupati nomor 17 tahun 2015, serta pemberlakukan Tax Monetor, Permenpar nomor 18 tahun 2016, Perlindungan Perempuan dan Anak juga wawasan kebangsaan. “Dari ke 25 peserta berhasil terjaring 5 kecamatan yang masuk ke babak final,” ujar Ketua Dewan juri yang juga merupakan Kasubag Hukum Polres Banyuwangi tersebut.

Dan setelah menjalani babak final yang di gelar di aula Kantor Kecamatan Genteng, Senin (24/9), akhirnya Kecamatan Songgon berhasil menjadi jawara dalam lomba Kadarkum 2018 ini.

“Sebagai juara kedua adalah Kecamatan Gambiran dan juara ketiga Kecamatan Pesanggaran,” tutur Suryono.

Sementara juara harapan 1 Kecamatan Genteng dan harapan 2 adalah Kecamatan Tegalsari.

“Dari kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengaplikasikan dalam kehidupannya bermasyarakat,” pungkasnya.

Dalam lomba Kadarkum 2017 lalu, Kecamatan Genteng menjadi yang terbaik. Di susul Kecamatan Srono sebagai juara kedua dan ketiga adalah Kecamatan Gambiran.

Sedangkan Juara Harapan 1 Kecamatan Glagah dan Harapan 2 Kecamatan Songgon.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Banyuwangi mendapatkan dukungan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk peningkatan kapasitas UMKM daerah.

LIPI akan meningkatkan kualitas produk UMKM melalui sentuhan teknologi tepat guna. Komitmen untuk mendukung Banyuwangi tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama kedua pihak tentang Penelitian, Pengembangan dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Kerjasama tersebut ditandatangani Wakil Kepala LIPI Prof. Dr. Ir. Bambang Subiyanto dengan Bupati Abdullah Azwar Anas, di area Taman Gandrung Terakota (TGT) di Jiwa Jawa Resort, Desa Tamansari, Kecamatan Licin Banyuwangi, Sabtu (22/9).

Prof. Bambang mengatakan LIPI memiliki program pendampingan bagi pengembangan teknologi di desa-desa di Indonesia.

“Di Banyuwangi, program ini secara khusus akan menyasar peningkatan kapasitas UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya melalui teknologi tepat guna,” ujar Bambang.

Menurutnya, salah satu syarat untuk bisa dilakukannya transfer teknologi tepat guna tersebut adalah kesiapan SDM. Banyuwangi dinilainya sebagai salah satu daerah yang siap SDM nya.

“Ke depan, para peneliti LIPI akan turun langsung mendampingi proses itu,” ungkapnya.

Bambang mencontohkan, teknologi tepat guna yang akan diberikan misalnya dalam pengolahan kopi dengan memberikan informasi proses pengolahan yang tepat serta pengembangan alat roasting yang mudah dan efisien.

Selain itu juga melatih bagaimana melakukan diversifikasi produk kopi seperti pembuatan kopi jahe, kopi susu dan lain-lain atau bisa juga untuk pengolahan cokelat yang menjadi salah satu potensi Banyuwangi selain kopi.

“Saat ini, LIPI tengah menurunkan peneliti ke desa-desa di Banyuwangi melihat potensi desa, untuk kemudian dibantu pengembangannya lewat teknologi dari LIPI,” papar Bambang.

“Setelah itu, LIPI akan langsung mendampingi UMKM untuk proses transfer teknologi hingga pelaku UMKM benar-benar menguasai teknologi itu,” imbuhnya.

Bambang mengaku, pihaknya akan terus mendampingi sampai mereka benar-benar menguasai dan tidak akan ditinggal begitu saja saat teknologi datang.

“Untuk mendukung kerja sama ini, kami telah mengagendakan menggelar Pekan Ilmiah Remaja 2019 di Banyuwangi yang akan diikuti ribuan peneliti muda dari seluruh nusantara,” tutur Bambang.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik sinergi yang terjalin dengan LIPI.

“Saya harap UMKM Banyuwangi akan mendapatkan manfaat yang optimal dari sinergi ini,” ungkapnya.

Bupati Anas berterima kasih kepada LIPI yang telah ikut peduli pada perkembangan UMKM Banyuwangi.

“Kerjasama ini menjadi penyemangat bagi daerah untuk terus melakukan yang terbaik,” imbuhnya.

Bupati Anas juga meminta kepada LIPI untuk pengiriman SDM guna membantu pengembangan UMKM. Misalnya praktisi pemasaran, sehingga jika produknya bagus, bisa langsung dikoneksikan dengan buyer.

“Saat ini pemerintah daerah sendiri juga terus mendukung peningkatan kapasitas UMKM Banyuwangi,” kata Bupati Anas.

Mulai peningkatan kualitas produk dan kemasan hingga pemasarannya salah satunya melalui fasilitas banyuwangimall.com.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dibulan Muharram ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi untuk mengisi bulan Muharam ini dengan berbagai amal ibadah. 

Dan sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, umat Islam diperintahkan untuk mengisinya dengan berbagai amalan baik. 

Bupati Anas pun menggelar Sholawatan, santunan yatim piatu dan do’a bersama yang di gelar di Masjid Babussalam Pemkab Banyuwangi, Kamis (20/9).

“Barangsiapa yang melakukan amal baik di bulan Muharam, Allah akan melipatgandakan pahalanya,” kata Bupati Anas.

Rangkaian amal ibadah tersebut, lanjut Bupati Anas, semata-mata untuk mengharap ridla dari Allah SWT. Sehingga Banyuwangi diberikan kemudahan dalam setiap program kerja yang diagendakannya. 

“Dengan sholawatan ini, kita berharap Allah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada semua, sehingga diberi kemudahan dalam segala urusan. Baik itu pekerjaan di kantor, di rumah semua diberi kelancaran dan kesuksesan,” papar Bupati Anas.

“Bulan Muharam ini sebagai bulan yang penuh keberkahan dan ampunan,” imbuhnya.

Ada banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan ini, diantaranya diterimanya tobat Nabi Adam pasca dikeluarkan dari surga, selamatnya Nabi Ibrahim dari siksa Raja Namrud dan diangkatnya penyakit Nabi Ayyub.

“Saya harap kisah-kisah ini bisa dijadikan refleksi untuk mengingat begitu penuh rahmat Allah di bulan ini. Itu juga bisa menjadi spirit dan semangat untuk berlomba-lomba meraih cinta dan ampunan Allah SWT,” tutur Bupati Anas.

Acara yang digelar usai sholat dzuhur itu, tidak hanya diikuti oleh ASN di lingkungan sekretariat Pemda Banyuwangi. Tapi juga menghadirkan ASN dari beberapa SKPD. Dengan diiringi hadrah dan rebana, ratusan ASN ini melantunkan sholawat nabi dan doa bersama kepada Allah SWT.

Selain kegiatan tersebut, selama bulan Muharam ini, Pemda Banyuwangi memiliki beragam agenda religi yang tercantum dalam Banyuwangi Festival. Seperti festival anak yatim, pawai taaruf, dan khataman Qur'an.

 

Sekitar Seribuan anak yatim dari 25 kecamatan di Banyuwangi berkumpul di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (15/9).

Dalam acara yang bertajuk Festival Anak Yatim (FAY) 2018 itu, menjadi momen bagi mereka untuk berbahagia. 

Saat membuka kegiatan ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku, pihaknya berkeinginan, pada kesempatan ini semua anak yatim bisa berbahagia dengan disiapkan berbagai aneka permainan dan kuliner gratis untuk mereka.

“Festival yang digelar tiap bulan Muharam ini sengaja kami helat dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bermain,” ungkap Bupati Anas.

Berbagai aneka permainan yang disediakan tersebut seperti trampolin, kereta api, kiddy ride, ghost rade, rave racer, basket hingga scooter matic dan scooter jungkit. Selain itu, juga dilengkapi aneka makanan dan minuman yang digemari anak-anak. Mulai dari bakso, batagor, mie ayam, pangsit, gado-gado, soto, es degan, es dawet, es buah hingga beragam jajanan lainnya. 

Meski demikian, pada acara tersebut, juga menjadi ajang bagi anak-anak yatim berprestasi untuk unjuk kebolehan. Seperti Habib Sona al-Wafa yang menjadi qori', si kembar Sena dan Saka yang mahir bermain pencak silat, dan juga Nurul Hidayati yang membacakan sari tilawah. 

Bupati Anas menjelaskan, anak yatim ini harus diberi panggung dan kesempatan agar tumbuh kepercayadirian mereka.

“Menumbuhkan rasa percaya diri ini sangat penting bagi mereka,” kata Bupati Anas.

“Karena hal itu akan mampu mendorong mereka untuk meraih cita-cita, meski tanpa dampingan orang tua secara langsung,” imbuhnya.

Selain itu, Bupati Anas juga mengungkapkan, tujuan dari menggelar Festival Anak Yatim tersebut adalah untuk mengetuk empati masyarakat luas.

“Dengan uluran tangan banyak pihak, berbagai persoalan yang harus ditanggung oleh anak-anak tanpa orang tua itu bisa terselesaikan,” ujarnya. 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Anas juga menyerahkan beasiswa untuk anak yatim berprestasi yang menjadi program dari Pemda Banyuwangi. Pada tahun ini, pemerintah menggulirkan beasiswa khusus anak yatim sebesar Rp 15 miliar. Setiap tahun ada sekitar 300 anak yatim yang menerima beasiswa dari pemerintah. 

“Beasiswa anak yatim dan beasiswa pendidikan lainnya akan terus digulirkan Pemkab Banyuwangi untuk memberikan jaminan masa depan bagi anak anak daerah,” tutur Bupati Anas.

Bahkan, Bupati Anas juga memberikan tawaran khusus bagi anak yatim yang berkenan tinggal di kediaman pribadinya. Semua biaya kehidupan dan sekolahnya, akan ia tanggung secara pribadi. 

Oleh karena itulah, Bupati Anas meminta untuk naik ke atas panggung bagi anak yatim yang mau mendapatkan beasiswa dan ikut tinggal di kediaman pribadinya. Ajakan ini pun di sambut antusias oleh anak anak yatim dan mereka saling berebut untuk naik ke panggung.

Sementara itu, anak-anak terlihat riang gembira menikmati aneka permainan. Salah satunya adalah Hafid (10) yang terlihat asyik bermain trampolin.

“Saya senang karena bertemu dengan banyak teman dan banyak main,” kata Siswa kelas 5 MI Nurul Azhar Kecamatan Cluring tersebut.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebelumnya tidak pernah terpikir oleh Nurul Istiqomah (21) untuk bisa mengenyam bangku kuliah. Namun berkat beasiswa Banyuwangi Cerdas bagi Anak yatim, kini Nurul bisa meneruskan pendidikan hingga di perguruan tinggi.

Sabtu siang (15/9), Nurul datang ke Pendopo Banyuwangi untuk menghadiri Festival Anak Yatim, festival yang rutin digelar Pemkab Banyuwangi setiap bulan Muharram. Nurul adalah satu dari ribuan peserta festival tersebut. 

Dalam festival tersebut, Nurul menjadi salah satu peserta yang diminta untuk bercerita tentang success story. 

Nurul mengaku sangat bersyukur bisa mendapat beasiswa dari pemerintah daerah. Karena dia sudah lulus dari SMK Darul Ulum Muncar sejak 2016 lalu. Saat itu dia langsung bekerja  dan belum terpikir untuk meneruskan pendidikan.

“Saya dapat informasi ada beasiswa untuk anak yatim dari pemerintah daerah. Saya pun akhirnya mencoba daftar secara online di website dinas pendidikan. Alhamdulillah berhasil lulus tes baik akademis maupun survey lapang,” kata Nurul usai menerima secara simbolis dana beasiswa Banyuwangi Cerdas dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada acara tersebut. 

Sejak ayahnya meninggal dunia, Nurul hidup bersama ibu dan kedua adik kembarnya yang duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sejak itu pula Nurul menggantikan posisi sang ayah sebagai tulang punggung bagi keluarganya.

“Sejak ayah meninggal saya yang mengambil tanggung jawab untuk mencari nafkah keluarga, karena ibu harus mengurus adik saya yang masih kecil-kecil. Saya mulai bekerja sejak masih di bangku SMA,” ungkapnya dengan haru.

Nurul saat ini telah diterima di Universitas Terbuka Jurusan Akuntansi. Pilihannya atas tempat kuliah tersebut juga tidak lepas dari tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. “Saya ingin bisa kuliah tapi juga sambil bekerja. Karena saya punya tanggungan ibu dan adik-adik,” kata Nurul

Saat ini, selain kuliah Nurul bekerja di toko pakaian milik saudaranya. Selain menjaga toko secara konvensional. Dia juga menjalankan toko tersebut secara online. 

“Saya yakin, kuliah ini bisa memperbaiki taraf hidup kami, saya bisa memperoleh pendapatan yang lebih. Itu satu cara saya membahagiakan ibu dan adik-adik. Makanya saya sangat bersyukur bisa kuliah. Harapannya, saya selanjutnya bisa membiayai pendidikan adik-adik saya hingga perguruan tinggi juga,” kata Nurul dengan optimis.

Selain Nurul penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas lainnya adalah Ahmad Subhan Faizin Tamami (19), lulusan MA Roudhatul Mutaalimin, Simbar, Tampo Kecamatan Cluring. Ahmad adalah sorang piatu karena ditinggal oleh sang ibu sejak usia empat tahun. Ayahnya adalah seorang petani di desa. Ahmad juga sangat senang bisa menerima beasiswa untuk kuliah.

“Saya ingin membahagiakan bapak. Saya yakin ibu juga sangat bahagia saya mendapatkan beasiswa ini,” kata Ahmad.

Ahmad mengatakan sangat senang bisa langsung hadir dan mendapatkan beasiswa yang diserahkan oleh Bupati Anas. Karena, bagi dia, Bupati Anas adalah idolanya bahkan ingin mengaku menjadi pemimpin seperti Bupati Anas.  

“Saya sangat senang bisa ketemu beliau, karena Pak Anas salah satu inspirasi saya untuk terus semangat melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Anas mengatakan pemerintah daerah terus mendukung pendidikan anak-anak melalui program beasiswa Banyuwangi Cerdas. Beasiswa ini ditujukan bagi empat kategori penerima yakni pelajar miskin berprestasi, beasiswa pelajar, beasiswa tahfidz Qur’an dan Beasiswa Anak Yatim berprestasi. 

"Sekarang tidak ada alasan bagi anak miskin, bahkan yatim yang berprestasi untuk tidak bisa sekolah hingga perguruan tinggi. Kami membuka peluang bagi mereka yang tekun dan kerja keras untuk menggapai cita-citanya," kata Anas. 

Banyuwangi juga memiliki instrumen pendukung pendidikan untuk siswa SD hingga SMU yang miskin, seperti pemberiang uang saku dan uang transport, dan tabungan garda ampuh bagi siswa kurang mampu.

“Pendidikan merupakan program prioritas pemerintah daerah. Program pendukung pendidikan dan program beasiswa ini akan terus kami gulirkan untuk memberikan jaminan bagi masa depan pendidikan anak-anak daerah,” ujar Anas. 

Setiap tahun, disediakan anggaran sebesar Rp 15 miliar untuk program beasiswa ini. Para penerimanya, mendapatkan pembiayaan sebesar Rp. 12 juta untuk biaya kuliah termasuk uang saku Rp. 600 ribu perbulan.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tercatat ada 276 perlintasan sebidang rel Kereta Api yang tidak terjaga di kawasan DAOP 9 Jember, mulai Stasiun Banyuwangi Baru hingga Stasiun Pasuruan.

Dari data yang ada, total jumlah perlintasan kereta api yang tersebar di DAOP 9 jember mencapai 378 pintu. Dan 276 diantaranya tidak berpalang atau tidak terjaga, sedangkan 102 lainnya berpalang pintu.

Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arif mengatakan, dari 276 perlintasan yang tidak berpalang tersebut, 220 masuk dalam catatan pihaknya dan 56 sisanya tergolong liar.

Sementara 102 perlintasan sebidang yang berpalang pintu, 84 dijaga oleh petugas PT KAI.

“Sedangkan 18 lainnya di jaga oleh pihak luar,” ujar Luqman.

Dia menjelaskan, perlintasan rel kereta api di sepanjang Stasiun Banyuwangi baru hingga Stasiun Pasuruan yang ditemukan paling banyak tidak berpalang pintu adalah di wilayah Kabupaten Jember, yakni mencapai 75 pintu.

“Untuk Banyuwangi tercatat ada 71 yang tidak berpalang,” tutur Luqman.

Sementara di kawasan Kabupaten Pasuruan ada 36 perlintasan, Probolinggo 69 dan di Lumajang hanya 25 perlintasan yang tidak terjaga.

Mendapati kondisi ini, Luqman mengaku pihaknya hanya sebagai operator untuk memberikan layanan jasa angkutan khususnya kereta api kepada masyarakat. Sementara yang berwenang untuk menutup maupun mengatasi permasalahan pintu perlintasan tidak berpalang tersebut adalah pemerintah setempat selaku regulator.

“Baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Daerah, tergantung kelas jalan yang melintasi rel kereta api,” imbuhnya.

Luqman menegaskan, berbagai kewenangan tersebut sesuai dengan UU nomor 23 tahun 2017 tentang perkereta apian di Indonesia bahwa perlintasan sebidang antara jalan raya dengan rel kereta api tidak seharusnya dibuat sebidang. Dan jika muncul perlintasan yang baru dan tidak terjaga, maka yang berhak menutup adalah kewenangan regulator.

“Kami berharap pemerintah bersama PT KAI bisa mengatasi permasalahan ini untuk segera menutup perlintasan tanpa palang pintu yang sekiranya membahayakan perjalanan kereta api maupun para pengendara kendaraan bermotor,” pungkas Luqman.

Sementara itu, di sejumlah titik lokasi perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu di Banyuwangi, sering terjadi kecelakaan antara kereta api dengan kendaraan bermotor yang melintas.

Dan hingga saat ini, belum ada penanganan apapun dari pihak pihak terkait untuk memberi penjaga di pintu perlintasan ataupun menutupnya.

 

 

More Articles ...