Kopyor Roti, Makanan Favorit Warga Banyuwangi di Bulan Ramadan

Sosial
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Banyak makanan khas Banyuwangi yang di sajikan saat Bulan Ramadan, salah satunya adalah Kopyor Roti.

Kopyor roti ini terbuat dari roti tawar dipadu bihun yang disiram santan kelapa dan dibungkus daun pisang. Rasanya yang manis, kue ini biasanya menjadi santapan takjil untuk berbuka puasa warga Banyuwangi.

Sepanjang bulan puasa, kue ini sangat mudah ditemukan di antara pedagang makanan. Maklum saja, kue ini menjadi salah satu jajanan takjil yang banyak diburu masyarakat. Dan biasanya dijual saat siang hingga sore hari menjelang buka puasa.

Salah satu pembuat kuliner ini adalah Inayatun Robaniah (47). Ditemui di rumah produksinya yang berada di kawasan Singomayan, Kecamatan Banyuwangi, Inayatun terlihat sibuk membuat kopyor roti.

“Saya selalu menjual makanan ini selama bulan puasa,” kata Inayatun.

“Saya berjualan Kopyor Roti ini sudah hampir sepuluh tahun,” imbuhnya.

Awalnya, dia diajari tetangganya yang membuat kue itu sudah puluhan tahun.

“Saya disarankan untuk menjual kue itu hingga akhirnya saya mencoba,” tuturnya.

Selanjutnya di setiap Ramadan Inayatun membuat Kopyor Roti itu.

Dalam setiap harinya, perempuan yang biasa disapan Ina tersebut selalu menghabiskan santan dari 15 kelapa yang bisa menjadi 250 bungkus kopyor.

Cara membuatnya, daun pisang sebagai pembungkus diisi dengan roti tawar, bihun, nangka dan santan yang dipanaskan. Bungkusan tersebut lalu dikukus selama 15 menit. Selanjutnya, kue kue yang sudah matang itu di ambil para pedagang untuk di jajakan berkeliling.

“Ada sekitar 10 orang yang menjajakan,” kata Ina.

Dia mengaku, kue dagangannya lebih cepat habis jika dijajakan keliling daripada nitip dijual kepada orang lain.

Biasanya para pedagang keliling tersebut mengambil pada pukul 14.00, dan sebelum jam lima sore sudah habis.

Kopyor roti buatan Ina memang menjadi salah satu favorit jajanan tradisional yang diburu warga. Selain harganya murah Rp 2 ribu per bungkus, rasa kopyornya juga nikmat. Manis dan gurih santannya terasa sangat pas.

Ina mencampur kopyornya dengan nangka, sehingga rasa manisnya terasa legit. Selain menjual kue ini, Ina juga membuat kue mentuk khas Banyuwangi.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, kue Kopyor Roti ini bisa didapatkan di pedagang takjil yang banyak ditemukan di kota. Terutama di Festival Ramadan di kawasan Gesibu Blambangan, yang merupakan pusat jajanan takjil selama bulan Ramadan ini.

Selain Kopyor Roti, di Festival Ramadan ini juga banyak ditemukan jajanan dan makanan khas Banyuwangi yang lain.

Ina mengaku mendapat berkah dengan berjualan Kopyor Roti disetiap bulan puasa ini.

“Hasil penjualan kopyor selama satu bulan ini bisa melebihi pendapatan bulanan saya dari hasil menjual gorengan,” tutur Ina.

Pasalnya, dalam keseharian, Ina berjualan gorengan. Hasil dari berjualan Kopyor Roti ini di gunakannya untuk menambah modal usaha dagangan kue dirinya setiap tahun.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS