Bahaya..Banyuwangi-Pasuruan Ada 276 Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Berpalang

Kereta Api di Stasiun Banyuwangi Baru.

Sosial
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tercatat ada 276 perlintasan sebidang rel Kereta Api yang tidak terjaga di kawasan DAOP 9 Jember, mulai Stasiun Banyuwangi Baru hingga Stasiun Pasuruan.

Dari data yang ada, total jumlah perlintasan kereta api yang tersebar di DAOP 9 jember mencapai 378 pintu. Dan 276 diantaranya tidak berpalang atau tidak terjaga, sedangkan 102 lainnya berpalang pintu.

Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arif mengatakan, dari 276 perlintasan yang tidak berpalang tersebut, 220 masuk dalam catatan pihaknya dan 56 sisanya tergolong liar.

Sementara 102 perlintasan sebidang yang berpalang pintu, 84 dijaga oleh petugas PT KAI.

“Sedangkan 18 lainnya di jaga oleh pihak luar,” ujar Luqman.

Dia menjelaskan, perlintasan rel kereta api di sepanjang Stasiun Banyuwangi baru hingga Stasiun Pasuruan yang ditemukan paling banyak tidak berpalang pintu adalah di wilayah Kabupaten Jember, yakni mencapai 75 pintu.

“Untuk Banyuwangi tercatat ada 71 yang tidak berpalang,” tutur Luqman.

Sementara di kawasan Kabupaten Pasuruan ada 36 perlintasan, Probolinggo 69 dan di Lumajang hanya 25 perlintasan yang tidak terjaga.

Mendapati kondisi ini, Luqman mengaku pihaknya hanya sebagai operator untuk memberikan layanan jasa angkutan khususnya kereta api kepada masyarakat. Sementara yang berwenang untuk menutup maupun mengatasi permasalahan pintu perlintasan tidak berpalang tersebut adalah pemerintah setempat selaku regulator.

“Baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Daerah, tergantung kelas jalan yang melintasi rel kereta api,” imbuhnya.

Luqman menegaskan, berbagai kewenangan tersebut sesuai dengan UU nomor 23 tahun 2017 tentang perkereta apian di Indonesia bahwa perlintasan sebidang antara jalan raya dengan rel kereta api tidak seharusnya dibuat sebidang. Dan jika muncul perlintasan yang baru dan tidak terjaga, maka yang berhak menutup adalah kewenangan regulator.

“Kami berharap pemerintah bersama PT KAI bisa mengatasi permasalahan ini untuk segera menutup perlintasan tanpa palang pintu yang sekiranya membahayakan perjalanan kereta api maupun para pengendara kendaraan bermotor,” pungkas Luqman.

Sementara itu, di sejumlah titik lokasi perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu di Banyuwangi, sering terjadi kecelakaan antara kereta api dengan kendaraan bermotor yang melintas.

Dan hingga saat ini, belum ada penanganan apapun dari pihak pihak terkait untuk memberi penjaga di pintu perlintasan ataupun menutupnya.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.