radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 6 dari 15 orang pelaku pencurian kayu di kawasan hutan produksi milik perhutani di Banyuwangi berhasil ditangkap kepolisian, beserta diamankan barang bukti puluhan batang kayu jati dengan total transaksi mencapai puluhan juta rupiah.

Mereka mengaku mencuri kayu di beberapa TKP. Seperti di kawasaan hutan milik perhutani petak 72G RPH karetan BKPH Karetan masuk Desa Karetan Kecamatan Purwoharjo. Disini kepolisian menangkap tersangka Danarto (47) warga Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo dengan barang bukti 4 batang kayu jati bentuk glondong, 1 unit kendaraan angkut jenis grandong, 1 unit gerobak kayu untuk mengangkut kayu serta 4 unit sepeda dayung.

Sementara, untuk pencurian di hutan milik perhutani petak 54B RPH Senepo utara BKPH Pesanggaran Dusun Seneposari Desa Barurejo Kecamatan Siliragung diamankan tersangka Miseno (50) warga Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran dan Boiman (46) warga Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran, dengan disita barang bukti 26 batang kayu jati bentuk glondongan, 1 unit kendaraan angkut jenis grandong dan 1 buah gergaji mesin.

Kasus ilegalloging ini juga terjadi di kawasan hutan milik perhutani petak 16B RPH Pecemengan BKPH Pedotan Dusun Pecemengan Desa Buluagung Kecamatan Siliragung, dengan diamankan tersangka Saenal (26) warga Desa Buluagung Kecamatan Siliragung beserta barang bukti 3 batang kayu jati bentuk gelondong, 1 unit sepeda motor dan 1 buah pecok.

Selanjutnya, kepolisian juga menangkap 2 tersangka lainnya yakni Imam Mukhlas (30) dan Bagus Febri (34) keduanya warga Desa grajagan Kecamatan Purwoharjo. Mereka melakukan pencurian kayu di kawasan jalan umum Dusun Krajan Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran, yang masuk dalam kawasan milik perhutani.
Disini, kepolisian menyita 1 unit truck warna kuning bernopol DK 9349 EQ, 1 unit ponsel dan 10 batang kayu jati glondong dengan rincian 7 batang masing masing berukuran 400 cm x 22 mm dan 3 batang ukuran 350 cm x 22 mm.

Dalam keterangan persnya, Senin (06/01/2020), Kapolresta Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap 4 kasus ilegalloging dengan menangkap 6 dari 15 pelaku, sedangkan 9 orang lainnya dalam pengejaran dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Dari pengungkapan kasus ini kepolisian mengamankan total 43 batang kayu jati bentuk glondongan beserta sejumlah barang bukti lainnya yang digunakan sebagai sarana angkut,” ujar Kapolresta.

Dari pengakuan tersangka, satu batang kayu jati tersebut di jualnya seharga Rp 400.000 kepada seorang pengepulnya. Sehingga total kerugian negara dari aksi para tersangka itu mencapai Rp 88 juta.

“Pencurian kayu ini dilakukan tersangka selama rentan pertengahan Desember hingga akhir Desember 2019. Setelah dilakukan pengembangan penyidikan, kepolisian berhasil mengungkap kasus ini sekaligus menangkap para pelakunya di awal Januari 2020,” papar Kombes Arman.

Sementara itu, di hadapan penyidik, para tersangka mengakui semua perbuatannya yang dinilai mereka telah melanggar hukum.

Kini, ke 6 tersangka beserta seluruh barang bukti hasil kejahatannya diamankan di Mapolresta Banyuwangi guna penyidikan lebih lanjut.

Dan atas semua perbuatannya, para tersangka di jerat pasal 83 ayat 1 jonto pasal 12 UU nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Berdasarkan catatan kriminalitas kepolisian, di sepanjang tahun 2019 kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Banyuwangi meningkat cukup segnifikan dibanding tahun 2018 lalu.

Dari data yang ada, kasus pencurian kendaraan bermotor mencapai 144 kasus sedangkan ditahun 2018 sebanyak 124 kasus.

Sementara di sepanjang tahun 2019, kasus yang terjadi di kawasan Banyuwangi juga masih di dominasi pencurian biasa sebanyak 157 kasus menurun dibanding tahun 2018 lalu yang mencapai 174 kasus. Penipuan ditahun 2019 sebanyak 139 kasus. Pencurian dengan pemberatan 104 kasus, perjudian 94 kasus, penganiayaan berat 88 kasus dan pencurian ringan sebanyak 46 kasus.

Dalam keterangan persnya, Selasa (31/12/2019), Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, selama tahun 2019 kasus pengeroyokan di Banyuwangi juga masih mendominasi yakni mencapai 40 kasus, penggelapan 32 kasus dan senjata tajam 27 kasus.

“Juga menangani kasus pencabulan anak dan illegal fishing seperti penggelapan baby lobser dan penemuan bahan peledak,” ungkap Kapolresta.

AKBP Arman menjelaskan, selain itu, kasus peredaran narkoba di wilayah Banyuwangi sebanyak 157 dengan jumlah tersangka laki laki mencapai 155 orang, perempuan 12 dan anak anak 2 orang.

“Untuk jumlah barang bukti yang diamankan kepolisian sabu sebanyak 93 gram, pil Trihexyphenidy l61 butir, ekstasi 1 butir dan psikotropika golongan IV sebanyak 1 buah,” imbuh Kapolresta.

Sementara di sepanjang tahun 2018, kasus narkoba yang ditangani Satuan Reskoba Polresta Banyuwangi mencapai 228 kasus.

Kapolresta memaparkan, peristiwa kecelakaan lalu lintas di Banyuwangi selama 2019 meningkat cukup segnifikan dibanding 2018.

Dimana, tercatat ada 884 kasus di tahun 2019 dengan korban meninggal dunia 239 orang, luka berat 19 orang dan luka ringan 1.046 orang.

“Sementara di tahun 2018 kasus kecelakaan kendaraan bermotor sebanyak 815 kasus dengan korban meninggal dunia 227 orang, luka berat 38 orang dan luka ringan 934 orang,” paparnya.

Lebih lanjut Kapolresta AKBP Arman mengatakan, selama tahun 2019, pihaknya tidak menangani kasus peredaran uang palsu seperti ditahun 2018 lalu yang mencapai 7  kasus.

“Demikian halnya dengan kasus pembunuhan yang dilaporkan hanya 1 kasus yakni yang dilakukan pria berkewarganegaraan Belanda yang selama ini bertempat tinggal di Lingkungan Gombengsari Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro, dan hingga kini kasusnya masih terus bergulir,” ujar Kapolresta.

“Tersangka di duga membunuh mantan istrinya,” imbuhnya.

Dalam pengungkapan berbagai kasus selama 2019 ini, kepolisian mengamankan 29 unit sepeda motor, 2 unit mobil dan 195 unit ponsel.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Ribuan ekor Baby Lobster berbagai jenis senilai ratusan juta yang akan dikirim ke berbagai daerah berhasil digagalkan aparat kepolisian Polresta Banyuwangi, sekaligus menangkap 5 orang pelakunya.

Total ada 7.040 ekor Baby Lobster yang dikemas dalam 22 bungkus plastic diamankan kepolisian. Dengan rincian, 1000 ekor jenis mutiara dan 6.040 ekor jenis pasir yang seluruhnya dalam kondisi hidup.
Dalam keterangan persnya, Senin (16/12/2019), Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifudin mengatakan, ribuan ekor Baby Lobster tersebut diamankan dari tangan pasangan suami istri, SGT (38) warga Desa Alasbuluh Kecamatan Wongsorejo dan SLK (47) warga Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran.

Selanjutnya kepolisian melakukan pengembangan penyidikan hingga menangkap 3 tersangka lainnya selaku pembeli dan kurir atau yang menghantarkan barang yang dipesan, yakni MS (29) warga Lampung Timur, Sumatera, ENF (35) dan AW (35), keduanya warga Batang, Jawa Tengah.

“Awalnya, kepolisian dapat laporan dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman Baby Lobster dari Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Banyuwangi,” ungkap Kapolresta.

“Selanjutnya dilaksanakan penyelidikan hingga kepolisian berhasil mengendus keberadaan para pelaku,” imbuhnya.

Saat itu, ribuan Baby Lobster yang diletakkan dalam 4 box syrofom warna putih diangkut truck lalu dipindahkan ke dalam mobil Honda Brio warna kuning bernopol P 1401 WC di area salah satu SPBU yang ada di Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi. Hal itu untuk mengelabuhi petugas maupun masyarakat.

“Sejumlah aparat kepolisian yang sudah melakukan pengintaian langsung mengejar laju mobil itu hingga akhirnya ditangkap di sekitar pasar Wongsorejo Kecamatan Wongsorejo,” ujar Kapolresta.

Dan setelah dilakukan penggeledahan, selain ribuan ekor Baby Lobster, didalam mobil tersebut juga diamankan peralatan packing benih lobster dan 1 buah tabung oksigen warna putih. Juga disita 2 unit ponsel serta 1 buah ATM sekaligus bukti transfer.

Menurut pengakuan tersangka melalui Kapolresta, seluruh Baby Lobster tersebut akan di perjual belikan di berbagai kabupaten dan kota di luar Jawa Timur. Bahkan rencananya juga akan di ekpor.

“Ini merupakan rencana kejahatan terstruktur yang dilakukan kelompok tertentu untuk keuntungan pribadi mereka. Karena mereka mengaku sudah melakukan aksi ini sejak 3 bulan lalu dengan pengiriman dari NTB di setiap minggu,” papar AKBP Arman.

Kini, ke 5 tersangka beserta seluruh barang bukti termasuk ribuan ekor Baby Lobster dan mobil Honda Biro yang digunakan sebagai sarana pengiriman diamankan kepolisian.

Sementara, Petugas Pengendali Hama Penyakit dari Balai Karantina Ikan Ketapang, Budi Prihanta mengatakan, apa yang dilakukan oleh para tersangka tersebut telah melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 56 Tahun 2016 bahwa, persyaratan untuk menangkap lobster harus memiliki berat 200 gram ke atas.

“Yang artinya, lobster dibawah 200 gram dilarang untuk ditangkap dan di lalu lintaskan,” kata Budi.

“Selanjutnya, seluruh Baby Lobster itu akan dilepas liarkan di habitatnya di area pantai Bangsring Underwater Kecamatan Wongsorejo,” pungkasnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seiring dengan peningkatan status Polres Banyuwangi menjadi Polresta Banyuwangi, sebanyak 5 orang perwira menjalani serah terima jabatan untuk menuju job sebagai Komisaris Polisi (Kompol).

Berdasarkan keputusan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur nomor KEP/1834/XI/2019 tertanggal 19 November 2019, memutuskan, menetapkan dan memberhentikan dari jabatan lama dan mengangkat dalam jabatan baru.


AKP Sudarmaji yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Banyuwangi menjadi Pama Polresta Banyuwangi. Dan posisi Kasat Binmas Polresta Banyuwangi dijabat Kompol Mustaqim, yang sebelumnya menjabat Kanit II Subdit III Ditintelkam Polda Jawa Timur.

AKP Basori Alwi sebelumnya sebagai Kasat Sabhara Polres Banyuwangi menjadi pama Polresta Banyuwangi. Sedangkan Kasat Sabhara Polresta Banyuwangi dijabat Kompol Mochamad Toha, yang sebelumnya menjabat Kabag Ops Polres Bondowoso.

AKP Am Rido Riefianto, Kasat Lantas Polres Banyuwangi di pindah tugaskan menjadi Kasat Lantas Polres Mojokerto. Penggantinya, AKP Kadek Ary Mahardika sebagai Kasat Lantas Polresta Banyuwangi yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Tenggilis Polrestabes Surabaya.

AKP Subandi, Kasat Polair Polres Banyuwangi menduduki jabatan baru sebagai Pama Polresta Banyuwangi. Penggantinya, AKP Sudarsono sebagai Kasat Polair Polresta Banyuwangi yang sebelumnya menjabat Kasubbag Progra Bagren Polres Banyuwangi.

Terakhir, AKP Riki Donaire Piliang, Kasat Resnarkoba Polres Banyuwangi dipindah tugaskan menjadi Kasat Reskrim Polres Sampang. Sedangkan penggantinya adalah AKP Ponzi Indra sebagai pejabat sementara Kasat Resnarkoba Polresta Banyuwangi, yang sebelumnya menjabat sebagai Panit I Unit Subdit V Direskrimsus Polda Jawa Timur.

“Sertijab ini sudah bisa terjadi di institusi kepolisian, menyusul adanya peningkatan status Polres Banyuwangi menjadi Polresta Banyuwangi, sehingga para perwira yang menduduki jabatan Kasat dan Kabag harus sudah job Kompol di bulan Januari 2020 mendatang,” papar Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifudin.

Untuk itulah menurut Kapolresta, dengan perubahan ini maka dilakukan mutasi personel. Selain itu hal ini juga untuk penyegaran didalam institusi Polresta Banyuwangi.

“Dengan sertijab ini bukan karena ada personel kepolisian yang mengalami masalah dan ini sudah biasa didalam satu organisasi,” ungkap Kapolresta.

Untuk itulah, AKBP Arman berpesan kepada para perwira yang menduduki jabatan baru di jajaran Polresta Banyuwangi agar melaksanakan tugas dan tupoksinya sesuai dengan perintah Presiden RI yang terangkum dalam 7 perintah Kapolri. Serta instruksi dari Kapolda Jawa Timur juga menjadi kebijakan yang harus dilaksanakan oleh para pejabat baru.

“Saya juga meminta untuk melaksanakan inovasi sesuai peran dan tugas masing masing,” tutur Kapolresta.

“Jika yang berhubungan dengan kesadaran hukum, seperti Satresnarkoba diharapkan bisa mengungkap kasus sebanyak banyaknya. Diimbangi dengan kegiatan pencegahan yang setinggi tingginya sehingga bisa berjalan imbang,” imbuhnya.

Lebih lanjut Kapolresta mengatakan, focus kegiatan masyarakat ke depan adalah menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) juga dilaksanakan koordinasi sinergitas serta berkomunikasi dengan semua stakeholder.

“Selain dengan 3 pilar, juga di kembangkan ke berbagai stakeholder agar pelaksanaan Pilkada 2020 dapat berjalan dengan baik,” ungkap AKBP Arman.

Namun menurut Kapolresta, dalam waktu dekat yang perlu disiapkan kepolisian adalah pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang berhubungan dengan kegiatan tersebut.

“Untuk itulah, para pejabat baru itu harus bisa segera beradaptasi dengan berbagai kegiatan yang segera dilaksanakan di Banyuwangi,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 99 personel kepolisian Polresta Banyuwangi menjalani Korp Raport Kenaikan Pangkat dan Pengabdian periode 1 Januari 2020.

Upacara ini di gelar di halaman Mapolresta Banyuwangi, Selasa (31/12/2019) dengan dipimpin langsung Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin yang diikuti seluruh perwira dan aparat kepolisian dari berbagai kesatuan.

Dari ke 99 personel tersebut, 15 personel dari pama serta 82 personel berpangkat Aipda, Aiptu, Bripka, Briptu dan Brigadir. Juga 2 personel kenaikan pangkat pengabdian.

Kapolresta AKBP Arman mengatakan, kenaikan pangkat ini bukan semata mata hak namun suatu bentuk apresiasi terhadap prestasi dan pengabdian para personel kepolisian tersebut di dalam menjalankan tugas tugasnya.

“Itu pun dilakukan dengan melalui proses tahapan yang selektif, sehingga ini patut di syukuri karena tidak semua anggota kepolisian secara otomatis bisa naik pangkat,” ujar Kapolresta.

Dalam kesempatan ini, Kapolresta berharap, bagi seluruh personel kepolisian yang naik pangkat untuk terus menunjukkan profesionalisme dengan semakin termotivasi meningkatkan kinerja yang lebih baik serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Jabatan ini merupakan amanah yang di pertanggung jawabkan pada negara dan institusi juga kepada Allah SWT,” tutur AKBP Arman.

Usai menjalani upacara, ke 99 personel yang mengalami kenaikan pangkat tersebut disiram bersama sama di tengah lapangan menggunakan mobil watercanon.

Kapolresta mengaku, ini merupakan proses rasa syukur yang dibangun pihaknya didalam mewujudkan bingkai kebersamaan. Sehingga mereka bersama sama merasakan suka duka pada saat maupun sebelum naik pangkat, karena didalam menjalankan kerja dipastikan banyak mengalami persoalan.

“Disini, para personel kepolisian membangun kepercayaan bersama tim work agar tetap solid dan mililitan,” tuturnya.

Kapolresta AKBP Arman mengaku, penyiraman para personel kepolisian yang mengalami kenaikan pangkat tersebut juga dinilai sebagai bagian proses dan improvisasi.

“Untuk menghidupkan kembali kebersamaan yang dibutuhkan di institusi kepolisian di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Kapolresta.

Usai menggelar upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat Polri Reguler dan Pengabdian tersebut, Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin berpesan kepada seluruh anggota polri agar selalu bersikap amanah dan ikhlas.

“Serta menjadikan setiap tugasnya sebagai lahan ibadah masing masing personel,” pungkasnya.

 



radiovisfm.com, Banyuwangi - Residivis pelaku pencurian dalam rumah berhasil dilumpuhkan aparat kepolisian Polresta Banyuwangi dengan menembak kaki kanannya, karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.

Tersangka berinisial B (48) kini harus kembali meringkuk di dalam sel tahanan untuk yang ketiga kalinya. Pasalnya, laki laki asal Dusun Alasmalang RT 03 RW 02 Desa Alasrejo Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi tersebut kembali melakukan pencurian didalam rumah seperti sebelumnya.

Dalam keterangan persnya, Senin (16/12/2019), Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifudin mengatakan, pada 13 Februari 2019 lalu, tersangka bersama temannya berinisial S melakukan pencurian di rumah AY di kawasan Dusun Krajan RT 05 RW 03 Desa Watukebo Kecamatan Wongsorejo, dengan cara melubangi tembok rumah korban menggunakan obeng.

“Setelah ukuran lubangnya cukup besar, B selaku eksekutor masuk ke dalam untuk mengambil berbagai barang berharga milik korban, diantaranya 1 unit ponsel, 1 unit handphone tablet serta dompet berisi uang tunai Rp 150.000 dan sebuah alat semprot obat sawah,” papar Kapolresta.

“Sedangkan tersangka S menunggu di luar untuk mengawasi kondisi sekitar,” imbuhnya.

Kapolresta menjelaskan, uang senilai Rp 150.000 dibagi dua diantara kedua pelaku. Sedangkan sejumlah barang bukti lainnya dibawa oleh tersangka S. Selanjutnya, 1 ponsel di jual kepada HJ dan 1 ponsel lainnya dipakai istri S. Kepolisian telah menangkap tersangka S juga istrinya serta HJ, pembeli ponsel hasil kejahatannya.

“Mereka telah di vonis hukuman penjara oleh Pengadilan Negeri Banyuwangi, sedangkan tersangka B berhasil melarikan diri dan baru tertangkap pada pertengahan Desember 2019 ini,” kata Kapolresta.

AKBP Arman mengaku, kepolisian terpaksa menghadiahi timah panas pada kaki kanan tersangka karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.

Berdasarkan catatan kriminalitas kepolisian, tersangkamerupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan dan kekerasan, dan sudah 3 kali masuk penjara.

Kini, atas semua perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pembaratan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Genderang perang terhadap narkoba terus ditabuh kepolisian Polresta Banyuwangi dan menjelang pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020 ini berhasil menangkap 5 orang tersangka beserta diamankan puluhan paket Sabu dan puluhan ribu butir obat terlarang.

Dari ke 5 tersangka, barang bukti yang terbanyak di amankan dari tersangka Feriyanto (35) yang ditangkap di rumahnya di kawasan Perumahan Klatak Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.

Disini, Satuan Reskoba Polresta Banyuwangi berhasil mengamankan 59 paket Sabu seberat 53,26 gram, 1 buah timbangan digital serta 16 bendel plastic klip. Selain itu, juga diamankan 37.500 butir obat Trihexyphenidyl dan uang tunai Rp 900.000.


Di lokasi yang sama, kepolisian juga menangkap Rudi Kristian (34) warga Lingkungan Sawahan Kelurahan Pengantigan Kecamatan Banyuwangi saat sedang transaksi. Dari tangannya, didapatkan barang bukti 4000 butir obat Trihexyphenidyl, uang tunai Rp 1.800.000 dan 1 unit ponsel.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, Satuan Reskoba juga menangkap 2 tersangka di tempat yang berbeda. Yakni, Heri Supriyanto (54) warga Dusun Krajan Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar yang ditangkap di kawasan perempatan Tembokrejo, dengan barang bukti 1 paket sabu seberat 0,25 gram, 1 ponsel dan 1 unit sepeda motor Honda Vario bernopol DK 2519 FF.

Juga tersangka Firman Anas warga Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Banyuwangi yang ditangkap di barat TPS Bulusan. Dari tangan laki laki berusia 33 tahun itu, kepolisian mengamankan 1 paket sabu seberat 0,22 gram, 1 unit ponsel dan 1 sepeda motor.

Dalam keterangan persnya, Rabu (11/12/2019), Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifudin mengatakan, total barang bukti narkoba yang diamankan kepolisian adalah 61 paket sabu seberat 90,33 gram, 42.100 butir obat Trihexyphenidyl, 6 unit ponsel, uang tunai Rp 2.700.000 dan 3 unit sepeda motor.

“Dari pengungkapan kasus ini, salah satu tersangka disebut sebut sebagai bandarnya yakni Feriyanto yang memasok kepada para pelanggannya,” ujar Kapolresta.

“Dari catatan kriminalitas, bandar itu merupakan residivis dan telah beberapa kali di tahan atas kasus yang sama,” imbuhnya.

Tersangka memiliki beberapa jaringan di bawah yang bertugas untuk mengedarkan, baik yang sudah lama maupun yang baru bekerja bersama tersangka.

“Upaya pengungkapan actor intelektual atau otak dari peredaran narkotika di wilayah Banyuwangi ini dilakukan kepolisian hingga berbulan bulan dengan cara memetakan sejumlah wilayah yang dinilai rawan, yang tersebar di seluruh kecamatan,” papar Kapolresta.                              

Sementara, kepada petugas tersangka mengaku baru 6 bulan menjadi pengedar narkotika kembali dengan sasaran semua kalangan.

“Khusus obat Trihexyphenidyl saya tidak menjual eceran tapi per kaleng dengan harga Rp 800.000. Untuk 1 kaleng berisi 100 butir,” kata tersangka.

“Biasanya, si pemesan membeli 1 hingga 2 kaleng untuk dijual kembali,” tuturnya.

Sementara untuk Sabu, tersangka menjualnya per gram seharga Rp 1.300.000.

Atas semua perbuatannya, untuk tersangka peredaran narkotika di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009. Sedangkan tersangka obat terlarang di jerat pasal 196 dan 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman masing masing diatas 5 tahun penjara.

More Articles ...