radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian berhasil meringkus pelaku pembakaran gudang rongsokan milik salah satu Bakal Calon Kepala Desa Kaotan Kecamatan Blimbingsari.

Peristiwa yang menghanguskan seluruh isi gudang milik Moh Hairi di Dusun Krajan Desa Kaotan tersebut terjadi pada Minggu dini hari (7/7/2019) lalu. Diantaranya kardus, plastic serta karung karung. Seluruhnya siap untuk di kirim ke berbagai perusahaan pengolah barang rongsokan, yang ada di luar kota.

Kapolsek Rogojampi Banyuwangi Kompol Agung Setyo Budi mengatakan, setelah dilakukan olah TKP dan pengembangan penyidikan, akhirnya terungkap bahwa kebakaran ini terjadi akibat sengaja di bakar oleh pelaku.

“Rupanya, pelaku pembakaran adalah adik dari korban berinisial SG (30), yang bertempat tinggal satu kampung,” ujar Kapolsek.

“Saat melakukan pembakaran, pelaku dalam kondisi mabuk dan pengaruh obat,” imbuhnya.

Sementara, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyidikan mengenai motif dari aksi pembakaran yang di lakukan oleh pelaku tersebut.

Kapolsek mengaku, setelah melakukan pembakaran, pelaku sempat hendak kabur keluar kota dengan menumpang bus. Namun aparat kepolisian langsung melakukan pengejaran hingga berhasil menangkap pelaku di kawasan Banyuwangi selatan.

“Untuk sementara, pelaku mengaku membakar gudang kakaknya tersebut seorang diri hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp 200 juta,” ungkap Kapolsek.

“Stas semua perbuatannya, pelaku dijerat pasal 187 KUHP tentang pembakaran dan pasal 335 tentang ancaman dengan kekerasan menggunakan senjata tajam, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” paparnya.

Sebelumnya, saat terjadi kebakaran api cepat membesar karena sebagian besar isi di dalamnya terbuat dari kertas dan plastic. Dan api baru bisa di padamkan setelah 2 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dengan di bantu masyarakat setempat untuk memadamkan api, selama lebih dari 2 jam.

Selain itu, ada 2 unit sepeda motor dan 1 truck ikut terbakar karena saat kejadian berada di dalam gudang.

Sementara, pemadaman ini di lakukan fokus di area terdampak saja agar tidak merembet ke berbagai lokasi rumah penduduk yang berhimpitan dengan gudang.

“Sisa dari ketiga unit kendaraan tersebut diamankan kepolisian sebagai barang bukti,” pungkas Kapolsek.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Selama 2 hari terjadi 2 kasus pencurian hewan sapi di desa yang berbeda di wilayah Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi. Peristiwa ini terjadi pada Minggu dan Senin, 7-8 Juli 2019.

Pertama terjadi di kawasan Desa Alasrejo pada minggu malam, namun pelaku belum berhasil membawa kabur seekor sapi milik warga setempat karena kepergok.

Selanjutnya pada Senin malam kembali terjadi peristiwa yang sama, namun di wilayah Dusun Karangrejo Selatan RT 03 RW 01 Desa Wongsorejo di kandang milik Poniti (49), atau sekitar 12 KM dari jalan raya.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi Iptu Kusmin mengatakan, di dalam kandang terdapat 4 ekor sapi yaitu jenis Limosin dan Sumintal.

“Tapi yang berhasil di bawa kabur pencuri adalah 3 ekor, yakni 1 ekor sapi jantan Limosin dan 2 ekor sapi betina jenis Limosin dan Sumintal,” ujar Kapolsek.

Kasus ini terbongkar setelah Sunadi (60) warga setempat melapor kepada korban. Bahwa sekira pukul 21.30 WIB, dirinya memergoki 3 orang laki laki yang tidak di kenalnya membawa sapi milik korban sambil mengacungkan clurit. Bersamaan dengan itu, salah satu dari pelaku mengancam Sunadi untuk tidak memberitahukan kepada siapapun jika mereka telah mencuri sapi. Dan jika memberitahukan, mereka mengancam akan membunuh Sunadi.

“Sunadi pun pulang ke rumahnya sambil ketakutan lalu melapor kepada korban jika 3 ekor sapinya telah di curi oleh orang,” tutur Kapolsek.

Selanjutnya korban meminta bantuan para tetangganya untuk membantu mencari ketiga ekor sapinya dengan berdasarkan jejak kaki sapi. Hasilnya, mereka menemukan 1 ekor sapi jantan jenis Limosin milik korban di bawah tebing, sedangkan yang 2 ekor berhasil di bawa kabur kawanan pencuri hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp 40 juta.

Kapolsek mengakui bahwa dalam pecan terakhir ini mulai marak terjadi pencurian hewan sapi di kawasan Kecamatan Wongsorejo. Untuk itu, dirinya menghimbau kepada seluruh warga setempat agar melengkapi kandang sapinya dengan lampu yang cukup terang, serta memberi gembok di pintu kandangnya.

“Juga warga dihimbau untuk menggalakkan kembali penjagaan di pos kamling,” pungkas Iptu Kusmin.

Sementara itu, kepolisian sendiri terus gencar melakukan patroli rutin di seluruh desa, utamanya di daerah rawan terjadi pencurian hewan sapi.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - HUT Bhayangkara ke 73 tahun di Banyuwangi di rayakan penuh sinergitas antara Polri dan TNI.

Mestinya, perayaan HUT Bhayangkara ini di laksanakan pada 1 Juli di setiap tahunnya. Namun Polres Banyuwangi memilih merayakan pada Rabu (10/7/2019) dengan menggelar tasyakuran bersama aparat TNI di koramil Rogojampi.

Kabag Sumda Polres Banyuwangi, Kompol Toha Choiri mengatakan, pada perayaan HUT Bhayangkara tahun ini di rayakan Polres Banyuwangi dengan tidak di gelar upacara, namun lebih memilih untuk bersilaturahmi dan bersinergi dengan TNI.

“Seperti amanat yang di sampaikan oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian dan sudah saya bacakan saat membuka tasyakuran tadi,” ungkap Kompol Toha.

“Untuk di intern kepolisian di harapkan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat utamanya pelayanan public,” ujarnya.

Dan ke depan, amanat ini gencar dilaksanakan kepolisian dengan bersinergi bersama TNI.

Sementara itu, dalam kegiatan tasyakuran ini di hadiri oleh seluruh perwira dan kapolsek pada jajaran Polres Banyuwangi.

Meski di area koramil Rogojampi sempat di guyur hujan, namun mereka tampak gembira menikmati setiap tahapan acara.

Untuk Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi sendiri tidak hadir karena ada tugas di luar kota yang tidak bisa di tinggalkan.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian memeriksakan kejiwaan pelaku pencurian mobil yang mengacungkan pisau di tengah jalan beberapa waktu lalu, kepada ahli psikiater RSUD Blambangan Banyuwangi. Pasalnya, di duga pelaku mengalami gangguan jiwa karena saat di lakukan pemeriksaan oleh penyidik, jawabannya selalu berubah ubah.

Pelaku adalah Moch Rizal Taufik tinggal di kawasan Jalan Karimun Jawa RT 05 RW 04 Kelurahan Lateng Kecamatan Banyuwangi kota.

Penangkapan laki laki berusia 30 tahun tersebut berlangsung dramatis. Dua aparat kepolisian menangkap paksa pelaku saat mobil Datsun Go hitam bernopol P 1038 V yang dikemudikannya di hentikan di tengah jalan Basuki Rahmat secara melintang, hingga menyebabkan terjadinya antrian panjang kendaraan bermotor dari utara dan selatan.

Bahkan dalam aksinya ini, pelaku mengacungkan pisau kepada aparat kepolisian dan puluhan warga yang berkerumun di lokasi.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, kepolisian sudah memeriksa beberapa orang saksi sekaligus mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk, si pemilik mobil Sri Nurhayati juga dimintai keterangannya.

“Dari hasil tes kejiwaan itu baru bisa diketahui hingga 2 hari ke depan, untuk memastikan apakah pelaku benar benar mengalami gangguan jiwa ataukah tidak,” ujar Kapolsek.

Sementara, selama di tahan di Mapolsekta Banyuwangi, sikap pelaku menunjukkan adanya indikasi kurang normal.

“Nantinya dari hasil pemeriksaan tim ahli psikiater RSUD Blambangan Banyuwangi itu sudah turun, maka bisa di pertanggung jawabkan secara hukum untuk melanjutkan proses penyidikan terhadap pelaku,” papar Kapolsek.

Karena menurut Kapolsek, yang berhak memberikan keterangan ahli adalah tim psikiater.

“Sedangkan kepolisian sendiri menilai adanya indikasi pelaku mengalami gangguan jiwa,” pungkas Kapolsek.

Sebelumnya, pada Jum’at (5/7/2019) lalu, pelaku di kabarkan membawa kabur mobil Datsun Go hitam bernopol P 1038 V milik Sri Nurhayati (42) yang bertempat tinggal di asrama kodim di kawasan Jalan Karimun Jawa RT 05 RW 04 Kelurahan Lateng Kecamatan Banyuwangi.

Sementara pelaku dan orang tuanya pernah tinggal di asrama tersebut, namun kini memilih kost tidak jauh dari TKP. Pasalnya, bapak pelaku sudah meninggal dunia sedangkan ibunya bekerja sebagai TKI di Malaysia.

Seperti biasanya, korban memarkirkan kendaraannya di halaman rumahnya. Dan saat itu, korban tidak berada di rumah hanya ada anaknya seorang diri. Sementara pelaku masuk ke dalam rumah korban dan mengobrak abrik isi didalamnya, lalu mengambil kunci kontak mobil dan pisau dapur. Selanjutnya dia membawa kabur mobil korban.

Selang beberapa lama, kepolisian mendapat laporan dari korban mengenai aksi ini. Sejumlah aparat kepolisian Polsekta Banyuwangi yang sedang melakukan patroli mendapat kabar tersebut, dan mereka pun mengejar pelaku hingga berhasil menemukan pelaku di kawasan Jalan Basuki Rahmat saat dia memarkirkan mobil korban di tengah jalan secara melintang.

Disitulah, penangkapan pelaku berlangsung dramatis karena pelaku tidak mau keluar dari dalam mobil. Hingga akhirnya di lakukan upaya paksa penangkapan lalu membawa pelaku ke Mapolsekta Banyuwangi guna menjalani penyidikan lebih lanjut.

Dari penangkapan ini, kepolisian mengamankan 1 unit mobil Datsun Go, 1 kontak mobil, 5 buah pisau, 1 gunting, 1 STNK mobil dan 1 lembar surat keterangan kepemilikan mobil dari pihak bank.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang residivis pembobol rumah asal Situbondo kembali ditangkap aparat kepolisian Polsek Wongsorejo Banyuwangi, setelah berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga milik warga setempat.

Dia adalah Narso, warga Lingkungan Karangasem Kelurahan Patokan Kecamatan Situbondo.

Kakek berusia 58 tahun tersebut sudah 4 kali masuk ke hotel prodeo dan 2 diantaranya di Mapolsek Wongsorejo. Dan kali ini, tersangka kembali harus meringkuk di dalam sel tahanan Mapolsek Wongsorejo setelah terbukti melakukan pembobolan rumah milik Tutus Hadi Santoso (49) di kawasan Dusun Krajan Desa Sidodadi Kecamatan Wongsorejo pada Minggu dini hari (23/6/2019) lalu, saat korban bersama anggota keluarganya tertidur lelap.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi, Iptu Kusmin mengatakan, baru keesokan harinya sebangun dari tidur, korban mengetahui sejumlah barang berharganya telah hilang yakni ponsel Oppo A3S, Laptop Asus hitam dan ponsel Samsung J1 ace, hingga mengalami kerugian mencapai Rp 8 juta.

“Kami melakukan penelusuran selama 3 mingguan hingga akhirnya mendapati ponsel milik korban berada di kawasan Situbondo,” ujar Iptu Kusmin.

Selanjutnya, aparat kepolisian yang melakukan pengejaran berhasil meringkus tersangka di rumahnya, pada Rabu (9/7/2019).

Disini, di temukan barang barang milik korban tersebut yakni ponsel Oppo A3S, Laptop Asus hitam dan ponsel Samsung J1 ace bersama doosbooknya. Selanjutnya tersangka diamankan ke Mapolsek Wongsorejo.

“Tersangka merupakan residivis kasus pencurian dan sudah 4 kali dijatuhi hukuman atas kasus yang sama,” tutur Kapolsek.

Sementara, menurut pengakuan tersangka, dirinya berhasil masuk ke dalam rumah korban dengan cara mencongkel jendela rumah.

“Ini terungkap dari hasil olah TKP yang di lakukan aparat kepolisian,” imbuh Kapolsek.

Kini, tersangka diamankan di mapolsek Wongsorejo beserta seluruh barang bukti milik korban. Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kedapatan mencuri ponsel milik warga Desa Kenjo Kecamatan Glagah, seorang laki laki yang mengaku sebagai wartawan gadungan di amankan kepolisian.

Kasus ini terjadi pada 21 Mei 2019 lalu dan baru terungkap pada Selasa, 9 Juli 2019.

Saat itu, Tutut Indayani berangkat dari rumahnya dikawasan Dusun Salakan RT 01 RW 02 Desa Kenjo sekira pukul 09.30 WIB menuju ke Toko Emas Podo Seneng yang ada di area Pasar Banyuwangi Jalan Susuit Tubun Kelurahan Kepatihan Kecamatan Banyuwangi kota.

Disini, perempuan berusia 26 tahun tersebut membeli perhiasan emas dan beberapa menit kemudian dia meninggalkan toko setelah melakukan transaksi pembayaran.

Saat dalam perjalanan pulang tepatnya sesampai simpang lima, korban teringat terhadap ponselnya yang tertinggal ditoko emas Podo Seneng hingga akhirnya dia bergegas kembali ke toko semula. Namun sesampainya di TKP, korban sudah tidak menemukan ponselnya. Bahkan saat di tanyakan kepada pemilik toko maupun penjaganya, juga mengaku tidak mengetahuinya.

Lalu korban pun melaporkan peristiwa ini ke Mapolsekta Banyuwangi guna proses hukum lebih lanjut.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki melalui Kanit Reskrim Ipda Nurmansyah mengatakan, setelah mendapat laporan dari korban tersebut, kepolisian bergerak cepat untuk bisa mengungkap kasus ini.

“Setelah di lakukan pengembangan penyidikan selama kurang lebih 2 bulan, aparat kepolisian pun berhasil meringkus pelaku berinisial SH (40) tercatat sebagai warga Dusun Krajan RT 03 RW 03 Desa Licin Kecamatan Licin Banyuwangi,” ujar Ipda Nurmansyah.

Namun kepolisian menangkap pelaku di sebuah rumah kost di kawasan Jalan Ijen Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi, atau di area patung PKBR.

Ipda Nurmansyah menjelaskan, dari pengakuan pelaku dihadapan petugas, dirinya sengaja mengambil ponsel Oppo F11 Pro milik korban yang tertinggal di atas etalase toko emas Podo Seneng tersebut.

“Lalu di gunakan sendiri dengan mengubah seluruh aplikasi yang ada di dalam ponsel korban,” kata Ipda Nurmansyah.

“Dari pengakuan pelaku pula, saat itu dirinya berniat jalan jalan di area Pasar Banyuwangi dan setelah melihat ada ponsel tergeletak di atas etalase dia langsung mengambilnya tanpa sepengetahuan para penjaga toko,” paparnya.

Sementara itu, selain ponsel milik korban, dari hasil penangkapan ini, kepolisian juga mengamankan 2 buah kartu identitas bertuliskan Pers Tabloid Timur Post dan Pers Online Terasbanyuwangi.com dari tangan pelaku. Rupanya, selama ini pelaku mengaku sebagai wartawan dari media koran dan online.

Atas semua perbuatannya, pelaku di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian terus mendalami penyebab kebakaran gudang rongsokan milik salah satu Bakal Calon Kepala Desa Kaotan Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi, yang menyebabkan kerugian hingga mencapai Rp 200 juta.

Hampir seluruh barang yang ada di gudang milik Moh Hairi tersebut ludes terbakar, yang terdiri dari kardus, plastic serta karung karung. Seluruhnya telah siap untuk di kirim ke berbagai perusahaan pengolah barang rongsokan, yang ada di luar kota.

Kapolsek Rogojampi Banyuwangi, Kompol Agung Setyo Budi mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi pada Minggu dini hari (7/7/2019) sekira pukul 01.30 WIB.

“Api cepat membesar karena sebagian besar isi di dalamnya terbuat dari kertas dan plastic,” ungkapnya.

Menurut Kapolsek, api baru bisa di padamkan setelah 2 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dengan di bantu masyarakat setempat untuk memadamkan api, selama lebih dari 2 jam. Selain itu, ada 2 unit sepeda motor dan 1 truck ikut terbakar karena saat kejadian berada di dalam gudang.

“Upaya pemadaman ini di lakukan fokus di area terdampak saja agar tidak merembet ke berbagai lokasi rumah penduduk yang berhimpitan dengan gudang. Dan sisa dari ketiga unit kendaraan yang terbakar itu diamankan kepolisian sebagai barang bukti,” papar Kapolsek.

“Kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran, karena hingga kini masih dalam pengembangan penyelidikan kepolisian,” imbuhnya.

Bahkan, kapolsek juga membantah adanya indikasi gudang tersebut sengaja di bakar oleh oknum tertentu. Pasalnya, kepolisian terus melakukan pendalaman mengenai penyebab peristiwa kebakaran tersebut.

Sementara itu, dalam kasus ini tidak ada korban jiwa hanya kerugian material mencapai Rp 200 juta.

Dari pantauan dilapangan, korban Moh Hairi merupakan bakal calon Kepala Desa Kaotan Kecamatan Blimbingsari. Dan rencananya, pemilihan kepala desa serentak di gelar pada 9 Oktober 2019 mendatang di 130 desa se Kabupaten Banyuwangi.

 

More Articles ...