radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang pemuda asal Kota Malang ditangkap Kepolisian Polsek Giri Banyuwangi, setelah aksinya mencuri uang kotak amal masjid terekam kamera CCTV.

Meski pelaku tercatat sebagai warga Jalan Raya Gadang Kelurahan Blimbing Kecamatan Singosari Kota Malang, namun keberadaannya di Banyuwangi adalah kost.

Pelaku adalah Agus Wahyu Permana (20) kini harus meringkuk di dalam sel tahanan Mapolsek Giri Banyuwangi, untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.

Kapolsek Giri Banyuwangi, Iptu Suryono Bhakti mengatakan, pelaku berhasil masuk ke dalam halaman masjid Al Hilal yang ada di kawasan Jalan Gajah Mada Kelurahan Penataban Kecamatan Giri, dengan lewat sisi utara bekas warung yang sudah di bongkar.

“Selanjutnya, pelaku merusak pintu masjid dengan cara mencongkel handle pintu namun tidak bisa terbuka,” kata Kapolsek.

“Dari pengakuan pelaku kepada petugas, dia mengambil uang yang tersimpan di dalam kotak amal melalui jendela sebelah selatan pintu dengan cara mencongkel kotak amal yang terbuat dari kaca lalu dipecahkan,” paparnya.

Mendapati kotak amal sudah pecah, pelaku pun dengan leluasa mengambil seluruh uang kertas yang ada di dalamnya sejumlah Rp 600.000 terdiri dari pecahan Rp 50.000, Rp 20.000 dan Rp 5.000.

Aksi ini dilakukan pelaku sekira pukul 02.00 WIB sebelum subuh. Sementara pembobolan uang kotak amal ini baru diketahui takmir masjid saat hendak melaksanakan sholat subuh lalu di laporkan ke Mapolsek Giri.

Iptu Suryono menjelaskan, setelah mendapat laporan dari korban, sejumlah aparat kepolisian melakukan olah TKP dan rupanya mendapati adanya rekaman kamera CCTV yang terpasang di lokasi. Disitu, terlihat jelas cara pelaku mencongkel pintu masjid sekaligus memecah kotak amal.

“Rupanya, salah satu warga mengenali pelaku yang sebelumnya merupakan pekerja bangunan di sekitaran Masjid Al Hilal,” tutur Iptu Suryono.

Kapolsek menambahkan, berbekal informasi inilah, aparat kepolisian menangkap pelaku di tempat kost nya tanpa perlawanan. Dan dia mengakui semua perbuatannya.

“Seluruh uang kotak amal yang di curinya sudah habis digunakan untuk membeli minuman keras dan jajan,” pungkas Kapolsek.

Usai ditangkap, pelaku di gelandang ke Mapolsek Giri Banyuwangi guna dimintai keterangan. Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Selama Operasi Zebra Semeru 2019 digelar, Polres Banyuwangi berhasil menindak 3.092 pelanggaran yang di dominasi pengendara kendaraan bermotor di bawah umur.

Operasi Zebra Semeru di Banyuwangi digelar mulai 22 Oktober hingga 5 November 2019 yang dilaksanakan di seluruh wilayah di 25 Kecamatan di Banyuwangi dengan sasaran para pelanggar lalu lintas. Utamanya di berbagai lokasi yang masuk dalam daerah rawan kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

Berdasarkan data yang ada, jumlah pelanggar pengendara di bawah umur sebanyak 298 orang. Tidak memakai helm 386, sabuk pengaman 188, menggunakan HP saat berkendara 47, melawan arus 49, tidak membawa kelengkapan surat surat kendaraan bermotor 1.565 serta jenis pelanggaran lain sebanyak 559.

Dalam keterangannya, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, total pelanggaran selama Operasi Zebra Semeru 2019 ini meningkat sekitar 20 persen di banding tahun 2018 lalu yang sebanyak 2.592 pelanggar.

Dari operasi ini kepolisian menyita 3.092 barang bukti, diantaranya 224 lembar SIM, 2.807 lembar STNK dan 62 unit sepeda motor dalam kondisi tidak standart. Seperti knalpot blong, ban kecil juga tidak dilengkapi spion,” papar Kapolres.

Menurutnya, seluruh barang bukti tersebut diamankan di Mapolres Banyuwangi.

Para pemiliknya bisa mengambil kendaraannya jika seluruhnya sudah diganti dengan yang asli atau berstandart,” ungkap Kapolres.

Untuk penggantiannya pun kata Kapolres, harus dilakukan di lokasi di Mapolres Banyuwangi. Selain itu, si pemiliknya juga harus membawa surat surat kendaraan bermotor sebagai bukti kepemilikan.

Jika semua itu sudah terpenuhi, maka kendaraan bisa di bawa pulang kembali,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, barang bukti yang disita kepolisian Polres Banyuwangi selama digelarnya Operasi Zebra Semeru 2018 lalu sebanyak 2.592. Yakni 178 lembar SIM, 2.345 lembar STNK dan sepeda motor sebanyak 69 unit.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian mengaku masih belum menemukan titik terang mengenai penyebab kematian perempuan warga Lingkungan Karangasem Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah Banyuwangi, yang jenazahnya di temukan tergeletak di belakang rumahnya. Tepatnya di dekat selokan rel kereta api.

Jenazah Suwati (52) kini sudah di makamkan di pemakaman umum setempat setelah di lakukan otopsi oleh tim medis RSUD Blambangan Banyuwangi, karena pihak keluarga mencurigai kematiannya tidak wajar.

Pasalnya, di beberapa bagian tubuh jenazah korban di temukan pengelupasan kulit yang diduga akibat siraman benda panas cair.

Kapolsek Glagah Banyuwangi AKP Imron mengatakan, pengelupasan tersebut dimungkinkan karena benda panas cair dan bukan akibat dibakar dengan api.

Yang diduga adalah karena siraman air panas,” ungkap Kapolsek.

“Kepolisian masih belum bisa pastikan penyebab mengelupasnya kulit korban itu dan hingga kini masih di lakukan pengembangan penyidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi,” paparnya.

Kapolsek menjelaskan, saksi yang sudah dimintai keterangan adalah suami korban, Muhyi dan anak korban serta ketua RT setempat. Hasilnya, dari keterangan mereka dinilai belum ada perkembangan yang segnifikan mengenai kepastian penyebab kematian korban.

Menurut keterangan Muhyi, istrinya itu mempunyai riwayat darah tinggi. Selain itu, dalam setiap harinya, korban terbiasa memasak air putih cukup banyak untuk persediaan minum keluarganya,” ujar AKP Imron.

Oleh karena itulah, mulai muncul berbagai dugaan dari pihak keluarga mengenai penyebab kematian korban. Apakah disaat memasak air putih penyakit darah tingginya kumat sehingga air yang dalam kondisi masih panas tersiram ke sekujur tubuhnya ataukah sengaja ada yang menyiram.

Juga ada kemungkinan korban terjatuh di lokasi saat penyakit darah tingginya kumat dan meninggal dunia, lalu jenazahnya terpanggang di panas matahari. Mengingat saat ini cuaca di kawasan Banyuwangi terpantau cukup panas,” kata Kapolsek.

Diakui AKP Imron, kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyidikan untuk melihat perkara ini ada unsur pidana ataukah tidak.

Sementara, terkait dengan adanya dugaan pembunuhan terhadap korban, AKP Imron mengaku pihaknya belum mendengar dan belum mengetahui informasi tersebut.

“Kepolisian belum menentukan penyebab kematian korban dan belum ada kejelasan. Dari hasil lidik sementara kepolisian pun, belum mengarah ke tindak pidana pembunuhan,” pungkas Kapolsek.

Sebelumnya, jenazah korban di temukan oleh warga setempat dalam posisi tergeletak di belakang rumahnya pada Selasa sore (29/10/2019).

Selanjutnya, jenazah korban di otopsi di RSUD Blambangan Banyuwangi atas permintaan pihak keluarga. Dan tim medis menyatakan, pada kepala bagian belakang kiri korban terdapat luka memar akibat trauma benda tumpul hingga terjadi pendarahan di otaknya.

Hal inilah yang diduga menjadi penyebab kematian korban. Selain itu, di beberapa bagian tubuh korban di temukan luka bakar cukup serius.

Sementara menurut pengakuan Muhyi, istrinya tersebut sudah tidak terlihat di rumahnya sejak Senin (28/10/2019). Dan dia menduga, istrinya berada di rumah anaknya di desa sebelah.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banyuwangi menggerebek tempat produksi minuman olahan berupa kelapa muda jelly yang diduga mengandung bahan berbahaya.

Penggerebekan dilakukan, saat pelaku memproduksi minuman yang terkenal di Banyuwangi itu. Polisi juga mengamankan seseorang yg diduga pelaku tindak pidana tersebut yakni, ND (47).

Pelaku ditangkap dirumah sekaligus lokasi produksi minuman tersebut di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Jumat (17/10/2019).

Penggerebekan dilakukan setelah polisi melakukan investigasi. Diduga pelaku melanggar pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 142 UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya mengaku pihaknya mengamankan pelaku karena diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja memproduksi minuman jelly yang tidak memiliki ijin edar.

“Ini berdasar pada UU tentang pangan, didalam menindak lanjuti terhadap setiap pangan olahan yang dibuat dalam negeri atau diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran,” papar Kasat Reskrim.

Dalam penggerebekan ini, kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya 3 (tiga) buah freezer yg terdapat produk degan jelly sebanyak 100 buah. Serta sebuah botol berisikan bubuk natrium benzoat. Juga disita 2 buah golok, 2 plastik gula pasir, 10 buah bubuk jelly sakura, sebuah botol vanili, satu gulung plastik wraping, 2 buah isolasi, dan 1 bendel stiker degan jelly.

Sebelumnya, Polres Banyuwangi juga mendatangi lokasi produksi dan memeriksa sample jelly ke laboratorium. Hasilnya, produksi jelly tersebut positif mengandung formalin. 

“Kami bersama Dinas Kesehatan Banyuwangi mendatangi dan mengecek serta memeriksa secara laboratorium dan hasilnya positif. Selanjutnya, terhadap barang bukti dan terlapor untuk dilakukan proses lebih lanjut,” pungkas AKP Panji.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Korban meninggal dunia akibat kecelakaan kendaraan bermotor yang terjadi selama digelarnya Operasi Zebra Semeru 2019 di Banyuwangi, meningkat 400 persen dibanding tahun 2018 lalu di kegiatan yang sama.

Dari catatan kepolisian, korban meninggal dunia pada Operasi Zebra Semeru 2019 sebanyak 5 orang, sedangkan di tahun 2018 lalu pada operasi yang sama hanya sebanyak 1 orang. Sementara korban luka berat sebanyak 2 orang turun 33 persen dari tahun 2018 yang hanya 1 orang. Sedangkan korban luka ringan sebanyak 16 orang, naik 167 persen dari tahun 2018 yang hanya 6 orang.

Dan total kerugian material sebanyak 25 juta meningkat segnifikan mencapai 131 persen dibanding 2018 yang hanya 5.800.000.

Dalam keterangan persnya, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, dari 12 kejadian kecelakaan lalulintas selama digelarnya Operasi Zebra Semeru 2019, hampir sebagian terjadi dikawasan Kecamatan Wongsorejo, utamanya di berbagai titik black spot atau rawan kecelakaan.

Ada pula terjadi di sejumlah kecamatan di wilayah Banyuwangi selatan,” tutur Kapolres.

Jumlah kecelakaan lalu lintas kali ini meningkat 71 persen dibanding tahun lalu yang hanya dikisaran angka 7 kejadian,” imbuhnya.

Dan belasan kasus kecelakaan lalu lintas ini, seluruhnya di akibatkan karena kelalaian para pengendara kendaraan bermotor yang mendahului kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Dari puluhan korban itu diketahui tidak menggunakan helm,” pungkas AKBP Taufik.

Sementara itu, dari pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2019 ini, Polres Banyuwangi berhasil menindak 3.092 pelanggar yang didominasi pengendara kendaraan bermotor dibawah umur yang mencapai angka 298 orang. Juga pengendara sepeda motor tidak memakai helm sebanyak 386 pelanggar.

Sisanya pelanggaran tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus, melebihi batas kecepatan serta tidak membawa surat surat kendaraan bermotor.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang laki laki warga Kecamatan Cluring Banyuwangi ditangkap kepolisian, setelah dilaporkan melakukan tindakan asusila terhadap anak tirinya yang masih di bawah umur hingga puluhan kali.

Aksi bejat yang dilakukan oleh Slamet Handoko ini dilakukan sejak tahun 2015, saat korban berinisial IE masih berusia 10 tahun dan duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar.

Laki laki berusia 33 tahun tersebut menikahi ibu korban setelah kedua orang tuanya bercerai. Korban memilih tinggal bersama ibunya di kawasan Dusun Tapansari Desa Sraten Kecamatan Cluring Banyuwangi. Sedangkan bapaknya bekerja di Kalimantan.

Sejak 2015 itulah, tersangka melancarkan aksinya berulang kali layaknya pasangan suami istri hingga ditahun 2019 ini, disaat korban duduk dibangku kelas 3 SMP.

Dan semua itu dilakukan tersangka saat rumah dalam keadaan sepi. Pasalnya, dalam setiap hari ibu korban bekerja sebagai buruh di pabrik makanan ringan.

Bahkan memasuki bulan September dan Oktober 2019 ini, tersangka melakukan aksi bejatnya disaat malam hari setelah ibu korban tertidur. Dia masuk ke dalam kamar korban dan memaksa untuk melayani nafsu bejatnya. Namun korban berontak dan berhasil melarikan diri dan menangis di dalam kamar mandi.

Selanjutnya, di akhir Oktober ini korban menceritakan semua kejadian yang dialaminya kepada Sainem, salah satu guru pengajar di sekolahannya, karena mengaku sudah tidak tahan dengan perlakuan bapak tirinya tersebut.

Setelah mendengar cerita korban, Sainem menghubungi saudara korban dan menceritakan semua permasalahan yang di alami korban tersebut. Selanjutnya, mereka melapor ke pihak kepolisian guna meminta perlindungan hukum.

Kapolsek Cluring Banyuwangi, Iptu Bejo Madreas mengatakan, setelah mendapat laporan ini, kepolisian menangkap tersangka di rumahnya.

“Kepada petugas, tersangka mengakui semua perbuatannya yang telah mencabuli anak tirinya hingga puluhan kali,” ujar Kapolsek.

“Pengakuan tersangka ini juga di perkuat dengan keterangan korban kepada petugas,” imbuhnya.

Kapolsek mengaku, meski demikian, kepolisian meminta visum korban kepada tim medis sekaligus menyita sejumlah barang bukti.

“Diantaranya beberapa potong pakaian korban dan tersangka saat melakukan aksi bejatnya,” tutur Iptu Bejo.

Kini, tersangka harus meringkuk didalam sel tahanan Mapolsek Cluring Banyuwangi guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 81 subsider pasal 82 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu nomor 1 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara

radiovisfm.com, Banyuwangi - Residivis pencurian dalam rumah di Banyuwangi kembali ditangkap kepolisian untuk yang ke 8 kalinya. Rupanya, jeruji besi di dalam Lapas Banyuwangi tidak membuat Sukadi jera.

Laki laki berusia 47 tahun asal Dusun Sumberayu RT 06 RW 07 Desa Sumberberas Kecamatan Muncar Banyuwangi tersebut kembali harus berurusan dengan kepolisian, setelah melakukan pencurian di rumah milik Atim (58), di kawasan Dusun Wringinpitu RT 02 RW 06 Desa Plampangrejo Kecamatan Cluring Banyuwangi.

Dari aksinya ini, tersangka berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban, yakni 1 unit ponsel, 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z bernopol DK 6712 UM, kalung emas seberat 2 gram, 3 pres rokok dan uang tunai Rp 500.000.

Kapolsek Cluring Banyuwangi, Iptu Bejo Madrias mengatakan, dari pengakuan tersangka, dirinya masuk ke dalam rumah korban melalui jendela samping dengan cara di congkel, saat pemilik rumah dalam kondisi tertidur lelap.

Aksi ini dilakukan tersangka pada Selasa dini hari, 17 Septemebr 2019 lalu sekira pukul 02.00 WIB. Mendapati peristiwa naas yang dialaminya, korban melapor ke Mapolsek Cluring guna meminta perlindungan hukum.

“Setelah berhasil membawa kabur barang barang milik korban, tersangka menjualnya. Uang dari hasil kejahatannya itu di gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,” papar Kapolsek.

“Yang tersisa adalah ponsel korban dan masih di pegang oleh tersangka,” imbuhnya.

Dari sinilah, kepolisian berhasil mengungkap pelaku pencurian di rumah korban selang 1 bulan pasca kejadian, tepatnya pertengahan Oktober 2019 ini setelah berhasil mendeteksi keberadaan ponsel tersebut. Aparat kepolisian menangkap tersangka di rumahnya tanpa perlawanan, lalu di gelandang ke Mapolsek Cluring guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Dari catatan kriminalitas kepolisian, tersangka pernah mendekam didalam sel tahanan atas kasus yang sama sebanyak 8 kali dan 4 TKP diantaranya di wilayah Kecamatan Cluring,” pungkas Iptu Bejo.

Sementara, dari penangkapan tersangka tersebut, kepolisian hanya mengamankan barang bukti 1 unit ponsel milik korban. Sedangkan sepeda motor dan perhiasan emas sudah habis di jual. Hasilnya digunakan untuk kebutuhan sehari hari beserta uang tunai milik korban tersebut.

Kini, tersangka kembali di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

More Articles ...