radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang laki laki dan wanita paru baya memaksa menjual gadis ABG di lokalisasi untuk melayani tamu, hingga keduanya diamankan kepolisian.

Mereka adalah Syaiful Bahri (25) warga Dusun Rogojampi Utara Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi Banyuwangi dan Niwati alias Eva (40) warga asli Dusun Sasitangor Desa Sukosari Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember, yang kini menempati salah satu rumah di dalam area Lokalisasi Padang Bulan Kecamatan Singojuruh Banyuwangi.

Sebelumnya lokalisasi tersebut sudah di tutup oleh pemerintah daerah bersama kepolisian, dan sejumlah PSK yang berasal dari luar kota sudah di pulangkan ke kampung halamannya. Sedangkan yang berasal dari Banyuwangi di berikan berbagai pelatihan. Namun rupanya, upaya berbagai stake holder ini tidak membuat mereka jera bahkan kembali melakukan aktifitasnya sebagai PSK.

Kasus ini terbongkar berawal dari laporan Sa’I (70) warga Dusun Krajan Desa Pakistaji Kecamatan Kabat Banyuwangi kepada kepolisian. Dia mengaku, cucunya berinisial LA masih berusia 15 tahun di jemput oleh seorang perempuan bernama Dewi warga Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi, untuk di janjikan pekerjaan. Pasalnya, korban sudah tidak sekolah dan hanya tamatan SD.

Selang 6 hari korban tidak juga pulang ke rumahnya, hingga Sa’I pun mencari Dewi dan meminta agar cucunya tersebut segera di kembalikan. Tapi Dewi mengaku, korban berada di lokalisasi Padang Bulan.

Selanjutnya, Sa’I menjemput cucunya dengan dihantarkan Dewi lalu di bawa pulang.

Saat di mintai keterangan kakeknya, korban mengaku di pekerjakan sebagai PSK dan dipaksa untuk melayani laki laki hidung belang. Karena tidak terima, Sa’I pun melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian.

Kapolsek Kabat Banyuwangi, AKP Supriyadi mengatakan, kepada petugas korban mengaku di paksa melayani tamu sebanyak 2 kali dengan mendapatkan bayaran Rp 400.000.

“Namun sebelumnya korban di cekoki minuman keras terlebih dahulu,” ujar Kapolsek.

AKP Supriyadi menjelaskan, dari pengakuan korban pula, dirinya dibawa oleh Dewi lalu di pertemukan dengan tersangka Syaiful Bahri yang selanjutnya di tempatkan di lokalisasi Padang Bulan di kamar kontrakan tersangka Niwati alias Eva untuk di pekerjakan sebagai PSK.

“Kepolisian pun mengejar keberadaan ketiga tersangka hingga berhasil menangkap Syaiful Bahri dan Niwati, sedangkan Dewi berhasil melarikan diri dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO),” pungkas Kapolsek.

Kini, kedua tersangka meringkuk di dalam sel tahanan Mapolsek Kabat Banyuwangi. Dan sejumlah barang bukti pun di amankan kepolisian, seperti 1 buah sprei motif kembang dan 1 buah bantal serta 2 lembar uang kertas pecahan Rp 100.000.

Atas perbuatannya, mereka di jerat pasal 76 jonto pasal 83 dan 88 UU RI nomor 35 tahun 2014,  tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak subsider pasal 297 KUHP, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus perdagangan anak di bawah umur, kepolisian berhasil menangkap seorang mucikari asal Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi.

Dia adalah Dewi Refa Lestari (26) bertempat tinggal di Dusun Krajan RT 03 RW 04 Desa Badean.

Tersangka disebut sebut telah memperdagangkan seorang gadis dibawah umur, LA warga Desa Pakistaji Kecamatan Kabat Banyuwangi di lokalisasi Padang Bulan Kecamatan Singojuruh.

Bahkan, korban yang masih berusia 15 tahun dan hanya tamatan SD itu di paksa melayani tamu sebanyak 2 kali dengan bayaran Rp 400.000, di lokalisasi yang sebelumnya sudah ditutup oleh Pemkab Banyuwangi bersama kepolisian tersebut.

Kapolsek Kabat Banyuwangi, AKP Supriyadi mengatakan, tersangka ditangkap kepolisian di rumahnya tanpa perlawanan.

“Selama pelariannya, tersangka gaku sempat kabur ke Jember dan menginap di rumah saudaranya di Desa Sumber Beras Kecamatan Muncar Banyuwangi,” papar Kapolsek.

Dia menjelaskan, tersangka Dewi ini berperan menjemput korban di rumahnya lalu di perkenalkan kepada Syaiful Bahri (25) warga Dusun Rogojampi Utara Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Oleh Syaiful, korban di serahkan kepada tersangka Niwati alias Eva (40) warga asli Dusun Sasitangor Desa Sukosari Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember, yang kini menempati salah satu rumah di dalam area lokalisasi Padang Bulan.

“Selanjutnya, korban di paksa melayani tamu namun terlebih dahulu di cekoki minuman keras,” kata Kapolsek.

“Korban mengaku tergiur dengan ajakan Dewi, karena dijanjikan akan di beri pekerjaan. Namun rupanya malah di pekerjakan sebagai PSK,” imbuh AKP Supriyadi.

Kapolsek menambahkan, kakek korban melapor ke pihak kepolisian atas kasus ini, yang selanjutnya di lakukan penangkapan terhadap tersangka Syaiful Bahri dan Niwati, namun tersangka Dewi berhasil kabur.

“Aparat kepolisian lakukan pengembangan penyidikan dan menyanggong tersangka di sekitar rumahnya, karena diyakini dia tidak akan pergi jauh karena mempunyai anak masih kecil,” tutur Kapolsek.

Dan setelah diketahui tersangka pulang ke rumahnya itulah, kepolisian langsung menangkap tersangka tanpa perlawanan.

Kini, tersangka Dewi di jebloskan ke dalam sel tahanan Mapolsek Kabat gabung bersama 2 tersangka lainnya.

Dan atas semua perbuatannya, di jerat pasal 76 jonto pasal 83 dan 88 UU RI nomor 35 tahun 2014,  tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak subsider pasal 297 KUHP, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian Polres Banyuwangi segera mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk memastikan penyebab kebakaran yang telah menewaskan pasutri Kakek Nenek.

Mereka adalah Padillah (65) dan Supiyati (74) mengalami luka bakar cukup parah pada sekujur tubuhnya, setelah ditemukan warga terbakar di dalam rumahnya dikawasan jalan Ikan Kembang Waru Lingkungan Karanganyar RT 04 RW 03 Kelurahan Karangrejo Kecamatan Banyuwangi kota, tepatnya di area pasar Pujasera Karangrejo lama.

Kedua korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan hingga beberapa jam di RSUD Blambangan Banyuwangi, karena mengalami luka bakar hampir 100 persen di sekujur tubuhnya. Bahkan, keduanya sempat kritis.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Prathista Wijaya mengatakan, hingga saat ini kepolisian terus melakukan pengembangan penyidikan dengan mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi serta memintai keterangan sejumlah saksi mata.

“Jika memang sangat diperlukan, kami segera menurunkan Tim Labfor dari Polda Jawa Timur untuk bisa mengungkap penyebab dari kasus ini,” tutur Kasat Reskrim.

Pasalnya, info yang beredar kedua korban sengaja bunuh diri dengan menyiram tubuh mereka dengan bensin lalu di sulut api. Karena dari olah TKP kepolisian Polsekta Banyuwangi, di lokasi di temukan bekas botol minuman air mineral yang masih terdapat seperempat bensin.

“Kami masih terus menyelidiki kasus ini karena hal itu masih sebatas persepsi di lapangan,” kata AKP Panji.

Dan terkait dengan hasil Labfor nantinya, dinilainya tidak bisa langsung di ketahui karena perkara yang ditangani Labfor tidak hanya di satu daerah saja namun di seluruh wilayah.

“Di Indonesia sendiri hanya ada 6 Labfor. Sedangkan untuk di Jawa Timur hanya untuk mengcover daerah setempat saja,” papar Kasat Reskrim.

Kedua korban yang hanya tinggal berdua tersebut, di temukan terbakar di dalam rumahnya oleh warga pada Kamis (20/9).

Mereka meninggal dunia secara berturut turut setelah mendapat perawatan medis di RSUD Blambangan Banyuwangi, di duga karena luka yang di alaminya cukup parah.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian gencar menabuh genderang pemberantasan peredaran narkoba di wilayah Banyuwangi, yang terus meningkat di setiap harinya, baik jenis Pil koplo maupun narkotika.

Kali ini, aparat kepolisian Polsek Kalipuro Banyuwangi menunjukkan taringnya untuk bisa mengungkap kasus tersebut, dengan berhasil menangkap seorang pengedarnya. Yakni Oesman Efendi (35) warga Lingkungan Krajan RT 06 RW 02 Kelurahan Bulusan Kecamatan Kalipuro. Laki laki asal Bangkalan Madura tersebut di tangkap di sebuah rumah di kawasan Perumahan Graha Ketapang Asri blok A nomor 1 Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.

Kapolsek Kalipuro Banyuwangi, AKP Jaenur Holiq mengatakan, dari penangkapan ini, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 4 paket sabu seberat 0,90 gram serta 2 unit ponsel dan 1 buah ATM.

Awalnya, kepolisian mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Kalipuro yang di duga di lakukan oleh tersangka,” tutur Kapolsek.

Selanjutnya, di lakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil menemukan identitas tersangka,” imbuhnya.

Kapolsek menjelaskan, upaya kepolisian selanjutnya adalah dengan memancing tersangka untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Yakni dengan menghubungi tersangka berpura pura untuk membeli sabu.

“Antara kepolisian dengan tersangka pun akhirnya disepakati bertemu di kawasan Perumahan Graha Ketapang Asri itu,” ujar Kapolsek.

Selang beberapa lama, sejumlah aparat kepolisian Polsek Kalipuro mendatangi lokasi yang dimaksud hingga di lakukan penangkapan. Selanjutnya, tersangka di gelandang ke Mapolsek Kalipuro guna penyidikan lebih lanjut.

Dihadapan kepolisian, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang tidak diketahui namanya yang ada di luar kota,” ungkap Kapolsek.

Hal inilah yang membuat kepolisian harus bekerja ekstra keras untuk bisa menangkap Bandar yang di sebutkan oleh tersangka tersebut.

Sementara, atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tidak hanya pil koplo, pelajar berusia 18 tahunan di Banyuwangi ditangkap saat mengedarkan narkotika jenis sabu.

Dia berinisial ASD menempuh pendidikan di salah satu sekolah swasta, dan tercatat sebagai warga Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri Banyuwangi.

Selain itu, Satreskoba Polres Banyuwangi juga menangkap seorang pengedar lainnya, Muhammad Zaldi Ghiffary (20) warga Jalan Andalas nomor 1 RT 02 RW 01 Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi kota.

 Mereka ditangkap di rumah kost Khenzi di kawasan Jalan Kepiting Kelurahan Kertosari Kecamatan Banyuwangi kota.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron mengatakan, awalnya kepolisian mendapat laporan dari masyarakat mengenai sepak terjang kedua tersangka yang di sebut sebut sebagai pengedar sabu.

“Aparat kepolisian pun melakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil mengendus keberadaan keduanya di TKP,” tutur AKP Imron.

Kasat Narkoba menjelaskan, dari penggerebekan di rumah kost tersebut, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 3 paket sabu seberat 0,59 gram, 1 buah timbangan digital, 1 bendel plastic klip, 2 buah korek gas, 13 buah sedotan warna putih, 1 ATM BCA atas nama ASD serta 1 unit ponsel.

“Kini kepolisian terus melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap asal muasal barang haram yang di perjual belikan oleh kedua tersangka itu,” ungkap Kasat Narkoba.

Kini, keduanya harus meringkuk di dalam sel tahanan Mapolres Banyuwangi guna mempertanggung jawabkan semuanya.

Dan atas perbuatannya, mereka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam operasi Sikat Semeru 2018 yang di gelar Polres Banyuwangi, berhasil mengungkap 97 kasus dengan menangkap 104 orang tersangka.

Dengan rincian, kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) berhasil terungkap 46 kasus, Pencurian dengan Kekerasan (Curas) 9 kasus, Curanmor 27 kasus, perampasan 7 kasus, pemerasan 1 kasus serta penyalah gunaan senjata tajam 8 kasus dan Street Crime 4 kasus.

Dalam keterangan persnya, Jum’at (21/9), Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman mengatakan, dari hasil ungkap ini kepolisian mengamankan puluhan barang bukti berbagai jenis hasil kejahatan para tersangka maupun yang digunakan saat melakukan aksinya.

“Seperti ponsel berbagai merek 59 unit, kendaraan roda 2 sebanyak 42 unit, mobil 2 unit, ada pula sajam terdiri dari 3 bilah clurit, 3 pisau, 3 bilah badik serta 2 pemukul roti kalung,” ujar Kapolres.

“Juga sebuah obeng, sebuah velg motor ukuran 15 inch, sebuah knalpot, 21 potong  kayu gelondongan, perhiasan emas seberat 124 gram dengan berbagi bentuk dan ukuran, 3 unit laptop berbagai merk serta sebuah kamera DSLR,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, ratusan tersangka tersebut di tangkap saat di gelarnya Operasi Sikat Semeru 2018 yang berlangsung selama 12 hari.

Yang cukup menonjol adalah kasus Pencurian Kendaraan Bermotor yang terjadi di 29 TKP dengan tersangka Hendra Fitriadi (32) warga Dusun Manteng Desa Gayam Lor Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso. Dalam penangkapan ini, petugas sengaja menembak kaki kanan tersangka karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.

Selain itu, juga pelaku penjambretan di 3 TKP dan kasus curat di 5 TKP dengan tersangka Moh. Fauzan Farid (21) warga Jalan Andalas RT 01 RW 02 Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi.

“Aparat kepolisian juga melumpuhkan kaki tersangka setelah hendak kabur saat ditangkap,” tuur Kapolres.

Dia menambahkan, sebagian dari tersangka yang tertangkap tersebut adalah residivis dan ada pula yang merupakan pelaku baru.

Dari ratusan tersangka tersebut, tidak seluruhnya ditahan di sel tahanan Mapolres Banyuwangi, namun juga di sel tahanan polsek jajaran sesuai dengan hasil ungkap aparat kepolisian setempat.

 

radiovsifm.com, Banyuwangi - Pemuda asal Kecamatan Glenmore Banyuwangi ditangkap kepolisian saat mengedarkan Narkotika jenis sabu.

Dalam penangkapan ini, Satreskoba Polres Banyuwangi berhasil mengamankan barang bukti 5 paket narkotika jenis sabu seberat 2 gram. Kali ini kepolisian menyasar rumah Ahmad Fauzi (27) di kawasan Dusun Wadungpal RT 01 RW 01 Desa Tulungrejo Kecamatan Glenmore Banyuwangi.

Pemuda yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tersebut di tangkap kepolisian di rumahnya tanpa perlawanan.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron mengatakan, penangkapan tersangka ini merupakan pengembangan penyidikan dari salah satu tersangka yang di tangkap sebelumnya.

“Tersangka Ahmad Fauzi di sebut sebut sebagai pengedar Sabu yang memasok ke para pelanggannya yang ada di sejumlah wilayah di Banyuwangi,” papar Kasat Narkoba.

Mantan Kasat Binmas Polres Banyuwangi tersebut menjelaskan, sebelumnya, tersangka menjadi Target Operasi setelah sepak terjangnya terendus aparat kepolisian. Karena beberapa tersangka pemakai narkoba yang berhasil ditangkap Satreskoba Polres Banyuwangi, mengaku barang haram yang di konsumsinya di beli dari tersangka Fauzi.

“Berbekal pengakuan mereka inilah, kepolisian melakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil menangkap tersangka di rumahnya,” ujar Kasat Narkoba.

Kini, tersangka beserta barang buktinya diamankan di Mapolres Banyuwangi untuk penyidikan lebih lanjut. Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

 

More Articles ...