radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk menumbuhkan rasa kesadaran tentang keselamatan lalu lintas sejak dini, Polres Banyuwangi menggelar sosialisasi Millennial Road Safety Festival di sejumlah sekolah.

Kali ini dilaksanakan di SMK Sritanjung Banyuwangi, Rabu (16/1) dengan tema Mewujudkan Generasi Millenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang.

Kegiatan ini di ikuti sekitar 40 siswa siswi SMK Sritanjung Banyuwangi, dengan dipimpin langsung Kanit Turjawali, Ipda Heru Selamet.

Disini, petugas mengajak generasi Millenial khususnya remaja Banyuwangi yang berada di kisaran umur 17-35 tahun untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas.

“Dengan kegiatan ini diharapkan angka Kecelakaan lalu lintas dan angka fatalitas atau korban meninggal dunia di wilayah Banyuwangi terus mengalami penurunan,” ungkap Ipda Heru.

 Selain itu kata Ipda Heru, ini juga untuk membentuk komunitas Relasi (Relawan Lalu Lintas Indonesia) yang akan menggelorakan tertib berlalu lintas di wilayah Kabupaten Banyuwangi, sehingga terbangun hubungan yang baik antara Polisi lalu lintas dengan komunitas tersebut, dengan sasaran Generasi Millennial.

“Ke depan kegiatan serupa akan di laksanakan di berbagai sekolah secara bertahap,” kata Ipda Heru.

Selain itu, aparat Satuan lalu lintas juga menyebarkan brosur tentang anjuran tertib berlalu lintas, serta dilampirkan pemberitahuan terkait penyelenggaraan Millennial Road Safety Festival Nasional.

Sosialisasi Millennial Road Safety Festival Nasional serentak di gelar di 34 propinsi pada tanggal 2 Februari hingga 31 Maret 2019, dengan puncak acara pada 31 Maret 2019 di Jakarta yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Sementara, sosialisasi kegiatan Millennial Road Safety Festival di Jawa Timur dilaksanakan pada 17 Maret 2019 di Jembatan Suramadu Surabaya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang kakek di tangkap kepolisian, setelah di ketahui mencuri ponsel di sebuah counter di wilayah Banyuwangi kota. Kedok tersangka ini di ketahui kepolisian, dari hasil rekaman kamera CCTV yang ada di area Counter Indolaga di kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto, lokasi tersangka melakukan pencurian ponsel tersebut.

Dari hasil pengembangan penyidikan kepolisian, tersangka di ketahui bernama Willy Ariskha (62) warga Jalan Serayu nomor 3 RT 01 RW 01 Kelurahan Panderejo Kecamatan Banyuwangi Kota.

Kapolsekta Banyuwangi, AKP Ali Masduki mengatakan, dari keterangan tersangka, modus yang di lakukannya adalah dengan berpura pura membeli pulsa. Setelah di ketahui seluruh pegawai lengah, di manfaatkan oleh tersangka untuk mengambil ponsel yang terpajang di etalase.

“Sebelumnya, para pegawai tidak mengetahui jika ponsel yang di jualnya hilang,” ujar Kapolsek.

Namun setelah di lakukan penghitungan, ternyata ada 1 unit ponsel yang diketahui hilang. Selanjutnya, mereka melakukan penelusuran dengan melihat hasil rekaman kamera CCTV yang terpasang di area toko.

“Dari situlah, di ketahui gerak gerik tersangka yang mengambil ponsel di etalase saat para karyawan lengah,” imbuhnya.

AKP Ali Masduki menambahkan, dari hasil temuan ini, pemilik counter dan karyawannya melapor ke pihak kepolisian lalu di lakukan pengembangan penyidikan mengenai identitas tersangka.

Setelah berhasil mengumpulkan cukup bukti, anggota Polsekta Banyuwangi dengan di pimpin Kanit Reskrim, Ipda Nurmansyah langsung menangkap tersangka di rumahnya tanpa perlawanan. Dan saat diintrograsi, tersangka mengakui semua perbuatnnya.

“Di hadapan petugas, tersangka mengaku sedianya ponsel tersebut hendak di jual dan bukan untuk di pakainya sendiri. Selain itu, tersangka juga mengaku baru pertama kali ini melakukan pencurian karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhannya,” papar AKP Ali Masduki.

Saat ini, tersangka juga barang bukti hasil kejahatannya berupa 1 unit ponsel Oppo F9 beserta doosbooknya serta 1 unit sepeda motor Honda Beat merah bernopol P 5169 WE yang di gunakannya saat melakukan aksi, diamankan kepolisian.

Atas semua perbuatannya, tersangka dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Petugas Satpam rumah sakit menangkap seorang laki laki asal Kecamatan Rogojampi yang di duga sering melakukan aksi pencurian di area RSUD Blambangan Banyuwangi.

Pelaku diketahui berinsial SH (50) warga Dusun Krajan RT 02 RW 01 Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi Banyuwangi, kini di serahkan ke Mapolsekta Banyuwangi guna di lakukan pengembangan penyidikan.

Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir ini di dalam kawasan RSUD Blambangan Banyuwangi banyak di ketahui barang barang milik keluarga pasien yang hilang.

Dan pada Rabu (9/1), petugas Go Jek menangkap pelaku yang saat itu terlihat membuang sebuah tas. Sementara petugas Go Jek itu sendiri, sedang mengurus penghantaran obat untuk pasien.

Kepala Koordinator Satpam RSUD Blambangan Banyuwangi, Kasiyono mengatakan, pelaku terlihat mondar mandir di area ruangan kelas 1 sambil memperhatikan setiap barang bawaan milik keluarga pasien. Dan rupanya, pandangan pelaku tertuju pada sebuah tas yang tergeletak di area setempat.

“Saat itulah, pelaku mengambil tas tersebut dan ternyata di dalamnya hanya berisi kaca mata dan botol minuman air mineral. Lalu pelaku membuang tas tersebut tidak jauh dari lokasi pengambilan,” papar Kasiyono.

Dan aksinya itu, di ketahui oleh salah satu petugas Go Jek yang kebetulan melintas di TKP. Selanjutnya, pelaku di amankan di Pos Satpam untuk di interograsi.

“Awalnya pelaku tidak mengakui semua perbuatannya. Dan dia hanya mengaku sedang menunggu dokter untuk periksa dan di perintahkan untuk ke ruangan kelas 1,” tutur Kasiyono.

Namun saat diminta kartu identitas oleh petugas, dia tidak bisa menunjukkan dan juga tidak membawa dompet serta uang sepeserpun.

Kasiyono mengaku, terus mengintrograsi pelaku hingga akhirnya dia mengaku telah mengambil tas milik salah satu keluarga pasien lalu dibuang karena didalamnya hanya berisi kaca mata dan botol berisi air mineral.

“Untuk bisa sampai ke RSUD Blambangan, dia naik sepeda gayuh yang di parkir di area rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara modus yang di lakukannya adalah, dengan berpura pura menjadi keluarga pasien lalu hilir mudik di setiap ruangan untuk memantau kemungkinan ada barang barang yang bisa di curinya.

“Dan itupun, sempat diketahui oleh petugas Satpam lainnya hingga beberapa kali,” tutur Kasiyono.

Meski demikian, pelaku mengaku baru pertama kali ini melakukan pencurian di area RSUD Blambangan Banyuwangi.

Namun menurut keterangan Kasiyono, telah terjadi beberapa kali keluarga pasien yang kehilangan barang barang berharga.

“Yang terbaru, satu buah helm hilang di area parkiran,” kata Kasiyono.

Dan dia menduga, selama ini pelakunya adalah SH tersebut.

Dari hasil intrograsi petugas Satpam, dalam kesehariannya SH mengaku berjualan es degan di depan salah satu STM swasta di wilayah Kecamatan Rogojampi.

Selanjutnya, petugas menyerahkan pelaku ke Polsekta Banyuwangi guna pengembangan penyidikan lebih lanjut.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Lembaga Kajian Strategi Kepolisian Indonesia (Lemkapi) memberikan promotor reward kepada salah satu anggota Polsek Tegaldlimo Banyuwangi, Aiptu Sutomo, atas dedikasinya yang mempelopori bedah rumah bagi warga miskin di wilayah Kecamatan Tegaldimo.

Selain itu, Aiptu Sutomo juga mencetuskan pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) secara swadaya di perkampungan warga.

Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan mengatakan, penghargaan ini sebagai motivasi kepada para aparat kepolisian lain agar kedepan kinerjanya semakin bagus dan professional. Khususnya, banyak membantu masyarakat yang kekurangan dan membutuhkan pertolongan.

“Apa yang di lakukan Aiptu Sutomo ini sudah banyak membantu masyarakat dan berkinerja dengan baik sehingga bermanfaat bagi orang lain,” kata Edi.

“Sebetulnya Babinkamtibmas merupakan ujung tombak polri kepada masyarakat. Jika kinerja Babinkamtibmas bagus maka kepercayaan masyarakat pada kepolisian juga baik,” paparnya.

Edi menjelaskan, factor dominan dalam penilaian yang di lakukan pihaknya tersebut adalah bagaimana peran babinkamtibmas di tengah masyarakat, utamanya kehadiran mereka sangat dibutuhkan warga didalam memberikan pertolongan.

“Dari hasil penelitian Lemkapi di sepanjang tahun 2018, tercatat ada sekitar 82,3 persen tingkat kepercayaan masyarakat kepada kepolisian setelah sebelumnya ditahun 2017 sebesar 78,6 persen,” beber Edi.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengaku bangga dengan penghargaan yang diberikan Lembaga Kajian Strategi Kepolisian Indonesia (Lemkapi) kepada salah satu anggotanya tersebut.

“Sebelumnya, ada 2 anggota kepolisian yang juga menerima penghargaan dari Kapolda Jawa Timur karena dinilai telah beperan penting di dalam membantu masyarakat setempat,” ungkap Kapolres.

Mereka adalah Brigadir Tengku Rahmat, Babinkamtibmas Polsek Kalipuro yang mempelopori pemberian bantuan kepada warga miskin sekaligus pengobatan gratis kepada para penderita penyakit tertentu. Juga Babinkamtibmas Polsek Sempu, Brigadir Oki Heru Prasetyo yang mencetuskan pembangunan rumah singgah bagi ibu hamil yang berada di pinggir hutan di kawasan Desa Jambesari Kecamatan Sempu.

“Saya harap, ke depan ini bisa jadi motivasi bagi para babinkamtibmas lainnya untuk terus berkarya dan bekerja tanpa mengharapkan imbalan sesuatu apapun karena nantinya mereka akan menikmati hasilnya,” tutur Kapolres.

Dan sebagai bentuk apresiasi Polres Banyuwangi, ketiga anggota kepolisian berprestasi tersebut sudah di berangkatkan umroh bersama sama.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian berhasil menangkap residivis pelaku begal terhadap Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi, dengan menambak kaki kanannya karena berusaha kabur saat diringkus.

Berdasarkan catatan kriminalitas, tersangka yang di ketahui bernama Muhammad Abdul Hamid (22) warga Dusun Pasembon RT 03 RW 02 Desa Sambirejo Kecamatan Bangorejo tersebut, baru saja keluar dari sel tahanan Lapas Singaraja Bali pada Agustus 2018 lalu setelah menjalani masa hukuman atas kasus pencurian dengan kekerasan juga.

Dan rupanya, ruang sel tahanan tidak membuatnya jera sehingga kembali melakukan aksinya di kampung halamannya sendiri.

Peristiwa begal atau pencurian dengan kekerasan ini di lakukan tersangka di kawasan jalan raya masuk hutan Karetan Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi pada Selasa malam (1/1) lalu sekira pukul 22.00 WIB.

Saat itu, korban, Bara Putri Rainda Hardiyanti (24) yang merupakan ketua IPPNU Banyuwangi mengendarai sepeda motor scoopy hendak pulang ke rumahnya di kawasan Dusun Sumbermulyo RT 043 RW 07 Desa Tegaldlimo Kecamatan Tegaldlimo.

Ketika sedang melintas di TKP, tiba tiba sepeda motor korban di buntuti seseorang tidak di kenal dengan mengendarai sepeda motor Beat merah putih.

Dalam keterangan persnya, Rabu (9/1), Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, setelah mendekati dan menghentikan korban, pelaku memintanya untuk turun dari kendaraan.

“Lalu, pelaku meminta paksa barang barang berharga milik korban hingga di serahkan ponsel dan tas yang berisi beberapa kartu identitas milik korban,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, aksi pelaku tidak hanya sampai disitu saja, dia menampar pipi kanan korban sembari mendorongnya hingga terjatuh ke tanah. Lalu pelaku memukul ulu hati korban sebanyak 3 kali dan menendang punggung korban. Selanjutnya, mencekik leher korban dari arah belakang agar tidak berteriak.

“Bersamaan dengan itu, muncul sorot lampu mobil dari arah Curahjati menuju ke utara sehingga korban pun berteriak meminta tolong,” kata Kapolres.

Mendengar teriakan korban, pelaku melarikan diri dengan mengendarai sepeda motornya sambil membawa sejumlah barang berharga milik korban. Selanjutnya, korban melaporkan peristiwa naas yang di alaminya ke Mapolsek Purwoharjo hingga di lakukan pengembangan penyidikan oleh Tim Resmob Polres Banyuwangi.

“Identitas pelaku berhasil terungkap berbekal ponsel milik korban yang di rampas oleh pelaku itu,” tutur Kapolres.

“Dengan menggunakan peralatan khusus, aparat kepolisian berhasil menemukan lokasi keberadaan ponsel itu yang ternyata ada di kawasan Desa Sambirejo, hingga di lakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya, Selasa (8/1) sekira pukul 17.00 WIB,” papar Kapolres.

Ditambahkan Kapolres, tim resmob terpaksa menembak kaki kanan pelaku karena berusaha kabur saat hendak di tangkap.

Kini, pelaku beserta barang bukti miliknya dan hasil kejahatannya diamankan kepolisian, seperti sepeda motor Honda Beat bernopol P 4524 UO, helm honda hitam serta 1 buah jaket kain warna biru. Juga beberapa barang milik korban, yakni 1 KTP, 1 NPWP dan 1 buah STNK sepeda motor honda Scoopy.

Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dengan dana dari swadaya masyarakat, Babinkamtibmas Desa Wringinpitu Kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi, Aiptu Sutomo berhasil melakukan perbaikan puluhan rumah warga tidak mampu serta memasang ratusan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).

Upaya social ini di lakukan laki laki berusia 45 tahun tersebut sejak 4 tahun lalu. Awalnya, dari hasil ngobrol bersama sambil ngopi dengan masyarakat setempat, maka tercetuslah inisiatif untuk membantu pembangunan rumah warga yang tidak layak huni di Desa Wringinputih dengan dana swadaya.

Dari sini, akhirnya sepakat membentuk satu panitia bedah rumah untuk wilayah setempat. Dimana, mereka bersama sama dan bergotong royong mengerjakan pembangunan rumah warga tidak layak huni.

Aiptu Sutomo mengaku, upaya ini pun terus berlanjut sehingga disetiap tahun ada 1 hingga 2 rumah warga yang dibangun dengan menggunakan dana swadaya. Pembangunan ini mengganti dinding rumah yang semula dari bamboo menggunakan bataki. Bahkan, lantainya pun yang semula hanya tanah di plester.

“Atap rumah yang bocor atau kayu yang rapuh di ganti. Sehingga secara keseluruhan, rumah menjadi semi permanen, lebih bersih dan lebih nyaman untuk di tempati,” ujar Aiptu Sutomo.

“Hingga kini, tercatat sudah ada 15 rumah warga di desa Wringinputih termasuk 1 rumah roboh yang ada di wilayah Desa Kedung Wungu yang sudah diperbaiki,” imbuhnya.

Sutomo juga mengaku, rasa peduli dan jiwa social masyarakat Banyuwangi dinilai sangat luar biasa. Hal ini di buktikan dalam perbaikan rumah yang menghabiskan biaya sebesar Rp 62,5 juta, semuanya berasal dari dana swadaya masyarakat.

“Tidak hanya uang, tapi masyarakat juga menyumbangkan makanan dan tenaganya untuk bergotong royong dalam kegiatan ini,” imbuhnya.

Aiptu Sutomo menjelaskan, pihaknya juga berhasil menggalang dana swadaya murni dari masyarakat untuk pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang ada di Desa Tegaldlimo, Wringinpitu dan Desa Wringinanom.

“Hanya dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan, saya dan warga berhasil memasang 315 titik lampu penerangan jalan dengan nominal biaya sebesar Rp 231.750.000,” pungkas Aiptu Sutomo.

Karena jasa jasanya inilah, ayah dua anak tersebut menjadi sosok polisi yang dekat dengan masyarakat. Bahkan, atas dedikasinya didalam membantu masyarakat, Aiptu Sutomo mendapat penghargaan dari Kapolda Jawa Timur dan Lembaga Kajian Strategi Kepolisian Indonesia (Lemkapi).

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dua pelaku begal cukup sadis di kawasan Kecamatan Muncar berhasil di bekuk tim Resmob Polres Banyuwangi, dan salah satunya terpaksa di tembak kaki kanannya karena berusaha kabur saat di lakukan penangkapan.

Dia adalah Tosari (25) warga Dusun Palurejo RT 03 RW 10 Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar dan temannya, Andi Lala (17) yang masih satu kampung.

Awalnya, kepolisian melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap identitas kedua tersangka tersebut, pasca menerima laporan dari korban, Rizky Dwi Purnomo (18) pelajar kelas 3 pada salah satu SMK di wilayah Kecamatan Muncar.

Menurut keterangan pemuda asal Dusun Krajan RT 03 RW 10 Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar tersebut, pada Kamis malam 13 Desember 2018 lalu sekira pukul 23.00 WIB, dia bersama temannya, M.Hadist Galang membeli gorengan di lapangan Tembokrejo Muncar. Selanjutnya, mereka pulang dengan posisi korban menyetir sepeda motor.

Setelah melintas di jalan Sunan Ampel dari arah barat ke timur, tepatnya di sekitaran bekas kolam lele, tiba tiba ada sepeda motor mengklakson klakson dari arah belakang dan mereka mengira itu adalah temannya.

Disaat korban menghentikan laju sepeda motornya, tiba tiba dari arah belakang datang sepeda motor yang di kendarai oleh kedua pelaku dan melakukan penghadangan. Lalu, salah satu pelaku mengalungkan clurit di leher korban hingga mengeluarkan darah akibat terluka. Bersamaan dengan itu, pelaku meminta uang dan sejumlah barang berharga milik korban.

Setelah berhasil mendapatkan apa yang diminta, kedua pelaku meninggal korban bersama temannya dan melajukan sepeda motornya ke arah barat. Selanjutnya, korban melapor ke Mapolsek Muncar guna meminta perlindungan hukum.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya dalam keterangan persnya, Selasa (8/1) mengatakan, setelah mendapat laporan dari aparat Polsek Muncar, tim resmob pun bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap tersangka Andi Lala di rumahnya, sesuai dengan ciri ciri yang di sebutkan oleh korban.

“Disini, kepolisian menemukan barang bukti 1 unit ponsel, 1 unit sepeda motor yang di gunakan untuk melakukan aksinya serta sebilah pisau tajam,” ujar AKP Panji.

“Tersangka mengakui semua perbuatannya dan aksi ini di lakukan bersama temannya, Tosari,” imbuhnya.

Kepolisian pun menangkap Tosari di rumahnya sekaligus mengamankan 1 unit ponsel dan 1 unit sepeda motor serta sebilah clurit yang di gunakan tersangka untuk melukai korban di TKP.

“Disini, kepolisian terpaksa menembak kaki kanan tersangka karena berusaha kabur saat ditangkap,” pungkas AKP Panji.

Menurut pengakuan tersangka Tosari, dirinya dan tersangka Andi Lala telah melakukan pembegalan atau Pencurian dengan Kekerasan (Curas) sebanyak 3 kali di wilayah Banyuwangi selatan.

“Barang barang hasil kejahatan saya jual dan uangnya di gunakan untuk membeli minuman keras,” tutur Tosari.

Kini, kedua tersangka beserta barang bukti sebilah clurit, sebilah pisau, 2 unit sepeda motor, 5 unit ponsel hasil kejahatan mereka beserta uang tunai Rp 260.000 di amankan di Mapolres Banyuwangi.

Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

 

 

More Articles ...