Jadi Saksi Korban Sidang Percobaan Pembunuhan, Lurah Penataban Pingsan

Lurah Penataban Dibopong Setelah Pingsan

Hukum
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sidang percobaan pembunuhan terhadap Lurah Penataban Kecamatan Giri, Wilujeng Esti Utami di Pengadilan Negeri Banyuwangi berlangsung dramatis.

Pasalnya, dalam persidangan yang di gelar Kamis (6/12) tersebut, Wilujeng tiba tiba pingsan saat Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mulyo Santoso melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya sebagai saksi korban.

Namun sebelum pingsan, Bu Lurah sempat histeris dan menangis tersedu sedu. Dia sempat menjawab pertanyaan JPU kalau dirinya di pukul beberapa kali oleh pelaku, Agus Siswanto (40) atau Agus Welek yang sudah di tetapkan sebagai tersangka dan kali ini juga dihadirkan dalam persidangan.

“Saya dianiaya dan akan dibunuh,” tutur Bu Lurah.

Dari sinilah, Wilujeng tampak gelisah lalu berteriak sambil menyebut Allahu Akbar.

“Saya dipukul.. Saya dianiaya,” kata Wilujeng.

Tidak lama kemudian, tiba tiba Wilujeng pingsan lalu di bawa ke ruang kesehatan Pengadilan Negeri Banyuwangi. Karena kondisinya tidak juga membaik, Bu Lurah itupun di larikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna mendapatkan penanganan medis.

Sementara, persidangan tetap di lanjutkan dengan menghadirkan saksi kedua.

Pengacara terdakwa, Eko Sutrisno mengatakan dirinya telah menyampaikan kepada majelis hakim agar saksi korban bisa di hadirkan kembali dalam persidangan mendatang, karena dinilai masih ada beberapa hal yang belum terungkap.

“Keterangan saksi korban sangat penting, sebab dari tim pengacaranya sendiri belum menunjukkan berbagai fakta yang menjadi dasar atau alasan, yang membuat saksi korban dan terdakwa bisa keluar bersamaan sebelum incident percobaan pembunuhan itu terjadi,” papar Eko.

Karena menurut Eko, selama ini yang di sampaikan oleh saksi korban adalah dirinya dipaksa untuk bertemu oleh terdakwa. Dan pertemuan itupun berlangsung di Kantor Kelurahan Penataban di saat jam kerja.

“Secara otomatis ada banyak staf di kantor itu,” tutur Eko.

Disinilah, Eko mengaku akan lebih memperdalam lagi keterangan saksi korban guna mengetahui kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Seperti di beritakan sebelumnya, tubuh Lurah Penataban, Wilujeng Esti Utami tersebut di temukan mengapung di dalam sungai sere di kawasan Dusun Sendangrejo RT 02 RW 02 Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo Banyuwangi pada Selasa malam (31/7) sekira pukul 22.00 WIB, dalam kondisi kedua tangan dan kakinya terikat. Selain itu, kepalanya juga di tutup tas plastic hitam.

Bahkan pertama kali di temukan, korban masih memakai pakaian dinas berupa kebaya hitam dan sarung motif gajah uling, yang merupakan salah satu motif batik khas Banyuwangi.

Bu Lurah menjadi korban percobaan pembunuhan yang di lakukan oleh Agus Siswanto alias Agus Welek warga Desa Sumber Beras Kecamatan Muncar Banyuwangi, yang selama ini mengaku sebagai oknum LSM.

Tidak kurang dari 2 jam setelah tubuh Bu Lurah di temukan, kepolisian Polres Banyuwangi berhasil menangkap Agus Welek setelah mendengar pengakuan dari korban.

Dan dari hasil pemeriksaan kepolisian, motif dari kasus ini karena pelaku ingin menguasai uang Rp 60 juta milik korban, dengan cara menganiaya dan mencoba membunuh korban.

 

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.