Lagi, Polisi Ringkus Pelaku Begal di Purwoharjo Dengan Ditembak Kakinya

Tersangka di keler di hadapan media massa

Hukum
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian berhasil menangkap residivis pelaku begal terhadap Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi, dengan menambak kaki kanannya karena berusaha kabur saat diringkus.

Berdasarkan catatan kriminalitas, tersangka yang di ketahui bernama Muhammad Abdul Hamid (22) warga Dusun Pasembon RT 03 RW 02 Desa Sambirejo Kecamatan Bangorejo tersebut, baru saja keluar dari sel tahanan Lapas Singaraja Bali pada Agustus 2018 lalu setelah menjalani masa hukuman atas kasus pencurian dengan kekerasan juga.

Dan rupanya, ruang sel tahanan tidak membuatnya jera sehingga kembali melakukan aksinya di kampung halamannya sendiri.

Peristiwa begal atau pencurian dengan kekerasan ini di lakukan tersangka di kawasan jalan raya masuk hutan Karetan Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi pada Selasa malam (1/1) lalu sekira pukul 22.00 WIB.

Saat itu, korban, Bara Putri Rainda Hardiyanti (24) yang merupakan ketua IPPNU Banyuwangi mengendarai sepeda motor scoopy hendak pulang ke rumahnya di kawasan Dusun Sumbermulyo RT 043 RW 07 Desa Tegaldlimo Kecamatan Tegaldlimo.

Ketika sedang melintas di TKP, tiba tiba sepeda motor korban di buntuti seseorang tidak di kenal dengan mengendarai sepeda motor Beat merah putih.

Dalam keterangan persnya, Rabu (9/1), Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, setelah mendekati dan menghentikan korban, pelaku memintanya untuk turun dari kendaraan.

“Lalu, pelaku meminta paksa barang barang berharga milik korban hingga di serahkan ponsel dan tas yang berisi beberapa kartu identitas milik korban,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, aksi pelaku tidak hanya sampai disitu saja, dia menampar pipi kanan korban sembari mendorongnya hingga terjatuh ke tanah. Lalu pelaku memukul ulu hati korban sebanyak 3 kali dan menendang punggung korban. Selanjutnya, mencekik leher korban dari arah belakang agar tidak berteriak.

“Bersamaan dengan itu, muncul sorot lampu mobil dari arah Curahjati menuju ke utara sehingga korban pun berteriak meminta tolong,” kata Kapolres.

Mendengar teriakan korban, pelaku melarikan diri dengan mengendarai sepeda motornya sambil membawa sejumlah barang berharga milik korban. Selanjutnya, korban melaporkan peristiwa naas yang di alaminya ke Mapolsek Purwoharjo hingga di lakukan pengembangan penyidikan oleh Tim Resmob Polres Banyuwangi.

“Identitas pelaku berhasil terungkap berbekal ponsel milik korban yang di rampas oleh pelaku itu,” tutur Kapolres.

“Dengan menggunakan peralatan khusus, aparat kepolisian berhasil menemukan lokasi keberadaan ponsel itu yang ternyata ada di kawasan Desa Sambirejo, hingga di lakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya, Selasa (8/1) sekira pukul 17.00 WIB,” papar Kapolres.

Ditambahkan Kapolres, tim resmob terpaksa menembak kaki kanan pelaku karena berusaha kabur saat hendak di tangkap.

Kini, pelaku beserta barang bukti miliknya dan hasil kejahatannya diamankan kepolisian, seperti sepeda motor Honda Beat bernopol P 4524 UO, helm honda hitam serta 1 buah jaket kain warna biru. Juga beberapa barang milik korban, yakni 1 KTP, 1 NPWP dan 1 buah STNK sepeda motor honda Scoopy.

Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS