Tipu Modus Gandakan Uang, Warga Tamansuruh dan Kalipuro Dibekuk Polisi

Hukum
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Aparat Kepolisian Satuan Reskrim Polres Banyuwangi menangkap dua orang laki laki warga Kecamatan Glagah dan Kalipuro, setelah di laporkan melakukan penipuan dengan modus bisa menggandakan uang.

Satu orang pelaku merupakan residivis kasus yang sama, yakni Nuryasin alias Gus Nur (46) asal Dusun Monduluko RT 1 RW 2 Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah.

Dia pernah di tahan pada 2012 silam dan disepanjang tahun 2018 kembali melakukan aksi penipuan dengan modus yang sama. Namun baru terungkap ditahun 2019 hingga di lakukan penangkapan.

Sementara itu, untuk memuluskan aksinya, tersangka bekerja sama dengan Misman Didi Prayogo alias Herman (39) warga Lingkungan Krajan RT 04 RW 02 Kelurahan Bulusan Kecamatan Kalipuro Banyuwangi, yang bertugas meyakinkan para korban jika tersangka Nuryasin memang benar benar bisa menggandakan uang.

Dalam keterangan persnya, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi menjelaskan, berdasarkan pengakuan 5 orang korban, sekira bulan September 2018 lalu mereka bertemu dengan tersangka Nuryasin yang mengaku bisa menyelesaikan permasalahan keuangan yang dialami, dengan cara menggandakan uang.

Tapi dengan syarat, para korban harus menyerahkan uang kepada tersangka untuk digunakan ritual penggandaan uang secara ghaib,” tutur Kapolres.

“Untuk meyakinkan korban, tersangka mempraktekan cara menggandakan uang dengan sarana tong plastik dan selembar kain putih,” imbuhnya.

Selanjutnya, tersangka memasukan dan menggoyangkan tangannya dalam tong plastik tersebut kemudian mengeluarkan uang dari dalam yang seolah-olah uang tersebut ditarik secara ghaib.

Sebelumnya tersangka telah memasukan uang ke dalam tong plastik itu. Setelah melihat praktek ini, para korban pun merasa yakin dan mau menyerahkan uang kepada tersangka untuk digandakan,” papar Kapolres.

Ada yang memberikan secara tunai, dan ada pula yang mengirimnya melalui transfer bank.

Sementara, untuk mengelabuhi korbannya, tersangka memberikan kardus bewarna coklat yang sudah di tutup rapat dengan lakban sambil mengatakan didalamnya berisi uang hasil penggandaan. Dan kardus itu baru bisa di buka setelah kurun waktu 8 hingga 9 bulan.

“Dari pengakuan para korban pula, setelah beberapa kali ritual dan penyerahan uang, rupanya penggandaan uang itu tidak terwujud seperti yg dijanjikan oleh tersangka sehingga para korban sadar bahwa mereka telah tertipu,” kata Kapolres.

Kemudian mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banyuwangi guna meminta perlindungan hukum.

“Setelah mendapat laporan itulah, aparat kepolisian bergerak cepat untuk menangkap tersangka,” pungkasnya.

Sementara itu, kedua tersangka mengakui semua perbuatannya dan mereka juga mengaku uang hasil penipuannya di gunakan untuk foya foya.

Kini, mereka dan barang bukti berupa 1 buah tong plastic warna hijau berisikan daun pandan dan selembar kertas serta 1 buah kardus berisikan serpihan atau sobekan kertas dan kartun juga Print out bukti transfer masing - masing korban di amankan di Mapolres Banyuwangi. Dengan total kerugian yang di derita para korban mencapai Rp 415 juta.

Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 378 jonto pasal 65 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS