Lanjutan Kasus Pencukuran Rambut Siswa, Polisi Kembali Lakukan Mediasi

Hukum
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian Polsek Rogojampi Banyuwangi kembali melakukan mediasi antara orang tua murid dengan oknum guru, yang di tuding telah mencukur rambut puluhan siswanya secara berantakan.

Mediasi ini dilaksanakan di Mapolsek Rogojampi, Kamis (14/03) dengan di fasilitasi Kapolsek Rogojampi, AKP Agung Setyo Budi bersama Kepala Sekolah SDN 2 Patoman dan Kepala Desa serta Kepala Dusun setempat, dengan menghadirkan langsung para orang tua murid dan oknum guru, AR selaku terlapor. Juga pihak Satkordik Kecamatan Blimbingsari.

“Dengan mediasi lanjutan ini di harapkan ada titik temu diantara kedua belah pihak sehingga dengan keikhlasan hati masing masing permasalahan tersebut segera bisa terselesaikan,” papar Kapolsek.

“Dari upaya mediasi pertama belum ada penyelesaian, karena dari pihak terlapor dalam kondisi kurang fit,” ungkapnya.

Dalam laporannya ke pihak kepolisian, mereka tidak terima dengan ulah AR yang di duga telah mencukur rambut anak anaknya secara tidak beraturan.

“Setelah mendapat laporan ini, kepolisian berupaya berkomunikasi dengan para orang tua murid bersama Kepala Desa dan Kepala Dusun setempat.” Kata Kapolsek.

“Pada intinya, sebagian dari mereka sudah tidak mempermasalahkan peristiwa ini setelah di jelaskan mengenai pola mendidik dan pembelajaran kepada siswa,” ujarnya.

Namun menurut Kapolsek, ada beberapa orang tua murid yang masih belum terima dengan kondisi anaknya yang di cukur berantakan tersebut. Oleh sebab itulah, dilakukan upaya mediasi ini yang di harapkan bisa segera menemui jalan penyelesaian.

“Hingga saat ini sudah ada 12 saksi yang di periksa kepolisian, yakni 1 pelapor, 6 siswa dan 4 orang dari pihak sekolah serta terlapor sendiri,” tutur Kapolsek.

Sementara itu, setelah di lakukan pelaporan ke pihak kepolisian, sekitar 22 pelajar kelas 3 hingga 5 tersebut sudah kembali bersekolah karena mereka menjalani ujian. Sedangkan AR untuk sementara di berhentikan oleh pihak sekolah hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

Selama ini, AR berstatus sebagai guru honorer dan mengajar mata pelajaran Olah Raga sejak tahun ajaran baru lalu. Dan AR juga bertanggung jawab dengan ekstra kulikuler Pencak Silat yang diikuti oleh 22 pelajar tersebut.

Pada Jum’at (07/03) lalu, AR menyerahkan latihan anak anak itu kepada 2 orang pelatih yang sengaja didatangkan dari luar sekolah sambil berpesan agar rambut mereka dicukur rapi.

Namun rupanya, kedua pelatih tersebut malah mencukur rambut puluhan siswa itu secara berantakan hingga memicu kemarahan dari para orang tua.

Selanjutnya, pada Senin (11/03), puluhan orang tua tersebut bersama anak anaknya mendatangi Mapolsek Rogojampi Banyuwangi untuk melaporkan kasus ini, guna meminta perlindungan hukum.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.