Ribuan Personel Gabungan Siap Amankan Pilkades Serentak di Banyuwangi

Hukum
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 3.493 personel gabungan diturunkan dalam pengamanan Pemilihan Kepala Desa serentak di Banyuwangi, yang di gelar di 24 Kecamatan pada Rabu (9/10/2019).

Ribuan personel tersebut terdiri dari 864 aparat kepolisian Polres Banyuwangi, 200 personel TNI AD, 100 personel TNI AL serta 10 personel Subdenpom dan 2.030 Linmas. Selain itu, juga kekuatan bantuan BKO 1 SSK atau 100 personel dari Satuan Brimob Polda Jawa Timur dan regu Penjinak Bom (Jibom) 10 personel.

Serta bantuan dari Polres Bondowoso sebanyak 1 SST atau setara 34 personel, Polres Situbondo 52 personel dan Polres Jember sebanyak 93 personel.

Dan sebelum terjun langsung ke lapangan, seluruh personel gabungan tersebut mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Mantab Praja Gandrung 2019 Pengamanan Pilkades Serentak tahun 2019 di Taman Blambangan Banyuwangi, Selasa (8/10/2019), yang dipimpin Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi.

“Seluruh personel bertugas sejak satu hari sebelum pelaksanaan, disaat pelaksanaan Pilkades hingga setelah pelaksanaan penghitungan suara,” kata Kapolres.

“Disini, kepolisian menerapkan 3 pola pengamananan yakni Aman, Rawan dan Sangat Rawan,” ungkapnya.

Kapolres mengatakan, untuk daerah yang masuk kategori aman, 1 orang aparat kepolisian bisa mengamankan 2-3 TPS di bantu TNI dan Linmas. Sedangkan di kategori rawan, 1 TPS dijaga masing masing 1 personel. Sementara untuk daerah yang masuk kategori sangat rawan, 1 TPS bisa dijaga 2 personel kepolisian.

“Pola pengamanan di setiap TPS berbeda tergantung Indek Potensi Kerawanan (IPK) nya,” tutur Kapolres.

“Dari 130 desa tersebut terdapat 1.015 TPS yang melaksanakan Pilkades serentak,” imbuhnya.

Dimana, 92 desa dikategorikan aman dan 31 desa rawan. Sedangkan 7 desa lainnya masuk kategori sangat rawan, yakni berada di wilayah Kecamatan Kabat dan Muncar.

Diakui Kapolres, untuk pengamanan di sejumlah TPS rawan dan sangat rawan tersebut, dilibatkan kekuatan dari Brimob Polda Jawa Timur dan regu Penjinak Bom.

“Mereka sifatnya mobile dan tidak terlibat dalam pengamanan langsung. Mereka berkeliling memantau situasi Kamtibmas di seluruh desa yang melaksanakan Pilkades,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, potensi kerawanan setiap desa banyak indicator, salah satunya adalah melihat sejarah dari pelaksanaan Pilkades di tahun tahun sebelumnya. Karena ada di beberapa desa yang terdapat 1 TPS di 1 desa. Namun ada pula 1 desa terdapat 2 TPS.

“Untuk di 1 desa terdapat 1 TPS akan menimbulkan kerawanan konflik, dimana para pendukung calon kepala desa akan bersatu. Berbeda jika di satu desa terdapat beberapa TPS, konflik kerawanan agak berkurang karena mereka tidak bertemu di satu tempat,” pungkas Kapolres.

Apel Gelar Pasukan Operasi Mantab Praja Gandrung 2019 Pengamanan Pilkades Serentak tahun 2019 juga dihadiri forum pimpinan daerah, seperti Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0825 Banyuwangi Letkol Inf. Yuli Eko P, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (p) Yulius Azz Zaenal dan Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi M. Mikroj.

Sementara itu, Wabup Yusuf berterima kasih atas dukungan dan sinergi seluruh aparat Kepolisian dan TNI, termasuk satlinmas dalam mengamankan pilkades serentak. Diharapkan pelaksanaan Pilkades dapat berjalan aman sebagaimana harapan semua pihak.

“Saya yakin dengan sinergi ini pesta demokrasi warga desa akan berjalan aman dan lancar,” ungkap Wabup Yusuf.

“Saya minta agar masyarakat umum, khususnya para warga desa turut berpartisipasi menciptakan situasi yang aman,” imbuhnya.

Meskipun saling berbeda dukungan calon, namun semangat persaudaraan desa tetap terjaga dengan proses Pilkades yang sejuk.

Apapun hasilnya nanti kata Wabup Yusuf, seluruh warga harus mendukung calon terpilih untuk bekerja bagi kemajuan desa.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS