Jelang Nataru, Polisi di Banyuwangi Amankan Perakit Bom Ikan

Hukum
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020, Kepolisian Polresta Banyuwangi mengamankan beberapa bom ikan siap ledak beserta detonatornya dari tangan seorang perakit.

Kasus ini terbongkar berawal dari laporan masyarakat yang mengatakan bahwa ada seseorang yang membawa bahan peledak atau bom ikan yang biasa di sebut bondet di kawasan Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi.

Dalam keterangan pers nya, Senin (09/12/2019), Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifudin mengatakan, setelah dilakukan pengembangan penyidikan, aparat kepolisian berhasil menangkap seorang laki laki berinisial AB (33) warga Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo di sebuah warung kopi di wilayah setempat, saat sedang menunggu pembeli dari Kecamatan Muncar.

“Tersangka ngaku bahan peledak itu memang digunakan untuk mengebom ikan di perairan Selat Bali,” ujar Kapolres.

Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan bahwa efek dari pengeboman ikan tersebut juga dapat merusak trumbu karang dan hal ini sangat dilarang oleh pemerintah agar ekosistem di laut tetap terjaga.

“Tersangka mengaku merakit sendiri bom ikan itu setelah belajar sejak tahun 1996 silam dari seseorang berinisial A yang kini sudah meninggal dunia akibat terkena ledakan dari bom yang di rakitnya,” kata AKBP Arman.

“Potassium yang digunakan bahan membuat bom ikan itu didapat dari sisa sisa pada saat membuat bersama A dahulu,” imbuhnya.

Selain itu, bahan dari pembuatan bom ikan itu adalah plastic, benang Kasur, botol cuka, solar, cat bronze kering, selang, arang, belerang dan potassium.

Kapolres menambahkan, tersangka mengaku merakit bom ikan sendiri pada bulan September 2019 lalu, yang selanjutnya di jualnya kepada para nelayan dengan harga Rp 300.000 per buah.

“Dari 6 bom ikan yang dibuatnya, sudah terjual 2 buah dan sisanya 4 bom ikan di amankan kepolisian bersama 4 buah detonatornya saat hendak di edarkan,” pungkas Kapolres.

Seluruh barang bukti beserta tersangka di amankan kepolisian di Mapolresta Banyuwangi. Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 1 UU darurat RI nomor 12 tahun 1951 tentang membuat, menjual, menyimpan bahan peledak berupa bom ikan, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS