Residivis Narkoba Asal Maluku Dibekuk Polisi di Banyuwangi, Amankan Puluhan Butir Ekstasi

Dua Residivis Narkoba saat di ruang penyidik Reskoba Polres Banyuwangi.

Hukum
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dua residivis bandar Narkoba di Bali yang merupakan warga Maluku, di tangkap kepolisian Polres Banyuwangi saat hendak meranjau puluhan butir pil ekstasi.

Satuan Reskoba Polres Banyuwangi mendapat informasi dari masyarakat mengenai akan adanya transaksi narkoba di wilayah Banyuwangi.

Setelah di lakukan pengembangan penyidikan, kepolisian pun mengendus keberadaan dua pelaku di Banyuwangi yang diketahui bernama Adi alias Piki (37) warga Desa Jembatan Basah Kecamatan Bula Barat Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku dan Armin Farsyah (28) warga Jalan Kapitan Malongi RT 23 RW 08 Kelurahan Galai Dubu Kecamatan Pulau-Pulau Aru Kabupaten Aru Provinsi Maluku.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron mengatakan, setelah mendapati jejak kedua pelaku, sejumlah aparat kepolisian memantau gerak gerik keduanya yang sedang membawa puluhan butir pil ekstasi, yang akan di letakkan di satu tempat sesuai dengan kesepakatan mereka dengan pembelinya.

Saat melintas di jalan raya di kawasan Desa Kalirejo Kecamatan Kabat Banyuwangi tepatnya di depan Rumah Sakit Fatimah, laju sepeda motor Yamaha Mio biru bernopol B 3337 KCZ yang mereka kendarai berhenti.

“Lalu mereka meletakkan sebuah bungkusan di salah satu warung kopi selatan rumah sakit itu, selanjutnya bergeser ke lokasi yang tidak jauh dari keberadaan benda tersebut untuk memantau kedatangan si pembelinya,” papar AKP Imron.

Dia menjelaskan, saat itulah, aparat Satreskoba Polres Banyuwangi langsung menangkap keduanya tanpa perlawanan. Sementara, bungkusan yang di letakkan mereka tersebut ternyata berisi 65 butir narkoba jenis ekstasi dengan rincian 21 butir ekstasi warna orange seberat 6,30 gram, 19 butir ekstasi warna biru seberat 6,54 gram dan 25 butir ekstasi warna merah muda seberat 7,64 gram.

“Dari tangan kedua tersangka, kepolisain juga mengamankan 2 unit ponsel, 1 buah jaket jeans, serta 1 buah arloji jenis Quick Silver,” imbuh AKP Imron.

Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, mereka sengaja meletakkan puluhan butir ekstasi di TKP karena sesuai kesepatan dengan pembelinya yang diakuinya warga Banyuwangi.

Kasat Narkoba menambahkan, mereka juga mengaku, barang haram tersebut dibeli dari bandarnya yang ada di Jakarta lalu di edarkan di berbagai daerah sesuai pesanan termasuk di Banyuwangi. Sementara selama ini, mereka bertempat tinggal di Bali.

“Dari catatan kriminalitas kepolisian, kedua tersangka baru seminggu keluar dari Lapas di Bali setelah menjalani hukuman atas kasus yang sama,” tutur Kasat Narkoba.

Kini kedua tersangka beserta barang buktinya di amankan di Mapolres Banyuwangi guna proses penyidikan lebih lanjut.

Atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 subsider pasal 132 UU RI nomor  35 tahun 2009 tentang Narkoba, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.