Edarkan Uang Palsu, 2 Warga Rogojampi Dibekuk Polisi

2 Tersangka Pengedar Uang Palsu di Geber Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman, Rabu (17/10)

Hukum
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Memasuki tahun politik, di wilayah Banyuwangi mulai marak beredar uang palsu dan pihak kepolisian berhasil menangkap 2 orang pelaku sebagai pengedar.

Mereka adalah Moch Holik (43) warga Dusun Karangsari RT 01 RW 01 Desa Kedaleman Kecamatan Rogojampi dan Qoribul Mujib (38) warga Dusun Kebalen Kidul RT 02 RW 02 Desa Lemahbang Dewo Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman dalam keterangan persnya, Rabu (17/10) mengatakan, kedok keduanya terbongkar saat tersangka Qoribul Mujib memberikan lembaran uang palsu pecahan Rp 100.000 sejumlah Rp 4.000.000 kepada tersangka Moh Holik sebagai pembayaran hutang.

Selanjutnya, oleh tersangka Moh Holik digunakan untuk pembayaran jual beli sepeda motor sejumlah Rp 6.200.000 kepada Gatut Anggoro warga Dusun Kertosono RT 04 RW 01 Desa Parijatah Kulon Kecamatan Srono Banyuwangi.

“Dia menyelipkan 18 lembar uang palsu pecahan Rp 100.000 dalam pembayaran itu,” ungkap Kapolres.

“Karena merasa curiga dengan bentuk uang lembaran Rp 100.000 yang di terimanya, si pemilik sepeda motor itupun melapor ke pihak kepolisian,” imbuhnya.

Kapolres menjelaskan, dari sini, aparat kepolisian mulai melakukan pengembangan penyidikan dengan menangkap tersangka Moh Holik.

“Kepada petugas, dia mengaku mendapatkan uang tersebut dari tersangka Qoribul Mujib,” ungkap Kapolres.

Selanjutnya, aparat kepolisian menangkap tersangka Qoribul Mujib di rumahnya. Dan saat di interograsi, tersangka mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dengan membeli dari seseorang yang ada di Pasuruan.

“Kepolisian mengejar keberadaan orang yang di sebut sebut sebagai pengedar uang palsu yang bertempat tinggal di Pasuruan itu,” papar Kapolres.

Kapolres meminta kepada masyarakat agar berhati hati dalam menerima uang yang diterimanya saat melakukan transaksi jual beli. Jika mencurigai bentuk lembaran uang yang di terima, diharapkan mereka segera melapor ke pihak kepolisian guna ditindak lanjuti.

“Apalagi menjelang Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif ini rawan beredar uang palsu di tengah masyarakat,” pungkas Kapolres.

Sebagai barang bukti, kepolisian mengamankan 18 lembar uang palsu pecahan Rp 100.000 dengan nomor seri yang sama yakni BAM934306. Juga 4 lembar uang palsu pecahan Rp 100.000 dengan nomor seri yang sama yakni BAM934307.

Atas perbuatannya, kini kedua tersangka harus meringkuk di dalam sel tahanan Mapolres Banyuwangi. Dan keduanya di jerat pasal 245 KUHP tentang mengedarkan uang palsu, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.