Tipu 800 Jutaan, Kepala Kantor Permodalan Mendekam di Sel Tahanan

Tersangka Penipuan diamankan di Mapolres Banyuwangi

Hukum
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepala Unit Kantor Permodalan Nasional Madani (PNM) ULaMM di Banyuwangi di tangkap kepolisian, setelah melakukan penipuan kepada para nasabah dengan kerugian hingga mencapai Rp 800 juta.

PNM merupakan Lembaga Keuangan Nonbank Milik Negara yang mendapat tugas membantu pengembangan Usaha. Di Banyuwangi, kantor PNM ULaMM berlokasi di kawasan Kecamatan Srono.

Dan kepala unit yang menjadi target penangkapan Satuan Reskrim Polres Banyuwangi adalah Budi Setyawan warga Dusun Kumendung RT 05 RW 03 Desa Kumendung Kecamatan Muncar.

Pasalnya, setelah melakukan penipuan kepada beberapa orang nasabahnya, laki laki berusia 34 tahun tersebut kabur ke luar daerah. Namun berhasil ditangkap di kawasan Klaten Jawa Tengah setelah di lakukan pengejaran aparat kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, awalnya ada 4 orang warga yakni Karno, Andik Gunawan, Adi Prasetyo dan Yudhi Hamang melapor ke pihak kepolisian mengenai dugaan penipuan yang di lakukan oleh tersangka.

“Mereka melaporkan serangkaian pernyataan kebohongan dan tipu muslihat serta bujuk rayu tersangka kepada para korban sehingga membuat mereka percaya untuk melakukan pencairan pinjaman terhadap tersangka,” papar Kasat Reskrim.

AKP Panji menceritakan, untuk korban Karno mengaku mengajukan pinjaman modal ke PNM ULaMM melalui tersangka. Namun sebelum dana cair, tersangka meminjam buku rekening, kartu ATM serta meminta nomer PIN ATM korban. Dan setelah dana cair ke rekening korban, tersangka pun kembali menstranfer ke rekening pribadinya tanpa sepengetahuan korban.

“Untuk ketiga korban lainnya, tersangka meminta uang pencairan pinjaman yang sudah masuk ke masing masing rekening mereka dengan alasan untuk di masukkan lagi ke PNM, dan mereka di janjikan pinjaman di ajukan kembali dengan jumlah dana yang lebih besar,” ujar Kasat Reskrim.

“Rupanya, seluruh dana tersebut masuk ke kantong tersangka,” imbuhnya.

Dan kedok ini baru di ketahui, di saat petugas dari PNM melakukan penagihan kepada para korban terkait angsuran pinjaman mereka, sedangkan mereka mengaku tidak menerima uang pinjaman apapun.

Ditambahkan AKP Panji, setelah mengumpulkan beberapa alat bukti dari laporan para korban, pihaknya pun memanggil tersangka untuk di periksa sebagai saksi.

“Tapi sampai 3 kali pemanggilan, dia mangkir lalu statusnya ditingkatkan menjadi tersangka dan di terbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) karena kabur,” ungkapnya.

Kasat Reskrim menduga, jumlah korban ini lebih dari 12 orang namun yang sudah melapor baru 4 orang.

Sementara itu, dari pengembangan penyidikan, total kerugian yang dialami oleh ke 4 korban tersebut sebesar Rp 795.586.400 sesuai dengan nominal pinjaman yang mereka ajukan dan seluruhnya masuk ke kantong pribadi tersangka.

“Sebagai barang bukti, di amankan 2 buku ATM dan 2 prinout rekening koran,” pungkas AKP Panji.

Kini, tersangka meringkuk di dalam sel tahanan Mapolres Banyuwangi dan di jerat pasal 378 atau 372 jonto 65 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.