Bawa Jimat, Residivis Pengedar Pil Koplo Keok Ditangan Polisi

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki bersama Kanit Reskrim Ipda Nurmansyah menunjukkan barang bukti pil koplo

Hukum
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Residivis pengedar pil koplo kembali berhasil di bekuk aparat kepolisian Polsekta Banyuwangi. Penangkapan ini berlangsung di kawasan kampung bali atau tepatnya di sekitar Jalan Ngurah Rai Kelurahan Tukang Kayu Kecamatan Banyuwangi.

Bahkan, sempat terjadi aksi kejar kejaran oleh sejumlah aparat kepolisian yang di pimpin Kanit Reskrim Polsekta Banyuwangi Ipda Nurmansyah dengan tersangka karena berusaha kabur saat hendak di tangkap.

Pasalnya, dari lokasi yang di sepakati antara mereka adalah bertemu di depan gedung Kantor BRI cabang Banyuwangi jalan Ahmad Yani.

Tersangka yang di ketahui bernama Deby Setiawan (30) warga Jalan KH Harun nomer 26 RT 02 RW 03 Kelurahan Tukang Kayu tersebut di sebut sebut kembali mengedarkan pil koplo, meskipun baru saja keluar dari sel tahanan Lapas Banyuwangi atas hukuman kasus yang sama.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, setelah mendapat laporan dari masyarakat mengenai sepak terjang tersangka, kepolisian menyamar sebagai pembeli dan menelphon tersangka dengan berpura pura membeli pil koplo.

“Akhirnya disepakati lokasi pertemuan di kawasan jalan Ahmad Yani itu,” ujar AKP Ali Masduki.

“Tapi setelah melihat adanya aparat kepolisian di TKP, tersangka berlari kabur ke arah timur hingga di lakukan pengejaran,” imbuhnya.

Kapolsek menjelaskan, dari upaya pengejaran ini, aparat kepolisian pun berhasil menangkap tersangka beserta mengamankan sejumlah barang bukti yang di simpan di dalam tas hitam miliknya, yakni 1.100 butir pil jenis Trihexyphenidyl, uang sejumlah Rp 1.038.000 hasil penjualan, serta 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Soul bernopol DA 6140 PQ yang di kendarai tersangka saat melakukan transaksi.

“Uniknya, di dalam tas milik tersangka itu juga di temukan jimat semar mesem yang di percaya sebagai penangkal agar tidak bisa di tangkap petugas. Tapi upaya tersangka ini tidak berhasil dan dia kembali di tangkap kepolisian sebagai pengedar pil koplo,” papar Kapolsek.

Dia menambahkan, dari pengembangan penyidikan, obat Trihexyphenidyl yang di jual tersangka tersebut tergolong jenis baru yakni Si Putih dengan harga yang lebih mahal perklip seharga Rp 40.000,

“Biasanya yang berhasil di ungkap kepolisian adalah jenis Y,” pungkas Kapolsek.

Setelah di tangkap kepolisian, tersangka di gelandang ke Mapolsekta Banyuwangi dan kembali menikmati ruang sel tahanan.

Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.