Bejat..Paman di Cluring Cabuli Ponakannya Yang Masih Dibawah Umur

Tersangka pencabulan bersama barang buktinya

Hukum
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang paman di wilayah Kecamatan Cluring tega mencabuli keponakannya sendiri yang masih di bawah umur.

Kini, korban berinisial KP yang masih berusia 16 tahun harus menanggung malu atas perbuatan bejat pelaku, Taufan Hidayat (22) yang merupakan suami siri dari tantenya.

Sementara pelaku sendiri adalah warga asli Dusun Baru RT 02 RW 03 Desa Baru Tahan Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan menikah siri dengan tante korban, Salsya Bila Aini (34) warga Dusun Tanjungrejo RT 04 RW 02 Desa Sembulung Kecamatan Cluring Banyuwangi.

Kasus ini berawal dari sering bertemuanya korban dengan pelaku yang tinggal bersama istri sirinya di rumah kontrakan di kawasan Desa Sambirejo Kecamatan Bangorejo Banyuwangi. Pasalnya, selama ini korban tinggal bersama neneknya di kawasan Dusun Tanjungrejo Desa Sembulung Kecamatan Cluring tersebut, yang kesehariannya berjualan di warung.

Disaat neneknya berjualan, biasanya korban yang masih duduk di bangku kelas 1 pada salah satu SMA swasta di Kecamatan Purwoharjo tersebut di ajak tantenya di rumah kontrakan itu. Sementara kedua orang tuanya meninggalkan korban tanpa pamit. Dari sinilah, antara korban dengan pelaku sudah saling mengenal.

Kapolsek Cluring Banyuwangi, Iptu Bejo Madrias melalui Kanit Reskrim, Ipda Sadimun mengatakan, kasus tindakan asusila tersebut berawal dari pelaku mengajak korban untuk mengambil paketan ke kawasan Banyuwangi kota.

“Setelah pulang di rumah neneknya, korban merapikan baju bajunya lalu akan kerja kelompok dengan teman temannya,” ungkap Ipda Sadimun.

“Melihat hal ini, pelaku melarang korban yang hendak pergi dan menarik tangannya untuk kembali masuk ke dalam rumah,” imbuhnya.

Ipda Sadimun menjelaskan, disinilah, pelaku menyetubuhi korban layaknya pasangan suami istri. Dan korban tidak berani berontak karena diancam akan di bunuh jika berteriak.

“Setelah melakukan aksi bejatnya, pelaku memberi uang kepada korban sejumlah Rp 9.000 lalu pergi,” kata Ipda Sadimum.

“Dengan adanya peristiwa naas yang dialaminya, korban pun menceritakan hal ini kepada tante dan neneknya lalu di laporkan ke Mapolsek Cluring,”  tuturnya.

Selanjutnya, sejumlah aparat kepolisian mengejar keberadaan pelaku hingga berhasil ditangkap di rumah kontrakannya di wilayah Kecamatan Bangorejo.

Sementara itu, beberapa potong pakaian milik korban dan pelaku di amankan kepolisian sebagai barang bukti.

Dan berdasarkan catatan kriminalitas, rupanya pelaku juga di laporkan ke Mapolsek Bangorejo atas kasus penganiayaan yang dilakukan pada istri sirinya.

“Hingga kini, kasus itu masih berjalan,” pungkas Ipda Sadimun.

Sementara untuk kasus yang ditangani Mapolsek Cluring, pelaku di jerat pasal 76 ayat 1 jonto ayat 2 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.