Dukun Perempuan Diduga Dalangi Aksi Perampokan di Kalipuro

Penahanan tersangka dititipkan ke LP

Hukum
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang perempuan yang di sebut sebut sebagai dukun lintrik di tangkap kepolisian, karena di duga sebagai dalang dari aksi perampokan dengan memanfaatkan pelaku lainnya.

Tersangka yang di ketahui bernama Usniyah (49) tersebut tercatat sebagai warga Dusun Pekarangan RT 01 RW 01 Desa Kelir Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.

Sementara tersangka lain yang juga terlibat dalam aksi ini adalah Hedi Purnomo (38) warga Dusun Telemung RT 02 RW 01 Desa Telemung Kecamatan Kalipuro.

Aksi perampokan ini di lakukan kedua tersangka terhadap Heni Puji Astuti (48) warga Jalan Tidar Lingkungan Singodiwiknyo Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi kota, karena tersangka Usniyah terbelit hutang kepada korban dengan jumlah cukup banyak, yang menyebabkan dia tidak bisa melunasinya. Meski diakui tanahnya sudah habis di jual untuk membayar hutang namun belum juga lunas.

Kapolsek Kalipuro Banyuwangi AKP Jaenur Holiq mengatakan, tersangka Hedi Purnomo mulai akrab dengan Usniyah setelah dia meminta bantuan ilmu lintrik untuk mencari orang. Dan suatu saat, tersangka Hedi melihat kedatangan korban bersama suaminya, Rahmat ke rumah Usniyah.

“Disinilah, tersangka Usniah bercerita kepada Hedi terkait hutang hutangnya kepada korban,” tutur Kapolsek.

“Lalu tersangka Usniah meminta bantuan Hedi untuk merampas tas milik korban yang didalamnya berisi buku catatan dan ponsel agar dihilangkan karena berisi catatan hutang hutangnya,” imbuh Kapolsek.

Mereka pun mulai mengatur strategi untuk melakukan aksi kejahatannya, agar seolah olah ini murni perampokan yang di lakukan orang tak dikenal.

Kapolsek menambahkan, setelah korban dan suaminya kembali mendatangi rumah Usniyah, dia langsung menghubungi tersangka Hedi mengatur posisi lokasi perampokan hingga disepakti di pertigaan jalan setapak di selatan rumah Usniyah yang kondisinya sangat gelap.

Selang beberapa lama, tersangka Hedi yang sudah menunggu melihat korban berboncengan sepeda motor dengan suaminya. Lalu dia melempar korban dan suaminya dengan serbuk kopi bubuk hingga mengenai mata mereka sehingga keduanya terjatuh dari atas sepeda motor.

“Setelah melihat suami korban berlari kencang, tersangka Hedi pun berusaha mengambil paksa tas milik korban dengan cara mengancam menggunakan pisau tajam,” ujar Kapolsek.

Setelah berhasil mendapatkan barang yang diminta tersangka Usniyah, Hedi pun meninggalkan korban dengan mengendarai sepeda motornya.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, peristiwa ini di laporkan korban pada 25 Juni 2018 lalu. Selanjutnya, kepolisian melakukan upaya pengembangan penyidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi dan barang bukti yang di temukan di TKP.

“Dari sinilah, penyidikan kepolisian mengarah kepada kedua tersangka yang saling bekerja sama dalam menjalankan aksinya hingga dilakukan penangkapan terhadap mereka pada pertengahan November 2018 ini,” papar Kapolsek.

Sebagai barang bukti, kepolisian mengamankan 1 buah pisatu tajam sepanjang 18 centimeter, 2 unit ponsel, 1 buah celana panjang jeans dan 1 unit sepeda motor Yamaha Bison putih hitam bernopol P 5993 XV yang di gunakan tersangka Hedi saat melakukan aksinya.

“Dari penyelidikan kepolisian, kasus ini murni perampokan atau pencurian dengan pemberatan karena ingin memiliki barang korban dan tidak mengarah pada pembunuhan,” pungkas Kapolsek.

Atas perbuatannya, kedua tersangka di jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.