radiovisfm.com, Banyuwangi - Polres Banyuwangi berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di berbagai sector, menyusul telah menerima predikat sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Pelayanan Prima dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Penghargaan ini di terima langsung oleh Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi dari Menteri PAN RB, Syafrudin di Jakarta pada 10 Desember 2018 lalu.

Sementara, Polres Banyuwangi sendiri baru merayakannya di hari Selasa (18/12) bertepatan dengan Hari Jadi Banyuwangi ke 247 tahun, dalam Apel Penyerahan Kendaraan Dinas dan Tasyakuran penerimaan predikat WBK dan Pelayanan Prima di halaman Mapolres Banyuwangi.

Sementara, dari 194 polres se Indonesia hanya 2 polres yang mendapatkan predikat Pelayanan Prima yakni Polres Banyuwangi dan Polrestabes Surabaya.

Dalam kegiatan ini sengaja di rangkai dengan penyerahan Kendaraan Dinas. Pasalnya, Polres Banyuwangi menerima beberapa unit kendaraan bermotor dari Mapolda Jawa Timur sebagai apresiasi terhadap kinerja aparat kepolisian hingga berhasil menerima penghargaan WBK dan Pelayanan Prima.

Kendaraan tersebut adalah 5 unit sepeda motor untuk Sabhara, 1 perahu karet untuk Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) dan 1 sepeda patroli pengawalan untuk Satuan Lalu Lintas.

“Penilaian WBK ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat terkait dengan zona integritas dan penghargaan ini mengandung unsur bahwa pelayanan public di Polres Banyuwangi harus mengandung unsur bebas dari korupsi,” ujar Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi.

Kapolres mengaku, ke depan ini merupakan tantangan bagi seluruh anggota kepolisian agar berkomitmen untuk memberikan pelayanan lebih baik lagi kepada masyarakat yang bebas dari korupsi dan nepotisme.

Sementara, sebagai konsekwensi dari penghargaan ini, aparat kepolisian akan menerima tunjangan dari Mabes Polri.

“Tapi itu adalah kewenangan Mabes Polri, sedangkan Polres Banyuwangi wajib terus meningkatkan kinerja,” imbuhnya.

Kapolres menjelaskan, setelah WBK ini pihaknya tengah berupaya untuk bisa mendapatkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), setingkat lebih tinggi dari WBK.

“Berbagai indikator penilaiannya sama, tapi yang membedakan adalah nilai WBBM harus lebih tinggi dari WBK,” tutur Kapolres.

Oleh sebab itulah, Kapolres mengaku akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa saat ini pelayanan di Polres Banyuwangi berbeda dari sebelumnya, sehingga di perlukan keterlibatan dari masyarakat untuk terus memberikan masukan kepada pihak kepolisian agar pelayanan public semakin meningkat.

“Utamanya, pelayanan SIM dan STNK yang menjadi penilaian khusus dari Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, selain di Polres, para anggota kepolisian di seluruh polsek jajaran juga diharuskan meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat karena mereka mempunyai tanggung jawab untuk mempertahan predikat WBK tersebut.

Sementara itu, beberapa kendaraan dinas dari Polda Jawa Timur tersebut di serahkan Kapolres secara simbolis kepada Kasat Sabhara, AKP Basori Alwi, Kasat Polairud, AKP Subandi dan Kasat Lantas, AKP Prianggo Parlindungan Malau yang di wakili KBO Lantas, Iptu Dalyono.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Berdalih akan menyewa mobil milik warga Kecamatan Srono Banyuwangi, seorang laki laki asal Kabupaten Cilacap membawa kabur kendaraan roda 4 tersebut. Selanjutnya, korban, Nurmuklis (44) melaporkan peristiwa naas yang dialami itu ke pihak kepolisian guna meminta perlindungan hukum.

Awalnya, pada Senin (10/12) lalu sekira pukul 21.30 WIB pelaku yang diketahui bernama Candra Prasetyawan (35) warga Dusun Kramasari RT 03 RW 04 Desa Bojong Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap tersebut menemui korban dengan dalih hendak membeli mobilnya jenis Honda Jazz tipe S bernopol AD 9378 GM.

Akhirnya, di sepakati lokasi transaksi di area parkiran di kawasan Dusun Pancoran Desa karangbendo Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, setelah bertemu di TKP, pelaku mencoba mobil tersebut dengan di temani oleh korban lalu kembali ke tempat semula.

“Disinilah, terjadi kesepakatan harga diantara keduanya,” ujar AKP Panji.

“Lalu pelaku kembali membawa mobil korban dengan alasan untuk menjemput pacarnya, tanpa terlebih dahulu membayar uang yang mereka sepakati bersama,” imbuhnya.

Selang beberapa lama korban menunggu, pelaku tidak juga kembali ke TKP lalu dia melaporkan hal ini ke Mapolsek Rogojampi Banyuwangi, guna proses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskrim mengaku, tim Resmob Polres Banyuwangi melakukan pengejaran terhadap pelaku setelah mendapat tembusan laporan dari Mapolsek Rogojampi.

“Setelah dilakukan pengembangan penyidikan, kepolisian berhasil menangkap pelaku beserta kendaraan milik korban di kawasan Kecamatan Kencong Kabupaten Jember,” papar AKP Panji.

Selanjutnya, di gelandang ke Mapolres Banyuwangi guna dimintai keterangan.

“Meski demikian, atas perbuatannya ini, pelaku di jerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas Kasat Reskrim.

Sementara itu, atas peristiwa naas yang dialaminya ini, korban mengalami kerugian mencapai Rp 184.000.000 yang merupakan harga dari mobil Honda Jazz miliknya tersebut.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah dilakukan pengembangan penyidikan, tim Resmob Polres Banyuwangi akhirnya berhasil membekuk pelaku pencurian helm di area parkiran Kantor Dinas Kesehatan, yang terjadi pada Kamis malam (6/12) lalu.

Dan rupanya, pelaku adalah seorang perempuan yang di ketahui bernama Hera Deliye (36) warga Jalan Doho nomor 39 RT 01 RW 03 Lingkungan Tamansari Kelurahan Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi kota, tepatnya di kawasan perumahan kodim.

Dari rekaman kamera CCTV yang di unggah di Facebook Radio Vis Fm Banyuwangi, sekira pukul 20.18 WIB datang pelaku dengan memakai jaket hitam dan bercelana pendek putih serta memakai helm standart dengan kondisi kaca depannya tertutup. Dia mengendarai sepeda motor matic bernomor polisi P 5055 ZI.

Setelah memarkirkan kendaraannya di area parkir sebelah barat kantor Dinas Kesehatan Banyuwangi di kawasan Jalan Letkol Istiqlah, dia berjalan kearah timur dan sempat mengintip di kaca pintu, kemungkinan untuk memastikan apakah di dalam ada orang ataukah tidak.

Selanjutnya dia kembali berjalan menuju sepeda motornya. Dan tepat pukul 20.19.48 WIB seperti yang terekam dalam kamera CCTV, pelaku mengambil helm yang menggantung di sepeda motor yang bersebelahan dengan kendaraannya, lalu kabur.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, berdasarkan hasil rekaman kamera CCTV itulah, aparat kepolisian mengejar keberadaan pelaku berbekal nomor polisi sepeda motor yang di kendarainya.

“Setelah melalui berbagai upaya, tim Resmob berhasil menangkap pelaku di rumahnya beserta sepeda motor yang identic dengan sarana yang di gunakannya saat melakukan pencurian di TKP,” papar Kasat Reskrim.

AKP Panji menjelaskan, dari pengakuannya di hadapan penyidik, tersangka sudah pernah melakukan pencurian TV serta sebuah laptop di Puskesmas Gitik Kecamatan Rogojampi yang merupakan milik dr Didik.

“Namun tersangka mengaku sejumlah barang yang di curinya tersebut sudah di kembalikan dan ditebus kepada pemiliknya,” ujar Kasat Reskrim.

Meski demikian kata AKP Panji, kepolisian masih belum melakukan konfirmasi terhadap dokter Didik selaku pemilik barang barang itu.

Kini, tersangka harus mendekam di dalam tahanan Mapolres Banyuwangi guna mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.

“Sekaligus di sangsi pasal 364 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas AKP Panji.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi memasang rambu rambu himbauan mengenai pengalihan arus kendaraan bermotor yang akan menuju ke Surabaya melewati Situbondo agar melewati jalur Jember, karena adanya pemasangan Balok Girder di Jembatan Randumerak Paiton, Probolinggo.

Kegiatan pemasangan ini di rencanakan di laksanakan pada tanggal 12 hingga 13 Desember 2018, sehingga ruas jalan Paiton – Probolinggo di tutup sementara untuk semua kendaraan roda 4 atau lebih.

Oleh sebab itulah, guna memperlancar arus lalu lintas serta tidak terjadi antrian panjang kendaraan bermotor, pihak kepolisian melakukan berbagai langkah antisipasi.

Salah satunya, Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi memasang baliho himbauan pengalihan arus kendaraan bermotor di beberapa lokasi strategis.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Ipda Ardhi Bita Kumala mengatakan, pemasangan baliho tersebut di antaranya telah di pasang di pintu masuk dan keluar Pelabuhan ASDP Ketapang, yang di nilai sebagai jalur kendaraan roda 4 setelah diseberangkan dari Pelabuhan Gilimanuk bali maupun sebaliknya.

“Juga di pasang disejumlah ruas jalan nasional maupun propinsi dari wilayah Kecamatan Wongsorejo hingga Kalibaru,” ujar Ipda Ardhi.

Dia berharap para pengguna jalan bisa mematuhi himbauan tersebut agar perjalanannya berjalan lancar, utamanya kendaraan roda 4 yang memiliki panjang lebih dari 2 sumbu.

“Kami juga meminta kepada para pengendara kendaraan besar lebih dari 2 sumbu untuk tidak beroperasi di tanggal 12 dan 13 Desember itu,” ungkap Ipda Ardhi.

Pasalnya, jika melewati kawasan Gunung Gumitir Jember pun dinilai membahayakan karena terdapat tikungan dan tanjakan yang cukup tajam.

“Ini demi keselamatan kendaraan juga agar tidak menganggu para pengendara kendaraan yang lain,” pungkas Kanit Laka.

Sementara itu, selama pengerjaan pemasangan Balok Gider Jembatan di jembatan Randumerak, Paiton Probolinggo tersebut kendaraan roda 2 masih bisa beroperasi melewati jalur pantura Banyuwangi utara.

Namun di mungkinkan akan di berlakukan system buka tutup, mengingat pengerjaannya memakan badan jalan.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang pergantian Tahun Baru, Polres Banyuwangi berhasil membongkar jaringan peredaran pil koplo dengan mengamankan 4 orang pelaku beserta barang bukti 35 ribu butir obat jenis Trihexyphenidyl.

Hal ini sudah diantisipasi oleh pihak kepolisian utamanya Satuan Reskoba Polres Banyuwangi, mengenai kemungkinan adanya peredaran pil koplo di daerah yang berada di timur pulau jawa tersebut.

Dan setelah melakukan penyelidikan, kepolisian berhasil menangkap Mochammad Sholeh (34) warga Lingkungan Krasak Kelurahan Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi kota di kantor jasa pengiriman Tiki di Jalan Kepiting Kelurahan Sobo Kecamatan Banyuwangi, saat mengambil paketan berupa kardus besar yang di dalamnya berisi 20 ribu butir pil Trihexyphenidyl yang di kemas dalam 20 kaleng, masing masing berisi 1000 butir.

Dari sini, penyidikan kepolisian mulai di kembangkan dan mengarah ke kawasan Banyuwangi selatan.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron menjelaskan, dari pengakuan tersangka Sholeh tersebut bahwa juga akan ada pengiriman paket yang sama melalui kantor jasa pengiriman Tiki di wilayah Kecamatan Genteng Banyuwangi.

Selanjutnya, sejumlah aparat kepolisian menyanggong di depan kantor jasa pengiriman yang ada di Jalan KH. Wahid Hasyim (Ruko Ex Kawedanan) Blok C-1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

“Hampir saja aparat kepolisian kalah cepat dengan para pelaku,” ujar AKP Imron.

Beruntung, salah satu anggota Satnarkoba curiga dengan dua orang remaja yang mengendarai motor Honda CB 150R warna hitam putih dengan nomor polisi P-4124-YN, baru saja keluar dari kantor Tiki Genteng dengan membawa kardus karton.

“Setelah di cegat dan di periksa, ternyata benar kadus tersebut berisi 15 ribu pil koplo jenis Trihexyphenidyl yang dikemas dalam 15 kaleng, masing masing berisi 1000 butir,” ujar AKP Imron.

Kedua remaja itu adalah Satria Ilham Alamsyah (18) warga Desa Wringinagung Kecamatan Gambiran dan AA (17) pelajar kelas IX salah satu SMP Swasta di Kecamatan Gambiran Banyuwangi.

“Kepada petugas, mereka mengaku di suruh oleh Alex Setiawan untuk mengambil paketan tersebut dengan upah Rp 100 ribu,” tutur AKP Imron.

Kasat Narkoba mengatakan, kepolisian pun mengejar keberadaan laki laki berusia 20 tahun tersebut, hingga berhasil di tangkap di rumahnya di kawasan Dusun Glowong, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran.

Kepada petugas, tersangka Alex mengaku obat obatan sediaan farmasi yang di kirim dari Jakarta tersebut hendak di edarkan menjelang malam pergantian Tahun Baru di Banyuwangi.

“Dia juga mengaku memesan langsung kepada seseorang bernama Teguh melalui ponsel,” tutur Kasat Narkoba.

“Dari pengiriman di kedua kantor jasa pengiriman Tiki tersebut dinilai ada kesamaan dengan pengirim yang sama,” pungkasnya.

Kini, ke empat tersangka digelandang ke Mapolres Banyuwangi guna menjalani pemeriksaan intensif beserta diamankan sejumlah barang bukti tersebut.

Keempatnya dijerat Pasal 197 sub Pasal 196 UU RI No 36 th 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Polres Banyuwangi mendapatkan penghargaan dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), di bidang pembangunan zona integritas dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Penghargaan tersebut di berikan langsung oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla di dampingi Menpan RB, Syafrudin kepada Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi di Jakarta, Senin (10/12).

Pemerintah Pusat memberikan penghargaan kepada unit kerja yang dinilai telah berhasil melakukan pembangunan Zona Integritas. Hal ini sebagai bentuk apresiasi Kemenpan RB terhadap unit kerja yang memiliki komitmen melakukan percepatan implementasi reformasi birokrasi.

Di tahun 2018 ini, ada 205 unit kerja yang berhasil melakukan pembangunan zona integritas dan 5 unit diantaranya mendapatkan predikat WBBM. Sementara 200 unit kerja lainnya mendapatkan predikat WBK. Polres jajaran Polda Jawa Timur mendapatkan apresiasi terkait prestasinya atas upaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Termasuk Polres Banyuwangi yang menerima penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengaku akan terus mempertahankan dan meningkatkan apa yang telah berhasil di capainya saat ini.

“Ini bisa jadi motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan dan meningkatkan pelayanan menjadi lebih baik, melalui komitmen bersama anggota Polres dalam mempertahankan status WBK itu,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Banyuwangi, Ipda Lita Kurniawaan mengatakan, dengan penghargaan tersebut, Polres Banyuwangi berupaya terus meningkatkan kinerja para anggotanya serta menyempurnakan berbagai pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Sehingga ke depan, jajaran kepolisian Polres Banyuwangi berharap bisa meningkatkan status WBK untuk menuju ke WBBM,” ungkap Ipda Lita.

Selain Polres Banyuwangi, beberapa Polres jajaran Polda Jawa Timur yang menerima penghargaan WBK dan WBBM tahun 2018 diantaranya Polrestabes Surabaya, Polres Mojokerto Kota, Polres Mojokerto Kabupaten, Polres Situbondo, Polres Lamongan, Polres Tuban, Polres Bojonegoro, Polres Batu, Polres Malang, Polres Malang Kota dan Polres Trenggalek.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian berhasil membongkar jaringan peredaran pil koplo di wilayah Banyuwangi dengan mengamankan seorang bandar beserta barang bukti 20 ribu pil jenis Trihexyphenidyl.

Awalnya Satuan Reskoba Polres Banyuwangi mendapat informasi dari masyarakat mengenai akan adanya pengiriman obat obatan sediaan farmasi tersebut dari Jakarta ke Banyuwangi dalam jumlah cukup banyak, melalui jasa pengiriman. Sejumlah aparat kepolisian pun menyebar menyanggong di sejumlah tempat jasa pengiriman barang yang ada di Banyuwangi kota.

Hasilnya, aparat kepolisian melihat adanya seorang laki laki sedang mengambil pengiriman paket dalam bentuk kardus coklat berukuran cukup besar di kantor jasa pengiriman Tiki di kawasan Jalan Kepiting Kelurahan Sobo Kecamatan Banyuwangi.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi AKP Imron mengatakan, pihaknya pun menghentikan laju sepeda motor Honda Scoopy warna merah bernopol P 3389 XC yang di kendarai oleh laki laki tersebut, yang di gunakan untuk membawa kardus itu.

“Setelah di periksa ternyata memang benar, di dalam kardus itu berisi 20 ribu butir pil Trihexyphenidyl yang di kemas dalam 20 kaleng, masing masing berisi 1000 butir,” ujar Akp Imron.

“Kepada petugas, laki laki itu mengaku bernama Mochammad Sholeh (34) warga Lingkungan Krasak Kelurahan Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi kota,” imbuhnya.

AKP Imron menjelaskan, dihadapan aparat kepolisian, laki laki yang hanya lulusan SD tersebut juga mengaku paket yang di terimanya itu dikirim dari Jakarta melalui jasa pengiriman Tiki.

Sementara, Mochammad Sholeh sendiri bukan berprofesi sebagai dokter maupun petugas kesehatan yang mempunyai ahli dalam bidang farmasi.

“Oleh sebab itu, kepolisian menetapkansebagai tersangka dalam kasus ini dan di jebloskan ke dalam sel tahanan Mapolres Banyuwangi,” imbuhnya.

AKP Imron menambahkan, kini kepolisian terus melakukan pengembangan penyidikan untuk bisa mengungkap identitas pengirimnya di Jakarta.

Diakui Kasat Narkoba, keberhasilan pengungkapan bandar besar pil koplo yang telah di lakukannya ini menjadi cambuk untuk bisa memberantas para pengedarnya, yang dinilai kini sudah hampir merata di seluruh wilayah Banyuwangi.

“Yang cukup miris, peredarannya sudah merambah ke kalangan pelajar SMP dan SMA,” pungkas Kasat Narkoba.

Selain tersangka, barang bukti 20 ribu butir pil Trihexyphenidyl beserta 1 unit sepeda motor dan 1 unit ponsel miliknya juga di amankan kepolisian.

Dan atas semua perbuatan yang telah di lakukannya, tersangka di jerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

More Articles ...