radiovisfm.com, Banyuwangi - Berkedok sebagai dukun atau paranormal palsu yang mengaku bisa menyembuhkan orang sakit, seorang warga Kecamatan Kalipuro ditangkap aparat kepolisian Polsekta Banyuwangi setelah melakukan penipuan kepada korbannya yang merupakan anggota kepolisian Polres Banyuwangi.

Tersangka berinisial NSY alias Sam (34) di tangkap di rumahnya di kawsan Jalan Samarinda Kelurahan Kalipuro Kecamatan Kalipuro, yang memiliki KTP sebagai warga Jalan Parma Gang Harum, Denpasar Bali.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki melalui Kanit Reskrim Ipda Nurmansyah mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari korban berinisial TH (54) warga Jalan Kertanegara RT 02 RW 02 Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi, mengenai adanya dugaan penipuan yang di lakukan oleh tersangka.

“Saat itu, korban mengobatkan anaknya yang menderita sakit gigi kepada tersangka karena di kabarkan dia bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan menggunakan ilmu yang di miliki tanpa menyentuh tubuh pasien,” papar Nurmansyah.

“Korban pun membayar uang sejumlah Rp 9.500.000 kepada tersangka sebagai mahar, dengan di buktikan kwitansi pembayaran,” ungkapnya.

Namun hingga batas waktu yang di sampaikan oleh tersangka, penyakit anak korban tidak kunjung sembuh bahkan semakin parah.

“Korban mulai curiga terhadap keahlian tersangka yang di duga sengaja menipunya dengan dalih sebagai dukun yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Lalu dia melapor ke kami,” papar Nurmansyah.

Nurmasnyah mengaku, setelah mendapat laporan korban itulah, pihaknya melakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil menangkap tersangka di rumahnya lalu di bawa ke Mapolsekta Banyuwangi.

Di hadapan petugas, tersangka mengakui semua perbuatannya yang telah menipu korban.

“Dia juga mengaku baru kali ini melakukan penipuan dengan modus sebagai dukun palsu itu,” pungkas Nurmansyah.

Sementara itu, kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti milik tersangka, seperti sebilah bamboo yang dianggap sebagai benda gaib bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, juga selembar kwitansi pembayaran korban.

Atas perbuatannya, tersangka di jerat pasal 372 KUHP jonto pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Oknum karyawan PT KAI DAOP 9 Jember di amankan kepolisian Polsek Sempu Banyuwangi, setelah di ketahui terlibat aksi pencurian besi bantalan rel kereta api.

Awalnya, warga setempat mencurigai adanya beberapa orang yang sedang berada di tumpukan besi bantalan rel kereta api di pinggir sawah di kawasan Sasak Gunting Desa Temuguruh Kecamatan Sempu Banyuwangi, atau di antara Stasiun Kalisetail dengan Stasiun Temuguruh.

Setelah di amati gerak geriknya, rupanya mereka tengah merencanakan aksi pencurian besi tersebut. Disaat sedang membawa sejumlah batangan besi itulah, warga yang memergoki langsung menangkap mereka.

Dan salah satu dari para pelaku tersebut adalah Muhlisin (50) yang merupakan warga Desa Temuguruh Kecamatan Sempu Banyuwangi, dan tercatat sebagai karyawan PT KAI DAOP 9 Jember di bagian unit Jalan Rel dan Jembatan.

Kesehariannya, dia bertugas memperbaiki kerusakan rel yang berada di wilayah DAOP 9 Jember terbentang mulai dari Stasiun Banyuwangi hingga Stasiun Pasuruan. Selanjutnya, mereka diserahkan ke pihak kepolisian guna proses hukum lebih lanjut.

“Setelah di lakukan pengembangan penyidikan, kepolisian baru menetapkan 1 orang tersangka dalam kasus pencurian besi bantalan rel kereta api itu, yakni Muhlisin,” ujar Kapolsek Sempu Banyuwangi AKP Suhardi.

“Untuk beberapa orang pelaku lainnya, kepolisian masih menetapkan sebagai saksi sekaligus terus mendalami keterlibatan mereka,” imbuhnya.

Kapolsek menjelaskan, 5 batang besi cukup panjang tersebut ditumpuk di pinggir sawah hendak dipasang untuk bantalan kereta api di kawasan setempat.

“Memang untuk bantalan rel kereta api terdapat 3 lapisan, yakni kayu, beton dan besi. Tapi yang di curi oleh para pelaku tersebut adalah besinya,” pungkas Kapolsek.

Kini, tersangka beserta barang bukti 5 batang besi bantalan rel kereta api di amankan di Mapolsek Sempu Banyuwangi. Dan dari aksinya ini, tersangka di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang laki laki asal Kabupaten Jember dihajar massa hingga babak belur, setelah di ketahui warga melakukan pencurian sepeda motor di kawasan Kecamatan Genteng Banyuwangi.

Kasus curanmor ini terjadi di area pinggir persawahan di Dusun Curahketangi RT 03 RW 02 Desa Setail, Minggu (16/6/2019) sekira pukul 09.00 WIB.

Saat itu, Wagito (51) warga setempat berangkat ke sawah miliknya dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X warna hitam bernopol P 4052 ZT. Sesampainya di TKP, dia memarkirkan sepeda motornya di pinggir sawah dengan kondisi di kunci stir lalu menuju ke areal persawahan berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kendaraannya.

Kapolsek Genteng Banyuwangi Kompol Samsodin mengatakan, selang beberapa lama, korban mengaku melihat adanya seseorang berdiri dibelakang sepeda motornya namun dia tidak memperdulikan dan tetap melanjutkan pekerjaannya.

“Sekitar 30 menit, korban masih melihat laki laki dengan memakai kaos warna orange dan bercelana jeans itu sudah memegang stir sepeda motornya dengan posisi membungkuk, serta kepalanya mengarah ke lubang stir di duga sedang melakukan pengrusakan dengan menggunakan kunci T,” papar Kapolsek.

Mendapati hal ini kata Kapolsek, korban pun berteriak maling dan laki laki itu berlari ke arah barat meninggalkan sepeda motor korban.

“Sontak saja, teriakan korban itu mengundang perhatian masyarakat sekitar lalu mengejar pelaku,” tutur Kapolsek.

Puluhan warga melakukan tapal kuda dengan menghadang arah larinya pelaku hingga berhasil di tangkap lalu di massa di sekitaran bengkel speed tidak jauh dari lokasi. Yang menyebabkan wajah pelaku babak belur dan pada matanya mengeluarkan darah. Sementara, sepeda motor korban rusak pada tempat kunci kontaknya.

“Setelah di massa, pelaku pun di serahkan ke pihak kepolisian untuk diamankan di Mapolsek Genteng,” kata Kapolsek.

Dari hasil pengembangan penyidikan, pelaku diketahui bernama Rendi Agustin (23) beralamatkan di Dusun Krajan RT 01 RW 02 Desa Silo Kecamatan Silo Kabupaten Jember.

Sementara itu, kepolisian masih belum bisa memastikan keberadaan pelaku di kawasan Kecamatan Genteng tersebut, apakah memang sengaja hendak melakukan tindakan kriminalitas ataukah ada kepentingan lainnya.

“Hingga saat ini masih dalam proses penyidikan petugas di Mapolsek Genteng,” pungkas Kapolsek.

Sebagai barang bukti, kepolisian mengamankan 1 unit sepeda motor Honda Supra X bernopol P 4052 ZT milik korban dan 1 buah kaos warna orange milik pelaku.

Dan atas semua perbuatannya, pelaku di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Aparat kepolisian Polres Banyuwangi dari berbagai kesatuan yang tengah melakukan pengamanan arus balik Lebaran berhasil menangkap pelaku pemakai narkoba, dengan diamankan barang bukti narkotika jenis sabu.

Kepolisian yang bertugas mengalihkan arus kendaraan bermotor dari arah selatan melewati jalur lingkar ketapang dan menutup akses yang menuju Pelabuhan Ketapang. Pasalnya, memasuki masa arus balik, volume penumpang kapal terus meningkat utamanya mereka yang akan kembali ke Pulau Bali.

Untuk itu, kepolisian mengalihkan arus kendaraan bermotor, guna menghindari kemacetan arus lalu lintas. Sesampainya di jalur lingkar ketapang sisi utara, bagi kendaraan yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk bali bisa berbelok ke selatan ke arah Pelabuhan Ketapang. Sedangkan untuk kendaraan yang akan menuju ke Surabaya, bisa meneruskan perjalanannya dengan berbelok ke utara.

Saat mengatur arus lalu lintas inilah, petugas mendapati adanya seorang laki laki dengan mengendarai sepeda motor Honda CBR warna orange bernopol P 6929 UF memaksa menerobos pembatas di tengah jalan. Dia mengaku akan menemui temannya di depan Pelabuhan Ketapang.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi, AKP Idham Kholid yang memimpin jalannya operasi tersebut mengatakan, saat itu, laki laki tersebut memakai hadshet di telinganya dengan tatapan mata yang kosong.

“Karena curiga, aparat kepolisian pun memeriksa badannya tapi dia malah marah marah,” ujar Kapolsek.

“Kami langsung memeriksa isi tangki sepeda motornya dan ditemukan 1 paket narkotika jenis sabu seberat 0,64 gram serta 1 buah potongan sedotan warna ungu,” imbuhnya.

Rupanya, laki laki yang diketahui bernama Donny Setyawan (26) warga Dusun Krajan RT 02 RW 11 Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi tersebut, dalam kondisi sedang memakai narkoba.

Selanjutnya, pelaku di gelandang ke Mapolres Banyuwangi guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kepada petugas, elaku mengaku akan memberikan barang sabu tersebut kepada pemesannya di daerah Pelabuhan Ketapang,” ungkap Kapolsek.

Selain narkotika jenis sabu dan sepeda motor, kepolisian juga mengamankan barang bukti 1 unit ponsel, 1 buah ATM serta 1 lembar bukti setor tunai dari ATM juga uang tunai sejumlah Rp 200.000. Kini, pelaku mendekam di dalam sel tahanan Mapolres Banyuwangi.

Dan atas semua perbuatannya, pelaku di jerat UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah di duga terlibat dalam aksi pencurian besi bantalan rel keret api, oknum karyawan PT KAI DAOP 9 Jember terancam di pecat dari pekerjaannya.

Dia adalah Muhlisin (50) warga Desa Temuguruh Kecamatan Sempu Banyuwangi, dan tercatat sebagai karyawan PT KAI DAOP 9 Jember di bagian unit Jalan Rel dan Jembatan.

Kesehariannya, dia bertugas memperbaiki kerusakan rel yang berada di wilayah DAOP 9 Jember terbentang mulai dari Stasiun Banyuwangi hingga Stasiun Pasuruan.

Bersama beberapa orang pelaku lainnya, Muhlisin terlibat aksi pencurian 5  batang besi bantalan rel kereta api di kawasan Sasak Gunting Desa Temuguruh Kecamatan Sempu Banyuwangi, tepatnya diantara Stasiun Kalisetail dengan Stasiun Temuguruh. Besi besi tersebut di tumpuk di pinggir sawah dan hendak dipasang untuk bantalan rel kereta api.

Dan aksi Muhlisin di pergoki warga saat sedang membawa besi berukuran cukup panjang tersebut, lalu di serahkan ke pihak kepolisian.

Menanggapi hal ini, Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arif membenarkan adanya penangkapan salah satu karyawan PT KAI tersebut.

“Kini kasus itu masih di tangani pihak kepolisian. Tapi selama pelaku menjalani proses hukum, pihak PT KAI memberhentikan sementara sebagai karyawan dan tidak mendapatkan gaji maupun tunjangan lainnya sesuai peraturan yang berlaku,” papar Luqman.

Luqman mengatakan, nantinya setelah dia menjalani masa hukuman sesuai putusan vonis Pengadilan Negeri, pihaknya pun melakukan pertimbangan apakah dia masih di rekrut kembali sebagai karyawan ataukah di berhentikan secara tidak hormat alias di pecat.

“Pemecatan itu sebagai sangsi terberat yang diterima oleh pelaku karena hal ini menyangkut nama baik institusi perkereta apian,” pungkas Luqman.

Sementara itu, kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyidikan terhadap kasus ini. Guna memastikan keterlibatan para pelaku lainnya selain oknum karyawan PT KAI tersebut.

Pasalnya, hingga kini kepolisian baru menetapkan satu orang sebagai tersangka sedangkan lainnya masih sebagai saksi.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Angka kecelakaan lalu lintas di Banyuwangi selama Operasi Ketupat Semeru 2019 mengalami penurunan di banding tahun 2018 hingga mencapai 53 persen.

Dari data Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi, jumlah kecelakaan disepanjang angkutan Lebaran 2019 hanya sebanyak 9 kasus. Sedangkan di tahun 2018 mencapai 19 kasus atau menurun 53 persen.

Korban meninggal dunia 1 orang sama seperti tahun sebelumnya. Sementara untuk korban Luka Berat 1 orang, di tahun 2018 ada 8 orang atau menurun 88 persen. Luka Ringan sebanyak 13 orang dan 2018 lalu 20 orang, menurun 35 persen.

Kasat Lantas Polres Banyuwangi AKP Prianggo Parlindungan Malau mengatakan, untuk kerugian materiil di tahun 2019 ini juga mengalami penurunan di banding 2018, yakni dari Rp 36.600.000 menjadi Rp 19.000.000, menurun sebesar 48 persen.

“Penurunan angka kecelakaan lalu lintas ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena semakin meningkatnya budaya etika atau tertib berlalu lintas di masyarakat,” kata Kasat Lantas.

“Juga semakin maksimalnya berbagai kegiatan kepolisian Satlantas di lapangan, di dalam upaya menurunkan angka fatalitas korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Tentunya kata AKP Prianggo, banyak langkah yang sudah di lakukan kepolisian untuk mengantisipasi meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas selama masa angkutan Lebaran 2019 ini, seperti pencegahan dan pengendalian atau Preventif dan Represif.

“Dari sejumlah kasus kecelakaan yang terjadi itu, masih didominasi factor pengemudi sebagai penyebabnya. Utamanya di usia produktif mulai 19 tahun hingga 35 tahun. Juga di sebabkan karena factor lingkungan,” papar Kasat Lantas.

Untuk itu, Satlantas Polres Banyuwangi menentukan beberapa zona atau titik yang masuk dalam daerah rawan kecelakaan (blackspot), salah satunya adalah di kawasan Kecamatan Wongsorejo. Juga ke depan akan dilihat lagi angka dan berbagai tren yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas, hingga menyebabkan korban meninggal dunia, luka ringan maupun luka berat.

“Itu jadi analisa dan evaluasi pihaknya pada semester 2 ditahun 2019 ini,” pungkas AKP Prianggo.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Berpura pura membeli baju untuk kebutuhan lebaran, seorang laki laki warga Kelurahan Kertosari Kecamatan Banyuwangi melakukan pencurian sepeda motor di area parkir sebuah toko di kawasan Kecamatan Muncar.

Awalnya, saat itu sejumlah anggota Polsek Muncar yang sedang melakukan patroli ke arah pos pantau pengamanan Lebaran, tepatnya di pasar Sumberayu, mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai adanya pencurian sepeda motor di toko Alfariz Jaya di Dusun Sumberayu Desa Sumberberas.

Selanjutnya, aparat kepolisian yang berada di pos pantau mendatangi TKP dan melakukan interograsi kepada pemilik sepeda, Umaroh (27) warga Dusun Krajan RT 02 RW 18 Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar, yang juga bekerja di toko tersebut.

Kapolsek Muncar Banyuwangi, Kompol Toha Choiri mengatakan, kepolisian juga memintai keterangan beberapa orang saksi mata di TKP yang mengaku melihat ciri ciri laki laki yang di duga sebagai pelaku.

“Kecurigaan ini makin menguat mengarah pada salah seorang perempuan yang saat itu sedang memilih milih baju di dalam toko,” ujar Kapolsek.

“Dari keterangan saksi mata, sebelumnya dia datang bersama seseorang yang diduga telah mencuri sepeda motor korban,” imbuhnya.

Kapolsek menjelaskan, perempuan itupun di bawa ke mapolsek untuk didalami keterlibatannya terhadap peristiwa curanmor tersebut, hingga dia mengaku bahwa laki laki itu adalah kakak kandungnya yang datang bersama dirinya ke TKP.

Kepolisian pun membujuk perempuan itu untuk menghubungi si terduga, yang di ketahui bernama Sukma Adam Prayoga (20) beralamatkan di Jalan Ikan Paus Lingkungan Kramat RT 03 RW 03 Kelurahan Kertosari, namun kini bertempat tinggal di Dusun Kapela’an Desa Mangir Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Selang beberapa lama, laki laki itu pun datang ke Mapolsek Muncar lalu di lakukan intrograsi namun dia beralibi bahwa pelakunya adalah seseorang yang bertempat tinggal di Dusun Parijatah Kulon Kecamatan Srono.

“Aparat kepolisian pun bergerak cepat mendatangi alamat itu dan rupanya, orang yang di maksud keluar menuju Dusun Tegalpare Desa Wringinputih Kecamatan Muncar,” papar Kapolsek.

“Kami langsung mengejar ke wilayah itu hingga akhirnya ditemukan titik terang bahwa semua ini adalah rekayasa dari pelaku,” tuturnya.

Kapolsek menambahkan, dari hasil kroscek di lapangan, tersangka pun mengakui bahwa dirinya yang mencuri sepeda motor korban dengan cara merusak tempat kontak menggunakan kunci T. Lalu tersangka menyembunyikan hasil kejahatannya di sebuah bangunan bekas KSP Karya Utama Kecamatan Srono.

Setelah menunjukkan lokasi tempat sepeda motor disembunyikan, tersangka langsung diamankan di Mapolsek Muncar dengan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Sebagai barang bukti pihak kepolisian, dari tangan tersangka diamankan 1 unit sepeda motor Honda Beat bernopol P 2284 UP warna merah putih milik korban, 1 unit sepeda motor Honda Beat tanpa plat nomor milik tersangka, 1 unit ponsel dan sebuah kunci T dan beberapa kunci sepeda motor berbagai merek.

More Articles ...