radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang laki laki warga Kelurahan Kepatihan Kecamatan Banyuwangi di bekuk aparat kepolisian, setelah di duga mencuri ponsel milik pedagang ayam di pasar.

Dia adalah Suhendrik (38) bertempat tinggal di Lingkungan Kampung Ujung RT 01 RW 01. Kasus ini terbongkar setelah kepolisian mendapat laporan dari korban, Afifah Nurmalasari.

Menurut pengakuan perempuan berusia 37 tahun warga Jalan Pajang RT 03 RW 02 Kelurahan Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi tersebut, saat itu dirinya pergi ke pasar Pujasera hendak berjualan daging ayam potong, seperti yang di kerjakannya setiap hari.

Sesampainya di lokasi, dia di telphon oleh saudaranya dan kemudian ponsel di letakkan di atas meja dagangan. Selanjutnya, korban melayani para pembeli yang sudah berkerumun di lapak dagangannya.

Selang 30 menitan, korban mencari ponselnya yang diletakkan di atas meja dagangan, namun sudah tidak ada di tempat. Atas kejadian ini, korban pun melapor ke Mapolsekta Banyuwangi guna meminta bantuan hukum.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, setelah mendapat laporan korban, tim unit reskrim Polsekta pun langsung bergerak melakukan pengembangan penyidikan.

“Dalam upaya ini, kepolisian menggunakan satu alat untuk bisa mendeteksi keberadaan ponsel korban,” ungkap Kapolsek.

Diakui AKP Ali Masduki, selang beberapa lama, kepolisian pun berhasil mengetahui lokasi ponsel korban yang rupanya ada di kawasan Lingkungan Kampung Ujung Kelurahan Kepatihan, atau sisi timur dari gedung Mapolsekta Banyuwangi.

“Mendapati hal ini, kepolisian pun langsung menangkap tersangka di rumahnya. Di hadapan petugas, dia mengakui semua perbuatannya yang telah mengambil ponsel milik korban,” papar Kappolsek.

Sementara, atas peristiwa naas yang dialaminya, korban mengalami kerugian sebesar Rp 2.800.000. Dan tersangka beserta ponsel milik korban diamankan di Mapolsekta Banyuwangi.

Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Polres Banyuwangi membentuk Satgas Khusus, untuk mengantisipasi adanya ajang perjudian selama berlangsungnya kegiatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dilaksanakan pada Rabu (9/10/2019) di 130 desa.

Dari ke 130 desa tersebut terdapat 1.015 TPS yang berada di 24 Kecamatan se Banyuwangi, kecuali Kecamatan Banyuwangi kota yang seluruh wilayahnya merupakan Kelurahan.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, di dalam satgas tersebut terdapat aparat kepolisian dari berbagai kesatuan. Seperti Reskrim dan Intelkam.

“Kami sudah mengantisipasi hal itu, sehingga nantinya aparat kepolisian Satuan Intelkam khusus melakukan pengawasan di lapangan, untuk antisipasi kemungkinan adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pilkades, maupun kemungkinan adanya perjudian yang dilakukan para pendukung calon kepala desa,” papar Kapolres.

“Jika sudah ditemukan para pelakunya, maka aparat Satuan Reskrim akan melakukan penindakan sesuai prosedur hukum yang ada, hingga berlanjut pada sangsi pidana,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, satgas khusus yang dibentuknya ini merupakan satgas pengamanan, satgas preventif juga satgas penindakan. Mereka masuk dalam satu global pengamanan Pilkades serentak.

“Pola penanganannya di sesuaikan dengan berbagai kasus yang terjadi dilapangan, sesuai dengan masing masing tugas dari kesatuan,” kata Kapolres.

Sementara itu, seluruh tim gabungan dari Kepolisian, Brimob, TNI dan linmas yang terlibat dalam pengamanan Pilkades serentak di Banyuwangi, mulai diturunkan sejak Selasa (8/10/2019) atau sehari sebelum pelaksanaan, juga saat pelaksanaan Pilkades hingga setelah penghitungan suara pada Kamis (10/10/2019).

Sementara itu, untuk Pengamanan Pemilihan Kepala Desa serentak di Banyuwangi pada Rabu (9/10/2019) ini diturunkan 3.493 personel gabungan yang terdiri dari 864 aparat kepolisian Polres Banyuwangi, 200 personel TNI AD, 100 personel TNI AL serta 10 personel Subdenpom dan 2.030 Linmas.

Selain itu, juga kekuatan bantuan BKO 1 SSK atau 100 personel dari Satuan Brimob Polda Jawa Timur dan regu Penjinak Bom (Jibom) 10 personel. Serta bantuan dari Polres Bondowoso sebanyak 1 SST atau setara 34 personel, Polres Situbondo 52 personel dan Polres Jember sebanyak 93 personel.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian Polsekta Banyuwangi berhasil meringkus pelaku tindak pidana pencurian yang terjadi di 5 TKP.

Kasus ini terbongkar berawal dari laporan Sapriyanto (35) warga Jalan Riau Gang Permata RT 04 RW 03 Kelurahan Lateng Kecamatan Banyuwangi, yang mengaku rumah kontrakan istrinya, Eka Mayasari yang ada di kawasan Jalan Ikan Cakalang gang 5 RT 02 RW 01 Lingkungan Kampung Ujung Kelurahan Kepatihan di bobol pencuri pada Senin, 30 September 2019 sekira pukul 23.00 WIB.

Pencuri berhasil membawa kabur ponsel Oppo type A5S dan Samsung J1 serta 2 buah cincin emas, 1 buah tas merah dan uang tunai sebesar Rp 3.000.000. Dengan total kerugian yang di alami korban mencapai Rp 6.500.000.

Kepada petugas, korban mengaku mendatangi rumah kontrakan istrinya sudah dalam kondisi pintu terbuka. Sedangkan istrinya sedang tertidur lelap.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, setelah mendapat laporan korban, tim unit reskrim Polsekta bergerak cepat untuk melakukan pengembangan penyidikan dengan mendeteksi keberadaan ponsel korban.

Upaya ini pun membuahkan hasil, hingga kepolisian berhasil menangkap Bima Arifi Bawan (21) warga Lingkungan Krajan RT 05 RW 01 Kelurahan Kalipuro Kecamatan Kalipuro.

“Setelah di interogasi tersangka mengaku sering melakukan pencurian di kawasan Lingkungan Kampung Ujung Kelurahan Kepatihan,” ujar Kapolsek.

Bahkan, dia juga mengaku pernah membobol toko milik Yuni yang ada di jalan Ikan Cakalang nomor 49 RT 04 RW 02 Kelurahan Kepatihan pada Selasa, 30 Oktober 2018 lalu.

AKP Ali Masduki menambahkan, saat membobol toko milik Yuni, tersangka mengaku bersama temannya berinisial Sutrisno (22) yang bertempat tinggal tidak jauh dari rumah korban.

“Dalam aksinya ini, kedua pelaku berhasil membawa kabur uang tunai senilai Rp 14.500.000 milik korban. Mereka masuk ke dalam rumah korban dengan cara merusak Grendel jendela disebelah pintu,” papar AKP Ali Masduki.

Selanjutnya, aparat kepolisian mengejar keberadaan Sutrisno yang akhirnya berhasil ditangkap di timur lapangan parkir pantai Boom pada awal Oktober 2019 ini.

Diakui Kapolsek, saat itu korban melaporkan peristiwa naas yang dialaminya ke Mapolsekta Banyuwangi.

“Dihadapan penyidik, tersangka Bima mengaku telah 5 kali melakukan pencurian di kawasan Lingkungan Kampung Ujung,” pungkas Kapolsek.

Kini, kedua tersangka harus meringkuk di dalam sel tahanan Mapolsekta Banyuwangi beserta diamankan barang bukti sebuah obeng yang digunakan untuk mencongkel pintu rumah para korban.

Atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pelaku pengeroyokan yang terjadi di arena kesenian Jaranan akhirnya ditangkap polisi, setelah sebelumnya sempat kabur.

Peristiwa naas ini menimpa Niki pelajar berusia 17 tahun warga Jalan Kepiting RT 01 RW 02 Kelurahan Tukangkayu Kecamatan Banyuwangi kota. Saat itu pada hari Minggu (25/8/2019), korban sedang menonton kesenian jaranan di kawasan jalan Ikan Wijinongko, tepatnya depan SD Model Kelurahan Tukangkayu Kecamatan Banyuwangi.

Bersamaan dengan itu, ada seorang pemain jaranan sedang berjoget dan korban mengatakan bahwa dia adalah temannya. Entah ada permasalahan apa tiba tiba korban di pukul oleh orang tidak di kenal dan mengenai mata sebelah kanan. Selanjutnya, beberapa orang lainnya ikut serta memukuli korban hingga mengalami luka memar di bagian wajah.

Lalu korban melaporkan peristiwa ini ke Mapolsekta Banyuwangi guna meminta pelindungan hukum.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, setelah mendapat laporan korban, aparat kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil mendapatkan identitas beberapa orang yang di duga memukuli korban.

“Setelah di buru, rupanya beberapa nama itu sudah tidak berada di rumahnya dan di duga kabur,” ujar Kapolsek.

Dijelaskan Kapolsek, pengembangan penyidikan pun terus dilakukan hingga berhasil menangkap Adi alias Hadi (30) warga Jalan Karangasem gang II RT 06 RW 06 Kelurahan Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi pada awal Oktober 2019, yang diduga telah memukuli korban hingga babak belur.

“Di hadapan petugas, tersangka mengakui semua perbuatannya yang telah memukuli korban. Dia juga mengaku mengeroyok korban bersama adiknya sendiri yang bernama Ponji,” papar AKP Ali Masduki.

“Untuk memperkuat laporan ini kami juga sertakan hasil visum dari tim medis terhadap luka luka korban,” pungkasnya.

Kini, tersangka harus meringkuk di dalam sel tahanan Mapolsekta Banyuwangi. Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman maksimal diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 3.493 personel gabungan diturunkan dalam pengamanan Pemilihan Kepala Desa serentak di Banyuwangi, yang di gelar di 24 Kecamatan pada Rabu (9/10/2019).

Ribuan personel tersebut terdiri dari 864 aparat kepolisian Polres Banyuwangi, 200 personel TNI AD, 100 personel TNI AL serta 10 personel Subdenpom dan 2.030 Linmas. Selain itu, juga kekuatan bantuan BKO 1 SSK atau 100 personel dari Satuan Brimob Polda Jawa Timur dan regu Penjinak Bom (Jibom) 10 personel.

Serta bantuan dari Polres Bondowoso sebanyak 1 SST atau setara 34 personel, Polres Situbondo 52 personel dan Polres Jember sebanyak 93 personel.

Dan sebelum terjun langsung ke lapangan, seluruh personel gabungan tersebut mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Mantab Praja Gandrung 2019 Pengamanan Pilkades Serentak tahun 2019 di Taman Blambangan Banyuwangi, Selasa (8/10/2019), yang dipimpin Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi.

“Seluruh personel bertugas sejak satu hari sebelum pelaksanaan, disaat pelaksanaan Pilkades hingga setelah pelaksanaan penghitungan suara,” kata Kapolres.

“Disini, kepolisian menerapkan 3 pola pengamananan yakni Aman, Rawan dan Sangat Rawan,” ungkapnya.

Kapolres mengatakan, untuk daerah yang masuk kategori aman, 1 orang aparat kepolisian bisa mengamankan 2-3 TPS di bantu TNI dan Linmas. Sedangkan di kategori rawan, 1 TPS dijaga masing masing 1 personel. Sementara untuk daerah yang masuk kategori sangat rawan, 1 TPS bisa dijaga 2 personel kepolisian.

“Pola pengamanan di setiap TPS berbeda tergantung Indek Potensi Kerawanan (IPK) nya,” tutur Kapolres.

“Dari 130 desa tersebut terdapat 1.015 TPS yang melaksanakan Pilkades serentak,” imbuhnya.

Dimana, 92 desa dikategorikan aman dan 31 desa rawan. Sedangkan 7 desa lainnya masuk kategori sangat rawan, yakni berada di wilayah Kecamatan Kabat dan Muncar.

Diakui Kapolres, untuk pengamanan di sejumlah TPS rawan dan sangat rawan tersebut, dilibatkan kekuatan dari Brimob Polda Jawa Timur dan regu Penjinak Bom.

“Mereka sifatnya mobile dan tidak terlibat dalam pengamanan langsung. Mereka berkeliling memantau situasi Kamtibmas di seluruh desa yang melaksanakan Pilkades,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, potensi kerawanan setiap desa banyak indicator, salah satunya adalah melihat sejarah dari pelaksanaan Pilkades di tahun tahun sebelumnya. Karena ada di beberapa desa yang terdapat 1 TPS di 1 desa. Namun ada pula 1 desa terdapat 2 TPS.

“Untuk di 1 desa terdapat 1 TPS akan menimbulkan kerawanan konflik, dimana para pendukung calon kepala desa akan bersatu. Berbeda jika di satu desa terdapat beberapa TPS, konflik kerawanan agak berkurang karena mereka tidak bertemu di satu tempat,” pungkas Kapolres.

Apel Gelar Pasukan Operasi Mantab Praja Gandrung 2019 Pengamanan Pilkades Serentak tahun 2019 juga dihadiri forum pimpinan daerah, seperti Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0825 Banyuwangi Letkol Inf. Yuli Eko P, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (p) Yulius Azz Zaenal dan Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi M. Mikroj.

Sementara itu, Wabup Yusuf berterima kasih atas dukungan dan sinergi seluruh aparat Kepolisian dan TNI, termasuk satlinmas dalam mengamankan pilkades serentak. Diharapkan pelaksanaan Pilkades dapat berjalan aman sebagaimana harapan semua pihak.

“Saya yakin dengan sinergi ini pesta demokrasi warga desa akan berjalan aman dan lancar,” ungkap Wabup Yusuf.

“Saya minta agar masyarakat umum, khususnya para warga desa turut berpartisipasi menciptakan situasi yang aman,” imbuhnya.

Meskipun saling berbeda dukungan calon, namun semangat persaudaraan desa tetap terjaga dengan proses Pilkades yang sejuk.

Apapun hasilnya nanti kata Wabup Yusuf, seluruh warga harus mendukung calon terpilih untuk bekerja bagi kemajuan desa.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian Polsekta Banyuwangi akhirnya berhasil menangkap pelaku pencurian ponsel milik warga Sumenep, Madura, setelah di lakukan pengembangan penyidikan selama 4 bulan.

Pelaku adalah Junaidi (37) tercatat sebagai warga Dusun Gading RT 03 RW 04 Desa Arjasa Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember, tertangkap aparat kepolisian di kawasan Depo Pertamina Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.

Kasus pencurian ini terjadi pada Minggu (22/7/2019) lalu. Saat itu sekira pukul 23.00 WIB, Marzuki (50) warga Lingkungan Ahadan RT 01 RW 01 Kelurahan Banjar Timur Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep, Madura memarkirkan mobilnya di depan toko asesoris selatan gedung BCA Banyuwangi lama di kawasan Jalan PB Sudirman hendak beristirahat setelah menempuh perjalanan pulang dari Madura.

Setelah parkir, korban langsung tertidur di dalam mobil sedangkan ponselnya di cash di dalam mobilnya juga. Sekira pukul 05.00 WIB, korban terbangun dan mendapati ponselnya sudah tidak berada di tempat.

Selanjutnya, dia melaporkan peristiwa naas yang dialaminya ke Mapolsekta Banyuwangi guna meminta proses hukum.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya melakukan pengembangan penyidikan dengan mendeteksi keberadaan ponsel korban.

“Ternyata, ponsel korban terdeteksi ada di kawasan Kecamatan Kalipuro dan aparat kepolisian berhasil menangkap seorang laki laki yang diketahui bernama Agus Supriyadi,” papar Kapolsek.

“Kepada petugas, laki laki itu mengaku mendapatkan ponsel jenis Vivo tersebut dengan membeli kepada Junaidi,” imbuhnya.

Setelah itu, Junaidi menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian karena belum diketahui keberadaannya.

AKP Ali Masduki mengaku, di awal Oktober 2019 ini, kepolisian mendapat informasi bahwa Junaidi tengah berada di kawasan Kecamatan Kalipuro.

Dan unit reskrim Polsekta Banyuwangi pun meluncur ke TKP hingga berhasil menangkap Junaidi setelah menjadi buron selama 4 bulanan.

“Di hadapan penyidik, tersangka mengakui semua perbuatannya dan juga mengaku ponsel hasil curiannya di jual kepada Agus Supriyadi,” kata Kapolsek.

AKP Ali Masduki menambahkan, dalam beberapa bulan terakhir di wilayah Banyuwangi kota marak terjadi pencurian ponsel. Dan kepolisian pun juga berhasil mengungkap sejumlah kasus dengan menangkap para pelakunya. Termasuk tersangka Junaidi warga Madura tersebut.

Kini, tersangka beserta barang bukti ponsel milik korban di amankan di Mapolsekta Banyuwangi.

Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang laki laki warga Kecamatan Wongsorejo nekat melakukan pencurian ponsel di kawasan Kecamatan Banyuwangi kota karena ingin di milikinya sendiri. Kasus ini terjadi di area jalan plengsengan Kelurahan Kampung Mandar.

Saat itu, Devia Yasmin, pelajar berusia 15 tahun warga Jalan Surati Baru nomor 36 RT 01 RW 03 Kelurahan Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi kota melintas di TKP. Namun tanpa disadari, ponselnya terjatuh di jalan.

Selanjutnya, korban menghubungi ponselnya namun sudah dalam keadaan off atau tidak aktif. Lalu korban mencarinya dengan kembali menyisir di sepanjang jalan tersebut, namun tidak berhasil di temukan. Setelah di tunggu cukup lama, tidak ada satupun warga yang mengembalikan ponsel korban hingga dia melapor ke Mapolsekta Banyuwangi.

Mendapati laporan ini, unit reskrim Polsekta Banyuwangi melakukan pengembangan penyidikan dengan menggunakan alat ITE untuk memonitor keberadaan ponsel korban.

 Selang beberapa lama, kepolisian berhasil menangkap tersangka yang diketahui bernama Samiyono (43) warga Dusun Karangrejo utara RT 02 RW 02 Desa Wongsorejo Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi. Sekaligus mengamankan ponsel milik korban berupa Vivo type Y71.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir ini marak terjadi kasus pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan juga pencurian hewan, namun yang terbanyak adalah pencurian ponsel.

“Dalam rentan satu bulan ini tercatat ada puluhan kasus yang berhasil di ungkap Polsekta Banyuwangi sekaligus menangkap pelakunya,” ungkap Kapolsek.

“Kebanyakan mereka adalah spesialis pencurian ponsel, bahkan ada yang sudah 3 kali mendekam di dalam sel tahanan atas kasus yang sama, termasuk tersangka pencurian ponsel di kawasan Kelurahan Kampung Mandar itu,” paparnya.

Kapolsek menambahkan, dengan banyaknya pelaku kejahatan yang ditangkap ini, menjadikan Polsekta menduduki rangking pertama ungkap kasus di banding polsek jajaran lainnya.

Kini, tersangka beserta barang bukti ponsel milik korban di amankan di Mapolsekta Banyuwangi. Dan diakui tersangka, ponsel tersebut sedianya hendak di gunakan sendiri.

Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

More Articles ...