radiovisfm.com, Banyuwangi - Selama pelaksanaan kegiatan pertemuan Tahunan Dana Moneter (IMF) Bank Dunia, pengamanan di Taman Nasional Alas Purwo dan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen Banyuwangi di perketat karena merupakan 2 destinasi yang di tawarkan kepada para delegasi untuk di kunjungi.

Kedua destinasi wisata tersebut memang telah di persiapkan oleh Pemerintah Pusat untuk bisa di kunjungi oleh para delegasi setelah pelaksanaan IMF selesai, mengingat Banyuwangi menjadi daerah penyangga dari kegiatan tersebut.

Pemerintah pusat sendiri telah menuntaskan perbaikan akses ke Kawah Ijen yang memiliki fenomena api biru (blue flame) mendunia, serta akses ke Taman Nasional Alas Purwo yang memiliki Pantai Plengkung (G-Land) dengan ombak selancar terbaik dunia dan Sabana Sadengan sebagai habitat banteng.

Dana sekitar Rp50 miliar telah dialokasikan untuk perbaikan itu.

Dan untuk mengetahui kondisi terkini infrastruktur di kedua destinasi wisata tersebut, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman mengecek langsung ke lokasi.

“Infrastruktur jalannya sudah bagus serta pemandangannya juga dinilai sangat indah untuk bisa di nikmati para delegasi,” kata Pangdam.

Dia mengaku, aparat TNI dan Polri telah di persiapkan untuk memperketat pengamanan di kedua destinasi wisata alam tersebut termasuk di sepanjang jalur yang akan di lewati oleh para wisatawan.

“Di mungkinkan, mereka akan berwisata ke Banyuwangi setelah kegiatan IMF selesai pada 14 Oktober mendatang,” tutur Pangdam.

“Saya sempat ikut serta memadamkan api yang membakar di lahan konservasi TWA Kawah Ijen seluas 50 hektar,” imbuhnya.

Hampir seluruh tanaman yang terbakar adalah jenis rerumputan, ilalang dan pohon permudaan cemara.

Kebetulan, peristiwa ini terjadi saat Mayjen TNI Arif Rahman sedang melakukan peninjauan infrastruktur hingga ke puncak Kawah Ijen.

Setelah meninjau dua lokasi destinasi wisata tersebut, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan memimpin apel pasukan di Mapolres Banyuwangi.

Yang di lanjutkan dengan peninjauan di Mal Pelayanan Publik serta memeriksa kesiapan KRI Nala di dermaga Pangkalan TNI AL yang di gunakan untuk mengamankan perairan Bali dan Banyuwangi.

Selanjutnya, kedua jenderal tersebut meninjau pos pengamanan serta kesiapan sarana prasarana di Pelabuhan Ketapang.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian meminta santri dan kiyai ikut serta membantu menangkal berita Hoax yang bisa meresahkan masyarakat menjelang pemilu 2019.

Hal ini disampaikan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan saat melakukan kunjungan ke Banyuwangi, Selasa (9/10).

Kapolda yang baru menjabat bulan September ini langsung mengunjungi Ponpes Darussalam Blok Agung Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari.

Di Ponpes terbesar di Banyuwangi ini, Kapolda meminta doa kepada santri, kiyai dan tokoh ulama untuk membantu aparat kepolisian menangkal hoax yang bisa meresahkan masyarakat, utamanya menjelang pemilu 2019.

Kapolda juga mengaku meminta do’a agar Indonesia tetap bersatu. Pasalnya, doa santri dan kiyai dinilainya mujarab.

“Diawal menjabat Kapolda, saya getol mengunjungi pondok pesantren karena di Jawa Timur memiliki Ponpes terbanyak dibandingkan dengan daerah lain,” papar Irjen Pol Luki.

“Selain itu, tradisi santri dinilainya sangat kental di kalangan masyarakat,” imbuhnya.

Kapolda Luki mengatakan, oleh sebab itulah, dirinya memprioritaskan safari ke Ponpes ketimbang ke polres karena ingin langsung menyentuh masyarakat di tingkat bawah.

“Dengan kunjungan ini saya berharap, para santri, ulama dan kiyai bisa membantu kepolisian untuk menangkal hoax yang saat ini terus merebak, dengan memberikan tausiah ke masyarakat yang disisipi berbagai pesan untuk tidak mudah mempercayai berita hoax, mengingat tahun ini adalah tahun politik,” papar Kapolda Jatim.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, KH Hisyam Syafaat mengaku siap membantu kepolisian untuk menangkal hoax yang ada di Jawa Timur, khususnya di Banyuwangi.

“Para pimpinan bangsa yang terdiri dari nasionalis dan ulama, sejak dulu mendengungkan persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkap KH Hisyam.

Diakuinya, saat ini semakin banyak yang ingin memecah ulama dan umaro. Sedangkan sejak dulu hingga sekarang, nasionalis dan ulama terus bersatu.

“Ada penyusup yang ingin menikmati jerih payah ulama saat ini, dengan menyebar berita hoax agar mereka pecah,” pungkas KH Hisyam.

Acara safari Kapolda Jawa Timur ke Ponpes Darussalam ini juga di hadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman, Dir Intelkam Polda Jawa Timur, Kombes Pol Teddy Setiady, Dir Reskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Widodo, Dir Krimum Polda Jatim, Kombes Pol Agus Santoso, Kabid Propam Polda Jatim, AKBP Heri Wirawan dan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol F.Barung Mangera.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Satreskrim Polres Banyuwangi membekuk 2 orang warga Kecamatan Siliragung, setelah diketahui mencuri kayu di lahan milik perhutani. Tepatnya di kawasan hutan petak 33A di Desa Buluagung Kecamatan Siliragung Banyuwangi.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, awalnya, kepolisian mendapat laporan dari pihak perhutani bahwa terdapat 8 batang pohon jati yang hilang di lahan miliknya.

Selanjutnya, tim resmob melakukan pengembangan penyidikan bersama Polisi Mobile (polmob) perhutani, hingga di dapatkan informasi bahwa terdapat beberapa orang sedang melakukan penggergajian kayu jati di tengah sawah.

“Kepolisian pun langsung menuju ke TKP yang di informasikan tersebut, yang selanjutnya melakukan penangkapan terhadap Subandi (44) dan David Kukuh Adi Prajoyo (39), keduanya warga Desa Buluagung Kecamatan Siliragung,” papar Kasat Reskrim.

“Dari penangkapan ini, kepolisian mengamankan barang bukti 6 batang kayu jati dengan berbagi macam ukuran serta 1 buah alat gergaji kayu berjalan, 1 gerobak dan 2 unit sepeda motor,” imbuhnya.

Selanjutnya, kedua tersangka di gelandang ke Mapolres Banyuwangi guna dimintai keterangan lebih lanjut. Sedangkan untuk barang bukti kayu dan berbagai peralatan lainnya, di titipkan kepada perhutani.

“Atas semua perbuatannya, kedua tersangka di jerat pasal 12 dan pasal 82 UU nomor 18 tahun 2013 tentang ilegalloging, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas AKP Panji.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang perempuan asal Kelurahan Kertosari membawa dua anak kembarnya ke Kantor Dinas Sosial Banyuwangi, untuk meminta pertanggung jawaban dari oknum PNS kantor setempat yang merupakan suami sirinya, yang di duga tidak memberikan nafkah.

Pada Kamis pagi (4/10), US (25) menggendong dua anak kembarnya, Riko dan Rika yang baru berusia 9 bulan dengan ditemani bibinya, hendak bertemu dengan MB (42), salah satu staf secretariat Dinas Sosial.

Mereka langsung di terima oleh Kepala Dinas Sosial Banyuwangi, Edy Supriyono untuk di fasilitasi bertemu dengan oknum PNS yang bersangkutan, guna mencari titik temu terhadap permasalahan yang mereka hadapi.

Selang 1 jam lebih melakukan mediasi, perempuan yang selama ini bertempat tinggal di Lingkungan Kramat Kelurahan Kertosari Kecamatan Banyuwangi itu pun kembali membawa kedua anaknya pulang.

Kepada sejumlah wartawan, US mengatakan, dari hasil mediasi ini di sepakati bahwa, suami sirinya tersebut sanggup memberikan susu 1 Kilogram untuk kedua anaknya setiap 4 hari sekali.

“Dan itu lepas dari jatah membeli pampers maupun makanan kedua anak saya ini,” ujar US.

Meski demikian, dia mengaku tidak ada perjanjian hitam diatas putih diantara mereka.

“Jika ke depan MB ternyata tidak memenuhi perjanjian ini, saya akan melaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan menelantarkan anak dan istri,” tutur US.

Dia menjelaskan, sudah 1 bulan ini, suaminya tidak memberikan nafkah untuk anak anaknya. Bahkan sebelumnya, dia hanya di beri Rp 100.000 hingga Rp 150.000 setiap 2 minggu sekali.

US membantah jika dirinya melarang suaminya menjenguk kedua anaknya.

“Saya perbolehkan koq dan jika di bawa keluar, haruskan membawa istri sahnya, agar mengetahui kondisi kesehatan kedua anaknya,” kata US.

Dalam pertemuan ini, diantara mereka juga membahas tentang sejumlah barang yang telah di gadaikan dan di jual oleh keduanya.

“Selama tidak diberikan naafkah, saya harus menghidupi kedua anak kembar saya ini seorang diri,” tutur US.

Bahkan saat di beri uang jatahpun dinilainya masih tidak mencukupi.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Oknum anggota kepolisian Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi terancam di pecat secara tidak hormat dari keanggotaan institusinya, karena di duga hasil tes urine nya positif mengandung narkoba.

Dia berinisial EF berpangkat Brigadir, yang kesehariannya bertugas di jajaran Satlantas di Kantor Samsat Banyuwangi.

Dugaan dia menggunakan narkoba di ketahui saat Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman menggelar tes urine bagi seluruh aparat kepolisian secara mendadak, termasuk para perwira.

Kapolres mengatakan, apapun yang namanya pelanggaran yang di lakukan aparat kepolisian, di pastikan akan ditindak tegas.

“Juga bagi EF yang kini masih dalam proses pemeriksaan di bagian Propam, guna mengetahui sejauh mana keterlibatan dia didalam peredaran narkoba di wilayah Banyuwangi,” ujar Kapolres.

“Apakah dia hanya sebagai pemakai ataukah ikut mengedarkannya juga,” imbuhnya.

Kapolres menjelaskan, jika hal itu terbukti maka sangsinya tergantung tingkat kesalahannya sesuai dengan kode etik profesi Polri, bahkan sampai pemecatan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PDTH) kalau memang di perlukan.

“Tapi semua itu tergantung dari hasil pemeriksaan nantinya,” ungkap Kapolres.

Selain diatur dalam peraturan kode etik profesi Polri, tingkah laku anggota juga diatur dalam peraturan disiplin yang harus ditaati. Apabila anggota tersebut melanggar peraturan disiplin maka akan dikenakan sanksi berupa tindakan disiplin atau hukuman disiplin sesuai dengan yang diamanatkan dalam PP No 2 tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Tindakan disiplin sesuai yang diatur dalam Pasal 8 undang-undang ini berupa teguran lisan dan tindakan fisik,” tutur Kapolres.

Sementara untuk hukuman disiplin sesuai yang diatur dalam pasal 9 undang-undang ini dapat dikenakan sanksi berupa teguran tertulis; penundaan mengikuti pendidikan paling lama 1 tahun; penundaan kenaikan gaji berkala; penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 tahun; mutasi yang bersifat demosi; pembebasan dari jabatan serta penempatan dalam tempat khusus paling lama 21 hari.

Sedangkan dalam Perkap No 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri Pasal 21 dijelaskan bahwa, bagi anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran bisa di kenakan sangsi hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PDTH).

“Brigadir EF per hari ini sudah di bebaskan tugas atau non job dalam rangka pemeriksaan di bagian Propam Polres Banyuwangi,” pungkas Kapolres.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Aparat kepolisian Polsek Glenmore Banyuwangi berhasil mengamankan kendaraan Pick Up yang merupakan hasil pencurian di wilayah Polres Badung Bali.

Kasus ini terungkap berawal dari anggota Polsek Glenmore yang mendapat laporan dari aparat kepolisian Polres Badung, mengenai adanya penangkapan pelaku pencurian kendaraan bermotor di wilayah pulau Bali dan barang hasil curiannya di larikan ke kawasan pulau Jawa.

Kapolsek Glenmore Banyuwangi, AKP Mujiono mengatakan, berdasarkan sejumlah keterangan yang di dapat dari kepolisian Polres Badung itulah, yang salah satunya nomor ponsel sopir yang membawa barang bukti, pihaknya mencoba menghubungi nya dengan alasan seolah olah hendak membeli barang tersebut.

“Saat itu, sopir sudah sampai di wilayah Gumitir,” ujarnya.

Kapolsek mengaku membuat kesepakatan untuk bertemu di SPBU Krikilan Kecamatan Glenmore.

Disinilah, aparat kepolisian menangkap sopir truck, Sulistyo (44) dan kernetnya, Taufik Ambon keduanya warga Kecamatan Pagalaran Kabupaten Malang.

Sementara kendaraan pick up bernopol DK 8257 ON yang merupakan hasil curian, di letakkan di dalam bak truck bernopol N 9010 DDK yang dikemudikan mereka.

“Kepada petugas, sopir truck mengaku hanya di titipi saja oleh Kasbin, pelaku curanmor, untuk membawa kendaraan pick up tersebut ke Malang kepada pembelinya,” papar AKP Mujiono.

Sementara kendaraan truck itu sendiri awalnya mengangkut kardus dari Malang ke Bali. Namun sesampainya di Bali, dia justru di mintai bantuan oleh pelaku untuk mengangkut kendaraan hasil curiannya ke wilayah Malang.

“Dalam keterangan awalnya, pelaku mengaku akan menitipkan sapi kepada sopir truck, tapi kenyataannya yang di angkut adalah kendaraan hasil pencurian,” tutur Kapolsek.

Saat ini menurut Kapolsek, pihaknya terus mengejar keberadaan orang yang di sebut sebut hendak membeli barang hasil kejahatan tersebut.

“Pelakunya sudah tertangkap aparat kepolisian Polres Badung bali,” pungkas Kapolsek.

Meskipun berdalih hanya di titipi barang hasil curian, namun proses hukum tetap berjalan dan kepolisian mengamankan sopir truck beserta kernetnya guna dilakukan pengembangan penyidikan lebih lanjut, mengenai keterlibatan mereka dalam kasus ini.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Oknum PNS Dinas Sosial Banyuwangi mengaku mengenal perempuan yang di nikahi siri dan melahirkan anak kembar tersebut, dari kawasan lokalisasi Warung Sepanjang Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.

Hal ini di ungkapkan MB, salah satu staf secretariat Dinas Sosial setelah melakukan mediasi dengan istri sirinya, US di Kantor Dinas Sosial Banyuwangi, Kamis (4/10).

Sebelumnya, perempuan asal Lingkungan Kramat Kelurahan Kertosari Kecamatan Banyuwangi kota tersebut membawa kedua anak kembarnya yang masih berusia 9 bulan, Riko dan Rika, untuk meminta pertanggung jawaban suami sirinya karena tidak di nafkahi sejak 1 bulan terakhir.

“Saya tidak pernah pacaran dan juga tidak pernah kenal dekat dengan dia,” tutur MB.

“Saya bertemu dia di lokalisasi Warung Sepanjang, tempat dia bekerja,” imbuhnya.

Selang beberapa lama tidak bertemu, diakui MB, tiba tiba perempuan tersebut menelphonnya dan mengatakan sedang hamil 3 bulan dari hasil hubungan gelap mereka.

Laki laki berusia 42 tahun tersebut mengatakan, dirinya pun akhirnya menikahi siri US atas persetujuan istri pertamanya, yang juga menjadi saksi.

“Saat pernikahan ini, kami lakukan perjanjian bahwa selama menjadi istri siri saya, dia tidak boleh selingkuh dan kembali melakukan pekerjaannya di warung itu,” papar MB.

“Jika itu dilakukan, maka hak asuh anaknya jatuh ke tangan MB. Dan itu dibuktikan dengan surat perjanjian yang kami tanda tangani diatas materai,” imbuhnya.

Namun rupanya kata MB, istri sirinya itu masih tetap selingkuh meskipun dalam kondisi hamil. Bahkan informasi terakhir yang diterimanya, setelah melahirkan pun juga tetap melakukan hal yang sama.

“Disinilah, saya menceraikan dan dan sengaja tidak menafkahi lagi sejak 2 minggu terakhir,” ungkap MB.

Meskipun sebelumnya, US mengaku hanya di beri Rp 100.000 hingga Rp 150.000 setiap 2 minggu sekali untuk kebutuhan dirinya dan kedua anaknya.

“Saya akan ambil alih hak asuh kedua anak kembarnya itu sesuai dengan perjanjian yang kami sepakati,” tutur MB

Namun karena usia keduanya masih kecil, maka MB mengaku mengalah dan membiarkan anaknya di asuh oleh istri sirinya dan dia berjanji akan mengambilnya disaat sudah agak besar.

Sementara itu, MB juga merasa curiga antara usia kandungan yang di sampaikan US saat itu dengan proses kelahiran kedua anaknya, yang dinilainya berbeda jauh dari hitungan.

“Saya sampek membohongi istri pertama saya,  jika kedua anak kembar itu lahir secara premature, padahal sebenarnya lahir secara normal,” pungkas MB.

More Articles ...