radiovisfm.com, Banyuwangi - Kawanan jaringan peredaran narkoba lintas propinsi berhasil ditangkap Satuan Reskoba Polres Banyuwangi, saat hendak menghantarkan pesanan Sabu ke Pulau Dewata Bali dengan diamankan 40 gram Sabu.

Awalnya kepolisian mendapat laporan dari masyarakat mengenai akan adanya pengiriman barang haram tersebut ke pulau dewata Bali.

Setelah dilakukan pengembangan penyidikan, kepolisian pun berhasil membekuk Andri Yuli Prayitno (26) warga Dusun Krajan Desa Sumbersari Kecamatan Srono Banyuwangi dan Sujito (40) warga Dusun Tambakrejo RT 06 RW 01 Desa Bulurejo Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi.

Mereka ditangkap di area Pom Bensin utara terminal Blambangan Dusun Kapuran Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro. Dalam penggeledahan di dalam mobil Ayla merah  bernopol AG 1130 HJ yang di kemudikan mereka, aparat kepolisian menemukan barang bukti 3 paket Sabu seberat 28,35 gram. Serta 3 unit ponsel yang di gunakan sebagai sarana komunikasi.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron mengatakan, ke 3 paket sabu tersebut sedianya akan dihantarkan kepada pemesannya yang ada di kawasan Gilimanuk-Bali.

“Mereka mengaku sebelumnya di hubungi oleh seseorang bernama Brewok beralamatkan tidak jelas di Kabupaten Kediri,” ujar AKP Imron.

“Sebelum di tangkap, rupanya mereka sudah mengedarkan Sabu ke wilayah Banyuwangi selatan hingga berhasil terungkap 2 orang yang sudah membelinya,” imbuhnya.

Yakni, Mujianto (40) warga Dusun Krajan Desa Wonojoyo Kecamatan Guran Kabupaten Kediri saat berada di rumah tersangka Andri Yuli Prayitno.

Kepolisian pun bergerak cepat untuk menangkap tersangka Mujianto hingga berhasil diamankan 1 paket Sabu seberat 0,64 gram, yang di akui dibeli dari tersangka Sujito.

AKP Imron memaparkan, rupanya peredaran yang sudah di lakukan kedua tersangka tidak hanya sampai disini saja. Mereka juga mengaku telah menjual sabu kepada Agus Kalpiko (40) warga Dusun Ringinagung RT 06 RW 03 Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran dan akhirnya juga berhasil ditangkap kepolisian.

“Dari upaya pengembangan penyidikan ini, diamankan barang bukti 4 paket sabu seberat 1,15 gram, 1 buah timbangan elektrik dan 2 pipet kaca serta 1 unit ponsel,” tutur AKP Imron.

“Dia mengaku barang haram itu dibeli dari tersangka Sujito dengan bertransaksi di tepi jalan di kawasan Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi,” paparnya.

AKP Imron menegaskan, keempat tersangka tersebut kini di amankan di Mapolres Banyuwangi guna pengembangan penyidikan lebih lanjut.

“Total barang bukti yang disita dari mereka sejumlah 40 gram Sabu,” pungkasnya.

Kepolisian mengaku kini terus mengejar keberadaan seseorang yang di akui bernama Brewok warga Kediri tersebut, yang merupakan bandar dari Sabu yang beredar di Banyuwangi dan Bali.

Atas semua perbuatannya, ke empat tersangka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang perempuan berpenampilan tomboy asal Kecamatan Srono ditangkap Satuan Reskoba Polres Banyuwangi, setelah kedapatan sebagai pengedar pil koplo.

Kasus ini terbongkar berawal dari penangkapan aparat kepolisian terhadap EYP saat memakai pil koplo. Dari tangannya, disita 30 butir obat jenis Trihexyphenidyl.

Kepada petugas, dia mengaku membeli obat obatan sediaan farmasi tersebut kepada Dita Puspitasari alias Kiki yang bertempat tinggal di kawasan Dusun Krajan RT 04 RW 04 Desa Kebaman Kecamatan Srono.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron mengatakan, pihaknya pun melakukan pengembangan penyidikan dengan mengejar keberadaan perempuan berusia 27 tahun tersebut, hingga berhasil ditangkap di rumahnya.

“Dari penggerebekan ini, kepolisian mengamankan 1.245 butir obat Trihexyphenidyl yang dikemas dalam 2 bungkus, yang masing masing berisi 500 butir. Sisanya 245 butir di kemas dalam 1 plastik lain,” papar AKP Imron.

Selain itu, juga disita 1 unit ponsel merek Oppo type A35 beserta uang tunai Rp 134.000. Seluruhnya kini diamankan di Mapolres Banyuwangi sebagai barang bukti.

“Pengakuan tersangka di hadapan petugas, dia mendapatkan obat obatan itu dari seseorang yang bernama Munir dengan alamat tidak jelas. Dan transaksi jual beli itu mereka lakukan di sekitaran Stasiun Leces Kabupaten Probolinggo,” ujar AKP Imron.

Untuk selanjutnya, tersangka mengedarkannya di wilayah Banyuwangi dengan sasaran konsumen dari semua kalangan.

Diakui AKP Imron, peminat obat Trihexyphenidyl ini tergolong cukup banyak mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.

“Selain mudah didapat juga karena harganya yang terbilang murah sehingga mereka bisa menjangkaunya,” pungkas AKP Imron.

Kini, tersangka beserta barang buktinya diamankan di Mapolres Banyuwangi. Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Warga Bondowoso mencuri ponsel milik seorang pelajar yang sedang berwisata di Kawah Ijen Banyuwangi.

Pelaku tersebut di ketahui bernama Husen (29) bertempat tinggal di Dusun Kampung Lima Desa Sumberejo Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso.

Kasus ini terungkap, setelah Bima Arya Samudra warga Kelurahan Panderejo Kecamatan Banyuwangi kota yang masih berstatus sebagai pelajar, melaporkan ke Mapolsek Licin mengenai 2 unit ponsel miliknya yang hilang saat berada di area parkiran Paltuding Kawah Ijen.

Selanjutnya, unit Resmob Polres Banyuwangi bergerak cepat melakukan pengembangan penyidikan.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi melalui KBO Reskrim, Iptu Hadi Waluyo mengatakan, dari pengakuan korban, pada Minggu 23 Agustus 2018 lalu sekira pukul 08.10 WIB dirinya bersama kelima temannya melakukan pendakian ke puncak Kawah Ijen.

“Sesampainya di puncak, korban mencari 2 unit ponsel miliknya yakni Samsung J2 silver dan Vivo type V5 warna gold, yang sebelumnya tersimpan di dalam tas,” ungkap Iptu Hadi.

“Setelah beberapa lama tidak menemukan kedua ponselnya, korban itupun kembali turun menuju parkiran Paltuding untuk mencarinya,” imbuhnya.

Dan upaya ini pun tidak membuahkan hasil, hingga di laporkan ke pihak kepolisian tersebut.

Iptu Hadi memaparkan, setelah melakukan pengembangan penyidikan hingga satu bulan lebih, unit Resmob pun mendapati titik terang mengenai keberadaan ponsel korban yang diduga di pegang oleh tersangka.

Selanjutnya, aparat kepolisian bergerak ke wilayah Kabupaten Bondowoso hingga berhasil menangkap tersangka.

“Disini, Unit Resmob juga menemukan barang bukti 2 unit ponsel milik korban yang masih di pegang oleh tersangka,” tutur Iptu Hadi.

Dia menambahkan, tersangka beserta barang buktinya pun di amankan di Mapolres Banyuwangi guna pengembangan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, di depan petugas, tersangka mengakui semua perbuatannya.

“Dia juga mengaku baru pertama kali ini melakukan pencurian di area wisata Kawah Ijen,” kata Iptu Hadi.

Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. Sedangkan korban sendiri, mengalami kerugian sebesar Rp 5.3000.000 atas peristiwa naas yang di alaminya.

 

radiovisfm.com - Banyuwangi - Sosialissi Millenial Road Safety Festival kali ini menyasar para pemohon Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Mapolres Banyuwangi,Kamis (17/1) dalam kegiatan Safety Riding.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Iptu Ardhi Bita Kumala yang memimpin langsung kegiatan tersebut memaparkan tentang perlengkapan dan administrasi serta keterampilan di dalam berkendara,yang dinilai sangat penting dan harus di kuasai oleh setiap pengendara sepeda motor.

Bahkan, sebelum memberikan pengarahan, Kanit Laka mempraktekkan langsung mengenai cara berbelok arah yang aman dan benar, serta bagaimana cara melakukan pengereman yang aman dengan menggunakan rem depan atau belakang. Juga di praktekkan keterampilan zig zag.

Kegiatan ini bertujuan agar pengedara sepeda motor bisa menerapkannya dijalan raya,” ujar Iptu Ardhi.

“Selain itu, juga agar generasi millenial lebih mengetahui tentang keamanan dalam berkendara, guna mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang jumlahnya terus meningkat,” imbuhnya.

Pasalnya kata Kanit Laka, disepanjang tahun 2018 angka kecelakaan yang terjadi di wilayah Banyuwangi mencapai 815 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 225 jiwa dan Luka Berat sebanyak 38 jiwa.

Sedangkan terhitung mulai tanggal 1 Januari hingga 17 Januari 2019, angka kecelakaan di Banyuwangi sudah mencapai 51 kasus dengan korban meninggal dunia 15 orang dan Luka Berat 2 orang.

“Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini angka kecelakaan di Banyuwangi bisa turun drastic,” tutur Iptu Ardhi.

Karena sosialisasi tersebut adalah untuk mengajak generasi Millenial khususnya remaja Banyuwangi yang berada di kisaran umur 17-35 tahun guna menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas.

Selain itu, juga untuk membentuk komunitas Relasi (Relawan Lalu Lintas Indonesia) yang akan menggelorakan tertib berlalu lintas di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

“Sehingga terbangun hubungan yang baik antara Polisi lalu lintas dengan komunitas tersebut, dengan sasaran Generasi Millennial,” pungkas Kanit Laka.

Sementara itu, selain di Mapolres Banyuwangi, kegiatan serupa juga di lakukan oleh Unit Lantas Polsek Wongsorejo kepada Komunitas Nmax yang ada di wilayah Kecamatan Wongsorejo, mengenai pentingnya tertib berlalu lintas demi menjaga keamanan di jalan raya serta kenyamanan para pengguna jalan.

 

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kawanan pencuri beraksi di area Pondok Pesantren Blokagung Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari Banyuwangi dan berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga milik para santri.

Diantaranya, 3 buah HP Xiaomi, 2 unit HP merek Nokia, 1 buah laptop merek Toshiba dan uang tunai di dalam dompet senilai Rp 200.000 yang merupakan milik Mohammad Sidiq (21) juga teman sekamarnya, Lukman Hakim (20) dan Dimas (22).

Peristiwa ini terjadi pada Kamis 30 Agustus 2018 lalu sekira pukul 03.00 WIB. Saat itu, korban sedang tertidur di asrama dan terbangun hendak melaksanakan sholat malam. Korban mengaku kaget, ketika melihat pintu depan asrama sudah terbuka.

Lalu dia membangunkan teman sekamarnya untuk mengecek barang barangnya. Dan setelah di lakukan pengecekan ternyata sejumlah barang berharga milik korban dan temannya tersebut sudah tidak ada. Selanjutnya, ketiga korban melaporkan peristiwa naas yang di alaminya ke Mapolsek Tegalsari.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi melalui KBO Reskrim, Iptu Hadi Waluyo mengatakan, berdasarkan adanya laporan itulah, selanjutnya unit Resmob melakukan pengembangan penyidikan dengan melacak keberadaan ponsel milik korban itu terlebih dahulu, dengan menggunakan satu alat khusus.

Setelah di lakukan pencarian selama kurang lebih 5 bulan, kepolisian pun berhasil menangkap tersangka Agus Adeyanto (27) warga Dusun Blokagung RT 01 RW 05 Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari di sekitaran puskesmas Tegalsari, saat sedang menurunkan material pasir.

“Selanjutnya di lakukan penggeledahan dirumahnya dan di temukan barang bukti berupa 1 buah Laptop merek Toshiba dan 1 unit ponsel merek Xiaomi,” ujar Iptu Hadi.

“Setelah di interograsi, tersangka mengakui semua perbuatannya yang telah melakukan pencurian di area Pondok Pesantren Blokagung,” imbuhnya.

Namun tersangka mengaku melakukan pencurian tersebut dengan temannya yang diakui bernama Agung Paninggih warga Dusun Sumberurip RT 01 RW 10 Desa Barurejo Kecamatan Siliragung Banyuwangi.

Iptu Hadi mengaku, kepolisian pun mengejar keberadaan laki laki berusia 23 tahun tersebut hingga berhasil di tangkap di rumahnya.

“Dari pengakuan kedua tersangka di hadapan kepolisian, sebelumnya di tahun 2014 silam, mereka pernah di hukum di Polsek Siliragung atas kasus yang sama,” papar Iptu Hadi.

Sementara itu, atas semua perbuatannya kali ini, kedua tersangka di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Komplotan pelaku penggelapan kendaraan bermotor bersama penadahnya berhasil di ringkus Satuan Reskrim Polres Banyuwangi.

Dalam hal ini, aparat kepolisian mengamankan seorang pelaku penggelapan dan 3 orang selaku penadahnya.

Kasus ini terbongkar, berawal dari laporan seorang mahasiswa, Alfin Febrianto (27) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Banyuwangi kepada kepolisian.

Menurutnya, saat itu dirinya menerima pesan singkat dari pelaku, Denis Nur Efendi (27) warga Dusun Watu Ulo RT 01 RW 01 Desa Rejosari Kecamatan Glagah, yang juga berstatus sebagai mahasiswa.

Pesan tersebut berisi permintaan sewa Sepeda Motor Honda Beat warna Orange tahun 2014 bernopol P 5978 YM milik korban. Karena tertarik dengan harga sewa yang di tawarkan pelaku yaitu Rp 700.000 perbulan, akhirnya korban pun menyanggupinya.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi melalui KBO Reskrim, Iptu Hadi Waluyo mengatakan, selanjutnya pada Jum’at 5 Oktober 2018, korban dengan ditemani saudaranya Alfan Febriono (27) membuat janji bertemu dengan pelaku di rumah temannya, Ramanda yang ada di kawasan Jalan Brawijaya gang Tribuana nomor 3 Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri, untuk menyerahkan kendaraan tersebut sesuai dengan kesepakatan sewa yang di tawarkan pelaku.

“Pada bulan pertama sewa di bayar sesuai dengan kesepakatan, namun dibulan bulan berikutnya dan hingga laporan polisi ini dibuat, pelaku tidak juga membayarkan uang sewa sama sekali bahkan kendaraan korban pun tidak dikembalikan,” ujar Iptu Hadi.

Berdasarkan laporan korban itulah, Opsnal Unit Pidek Satreskrim Polres Banyuwangi melakukan pengembangan penyidikan dan berhasil menangkap pelaku saat berada di depan BCA Cabang Rogojampi.

Dari keterangan pelaku ini menyatakan bahwa sepeda motor korban sudah di gadaikan kepada Wiknyo Widodo (31) warga Lingkungan Karangasem Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah.

“Selanjutnya di lakukan pengembangan dan rupanya Wiknyo mengaku kendaraan korban sudah di gadaikan kepada Asmuni (48) warga Lingkungan Secang Kelurahan Kalipuro Kecamatan Kalipuro,” tutur Iptu Hadi.

Rupanya rotasi penadah tersebut tidak berhenti cukup sampai disini. Dan Asmuni mengaku, sepeda motor korban sudah di gadaikan kepada Abdul Rohim (37) warga Dusun Pinggir Papas Desa Sidowangi Kecamatan Wongsorejo.

“Kini sepeda motor korban di amankan di Mapolres Banyuwangi,” imbuh Iptu Hadi.

“Dari hasil pengembangan penyidikan inilah, selain pelaku penggelapan kepolisian juga meringkus ketiga penadah itu,” pungkasnya.

Atas semua perbuatan yang di lakukannya, pelaku Deni Nur Efendi dijerat pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Sedangkan ketiga pelaku lainnya, di jerat pasal 480 KUHP tentang penadah hasil kejahatan. Keempatnya terancam hukuman penjara selama 5 tahun lebih.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 6 pemuda yang masih berstatus sebagai pelajar di amankan kepolisian Polsek Giri Banyuwangi, setelah kedapatan menggelar pesta minuman keras di kawasan GOR Tawang Alun. Tepatnya di depan gedung SDLBC Jalan Wijaya Kusuma.

Kapolsek Giri Banyuwangi, Iptu Suryono Bhakti mengatakan, pada saat sejumlah aparat kepolisian sedang melakukan patrol rutin, mendapati segerombolan anak muda yang sedang cangkrukan di TKP.

“Setelah kami dekati, rupanya mereka tengah menggelar pesta miras jenis tuak,” ujar Kapolsek

“Lalu kami menggelandang mereka ke Mapolsek Giri untuk di mintai keterangan, beserta barang bukti 1 jirigen berukuran 2 liter yang masih berisi ¼ miras jenis tuak,” imbuhnya.

Menurut pengakuan ke 6 pemuda yang seluruhnya masih berstatus pelajar di sejumlah sekolah tingkat SMA tersebut, minuman tuak itu di belinya dari seorang pedagang yang ada di kawasan Kecamatan Rogojampi.

Upaya kepolisian tidak berhenti sampai disini. S

elanjutnya kata Kapolsek, pihaknya membawa salah satu pemuda yang mengaku membeli minuman keras tersebut ke rumah pedagangnya untuk memastikan keberadaan barang haram itu.

Namun sebelumnya, kepolisian Polsek Giri berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kapolsek Rogojampi, AKP Agung Setyobudi untuk menindak lanjuti dan melakukan pengecekan bersama sama di rumah salah satu warga di kawasan Dusun Glondong, yang di sebut sebut sebagai penjual miras.

“Dari hasil pengembangan penyidikan ini, aparat kepolisian tidak menemukan barang bukti miras apapun,” tutur Iptu Suryono Bhakti.

Dia menjelaskan, setelah dimintai keterangan, ke 6 pemuda tersebut di berikan sangsi untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya kembali.

“Berdasarkan pertimbangan masa depannya, mereka pun di berikan pembinaan lalu di persilahkan pulang ke rumahnya,” kata Kapolsek.

Namun sebelumnya, kepolisian menghadirkan kedua orang tua dari masing masing pelajar itu sekaligus di wajibkan meminta maaf atas perbuatannya.

Lebih lanjut Kapolsek Giri mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, di TKP di sinyalir sering digunakan tempat pesta minuman keras oleh para pemuda.

“Bahkan, di sepanjang lokasi itu juga sering di manfaatkan oleh pasangan muda mudi untuk mojok karena kondisinya minim penerangan,” pungkasnya.

 

 

 

More Articles ...