radiovisfm.com, Banyuwangi - sebagai seorang anak seharusnya bisa melindungi orang tua dan kerabatnya.

Tidak halnya seperti yang di lakukan oleh Imam Mahrudi warga Dusun Krajan 1 RT 07 RW 02 Desa Alasbuluh Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi.

Laki laki berusia 26 tahun tersebut berulang kali memukul ibu, nenek juga pamannya hingga babak belur. Hal ini di lakukannya, di saat keinginan yang dimintanya tidak di penuhi oleh keluarganya.
Bahkan, akibat ulah anaknya ini, Supiatun (60) mengalami luka lebam hingga berdarah pada kepalanya setelah di pukul menggunakan sebuah kayu gelondongan yang biasa di gunakan untuk menumbuk kopi.

Sementara, neneknya, Emah (80) dan Abdul Kadir (47), pamannya mengalami luka lebam di kedua tangan mereka akibat di pukul tersangka. Dan selama ini, tersangka hanya tinggal berdua dengan ibunya, sedangkan bapaknya sudah meninggal dunia.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi, AKP Kusmin mengatakan, pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka setelah mendapat laporan dari pamannya yang mengaku telah di pukuli oleh keponakannya tersebut.

Bahkan dalam laporan itu, juga di sampaikan bahwa ibu tersangka juga mengalami luka lebam setelah dipukul anaknya itu, hingga berlanjut pada penganiayaan yang dialami oleh neneknya.

“Kami telah lakukan mediasi terhadap Supiatun terkait penangkapan ini mengingat tersangka adalah anak kandungnya,” ujar Kapolsek.

“Tapi Supiatun meminta kepolisian tetap menangkap anaknya, karena ulahnya selama ini sangat meresahkan pihak keluarga,” imbuh Kapolsek.

Pasalnya, jika keinginannya tidak di penuhi, dia selalu merusak seluruh barang yang ada di rumah.

Bahkan dalam setiap harinya kata Kapolsek, tersangka jarang pulang ke rumah dan kalaupun datang selalu pada tengah malam.

“Di saat pulang inilah, tersangka selalu meminta uang kepada Supiyatun. Kalau tidak diberi maka dia memukuli ibunya itu hingga babak belur,” papar Kapolsek.

Mendapati kondisi ini, nenek dan pamannya yang tinggal bersebelahan melakukan pembelaan terhadap Supiyatun.

“Justru mereka ikut menjadi korban pemukulan oleh tersangka yang telah menikah 3 kali namun telah bercerai dengan ketiga istrinya itu,” kata Kapolsek.

“Kami tengah melakukan visum terhadap ibu, nenek dan paman tersangka sebagai pelengkap laporan kasus penganiayaan ini,” pungkasnya.

Sementara, tersangka beserta barang bukti 1 buah gelondongan kayu yang di gunakannya saat melakukan pemukulan diamankan di Mapolsek Wongsorejo Banyuwangi.

Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 351 tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dari dua kecamatan di Banyuwangi, Kepolisian mengamankan 2 pelaku pengedar pil koplo.

Penangkapan pertama di lakukan di kawasan Kecamatan Rogojampi, tepatnya di sebuah rumah di kawasan Dusun Pancoran Desa Karangbendo.

Dari penggerebekan di lokasi, aparat kepolisian berhasil mengamankan 2 orang, Muhammad Mas Bobby (19) dan Muhammad Irsam Aldues (21) si pemilik rumah.

Kasat Narkoba, AKP Imron mengatakan, dari penggeledahan ini, kepolisian menemukan 32 butir pil jenis Trihexyphenidyl di saku celana Muhammad Mas Bobby yang di akuinya baru di beli dari Muhammad Irsam Aldues.

Selanjutnya, di lakukan penggeledahan di rumah pria bertato tersebut dan hanya di temukan uang tunai sejumlah Rp 545.000 hasil penjualan obat obatan sediaan farmasi tersebut.

“Sebelumnya, kepolisian dapat laporan dari masyarakat bahwa di TKP sering di gunakan transaksi penjualan pil koplo,” ujar AKP Imron.

Atas kasus ini, kepolisian menangkap Muhammad Irsan Aldues, sedangkan temannya, Muhammad Mas Bobby hanya di kenakan sangsi sebagai saksi karena dia membeli obat obatan itu kepada tersangka.

“Dari sini, kepolisian melakukan pengembangan penyidikan dan berhasil menangkap pelaku pengedar pil koplo lainnya,” tutur Kasat Narkoba.

Kali ini menyasar rumah milik Sucipto di kawasan Dusun Tegalyasan RT 05 RW 02 Desa Tegal Arum Kecamatan Sempu Banyuwangi. Pasalnya, laki laki berusia 28 tahun tersebut di sebut sebut sering melayani penjualan pil koplo kepada berbagai kalangan.

Kasat Narkoba menjelaskan, dari penangkapan ini, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 344 butir obat Trihexyphenidyl beserta 1 unit ponsel juga uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 298.000.

“Lalu kami membawa kedua tersangka ke Mapolres Banyuwangi guna dilakukan pengembangan penyidikan, mengenai kemungkinan adanya jaringan mereka,” papar Kasat Narkoba.

Ditambahkan Kasat Narkoba, peredaran pil koplo ini sudah merambah hampir di seluruh kecamatan di Banyuwangi karena harganya murah, dan semua kalangan dinilai bisa menjangkau untuk membelinya.

Kini, kedua tersangka beserta barang buktinya diamankan di Mapolres Banyuwangi.

Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang laki laki warga Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi meninggal dunia akibat tertimpa kayu yang di curinya bersama 3 orang pelaku lainnya.

Korban adalah Senen (40) bertempat tinggal di kawasan Dusun Sumberjati Desa Grajagan, meninggal dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Awalnya, korban bersama Tukiman (42) dan Soniman (38) juga Hendrik melakukan pencurian kayu (ilegalloging) di kawasan Hutan Petak 84C di Desa Grajagan, yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Dari aksinya di area milik perhutani tersebut, ke empatnya berhasil membawa kabur 21 batang kayu. Namun naas, saat melakukan aksi pencurian ini, salah satu kayu menindih tubuh Senen hingga meninggal dunia di lokasi.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, mendapati incident ini, ketiganya membawa jenazah korban ke pihak keluarga dan selanjutnya mereka melarikan diri.

“Aparat kepolisian Polsek Purwoharjo bersama resmob Polres Banyuwangi melakukan pengembangan penyidikan, dengan menyebar informasi keberadaan ketiganya,” ungkap Kasat Reskrim.

Dia menceritakan, setelah melakukan pencarian hampir 3 minggu, kepolisian berhasil menemukan keberadaan tersangka Soniman dan Tukiman di wilayah Kecamatan Gambiran lalu di lakukan penangkapan.

“1 pelaku lainnya, Hendrik hingga kini masih dilakukan pengejaran,” kata Kasat Reskrim.

Untuk selanjutnya, mereka di gelandang ke Mapolres Banyuwangi guna penanganan lebih lanjut.

“Sebagai barang bukti dari hasil kejahatan mereka, di amankan 21 gelondong kayu jati dengan kerugian mencapai Rp 12.500.000,” tutur Kasat Reskrim.

Kepada petugas, mereka mengaku baru satu kali ini melakukan pencurian kayu.

“Tapi kepolisian tidak mempercayai begitu saja pengakuan kedua tersangka, dan kasus ini akan terus di kembangkan,” pungkas Kasat Reskrim.

Atas semua perbuatannya, ketiga tersangka di jerat pasal 12  dan pasal 82 UU nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan  pemberantasan dan pengrusakan hutan jonto pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Oknum guru Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Kabat di bekuk aparat kepolisian Polsekta Banyuwangi, setelah di laporkan melakukan penggelapan mobil.

Kasus ini terungkap setelah kepolisian menerima laporan dari Winti Astuti (33) warga Perumahan Persada Regency Blok C4 RT 01 RW 02 Kelurahan Karangrejo Kecamatan Banyuwangi.

Dia mengaku, 1 unit Mobil Toyota Avanza bernopol P 1903 V warna putih miliknya di bawa kabur AN warga Dusun Krajan RT 02 RW 05 Desa Pondok Nongko Kecamatan Kabat Banyuwangi.

Laki laki berusia 33 tahun yang kesehariannya mengajar di SDN Pondok Nongko tersebut melakukan aksinya, dengan berpura pura meminjam mobil korban selama 10 hari pada 25 Juni 2018 lalu.

Namun setelah batas waktu yang ditentukan, dia tidak juga mengembalikan mobil tersebut. Selanjutnya, korban mencoba menghubungi ponsel tersangka namun sudah tidak aktif. Karena merasa ditipu, korban pun melapor ke pihak kepolisian.

Kapolsekta Banyuwangi, AKP Ali Masduki membenarkan adanya kasus penggelapan mobil yang menyeret oknum guru tersebut. Dan dari hasil pengembangan penyidikan, tersangka mengaku menggadaikan mobil korban sejumlah Rp 30 juta kepada warga di Malang.

“Awalnya, setelah mendapat laporan korban, aparat kepolisian pun melakukan pengembangan penyidikan hingga hampir 4 bulanan,” ujar Kapolsek.

“Setelah menelusuri keberadaan mobil korban, kepolisian langsung menangkap tersangka yang saat itu sedang membeli pulsa di kawasan Desa Kedayunan Kecamatan Kabat,” papar Kapolsek.

Untuk selanjutnya di gelandang ke Mapolsekta Banyuwangi guna menjalani pemeriksaan.

Kapolsek menambahkan, dari hasil penyidikan, rupanya aksi serupa sudah beberapa kali dilakukan oleh tersangka dengan modus yang sama.

“Dia juga pernah melakukan penipuan dengan berdalih meminjam uang,” pungkasnya.

Kepada sejumlah media, tersangka mengaku terpaksa menggadaikan mobil korban karena untuk membayar hutangnya kepada beberapa korban lainnya. Namun dia masih membantah, jika dirinya telah melakukan penggelapan mobil tersebut.

“Saya awalnya meminjamkan uang teman saya kepada tetangga saya yang hendak membeli mobil, dengan perjanjian jika mobil datang maka uangnya akan di kembalikan,” kata tersangka.

“Tapi setelah mobil sudah berada ditangan, tetangga saya itu tidak juga mengembalikan uang saya,” ungkapnya.

Seiring dengan itu, teman tersangka terus menagih uangnya kepada tersangka. Dengan kondisi terjepit inilah, tersangka mengaku menggadaikan mobil tersebut untuk mengembalikan uang temannya.

Dari sini, kasus serupa kembali terulang. Dimana, tersangka berpura pura menyewa mobil korban yang ternyata di gadaikan dan uangnya untuk membayar hutang hutangnya tersebut.

Apapun alasan yang di kemukakan tersangka, dia dinyatakan bersalah oleh kepolisian dengan melakukan penggelapan mobil yang mengharuskan dia dijebloskan ke dalam sel tahanan. Dan atas perbuatannya, tersangka di jerat pasal 378 KHUP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian menutup paksa pertambangan galian C di kawasan Kecamatan Tegalsari Banyuwangi karena tidak dilengkapi izin resmi dari pemerintah.

Usaha ini berada di Dusun Dasri Desa Dasri, yang merupakan milik Imam Muhlis (44) warga Dusun Lidah RT 01 RW 03 Desa Gambiran Kecamatan Gambiran Banyuwangi.

Dari upaya penutupan pertambangan galian C tersebut, kepolisian mengamankan 1 unit alat berat excavator merek Hitachi type Zaxic 200 warna orange, uang tunai Rp 300.000 dan 1 lembar kertas catatan penjualan tanah urug.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, awalnya kepolisian menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya usaha pertambangan pasir di lokasi tersebut, yang tidak di lengkapi dengan surat izin resmi dari pemerintah.

“Lalu kami menindak lanjutinya dengan mendatangi lokasi yang di maksud guna melakukan penyelidikan dan penindakan,” tutur Kasat Reskrim.

Dia mengaku, dari hasil pengembangan penyidikan inilah kepolisian berhasil mengamankan si pemilik penambangan pasir illegal tersebut beserta sejumlah barang buktinya.

“Karena si pemilik tidak dapat menunjukkan surat surat resmi dari pemerintah mengenai usahanya itu,” kata Kasat Reskrim.

Kepada petugas, pemilik mengaku baru 1 bulan melakukan aktifitas penambangan pasir illegal tersebut.

“Kami terus kembangkan kasus ini mengenai kemungkinan adanya jaringan penambangan illegal lainnya,” ujar Kasat Reskrim.

Selanjutnya, si pemilik usaha bersama sejumlah barang buktinya diamankan di Mapolres Banyuwangi untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Dan atas kegiatannya yang tidak di lengkapi surat resmi berupa Ijin Usaha Pertambangan (IUP), pelaku di jerat pasal 158 UU Nomor 4 tahun 2009 tentang mineral dan bebatuan, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dari aksi pembobolan rumah di kawasan Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi, kepolisian berhasil membekuk 3 orang pelaku.

Sebagai pelaku utama adalah Febriansah Dwi Saputra (21) warga Jalan Ikan Cakalan RT 03 RW 02 Kelurahan Kepatihan Kecamatan Banyuwangi.

Dia mencuri 1 unit ponsel Samsung Grand Prime milik Sugiono (36) dengan cara membobol rumah korban di kawasan jalan Airlangga RT 01 RW 02 Kelurahan Kebalenan. Selain itu, tersangka berhasil membawa kabur dompet berisi uang tunai Rp 2.700.000 beserta 1 buah ATM.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, kasus ini terungkap setelah aparat Satreskrim melakukan pengembangan penyidikan.

“Awalnya kami menangkap Edy Susanto (28) di rumahnya di kawasan Lingkungan Kopenbayah RT 03 RW 04 Kelurahan Giri Kecamatan Giri Banyuwangi, yang di ketahui menguasai ponsel milik korban,” papar Kasat Reskrim.

Setelah di interograsi, Edy mengaku ponsel tersebut dibelinya dari Imam Wahyudi. Kasat Reskrim menjelaskan, kepolisian pun terus melakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil menangkap laki laki berusia 31 tahun tersebut di rumahnya di Lingkungan Kampungbaru RT 05 RW 01 Kelurahan Bulusan Kecamatan Kalipuro.

“Kepada petugas, Imam mengakui jika menjual ponsel tersebut kepada Edy. Tapi dia juga mengaku bahwa ponsel itu di belinya dari Febriansah Dwi Saputra,” kata Kasat Reskrim.

Dari pengakuan Imam inilah, sejumlah aparat Satreskrim bergerak cepat menuju rumah Febriansah hingga di lakukan penangkapan.

Kasat Reskrim menjelaskan, setelah melakukan aksi pembobolan rumah, tersangka Febriansah menjual ponsel milik korban melalui media social dengan harga yang jauh lebih murah di banding harga normal.

“Mendapati kondisi ini, Imam pun tergiur lalu membelinya setelah melalui negosiasi,” tuturnya.

AKP Panji menambahkan, dihadapan penyidik, tersangka Febriansah mengaku baru kali ini melakukan aksi pembobolan rumah.

“Kepolisian terus mengembangkan kasus ini, guna mengungkap sepak terjang tersangka di dalam catatan kriminalitas kepolisian,” pungkasnya.

Atas semua perbuatannya, tersangka Febriansah di jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Sedangkan 2 tersangka lainnya di jerat pasal 480 KHUP tentang penadah barang hasil curian. Seluruhnya dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Sementara, 1 unit ponsel milik korban juga di amankan kepolisian sebagai barang bukti.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Hanya dalam sehari, Satreskoba Polres Banyuwangi berhasil menangkap 3 pelaku pengedar pil koplo di 2 kecamatan.

Tepatnya, di kawasan Jalan Raya Ketapang selatan Hotel Ketapang Indah masuk wilayah Kelurahan Bulusan Kecamatan kalipuro Banyuwangi.

Disini, kepolisian menangkap Selamet Hariyadi (28) warga Lingkungan Secang Timur RT 01 RW 01 Kelurahan Kalipuro Kecamatan Kalipuro.

Dari tangan laki laki yang hanya jebolan SMP tersebut, diamankan barang bukti 290 butir pil jenis Trihexyphenidyl serta 1 unit sepeda motor Beat bernopol P 3788 YW dan 1 unit ponsel.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, satuan yang di pimpin Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron tersebut juga berhasil mengamankan 2 tersangka lainnya yakni Mohammad Ari Faizal (27) dan Agus Santoso (39), keduanya warga Lingkungan Krajan Kelurahan Kertosari Kecamatan Banyuwangi. Mereka ditangkap di kawasan setempat dengan diamankan barang bukti pil koplo.

“Dari penangkapan ini disita 2.133 butir pil Trihexyphenidyl serta uang tunai Rp 1.065.000 dan 2 unit ponsel,” kata Kasat Narkoba.

Kepada petugas, mereka mengaku mendapatkan obat obatan sediaan farmasi tersebut dari seseorang yang tidak diketahui identitas dan namanya, dengan cara bertemu di satu tempat yang telah mereka sepakati.

“Kini ketiga tersangka di jebloskan ke dalam sel tahanan Mapolres Banyuwangi,” ujar AKP Imron.

Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

 

 

More Articles ...