radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian berencana mendatangkan tim Psikolog untuk mendampingi korban pencabulan di wilayah Kecamatan Kabat Banyuwangi, yang masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar.

Korban berinisial AT (9) selama ini tinggal bersama ibunya, Nurul Khotimah (30) di kawasan Desa Dadapan Kecamatan Kabat Banyuwangi. Dia menjadi korban kebejatan tetangganya, Slamet Riyadi alias Mamat (30) yang telah mencabuli hingga 4 kali.

Akibat peristiwa naas yang di alaminya tersebut, kemungkinan korban akan mengalami trauma yang berkepanjangan.

Kapolsek Kabat Banyuwangi, AKP Supriyadi mengatakan, pihaknya akan meminta bantuan psikolog untuk mendampingi korban sekaligus diharapkan bisa mengembalikan psikologinya.

“Karena, di saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar, korban sudah mengalami peristiwa yang tidak akan di lupakannya seumur hidup,” ujar Kapolsek.

Bahkan, kemungkinan dia juga malu terhadap teman teman sekolahnya jika mereka mengetahui kasus yang menimpanya.

Hal inilah menurut Kapolsek, yang tengah menjadi perhatian pihak kepolisian untuk ikut serta berbuat dengan mengadirkan tim psikolog.

Kasus ini terbongkar, setelah ibu korban mencari anaknya karena tidak pulang kerumah setelah les.

Saat itu, korban bersama temannya pergi les dengan berboncengan sepeda gayung. Ditengah perjalanan pulang setelah les, mereka bertemu dengan tersangka. Dan dia menyuruh teman korban untuk pulang terlebih dahulu, sedangkan korban di ajaknya masuk ke Mushollah pinggir sungai yang ada di wilayah desa setempat.

Korban berusaha memberontak namun tersangka memaksa dengan menarik tangan korban untuk di masukkan ke dalam kamar mandi mushollah. Disini, tersangka mematikan lampu kamar mandi lalu berbuat asusila terhadap korban.

Bahkan menurut pengakuan tersangka kepada kepolisian, dia melakukannya layaknya pasangan suami istri. Namun sebelum melakukan perbuatan bejatnya, tersangka mengancam korban untuk tidak melaporkan kepada siapapun dan tersangka memberi uang Rp 10.000 kepada korban.

Selanjutnya, tersangka menyuruh korban pulang dan di tengah perjalanan dia bertemu dengan ibunya yang sebelumnya memang mencarinya. Lalu dia menceritakan semua perbuatan bejat tersangka kepada ibunya hingga di laporkan ke pihak kepolisian.

Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 76 jonto pasal 81 ayat 1 dan 2 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Satreskoba Polres Banyuwangi menangkap 2 pelaku pengedar narkotika jenis sabu di 2 kecamatan yang berbeda. Aksi pertama, kepolisian menangkap Sabanul Hajar (31) warga Dusun Stoplas RT 01 RW 02 Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Banyuwangi.

Laki laki yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan tersebut, di tangkap di kawasan Dusun Palodem Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar saat hendak mengedarkan barang haram tersebut.

Dalam penangkapan ini, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 1 paket sabu seberat 0,31 gram dan 1 lembar potongan plastic warna merah serta 1 unit ponsel.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron mengatakan, kepolisian melakukan pengembangan penyidikan sehingga berhasil mengungkap kasus yang sama di wilayah kecamatan lain.

“Kali ini, anggota Satreskoba menyasar di wilayah Kecamatan Blimbingsari,” tutur AKP Imron.

Dalam penyelidikan ini kata Kasat Narkoba, pihaknya menggerebek sebuah rumah yang ada di kawasan Dusun Gumuk Agung Desa Glondong. Hasilnya, kepolisian berhasil menangkap si pemilik rumah, Mohammad Safi’I (42).

“Dari penggerebekan ini berhasil di amankan barang bukti 2 paket sabu seberat 0,35 gram dan 1 unit ponsel dari tangan tersangka,” ungkap Kasat Narkoba.

Kepada petugas, tersangka mengaku sabu tersebut hendak di serahkan kepada calon pembelinya.

Kasat Narkoba menambahkan, penangkapan kedua tersangka tersebut berbekal laporan dari masyarakat yang menginformasikan mengenadai adanya peredaran narkoba di 2 wilayah setempat.

“Setelah di lakukan pengembangan penyidikan, kepolisian pun berhasil mendapatkan identitas sekaligus mengendus keberadaan mereka lalu di tangkap di dua TKP yang berbeda,” papar AKP Imron.

Kini, kedua tersangka di amankan di Mapolres Banyuwangi beserta barang buktinya.

Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang laki laki dan wanita paru baya memaksa menjual gadis ABG di lokalisasi untuk melayani tamu, hingga keduanya diamankan kepolisian.

Mereka adalah Syaiful Bahri (25) warga Dusun Rogojampi Utara Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi Banyuwangi dan Niwati alias Eva (40) warga asli Dusun Sasitangor Desa Sukosari Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember, yang kini menempati salah satu rumah di dalam area Lokalisasi Padang Bulan Kecamatan Singojuruh Banyuwangi.

Sebelumnya lokalisasi tersebut sudah di tutup oleh pemerintah daerah bersama kepolisian, dan sejumlah PSK yang berasal dari luar kota sudah di pulangkan ke kampung halamannya. Sedangkan yang berasal dari Banyuwangi di berikan berbagai pelatihan. Namun rupanya, upaya berbagai stake holder ini tidak membuat mereka jera bahkan kembali melakukan aktifitasnya sebagai PSK.

Kasus ini terbongkar berawal dari laporan Sa’I (70) warga Dusun Krajan Desa Pakistaji Kecamatan Kabat Banyuwangi kepada kepolisian. Dia mengaku, cucunya berinisial LA masih berusia 15 tahun di jemput oleh seorang perempuan bernama Dewi warga Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi, untuk di janjikan pekerjaan. Pasalnya, korban sudah tidak sekolah dan hanya tamatan SD.

Selang 6 hari korban tidak juga pulang ke rumahnya, hingga Sa’I pun mencari Dewi dan meminta agar cucunya tersebut segera di kembalikan. Tapi Dewi mengaku, korban berada di lokalisasi Padang Bulan.

Selanjutnya, Sa’I menjemput cucunya dengan dihantarkan Dewi lalu di bawa pulang.

Saat di mintai keterangan kakeknya, korban mengaku di pekerjakan sebagai PSK dan dipaksa untuk melayani laki laki hidung belang. Karena tidak terima, Sa’I pun melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian.

Kapolsek Kabat Banyuwangi, AKP Supriyadi mengatakan, kepada petugas korban mengaku di paksa melayani tamu sebanyak 2 kali dengan mendapatkan bayaran Rp 400.000.

“Namun sebelumnya korban di cekoki minuman keras terlebih dahulu,” ujar Kapolsek.

AKP Supriyadi menjelaskan, dari pengakuan korban pula, dirinya dibawa oleh Dewi lalu di pertemukan dengan tersangka Syaiful Bahri yang selanjutnya di tempatkan di lokalisasi Padang Bulan di kamar kontrakan tersangka Niwati alias Eva untuk di pekerjakan sebagai PSK.

“Kepolisian pun mengejar keberadaan ketiga tersangka hingga berhasil menangkap Syaiful Bahri dan Niwati, sedangkan Dewi berhasil melarikan diri dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO),” pungkas Kapolsek.

Kini, kedua tersangka meringkuk di dalam sel tahanan Mapolsek Kabat Banyuwangi. Dan sejumlah barang bukti pun di amankan kepolisian, seperti 1 buah sprei motif kembang dan 1 buah bantal serta 2 lembar uang kertas pecahan Rp 100.000.

Atas perbuatannya, mereka di jerat pasal 76 jonto pasal 83 dan 88 UU RI nomor 35 tahun 2014,  tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak subsider pasal 297 KUHP, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tidak hanya pil koplo, pelajar berusia 18 tahunan di Banyuwangi ditangkap saat mengedarkan narkotika jenis sabu.

Dia berinisial ASD menempuh pendidikan di salah satu sekolah swasta, dan tercatat sebagai warga Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri Banyuwangi.

Selain itu, Satreskoba Polres Banyuwangi juga menangkap seorang pengedar lainnya, Muhammad Zaldi Ghiffary (20) warga Jalan Andalas nomor 1 RT 02 RW 01 Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi kota.

 Mereka ditangkap di rumah kost Khenzi di kawasan Jalan Kepiting Kelurahan Kertosari Kecamatan Banyuwangi kota.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron mengatakan, awalnya kepolisian mendapat laporan dari masyarakat mengenai sepak terjang kedua tersangka yang di sebut sebut sebagai pengedar sabu.

“Aparat kepolisian pun melakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil mengendus keberadaan keduanya di TKP,” tutur AKP Imron.

Kasat Narkoba menjelaskan, dari penggerebekan di rumah kost tersebut, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 3 paket sabu seberat 0,59 gram, 1 buah timbangan digital, 1 bendel plastic klip, 2 buah korek gas, 13 buah sedotan warna putih, 1 ATM BCA atas nama ASD serta 1 unit ponsel.

“Kini kepolisian terus melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap asal muasal barang haram yang di perjual belikan oleh kedua tersangka itu,” ungkap Kasat Narkoba.

Kini, keduanya harus meringkuk di dalam sel tahanan Mapolres Banyuwangi guna mempertanggung jawabkan semuanya.

Dan atas perbuatannya, mereka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kedapatan mencabuli anak di bawah umur yang masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar, seorang pemuda warga Kecamatan Kabat Banyuwangi ditangkap kepolisian.

Korban berinisial AT (9) yang selama ini tinggal bersama ibunya, Nurul Khotimah (30) di kawasan Dusun Dadapan Utara RT 01 RW 02 Desa Dadapan Kecamatan Kabat Banyuwangi.

Sementara, pelaku yang tergolong bejat tersebut adalah Slamet Riyadi alias Mamat (30) yang bertempat tinggal tidak jauh dari rumah korban dan masih dalam satu lingkungan. Kedok tersangka ini terbongkar, setelah ibu korban mencari anaknya karena tidak pulang kerumah setelah les.

Kapolsek Kabat Banyuwangi, AKP Supriyadi mengatakan, saat itu, korban bersama temannya pergi les dengan berboncengan sepeda gayung. Ditengah perjalanan pulang setelah les, mereka bertemu dengan tersangka.

“Tersangka menyuruh teman korban untuk pulang terlebih dahulu, sedangkan korban di ajaknya masuk ke Mushollah pinggir sungai yang ada di wilayah desa setempat,” ujar Kapolsek.

Dijelaskan Kapolsek, korban menolak namun tersangka memaksa dengan menarik tangan korban untuk di masukkan ke dalam kamar mandi mushollah. Disini, tersangka langsung mematikan lampu kamar mandi lalu berbuat asusila terhadap korban.

Bahkan menurut pengakuan tersangka melalui Kapolsek, dia melakukannya layaknya pasangan suami istri.

“Tapi sebelum melakukan perbuatan bejatnya, tersangka mengancam korban untuk tidak melaporkan kepada siapapun dan tersangka memberi uang Rp 10.000 kepada korban,” papar Kapolsek.

Selanjutnya, tersangka menyuruh korban pulang dan di tengah perjalanan dia bertemu dengan ibunya yang sebelumnya memang mencarinya.

Kapolsek menjelaskan, ibu korban pun mendesak anaknya untuk mengaku karena dia mendapatkan info dari teman korban jika anaknya bertemu dengan tersangka.

“Disinilah, korban menceritakan semua perbuatan bejat tersangka hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Kapolsek menambahkan, setelah mendapat laporan ibu korban, sejumlah aparat kepolisian pun melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap tersangka di rumahnya.

Kini tersangka mendekam di dalam sel tahanan Mapolsek Kabat Banyuwangi. Sementara, beberapa potong pakaian milik korban dan tersangka saat melakukan aksinya juga di amankan kepolisian.

Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 76 jonto pasal 81 ayat 1 dan 2 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus perdagangan anak di bawah umur, kepolisian berhasil menangkap seorang mucikari asal Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi.

Dia adalah Dewi Refa Lestari (26) bertempat tinggal di Dusun Krajan RT 03 RW 04 Desa Badean.

Tersangka disebut sebut telah memperdagangkan seorang gadis dibawah umur, LA warga Desa Pakistaji Kecamatan Kabat Banyuwangi di lokalisasi Padang Bulan Kecamatan Singojuruh.

Bahkan, korban yang masih berusia 15 tahun dan hanya tamatan SD itu di paksa melayani tamu sebanyak 2 kali dengan bayaran Rp 400.000, di lokalisasi yang sebelumnya sudah ditutup oleh Pemkab Banyuwangi bersama kepolisian tersebut.

Kapolsek Kabat Banyuwangi, AKP Supriyadi mengatakan, tersangka ditangkap kepolisian di rumahnya tanpa perlawanan.

“Selama pelariannya, tersangka gaku sempat kabur ke Jember dan menginap di rumah saudaranya di Desa Sumber Beras Kecamatan Muncar Banyuwangi,” papar Kapolsek.

Dia menjelaskan, tersangka Dewi ini berperan menjemput korban di rumahnya lalu di perkenalkan kepada Syaiful Bahri (25) warga Dusun Rogojampi Utara Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Oleh Syaiful, korban di serahkan kepada tersangka Niwati alias Eva (40) warga asli Dusun Sasitangor Desa Sukosari Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember, yang kini menempati salah satu rumah di dalam area lokalisasi Padang Bulan.

“Selanjutnya, korban di paksa melayani tamu namun terlebih dahulu di cekoki minuman keras,” kata Kapolsek.

“Korban mengaku tergiur dengan ajakan Dewi, karena dijanjikan akan di beri pekerjaan. Namun rupanya malah di pekerjakan sebagai PSK,” imbuh AKP Supriyadi.

Kapolsek menambahkan, kakek korban melapor ke pihak kepolisian atas kasus ini, yang selanjutnya di lakukan penangkapan terhadap tersangka Syaiful Bahri dan Niwati, namun tersangka Dewi berhasil kabur.

“Aparat kepolisian lakukan pengembangan penyidikan dan menyanggong tersangka di sekitar rumahnya, karena diyakini dia tidak akan pergi jauh karena mempunyai anak masih kecil,” tutur Kapolsek.

Dan setelah diketahui tersangka pulang ke rumahnya itulah, kepolisian langsung menangkap tersangka tanpa perlawanan.

Kini, tersangka Dewi di jebloskan ke dalam sel tahanan Mapolsek Kabat gabung bersama 2 tersangka lainnya.

Dan atas semua perbuatannya, di jerat pasal 76 jonto pasal 83 dan 88 UU RI nomor 35 tahun 2014,  tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak subsider pasal 297 KUHP, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian Polres Banyuwangi segera mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk memastikan penyebab kebakaran yang telah menewaskan pasutri Kakek Nenek.

Mereka adalah Padillah (65) dan Supiyati (74) mengalami luka bakar cukup parah pada sekujur tubuhnya, setelah ditemukan warga terbakar di dalam rumahnya dikawasan jalan Ikan Kembang Waru Lingkungan Karanganyar RT 04 RW 03 Kelurahan Karangrejo Kecamatan Banyuwangi kota, tepatnya di area pasar Pujasera Karangrejo lama.

Kedua korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan hingga beberapa jam di RSUD Blambangan Banyuwangi, karena mengalami luka bakar hampir 100 persen di sekujur tubuhnya. Bahkan, keduanya sempat kritis.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Prathista Wijaya mengatakan, hingga saat ini kepolisian terus melakukan pengembangan penyidikan dengan mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi serta memintai keterangan sejumlah saksi mata.

“Jika memang sangat diperlukan, kami segera menurunkan Tim Labfor dari Polda Jawa Timur untuk bisa mengungkap penyebab dari kasus ini,” tutur Kasat Reskrim.

Pasalnya, info yang beredar kedua korban sengaja bunuh diri dengan menyiram tubuh mereka dengan bensin lalu di sulut api. Karena dari olah TKP kepolisian Polsekta Banyuwangi, di lokasi di temukan bekas botol minuman air mineral yang masih terdapat seperempat bensin.

“Kami masih terus menyelidiki kasus ini karena hal itu masih sebatas persepsi di lapangan,” kata AKP Panji.

Dan terkait dengan hasil Labfor nantinya, dinilainya tidak bisa langsung di ketahui karena perkara yang ditangani Labfor tidak hanya di satu daerah saja namun di seluruh wilayah.

“Di Indonesia sendiri hanya ada 6 Labfor. Sedangkan untuk di Jawa Timur hanya untuk mengcover daerah setempat saja,” papar Kasat Reskrim.

Kedua korban yang hanya tinggal berdua tersebut, di temukan terbakar di dalam rumahnya oleh warga pada Kamis (20/9).

Mereka meninggal dunia secara berturut turut setelah mendapat perawatan medis di RSUD Blambangan Banyuwangi, di duga karena luka yang di alaminya cukup parah.

 

More Articles ...