radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam operasi Sikat Semeru 2018 yang di gelar Polres Banyuwangi, berhasil mengungkap 97 kasus dengan menangkap 104 orang tersangka.

Dengan rincian, kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) berhasil terungkap 46 kasus, Pencurian dengan Kekerasan (Curas) 9 kasus, Curanmor 27 kasus, perampasan 7 kasus, pemerasan 1 kasus serta penyalah gunaan senjata tajam 8 kasus dan Street Crime 4 kasus.

Dalam keterangan persnya, Jum’at (21/9), Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman mengatakan, dari hasil ungkap ini kepolisian mengamankan puluhan barang bukti berbagai jenis hasil kejahatan para tersangka maupun yang digunakan saat melakukan aksinya.

“Seperti ponsel berbagai merek 59 unit, kendaraan roda 2 sebanyak 42 unit, mobil 2 unit, ada pula sajam terdiri dari 3 bilah clurit, 3 pisau, 3 bilah badik serta 2 pemukul roti kalung,” ujar Kapolres.

“Juga sebuah obeng, sebuah velg motor ukuran 15 inch, sebuah knalpot, 21 potong  kayu gelondongan, perhiasan emas seberat 124 gram dengan berbagi bentuk dan ukuran, 3 unit laptop berbagai merk serta sebuah kamera DSLR,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, ratusan tersangka tersebut di tangkap saat di gelarnya Operasi Sikat Semeru 2018 yang berlangsung selama 12 hari.

Yang cukup menonjol adalah kasus Pencurian Kendaraan Bermotor yang terjadi di 29 TKP dengan tersangka Hendra Fitriadi (32) warga Dusun Manteng Desa Gayam Lor Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso. Dalam penangkapan ini, petugas sengaja menembak kaki kanan tersangka karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.

Selain itu, juga pelaku penjambretan di 3 TKP dan kasus curat di 5 TKP dengan tersangka Moh. Fauzan Farid (21) warga Jalan Andalas RT 01 RW 02 Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi.

“Aparat kepolisian juga melumpuhkan kaki tersangka setelah hendak kabur saat ditangkap,” tuur Kapolres.

Dia menambahkan, sebagian dari tersangka yang tertangkap tersebut adalah residivis dan ada pula yang merupakan pelaku baru.

Dari ratusan tersangka tersebut, tidak seluruhnya ditahan di sel tahanan Mapolres Banyuwangi, namun juga di sel tahanan polsek jajaran sesuai dengan hasil ungkap aparat kepolisian setempat.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian gencar menabuh genderang pemberantasan peredaran narkoba di wilayah Banyuwangi, yang terus meningkat di setiap harinya, baik jenis Pil koplo maupun narkotika.

Kali ini, aparat kepolisian Polsek Kalipuro Banyuwangi menunjukkan taringnya untuk bisa mengungkap kasus tersebut, dengan berhasil menangkap seorang pengedarnya. Yakni Oesman Efendi (35) warga Lingkungan Krajan RT 06 RW 02 Kelurahan Bulusan Kecamatan Kalipuro. Laki laki asal Bangkalan Madura tersebut di tangkap di sebuah rumah di kawasan Perumahan Graha Ketapang Asri blok A nomor 1 Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.

Kapolsek Kalipuro Banyuwangi, AKP Jaenur Holiq mengatakan, dari penangkapan ini, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 4 paket sabu seberat 0,90 gram serta 2 unit ponsel dan 1 buah ATM.

Awalnya, kepolisian mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Kalipuro yang di duga di lakukan oleh tersangka,” tutur Kapolsek.

Selanjutnya, di lakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil menemukan identitas tersangka,” imbuhnya.

Kapolsek menjelaskan, upaya kepolisian selanjutnya adalah dengan memancing tersangka untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Yakni dengan menghubungi tersangka berpura pura untuk membeli sabu.

“Antara kepolisian dengan tersangka pun akhirnya disepakati bertemu di kawasan Perumahan Graha Ketapang Asri itu,” ujar Kapolsek.

Selang beberapa lama, sejumlah aparat kepolisian Polsek Kalipuro mendatangi lokasi yang dimaksud hingga di lakukan penangkapan. Selanjutnya, tersangka di gelandang ke Mapolsek Kalipuro guna penyidikan lebih lanjut.

Dihadapan kepolisian, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang tidak diketahui namanya yang ada di luar kota,” ungkap Kapolsek.

Hal inilah yang membuat kepolisian harus bekerja ekstra keras untuk bisa menangkap Bandar yang di sebutkan oleh tersangka tersebut.

Sementara, atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kali ini, aparat kepolisian Polsek Kabat Banyuwangi berhasil mengungkap peredaran barang terlarang tersebut di wilayah setempat. Tersangka berinisial ASP (16) warga Desa Gitik Kecamatan Rogojampi dan masih duduk di bangku kelas 3 SMA.

Sementara dua pelaku lainnya Moh.Habibi (22) warga Dusun Krajan RT 01 RW 02 Desa Gitik Kecamatan Rogojampi dan Muhamad Erfin (22) warga Dusun Sidorejo RT 02 RW 02 Desa Gitik Kecamatan Rogojampi.

Kasus ini berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya segerombolan pelajar yang sedang mengkonsumsi pil koplo di area lapangan desa Benelan Lor Kecamatan Kabat. Sejumlah aparat kepolisian Polsek Kabat langsung meluncur ke TKP dan memang benar di dapati ada 3 pelajar yang sedangkan asyik mengkonsumsi obat obatan sediaan farmasi, masing masing berisinial H (17) dan SS (16) serta ASP tersebut.

Setelah di geledah, kepolisian menemukan 1 plastik klip berisi 10 butir pil jenis Trihexyphenydil dari tangan H dan SS.

Dan mereka mengaku, obat tersebut di belinya dari ASP yang kebetulan juga ada di lokasi, yang selama ini disebut sebut sering mengedarkan kepada sesama pelajar. Dari keterangan ASP inilah, kepolisian melakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil menangkap 2 tersangka lainnya.

Kepada petugas, ASP mengaku mendapatkan pil tersebut dengan membeli dari pengedarnya, Moh.Habibi hingga kepolisian pun menangkap tersangka di rumahnya. Dari penangkapan ini kembali mengembang kepada tersangka Muhammad Erfin, karena diakui Moh.Habibi jika pil itu dibelinya dari dia.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi AKP Imron membenarkan mengenai penangkapan ketiga tersangka yang salah satunya pelajar tersebut.

“Peredaran narkoba khususnya pil koplo semakin menjamur di hampir seluruh wilayah di Banyuwangi,” kata AKP Imron.

Bahkan yang cukup miris kata Kasat Narkoba, pelaku dan pemakainya justru sudah menyasar kepada para pelajar.

“Kemungkinan ini disebabkan karena harga dari pil tersebut dinilai cukup murah, sehingga bisa terjangkau oleh pelajar,” ungkap Kasat Narkoba.

Kini, ketiga tersangka beserta barang buktinya diamankan di Mapolsek Kabat Banyuwangi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dan atas perbuatannya, mereka di jerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sementara dua pelajar yang juga di temukan di TKP penangkapan, H dan SS hanya di kenakan sangsi sebagai saksi karena mereka membeli pil koplo tersebut kepada ASP.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kasus pembobolan rumah yang terjadi di kawasan Kecamatan Giri Banyuwangi menyeret seorang karyawan Counter HP.

Pada 29 Mei 2018 lalu sekira pukul 03.00 WIB, rumah milik Imelda Indriyani (44) di Lingkungan Kopenbaya RT 02 RW 04 Kelurahan Giri Kecamatan Giri Banyuwangi di bobol pencuri.

Pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel atau merusak pintu rumah, dan berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga. Seperti 1 unit Laptop, 1 unit ponsel Samsung J7, 1 unit ponsel Oppo Neo 7, 1 unit ponsel Galaxy serta 1 buah tas ransel dengan total kerugian mencapai Rp 11.500.000. Selanjutnya, korban melaporkan peristiwa naas yang dialaminya ini ke Mapolres Banyuwangi.

Berbekal laporan inilah, tim Resmob Satreskrim Polres Banyuwangi bergerak melakukan pengembangan penyidikan dengan mendeteksi keberadaan ponsel korban.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, setelah 4 bulan terjadinya kasus ini, kepolisian berhasil mengungkap keberadaan salah satu ponsel milik korban pada pertengahan September 2018 ini. Dimana, kepolisian berhasil menangkap Nova Riya Saputra (21) warga Dusun Galekan RT 02 RW 01 Desa Bajulmati Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi sebagai pemegang ponsel korban.

“Dihadapan petugas, Nova ngaku mendapatkan ponsel itu dengan membeli dari Muhammad Fadho (50) warga Dusun Krajan Desa Bajulmati Kecamatan Wongsorejo,” papar Kasat Reskrim.

“Kepolisian kembali bergerak cepat untuk menangkap Muhammad Fadho di rumahnya,” imbuhnya.

Hasil interograsi, Fadho mengaku membeli ponsel tersebut di salah satu Counter yang ada di kawasan Jalan DI Panjaitan Kelurahan Temenggungan Kecamatan Banyuwangi. Dan saat itu yang melayani adalah karyawan counter, Aji Zulfikar (30) warga Lingkungan Kalipuro Asri Kelurahan Kalipuro Kecamatan Kalipuro. Namun kepada pihak kepolisian, Aji mengaku ponsel tersebut di dapat dari seseorang yang tidak dikenal yang saat itu menjual ponsel di counter.

“Dia juga mengaku tidak mencatat nama si penjual di regristrasi jual beli hp counter,” tutur AKP Panji.

Kasat Reskrim menambahkan, apapun alasan ketiganya, kepolisian tetap menggelandang mereka ke Mapolres Banyuwangi guna pengembangan penyidikan karena perbuatannya diduga melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

“Dalam penangkapan ketiga tersangka ini, kepolisian mengamankan barang bukti 1 ponsel merek Samsung J7 beserta dusbooknya serta 1 dusbook ponsel Oppo Neo 7,” pungkas Kasat Reskrim.

 

radiovsifm.com, Banyuwangi - Pemuda asal Kecamatan Glenmore Banyuwangi ditangkap kepolisian saat mengedarkan Narkotika jenis sabu.

Dalam penangkapan ini, Satreskoba Polres Banyuwangi berhasil mengamankan barang bukti 5 paket narkotika jenis sabu seberat 2 gram. Kali ini kepolisian menyasar rumah Ahmad Fauzi (27) di kawasan Dusun Wadungpal RT 01 RW 01 Desa Tulungrejo Kecamatan Glenmore Banyuwangi.

Pemuda yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tersebut di tangkap kepolisian di rumahnya tanpa perlawanan.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron mengatakan, penangkapan tersangka ini merupakan pengembangan penyidikan dari salah satu tersangka yang di tangkap sebelumnya.

“Tersangka Ahmad Fauzi di sebut sebut sebagai pengedar Sabu yang memasok ke para pelanggannya yang ada di sejumlah wilayah di Banyuwangi,” papar Kasat Narkoba.

Mantan Kasat Binmas Polres Banyuwangi tersebut menjelaskan, sebelumnya, tersangka menjadi Target Operasi setelah sepak terjangnya terendus aparat kepolisian. Karena beberapa tersangka pemakai narkoba yang berhasil ditangkap Satreskoba Polres Banyuwangi, mengaku barang haram yang di konsumsinya di beli dari tersangka Fauzi.

“Berbekal pengakuan mereka inilah, kepolisian melakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil menangkap tersangka di rumahnya,” ujar Kasat Narkoba.

Kini, tersangka beserta barang buktinya diamankan di Mapolres Banyuwangi untuk penyidikan lebih lanjut. Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang pelaku pencurian sepeda motor di wilayah Kecamatan Banyuwangi kota berhasil ditangkap kepolisian di kawasan Kecamatan Sempu.

Tersangka diketahui bernama Ali Mustofa (23) warga Dusun Krajan RT 03 RW 02 Desa Genteng Wetan Kecamatan Genteng.

Saat itu, ada 2 orang warga melapor ke Mapolsekta Banyuwangi terkait raibnya sepeda motor Honda Vario bernopol DK 3445 XD milik mereka, saat di parkir di halaman rumah temannya di kawasan Jalan Agus Salim Kelurahan Taman Baru Kecamatan Banyuwangi kota.

Kedua korban itu adalah Yeni Ayu Lupitasari (27) warga Lingkungan Cungking gang mawar RT 01 RW 03 Kelurahan Giri Kecamatan Giri dan Joice Rama Pranata (25) warga Lingkungan Brawijaya RT 01 RW 02 Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi kota.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, setelah mendapat laporan korban, tim Reskrim Polsekta bersama Resmob Polres Banyuwangi melakukan pengembangan penyidikan hingga ke seluruh kecamatan.

Akhirnya, pada Senin (17/9) kepolisian mendapat informasi bahwa Polsek Sempu berhasil mengamankan tersangka pencurian dengan menggunakan sepeda motor hasil kejahatannya di wilayah Kecamatan Banyuwangi kota. Sejumlah aparat kepolisian Polsekta Banyuwangi pun bergerak menuju ke Polsek Sempu untuk memastikan informasi ini.

“Kepada petugas, tersangka mengakui jika sepeda motor yang di gunakan dalam aksinya di kawasan Kecamatan Sempu itu merupakan hasil kejahatannya di wilayah Kecamatan Banyuwangi kota,” kata AKP Ali Masduki.

Namun plat nomor sepeda motor tersebut telah di lepas oleh tersangka. Selanjutnya, penanganan tersangka di limpahkan ke Mapolsekta Banyuwangi guna proses hukum lebih lanjut.

“Kedua korban itupun kami hubungi untuk memastikan apakah sepeda motor yang digunakan pelaku tersebut adalah miliknya,” ujar Kapolsek.

Ternyata memang benar, mereka mengakui jika kendaraan itu adalah miliknya yang telah hilang di bawa kabur pencuri saat di parkir.

Kini, tersangka beserta barang bukti sepeda motor milik korban tersebut di amankan di Mapolsekta Banyuwangi untuk di lakukan pengembangan penyidikan.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Masyarakat Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi di gegerkan dengan kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur, yang dilakukan oleh warga Kecamatan Gambiran.

Dimana, kasus ini terjadi di kawasan Jalan Raya Grajakan diarea hutan jati bukit kapur atau bukit teletubbies karetan Kecamatan Purwoharjo. Peristiwa ini berawal saat tersangka, Yoni Kristiyono (53) warga Dusun Yosowilangun I RT 03 RW 01 Desa Jajag Kecamatan Gambiran mengajak korban berinisial NI berusia 17 tahun warga Kecamatan Purwoharjo, yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA untuk berkaraoke di salah satu tempat hiburan malam.

Saat sepeda motor Yamaha N-Max bernopol P 5973 UP yang di kendarai mereka berdua melintas di TKP, tiba tiba tersangka menghentikan laju kendaraannya dengan alasan hendak kencing. Namun rupanya, justru tersangka melakukan tindakan asusila terhadap korban.

Kapolsek Purwoharjo Banyuwangi, AKP Ali Ashari mengatakan, mendapati kondisi ini, korban pun berontak. Namun tersangka malah kalap dan mengeluarkan pisau dari dalam tasnya lalu di acungkan ke arah korban agar menuruti kemauannya.

“Meski pegang pisau, tersangka masih melakukan tindakan asusila itu hingga akhirnya korban berhasil melarikan diri,” ujar Kapolsek.

AKP Ali Ashari menjelaskan, disaat dia dalam kondisi terjepit, korban masih sempat menghubungi temannya, Yosua untuk meminta tolong di jemput di lokasi. Bersamaan dengan itu, tersangka kabur.

“Selanjutnya, korban melaporkan peristiwa naas yang di alaminya ke Mapolsek Purwoharjo,” imbuhnya.

AKP Ali Ashari menjelaskan, setelah mendapat laporan korban, sejumlah anggota reskrim Polsek Purwoharjo bersama anggota Resmob Selatan mengejar keberadaan tersangka hingga berhasil ditangkap di kawasan perempatan Karetan. Dan selanjutnya di gelandang ke Mapolsek Purwoharjo guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

“Kini, tersangka harus meringkuk di dalam sel tahanan,” tutur Kapolsek.

Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 76 E jonto pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2019 tentang kekerasan anak, serta pasal 2 ayat 1 UU RI nomor 12 tahun 1951 tentang darurat, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

More Articles ...