radiovisfm.com, Banyuwangi - Rumah seorang janda di kawasan Kecamatan Cluring Banyuwangi di satroni pencuri yang berhasil menguras harta serta berbuat asusila terhadap korban.

Bahkan, korban berinisial SM (47) tersebut berhasil kabur dari rumahnya dalam kondisi telanjang untuk meminta bantuan kepada saudaranya, yang bertempat tinggal tidak jauh dari rumahnya.

Ceritanya, peristiwa ini terjadi pada Senin (07/01) yang saat itu korban tengah tertidur lelap di depan ruang televise dengan kondisi hanya mengenakan bra dan celana tipis.

Dan tiba tiba, ada seorang laki laki berperawakan gendut berhasil masuk ke dalam rumah korban yang ada di kawasan Dusun Krajan RT 02 RW 09 Desa Tamanagung Kecamatan Cluring Banyuwangi tersebut. Pelaku sudah berada disamping korban sambil menodongkan clurit agar tidak berteriak.

Ironisnya, pelaku sudah dalam keadaan hanya memakai kaos saja dan mengatakan hendak meniduri korban. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku meminta uang kepada korban dan korbanpun mengatakan jika uangnya ada di dapur di bawah tumpukan kotak.

Saat pelaku pergi ke dapur itulah, korban berhasil kabur lewat pintu depan dengan kondisi telanjang bulat lalu menuju ke rumah saudaranya yang ada di kampung sebelah, tepatnya di Desa Ringinrejo Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Untuk selanjutnya, korban bersama saudaranya tersebut melapor ke pihak kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Cluring Banyuwangi, Ipda Sadimun mengatakan, setelah mendapat laporan korban, sejumlah aparat kepolisian Polsek Cluring bersama tim resmob Polres Banyuwangi melakukan pengembangan penyidikan dengan melakukan olah TKP terlebih dahulu.

“Hasilnya, di duga pelaku masuk ke rumah korban dengan merusak teralis jendela samping karena ditemukan sudah rusak,” ujar Ipda Sadimun.

“Dari pengakuan korban, pelaku berperawakan gemuk dan tidak menggunakan cadar sehingga dia agak melihat samar samar wajah pelaku karena kondisi di dalam rumah gelap,” imbuhnya.

Korban juga mengaku tidak mengenal pelaku dan selama mengancam korban dia berbicara dengan dialeg jawa.

“Hingga kini kepolisian terus berupaya mengungkap kasus ini untuk bisa menemukan identitas pelaku,” tutur Ipda Sadimun.

Sementara itu, dari kejadian ini, pelaku hanya membawa kabur uang tunai milik korban sejumlah Rp 170 ribu dan 1 unit ponsel. Selama ini pula, korban tinggal seorang diri sedangkan anaknya bekerja di luar kota.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang tersangka kasus narkoba melaksanakan pernikahan di masjid Mapolres Banyuwangi, Rabu (02/01).

Dia adalah Andi Rachman warga Jalan Piere Tendean Kelurahan Tukangkayu Kecamatan Banyuwangi kota. Andi yang di tangkap di kawasan Jalan Ikan Mas Kelurahan Karangrejo Kecamatan Banyuwangi tersebut menikahi kekasihnya, IR yang merupakan warga Kecamatan Bangorejo.

Suasana haru mewarnai pernikahan ini saat tersangka mengucapkan ijab Kabul di depan penghulu, yang langsung di datangkan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banyuwangi.

Kasat Narkoba, AKP Imron mengatakan, pernikahan ini di gelar kepolisian guna memberikan perlindungan hukum terhadap hak hak tersangka.

“Karena setiap warga negara mempunyai hak pernikahan seperti yang diatur dalam Undang Undang. Sementara kepolisian sendiri, tidak membatasi secara individu tapi ada berbagai hak yang harus dilindungi yaitu pernikahan,” papar Kasat Narkoba.

AKP Imron menjelaskan, setelah menjalani pernikahan, tersangka kembali dimasukkan ke tahanan Mapolres Banyuwangi karena pihak kepolisian membatasi hak kebebasan setiap tahanan.

“Tersangka, hingga kini masih menjalani proses penyidikan terkait peredaran sabu yang di lakukannya,” tutur AKP Imron.

Andi Rachman ditangkap aparat kepolisian Satuan Narkoba Polres Banyuwangi bersama Satuan Reskrim Polsekta Banyuwangi di kawasan Jalan Ikan Mas RT 03 RW 03 Kelurahan Karangrejo Kecamatan Banyuwangi pada Rabu (19/12) lalu sekira pukul 11.00 WIB.

Dalam penangkapan ini, berhasil diamankan barang bukti 1 paket Narkotika jenis sabu, 1 unit ponsel dan 1 unit sepeda motor yang digunakan tersangka didalam menjalankan aksinya.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - 2 pemuda asal Kecamatan Siliragung Banyuwangi ditangkap kepolisian setelah kedapatan mencuri ikan di kolam milik tetangganya.

Mereka adalah M.Azis Dika Maulana (22) dan M.Agus Aly Fakhri (19) tercatat sebagai warga Dusun Krajan Desa Barurejo Kecamatan Siliragung ditangkap masyarakat setempat saat melakukan pencurian di kolam ikan milik Robert Sunoto (48) dan Nur Choiri Suhada (45), yang ada di kawasan RT 03 RW 03.

Modus operandi yang mereka lakukan adalah dengan memasukkan 2 butir obat kimia jenis Potassium ke dalam kolam ikan gurami ukuran 8x3 meter milik Robert Sunoto. Setelah ikan yang ada dalam kolam tersebut terapung ke atas air kolam karena mati, lalu kedua pelaku mengambilnya menggunakan sebuah serok ikan yang terbuat dari jaring.

Kapolsek Siliragung AKP Endro Abrianto mengatakan, aksi mereka di ketahui oleh warga setempat, Suhariyono (45) dan Puguh (45).

“Selanjutnya di laporkan ke pemilik kolam lalu diserahkan ke pihak kepolisian guna penanganan hukum lebih lanjut,” ujar Kapolsek.

Dihadapan petugas, keduanya mengaku juga melakukan pencurian ikan jenis Nila di kolam milik Nur Choiri Suhada dengan cara menggunakan alat pancing.

AKP Endro menjelaskan, dari aksi pencurian di kolam milik korban Robert, kedua pelaku berhasil mengambil 500 kg ikan Gurami atau setara dengan Rp 16.000.000 kerugian.

“Dari pengakuan keduanya pula, ikan ikan itu sedianya hendak di jual. Dan uang hasil penjualan digunakan untuk kebutuhannya sehari hari,” pungkas AKP Endro.

Dari penangkapan kedua pelaku ini, kepolisian mengamankan 1 unit sepeda motor Suzuki bravo protolan yang di gunakan mereka saat melakukan aksinya. Juga 1 buah lampu senter, 2 set alat pancing, 1 buah serok ikan yang terbuat dari jaring, 1 buah timba dan 2 kilogram ikan nila.

Kini, mereka di amankan di Mapolsek Siliragung dan atas semua perbuatannya, keduanya di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Polres Banyuwangi berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di berbagai sector, menyusul telah menerima predikat sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Pelayanan Prima dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Penghargaan ini di terima langsung oleh Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi dari Menteri PAN RB, Syafrudin di Jakarta pada 10 Desember 2018 lalu.

Sementara, Polres Banyuwangi sendiri baru merayakannya di hari Selasa (18/12) bertepatan dengan Hari Jadi Banyuwangi ke 247 tahun, dalam Apel Penyerahan Kendaraan Dinas dan Tasyakuran penerimaan predikat WBK dan Pelayanan Prima di halaman Mapolres Banyuwangi.

Sementara, dari 194 polres se Indonesia hanya 2 polres yang mendapatkan predikat Pelayanan Prima yakni Polres Banyuwangi dan Polrestabes Surabaya.

Dalam kegiatan ini sengaja di rangkai dengan penyerahan Kendaraan Dinas. Pasalnya, Polres Banyuwangi menerima beberapa unit kendaraan bermotor dari Mapolda Jawa Timur sebagai apresiasi terhadap kinerja aparat kepolisian hingga berhasil menerima penghargaan WBK dan Pelayanan Prima.

Kendaraan tersebut adalah 5 unit sepeda motor untuk Sabhara, 1 perahu karet untuk Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) dan 1 sepeda patroli pengawalan untuk Satuan Lalu Lintas.

“Penilaian WBK ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat terkait dengan zona integritas dan penghargaan ini mengandung unsur bahwa pelayanan public di Polres Banyuwangi harus mengandung unsur bebas dari korupsi,” ujar Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi.

Kapolres mengaku, ke depan ini merupakan tantangan bagi seluruh anggota kepolisian agar berkomitmen untuk memberikan pelayanan lebih baik lagi kepada masyarakat yang bebas dari korupsi dan nepotisme.

Sementara, sebagai konsekwensi dari penghargaan ini, aparat kepolisian akan menerima tunjangan dari Mabes Polri.

“Tapi itu adalah kewenangan Mabes Polri, sedangkan Polres Banyuwangi wajib terus meningkatkan kinerja,” imbuhnya.

Kapolres menjelaskan, setelah WBK ini pihaknya tengah berupaya untuk bisa mendapatkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), setingkat lebih tinggi dari WBK.

“Berbagai indikator penilaiannya sama, tapi yang membedakan adalah nilai WBBM harus lebih tinggi dari WBK,” tutur Kapolres.

Oleh sebab itulah, Kapolres mengaku akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa saat ini pelayanan di Polres Banyuwangi berbeda dari sebelumnya, sehingga di perlukan keterlibatan dari masyarakat untuk terus memberikan masukan kepada pihak kepolisian agar pelayanan public semakin meningkat.

“Utamanya, pelayanan SIM dan STNK yang menjadi penilaian khusus dari Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, selain di Polres, para anggota kepolisian di seluruh polsek jajaran juga diharuskan meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat karena mereka mempunyai tanggung jawab untuk mempertahan predikat WBK tersebut.

Sementara itu, beberapa kendaraan dinas dari Polda Jawa Timur tersebut di serahkan Kapolres secara simbolis kepada Kasat Sabhara, AKP Basori Alwi, Kasat Polairud, AKP Subandi dan Kasat Lantas, AKP Prianggo Parlindungan Malau yang di wakili KBO Lantas, Iptu Dalyono.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Banyuwangi dari berbagai potensi kerawanan menjelang perayaan pergantian Tahun Baru, kepolisian menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam.

Tim gabungan yang melaksanakan kegiatan ini dari unsur kepolisian utamanya Satuan Sabhara dan Satuan Narkoba serta melibatkan Satpol PP dan TNI. Razia diawali di Kafe Neo yang ada di kawasan Jalan Brawijaya.

Disini, puluhan pengunjung pun langsung kaget dengan kedatangan puluhan aparat gabungan tersebut. Namun setelah di lakukan pemeriksaan, seluruhnya memiliki KTP. Bahkan saat di tes urine, mereka negative mengkonsumsi narkoba.

Selanjutnya, razia dalam skala besar ini di gelar di area warung sepanjang Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro, yang di sinyalir menjadi lokasi mangkalnya para wanita penghibur yang sekaligus menjadi pemandu lagu.

Disini, sekitar 22 orang diamankan dan 7 orang diantaranya tidak memiliki KTP. Setelah di lakukan pendataan, 15 orang yang ber KTP di lepaskan kembali namun dengan syarat harus pulang ke kampung halamannya dan tidak melakukan aktifitasnya lagi sebagai wanita penghibur. Sedangkan 7 orang sisanya diamankan di Mapolres Banyuwangi.

Kabag Operasi Polres Banyuwangi, Kompol Sumartono yang memimpin langsung kegiatan tersebut mengatakan, razia ini di laksanakan sebagai upaya untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat Banyuwangi menjelang pergantian tahun baru.

“Dari laporan masyarakat, di lokasi itu memang sering digunakan sebagai tempat mangkal para wanita penghibur dan pesta minuman keras,” ujar Kompol Sumartono.

“Sasaran dari kegiatan ini adalah minuman keras dan narkoba, yang dinilai mempunyai tingkat potensi kerawanan yang cukup tinggi,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, dari razia ini, tim gabungan juga mengamankan 4 krat bir yang merupakan minuman keras golongan A dari warung panjang, yang juga tidak dilengkapi dokumen resmi.

“Untuk 7 orang yang tidak ber KTP di serahkan ke pihak Satpol PP sebagai penegak perda guna di lakukan tindak lanjut,” pungkas Kompol Sumartono.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna mengantisipasi terjadinya aksi kriminalitas serta untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat selama masa Angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Polres Banyuwangi menyiagakan 441 aparat kepolisian dan mendirikan 23 pos pengamanan.

Ke 23 pos tersebut terdiri dari 1 pos pelayanan terpadu yang di tempatkan di area Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, yang merupakan salah satu obyek vital tempat berpindahnya orang dan barang dari Pulau Bali ke Pulau Jawa maupun sebaliknya sehingga di perlukan pengamanan cukup ketat.

Juga 7 pos wisata yang tersebar di beberapa tempat wisata, seiring dengan terus meningkatnya wisatawan yang datang ke Banyuwangi.

Selain itu juga ada 23 pos pengamanan yang tersebar dari Kecamatan Wongsorejo, yang berada di wilayah Banyuwangi utara yang merupakan jalur pantura berbatasan dengan Kabupaten Situbondo, hingga ke Kecamatan Kalibaru yang berada di wilayah Banyuwangi selatan berbatasan dengan Kabupaten Jember.

Saat menggelar Rapat Koordinasi Operasi Lilin Semeru 2018 dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 bersama jajaran forum pimpinan daerah, Selasa (18/12), Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, selain kepolisian, juga di turunkan personel pengamanan dari sejumlah instansi terkait seperti TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan juga Sencom sehingga total petugas yang di libatkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru kali ini mencapai 1.189 personel.

“Kepolisian telah melakukan berbagai rencana pola pengamanan serta ploting anggota, karena dari pos yang didirikan ini terbagi dalam pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu serta pos wisata,” ujar Kapolres.

Dia menjelaskan, obyek vital menjadi focus pengamanan utama seperti gereja, yang menjadi perhatian dalam Operasi Lilin Semeru ini, juga di seluruh obyek wisata, pusat perbelanjaan, serta di berbagai lokasi yang menjadi tempat merayakan pergantian malam tahun baru.

“Diantaranya lokasi di gelarnya pesta kembang api,” kata Kapolres.

“Kami melarang adanya pesta kembang api di lokasi rawan menimbulkan ancaman seperti di SPBU dan diatas kapal penyeberangan,” imbuhnya.

Selain itu, petugas juga memperketat pengamanan di Pelabuhan Ketapang dan Bandara Banyuwangi, seiring dengan adanya penerbangan International Kuala Lumpur-Banyuwangi, yang diakui Kapolres rawan terjadinya ancaman gangguan keamanan baik di penerbangan domestic maupun International.

“Operasi Lilin Semeru ini mulai dilaksanakan pada Jum’at (21/12), yang di dahului dengan gelar pasukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku, pengamanan di seluruh tempat wisata harus lebih di perketat seiring dengan meningkatnya wisatawan yang datang ke Banyuwangi.

“Bukan hanya ketertiban dan keamanan saja, tapi yang juga jadi prioritas utama adalah kebersihan di Banyuwangi agar wisatawan menjadi betah,” papar Bupati Anas.

Oleh sebab itu kata Bupati Anas, pemerintah daerah meminta seluruh pemilik warung untuk mengganti kain gorden yang telah bertahun tahun terpasang dan tidak diganti.

“Saat ini pemerintah telah memperbaiki ruas ruas jalan utama maupun ke arah tempat wisata, guna memberikan kenyamanan kepada para wisatawan,” ungkap Bupati Anas.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Berdalih akan menyewa mobil milik warga Kecamatan Srono Banyuwangi, seorang laki laki asal Kabupaten Cilacap membawa kabur kendaraan roda 4 tersebut. Selanjutnya, korban, Nurmuklis (44) melaporkan peristiwa naas yang dialami itu ke pihak kepolisian guna meminta perlindungan hukum.

Awalnya, pada Senin (10/12) lalu sekira pukul 21.30 WIB pelaku yang diketahui bernama Candra Prasetyawan (35) warga Dusun Kramasari RT 03 RW 04 Desa Bojong Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap tersebut menemui korban dengan dalih hendak membeli mobilnya jenis Honda Jazz tipe S bernopol AD 9378 GM.

Akhirnya, di sepakati lokasi transaksi di area parkiran di kawasan Dusun Pancoran Desa karangbendo Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, setelah bertemu di TKP, pelaku mencoba mobil tersebut dengan di temani oleh korban lalu kembali ke tempat semula.

“Disinilah, terjadi kesepakatan harga diantara keduanya,” ujar AKP Panji.

“Lalu pelaku kembali membawa mobil korban dengan alasan untuk menjemput pacarnya, tanpa terlebih dahulu membayar uang yang mereka sepakati bersama,” imbuhnya.

Selang beberapa lama korban menunggu, pelaku tidak juga kembali ke TKP lalu dia melaporkan hal ini ke Mapolsek Rogojampi Banyuwangi, guna proses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskrim mengaku, tim Resmob Polres Banyuwangi melakukan pengejaran terhadap pelaku setelah mendapat tembusan laporan dari Mapolsek Rogojampi.

“Setelah dilakukan pengembangan penyidikan, kepolisian berhasil menangkap pelaku beserta kendaraan milik korban di kawasan Kecamatan Kencong Kabupaten Jember,” papar AKP Panji.

Selanjutnya, di gelandang ke Mapolres Banyuwangi guna dimintai keterangan.

“Meski demikian, atas perbuatannya ini, pelaku di jerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas Kasat Reskrim.

Sementara itu, atas peristiwa naas yang dialaminya ini, korban mengalami kerugian mencapai Rp 184.000.000 yang merupakan harga dari mobil Honda Jazz miliknya tersebut.

 

More Articles ...